Iben Umasugi: 3 Tahun Berkuasa Bahagia Tak Dapat Diraih, Sengsara Tak Dapat Ditolak

More articles

spot_img

Malut, Investigasi.news – Hari ini Selasa 4 Juni 2024 tepat 3 tahun yang lalu Fifian Adeningsi Mus dan Saleh Marasabbesy dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kab. Kepulauan Sula.

Setelah 3 tahun berkuasa, mayoritas janji pemerintahan ini belum terealisasi, bahkan pelayanan publik makin parah sehingga Sula Bahagia menjadi Sengsara, kata Iben Gahral Umasugi (4/6).

“Sebentar lagi Ibu Ningsi dan mungkin Pak Saleh harus mundur karena mengikuti kontestasi Pilkada 2024, maka janji mereka semakin pasti banyak yang tidak terealisasi”, lanjut pria lulusan Ilmu Pemerintahan UMMU ini.

1. Janji DOB Mangoli Raya.
2. Janji Penyelesaian Tapal Batas.
3. Janji beroperasi (Desember 2023), Telat Beroperasinya Kapal Roro Bus KMP. Sula Bahagia senilai Rp 11 Miliar
4. Janji launching (bulan Januari 2024), Dugaan gagal konstruksi sehingga telat beroperasi RS. Pratama FAM Dofa senilai Rp 43 miliar lebih.
5. Janji peningkatan infrastruktur, Carut-marut pembangunan jalan di pulau Mangoli yang menelan biaya puluhan miliar bahkan ada yang dobel anggaran.
6. Janji Penyelesaian Hak-hak ASN Pemda Sula.
7. Janji mendefinitifkan pejabat Pemda Sula yang 3 tahun berstatus Plt.

Kepada media ini selain merilis janji pemerintahan FAM-SAH yang belum terealisasi kemudian berdampak kepada masyarakat, Iben juga menyoroti masalah pelayanan publik yang semakin hari semakin memburuk.

“Kado paling pahit pada HUT Kabupaten Ke-21 dan 3 Tahun berkuasanya rezim FAM-SAH menurut saya adalah masalah pelayanan publik yang semakin memburuk”, pungkas Iben.

Pemuda dari dataran pulau Mangoli ini menyoroti kerap matinya air bersih PDAM, kemudian sering matinya aliran listrik sampai masalah sampah didalam kota yang terus menerus menjadi keluhan masyarakat.

“Setiap hari ada saja warga masyarakat kepulauan Sula yang menyampaikan keluhannya ke medsos, masalah PDAM, PLN, sampah, terus ternak liar dan itu berulang-ulang tapi saya melihat seperti tidak ada kepekaan dari pemerintahan ini”, imbuh Iben.

Namun demikian Iben memuji Ningsi dan jajarannya kalo untuk urusan seremonial dan amal, karena menurutnya hampir semua perayaan hari besar itu dirayakan oleh pemerintahan FAM-SAH bahkan terkadang dengan berbagai lomba

“Saya apresiasi kalo untuk masalah seremonial, bahkan untuk urusan amal, pemerintahan ini kadang memberikan bantuan dan amal untuk warga masyarakat Sula yang kurang beruntung, tapi sayangnya yang demikian bukan merupakan substansi penyelesaian masalah”, lanjut Iben.

Sula butuh percepatan pembangunan, butuh meningkatkan perputaran ekonomi yang semua itu akan berimbas pada kemajuan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakatnya, ungkap Iben.

Dirinya berharap apa yang disampaikan pada kesempatan 3 tahun FAM-SAH berkuasa bisa menjadi catatan diakhir kepemimpinan FAM-SAH agar bisa berbenah diwaktu yang tersisa.

“Pemerintahan tanpa kritik bisa kehilangan arah sebaliknya pemerintahan yang sehat adalah yang menerima kritik sebagai penyeimbang”, tutup Iben Gahral Umasugi, warga Kabupaten Kepulauan Sula.

RL

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest

spot_img