Malut, Investigasi.news – Rencana Kongres Himpunan Pelajar Mahasiswa Sula atau HPMS yang akan digelar pada 28 Oktober 2025 semakin hangat diperbincangkan, maklum organisasi pengkaderan untuk generasi di Kepulauan Sula ini sudah lama vakum, bahkan ada yang menyatakan telah mati suri.
Pertemuan tokoh lintas generasi Sula di Taman Nukila Ternate kemarin (24/8/2025) menjadi arah baru sejarah HPMS, tentu saja ini menjadi harapan bagi berbagai lapisan masyarakat Kepulauan Sula, dengan catatan HPMS kembali ke khitah perjuangannya.
Kepada investigasi, Haji Hamka Duwila mengatakan, sebagai alumni HPMS Makassar dirinya mendukung penuh rencana kongres HPMS bertepatan dengan hari sumpah pemuda 28 Oktober 2025 mendatang, bahkan pada pertemuan lintas generasi Sula jeda acara jalan sehat KAHMI, di Taman Nukila kemarin Hamka mengancam akan mengambil paksa kepemimpinan HMPS jika elite dan intelektual Sula tidak peduli untuk menggelar kongres HPMS.
“Organisasi ini harus diselamatkan dan dikembalikan semangat untuk kepentingan daerah Dad Hia Ted Sua”, ujar H. Hamka (25/8).
Dengan penuh semangat, sadar bahwa dirinya sebagai alumni HPMS Makassar yang nantinya tidak punya hak suara di Kongres HPMS, Hamka mendukung beberapa figur untuk masuk bursa Ketua pada kongres HPMS bulan Oktober nanti.
Nama-nama yang didukung H. Hamka diantaranya.
1. Ibrahim Tidore (Birokrat)
2. Dr. Rauf Wajo (Akademisi)
3. M. Natsir Sangadji (Politisi)
4. Irfan Umasugi (Politisi)
5. Samsudin Fatahudin, S.Ag (Birokrat).
Menurutnya figur ini sangat relevan untuk menahkodai HPMS dengan berbagai tantangan yang akan dihadapi kedepan, namun kemudian Hamka tidak menolak jika ada figur lain yang akan meramaikan kongres HPMS nantinya.
“intinya kongres HPMS harus segera digelar karena merupakan kebutuhan yang sangat primer bagi organisasi ini, persoalan nanti siapa yang memimpin kita serahkan pada dinamika forum kongres nanti“, turupnya. rL







