Masyarakat Desa Salak Minta Tutup Lokasi Tumpukan Limbah FABA PLTU Ombilin

More articles

spot_img
Sawahlunto, Investigasi.news – Tumpukan Limbah Fly Ash Bottom Ash (FABA) atau atau limbah sisa pembakaran batubara, PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Ombilin PLTU Sijantang Sawahlunto bertempat di Guguak Tinggi Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto longsor terimbas hujan lebat, Rabu sampai Kamis (8-9/5/2024).

Akibat longsoran itu jadi pemicu keluhan warga Dusun Ibus Desa Salak itu terimbas dengan banjir yang menggenangi ruas jalan Salak- Sinjang yang kerap banjir disaat penghujan. Keluhan masyarakat Desa Salak, Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto tidak saja terdampak tanah longsor tapi juga terdampak longsoran dari pembuangan abu FABA PLTU Ombilin dikelola PT GTC itu.

Keluhan tuntutan kepada PLTU Ombilin untuk menutup tempat pembuangan abu FABA , karena setiap hujan turun masyarakat dihantui ketakutan terkena longsoran abu FABA itu disampaikan disaat Wakil Ketua DPRD Kota Sawahlunto, Jaswandi, Sekdako Sawahlunto, Ambun Kadri, para Asisten Setdako, Kapala BPBD, Dedi Ardona, Kabid LH, Heantomas, Camat Talawi, Ucaq Hardian, Kades Salak dan masyarakat desa Salak, Kamis (9/5/2024).

Ketua DPRD Kota Sawahlunto Jaswandi menegaskan pihak PLTU Ombilin harus bertanggung jawab penuh terhadap bencana yang menimpa warga desa Salak ini, jangan dilempar pada pihak ketiga saja. Dan secara lembaga, sebutnya terkait hal ini DPRD akan panggil pihak PLTU Ombilin.

Setdako dan Wakil Ketua DPRD kota Sawahlunto di lokasi pembuangan FABA PLTU Ombilin Sawahlunto. (Foto : Tumpak)

Kepada masyarakat terdampak longsor itu pemerintah kota meminta maaf pada warga dusun ibus atas musibah tersebut. Setdako juga berjanji untuk memanggil pihak PLTU Sijantang untuk membicarakan hal ini.

Setelah warga menyampaikan keluh kesahnya pada pemerintah kota Sawahlunto rombongan tersebut melanjutkan ke lokasi untuk melihat lokasi tumpukan abu yang longsor. (tumpak)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest

spot_img