Kabupaten Bekasi – Kisah memilukan pasangan lanjut usia, Naman (65) dan istrinya Mini (59), yang bertahan hidup di rumah nyaris roboh akhirnya mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Bekasi. Melalui Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, bantuan darurat langsung disalurkan ke kediaman mereka di Kampung Wates, RT 001 RW 009, Desa Sarimukti, Kecamatan Cibitung, Selasa (30/6/2026).
Bantuan yang diberikan berupa paket sembako, kasur, serta sejumlah kebutuhan dasar lainnya. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban pasangan lansia yang selama ini hidup dalam keterbatasan ekonomi.
Rumah yang ditempati Naman dan Mini diketahui terbuat dari bilik bambu dan berada dalam kondisi tidak layak huni. Kondisinya yang semakin rapuh menimbulkan kekhawatiran warga karena berisiko ambruk sewaktu-waktu.
Perwakilan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, Setri Agus, mengatakan kehadiran pihaknya merupakan tindak lanjut atas kondisi pasangan lansia tersebut yang menjadi perhatian publik setelah ramai diberitakan berbagai media.
“Kedatangan kami ke sini untuk memberikan bantuan. Mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat dan membantu meringankan beban Bapak Naman dan Ibu Mini,” ujar Setri Agus saat menyerahkan bantuan.
Menurutnya, Dinas Sosial tidak hanya memberikan bantuan kebutuhan pokok, tetapi juga akan menindaklanjuti sejumlah kebutuhan lain yang telah diajukan warga setempat.
“Untuk rumah Mak Enah (66) maupun kebutuhan kursi roda bagi anak penyandang disabilitas, insyaallah akan kami tindak lanjuti pada Kamis nanti,” katanya.
Kehadiran jajaran Dinas Sosial disambut haru oleh Naman dan warga sekitar. Dengan mata berkaca-kaca, Naman menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan pemerintah dan berbagai pihak yang telah membantu keluarganya.
“Saya mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Bekasi dan semua pihak yang telah membantu saya. Semoga semuanya diberikan kesehatan dan umur yang panjang,” ucapnya.
Sebelumnya, kondisi rumah pasangan lansia tersebut menjadi sorotan publik setelah diberitakan dalam keadaan sangat memprihatinkan. Keterbatasan ekonomi membuat mereka tidak mampu memperbaiki rumah yang nyaris roboh, sehingga harus hidup dalam kondisi yang membahayakan keselamatan.
Respons cepat pemerintah ini menunjukkan pentingnya sinergi antara masyarakat, media, dan pemerintah dalam menyampaikan serta menindaklanjuti persoalan sosial yang terjadi di lingkungan sekitar.
Meski demikian, bantuan darurat yang telah diberikan dinilai belum menjadi solusi akhir. Pasangan lansia tersebut masih membutuhkan rumah layak huni agar dapat menjalani kehidupan dengan aman dan nyaman. Di lingkungan yang sama, Mak Enah juga memerlukan perhatian serupa, sementara seorang anak penyandang disabilitas membutuhkan kursi roda sebagai sarana penunjang aktivitas sehari-hari.
Ketua Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Korwil Kabupaten Bekasi, Mariam, mengapresiasi langkah cepat Dinas Sosial Kabupaten Bekasi. Namun, ia berharap bantuan lanjutan yang telah dijanjikan dapat segera direalisasikan.
“Kami mengapresiasi langkah cepat Dinas Sosial Kabupaten Bekasi. Namun kami berharap tindak lanjutnya benar-benar diwujudkan, terutama pembangunan rumah layak huni bagi keluarga Naman dan Mak Enah serta pemenuhan kebutuhan anak penyandang disabilitas. Mereka membutuhkan solusi jangka panjang agar bisa hidup dengan aman dan bermartabat,” tegas Mariam.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa masih ada warga yang hidup dalam kondisi memprihatinkan dan membutuhkan perhatian bersama. Diharapkan kolaborasi antara masyarakat, media, dan pemerintah terus terjalin sehingga bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu menghadirkan solusi nyata bagi warga yang membutuhkan. Roni



