DPRD Banyuwangi Komit Maksimalkan Penyelesaian Konflik Agraria

More articles

spot_img

Banyuwangi, Investigasi.news – Konflik agraria telah menjadi sorotan utama DPRD Kabupaten Banyuwangi di bawah pimpinan Michael Edy Hariyanto, yang dengan tegas menegaskan komitmennya untuk mempercepat penyelesaian konflik tersebut, mengangkatnya sebagai salah satu prioritas utama dalam agenda pembangunan daerah.

Michael Edy Hariyanto secara konsisten memberikan dukungan penuh terhadap upaya percepatan penyelesaian konflik agraria di Bumi Blambangan, menggarisbawahi bahwa konflik semacam ini tidak hanya merugikan kalangan Wong Cilik, tetapi juga menjadi penghambat signifikan dalam upaya pembangunan daerah.

Dengan mayoritas wilayahnya didominasi oleh kawasan Perhutani dan perkebunan, kabupaten ini menjadi medan konflik agraria yang signifikan, terutama di Desa Pakel, Kecamatan Licin, dan di sekitar area Perhutani serta perkebunan lainnya.

“Keberadaan Perhutani dan perkebunan sebenarnya merupakan potensi besar untuk pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Michael, menyoroti pentingnya mengoptimalkan sumber daya alam secara berkelanjutan.

DPRD Banyuwangi dengan tegas berkomitmen untuk mengawal dan memberikan pendampingan secara aktif agar kasus-kasus konflik agraria mendapatkan solusi yang tepat dan cepat, menyadari bahwa ketidakselesaan dalam penyelesaian konflik dapat menghambat potensi pembangunan yang ada.

Sebagai bentuk pengabdian yang tulus kepada masyarakat dan daerah, Michael dan Partai Demokrat Banyuwangi bersatu dalam upaya mempercepat penyelesaian konflik agraria, dengan keyakinan yang kuat bahwa kerja keras dan dedikasi mereka akan membawa hasil yang positif bagi kemajuan daerah.

Michael juga menegaskan bahwa arahan dan instruksi yang diberikan oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menjadi sumber motivasi tambahan bagi mereka untuk terus berjuang demi kebaikan dan aspirasi masyarakat, serta mendorong terciptanya solusi yang adil dan berkelanjutan bagi semua pihak yang terlibat.

Guh

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest

spot_img