Dugaan Korupsi Dan Suap, Maperhum Malut Desak KPK Bentuk Tim Investigasi Periksa MTS, RM Dan MB

Jakarta, Investigasi.news – Mahasiswa Pemerhati Hukum Maluku Utara (Maperhum Malut) Jakarta, menggelar aksi demonstrasi jilid III didepan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait dugaan korupsi dan suap RSUD Ternate, ( 8/1) siang tadi.

Koordinator aksi, Alfian Sangaji, meminta dengan tegas agar dalam waktu dekat KPK segera bentuk tim investigasi dan turun ke Kota Ternate, Maluku Utara. Guna melakukan penyelidikan terkait dugaan suap yang diduga diterima oleh Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman, Sekda Kota Ternate yang baru dilantik Rizal Marsaoly dan Ketua DPRD Kota Ternate Muhajirin Bailussy dari PT Wijaya Karya (WIKA).

Mengingat, karena pada tanggal 2 januari 2024, Maperhum Malut- Jakarta telah memasukkan laporan pengaduan ke KPK terkait kasus tersebut, dengan tanda bukti Terima No : 2024-A-00027. Sudah sepatutnya KPK harus mengambil langkah tegas untuk melakukan penegakan hukum.

Diketahui sebelumnya, Pemkot Ternate dan PT. WIKA membangun kerja sama melakukan perencanaan pembangunan RSUD Ternate Dengan Anggaran senilai Rp 1,69 Triliun.

Perencanaan ini sempat mendapatkan penolakan dari beberapa anggota DPRD Kota Ternate, karena dinilai dalam proses penganggarannya itu akan membebani APBD Kota yang akan datang.

Kami menduga ada mufakat gelap antara Pemkot dan PT. WIKA dibalik kerja sama perencanaan pembangunan RSUD Ternate, karena tidak ada keterbukaan informasi kepada publik Kota Ternate.

Penolakan bukan hanya datang dari beberapa Anggota DPRD Kota Ternate, tetapi juga di Kementerian Dalam Negeri, tetapi Pemkot tetap bersih keras dan yakin untuk membangun RSUD Ternate.

Sampai saat ini tahapan pekerjaan proyek, sudah sampai pada tahap pengurusan administrasi, sebagai syarat dilakukannya pembangunan RSUD Ternate yang terletak di Kel. Kalumata, Kec. Ternate Selatan.

Dalam pengurusan administrasi, kami menduga ada uang yang mengalir di lingkup Pemkot Ternate yang nilainya mencapai puluhan miliar sebagai tanda pelicin.

Kami pastikan akan tetap kawal dugaan kasus ini di KPK sampai tuntas biar ada kejelasan status hukumnya, karena kami yakin didalam kasus ini ada unsur tindak pidana yang tersembunyi dan harus dibongkar.

Sumber : Maperhum Malut- Jakarta

( Redaksi )

IKLAN HPN

Related Articles

Iklan hpn
Iklan HPN
Iklan hpn
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Latest Articles