NTT, Investigasi news – Masyarakat Kecamatan Wolowaru mengeluhkan pemadaman listrik yang terus terjadi setiap hari selama beberapa minggu terakhir. Pemadaman tanpa informasi yang jelas dari PLN Ende ini menimbulkan keresahan karena berdampak pada aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik di daerah tersebut.
Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kekecewaannya kepada **Investigasi.News**, Rabu (23/1/2025). “Kadang listrik padam seharian, kadang hanya beberapa jam, bahkan sering mati-hidup mendadak. Kami merasa kesal karena tidak ada pemberitahuan atau informasi apapun terkait pemadaman ini,” ujarnya.
**Dampak pada Kehidupan Sehari-hari**
Pemadaman listrik tidak hanya mengganggu rumah tangga, tetapi juga menimbulkan risiko kerusakan pada alat elektronik seperti kulkas, televisi, dan komputer. Seorang mahasiswa Universitas Terbuka (UT) mengaku kesulitan mengakses materi pelajaran dan menghadiri kelas daring karena ketiadaan listrik.
“Zoom meeting sering terhambat karena mati listrik. Kami paham bahwa musim hujan dan angin dapat menyebabkan gangguan seperti pohon tumbang, tetapi kami berharap ada informasi yang jelas dari PLN,” ungkap mahasiswa tersebut.
Keluhan serupa juga ramai diunggah di media sosial, termasuk status WhatsApp dan Facebook, yang menunjukkan keresahan masyarakat terkait layanan PLN.
**Gangguan pada Ekonomi dan Pelayanan Publik**
Beberapa pengusaha di Wolowaru terpaksa menggunakan genset untuk mencegah kerusakan alat akibat ketidakstabilan arus listrik. Pemadaman ini juga berdampak pada pelayanan publik, termasuk rumah sakit dan kantor pemerintahan.
“PLN seharusnya segera memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai pemadaman ini dan menyelesaikan masalah vital seperti perbaikan jaringan dan pemangkasan pohon di sekitar kabel listrik,” ujar salah satu pengusaha setempat.
**Latar Belakang dan Harapan Masyarakat**
Pemadaman listrik di Kabupaten Ende seringkali terjadi akibat pohon tumbang dan pemeliharaan gardu induk. Sebelumnya, PLN Ende rutin memberikan informasi mengenai pemadaman bergilir, tetapi akhir-akhir ini transparansi tersebut dinilai berkurang.
Sebagai catatan, pada Oktober 2017, pernah terjadi aksi perusakan Kantor PLN Sub Ranting Wolowaru oleh warga yang marah akibat pemadaman tanpa pemberitahuan. Peristiwa tersebut mengakibatkan rusaknya fasilitas kantor dan kendaraan operasional PLN.
Masyarakat Wolowaru berharap PLN Ende segera menuntaskan kegiatan perbaikan jaringan dan memastikan komunikasi yang lebih transparan. “Kami hanya ingin pelayanan yang baik dan informasi yang jelas. Ini untuk mencegah keresahan yang lebih besar,” tegas seorang warga.
S. Temi Laga

















