Ngada, Investigasi.News — Seorang perempuan di Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada, mengaku mengalami dugaan tindakan asusila saat berkendara pulang pada malam hari. Insiden tersebut menyebabkan korban terjatuh dari sepeda motor dan mengalami sejumlah luka.
Korban menyampaikan terima kasih kepada jajaran Polsek Soa setelah memperoleh informasi bahwa seorang laki-laki berinisial R.E. telah diamankan atau menyerahkan diri untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Berdasarkan kronologi yang disampaikan korban, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.30 WITA. Saat itu, korban baru meninggalkan tempat usahanya di sekitar Pasar Soa setelah menyelesaikan perbaikan sistem kasir yang mengalami gangguan.
Sebelum pulang, korban sempat singgah di salah satu minimarket dan pasar untuk membeli minyak goreng serta tahu dan tempe.
Dalam perjalanan menggunakan sepeda motor matic berwarna hijau, korban mengaku mulai merasa diikuti oleh seseorang sejak melewati kawasan Puskesmas Waepana.
Kecurigaan tersebut berlanjut hingga korban melintasi pertigaan jalan Riung-Piga. Menurut keterangan korban, sejumlah warga sempat melihat pengendara sepeda motor yang diduga mengikutinya.
Insiden terjadi ketika korban melintas di sekitar sebuah bengkel yang masih ramai, tidak jauh dari rumah warga bernama Toni Koda dan sebuah dump truck yang sedang terparkir.
Korban mengaku, seseorang yang mengendarai sepeda motor mendekatinya dari sisi kanan, kemudian memegang bagian dadanya dan menarik pakaiannya dengan kuat ketika sepeda motor masih bergerak.
Terkejut dengan tindakan tersebut, korban berusaha melepaskan tangan orang itu sembari berteriak meminta pertolongan. Namun, korban kehilangan keseimbangan hingga terjatuh dan terseret sekitar lima meter ke arah kanan jalan.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami sejumlah luka. Salah satu bagian tubuh yang dikeluhkannya adalah pergelangan tangan kiri yang disebut sulit digerakkan setelah insiden itu.
Korban menggambarkan orang yang diduga melakukan tindakan tersebut sebagai laki-laki bertubuh kurus, mengendarai sepeda motor Honda Beat berwarna hitam, serta mengenakan sweater berwarna putih atau abu-abu.
Dalam kronologi yang disampaikan korban, seorang pengendara sepeda motor Yamaha Vixion yang berada di sekitar perempatan Bank NTT disebut sempat berpapasan dengan orang yang diduga sebagai pelaku. Pengendara tersebut kemudian berbalik arah dan menyampaikan kepada orang-orang di sekitar bengkel bahwa dirinya mengenali orang tersebut.
Setelah kejadian, korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan medis dan menjalani visum. Korban bersama suaminya kemudian melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian agar diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Pada siang harinya, korban memperoleh informasi bahwa seorang laki-laki berinisial R.E. telah diamankan atau menyerahkan diri ke Polsek Soa.
Atas respons tersebut, korban menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Polsek Soa yang telah menindaklanjuti laporan yang disampaikannya.
Korban berharap perkara yang dialaminya dapat diproses secara profesional sehingga memperoleh kepastian hukum dan keadilan.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai kronologi versi penyidik, status hukum R.E., maupun pasal yang disangkakan dalam perkara tersebut.
(Severinus T. Laga)













