Malang MAKMUR, Menuju Pembangunan Terintegrasi dan Berkelanjutan

More articles

spot_img
Kepanjen, Investigasi.news – Tiga tahun telah berlalu sejak tagline Malang MAKMUR menjadi sebuah awal perjalanan dari Pemerintah Kabupaten Malang, di dalam bingkai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Malang Tahun 2021-2026. Dengan penuh optimisme, Kabupaten Malang terus bertransformasi menjadi sebuah daerah yang MAKMUR dan berkembang secara terintegrasi dan berkelanjutan demi masa depan daerah yang lebih baik.

“Sebagai bagian dari komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan warga Kabupaten Malang, program pembangunan yang dilaksanakan telah menjangkau berbagai sektor kunci, baik itu infrastruktur hingga kesehatan,” ujar Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Dr. Nurman Ramdansyah, S.H., M.Hum., Minggu (25/2).

Pada sektor infrastruktur misalnya, telah dilaksanakan peningkatan akses Jalan Gondanglegi Bantur menjadi jalan Nasional. “Ini salah satunya adalah untuk mendukung peningkatan aksesibilitas pasca tuntasnya pembangunan Jalan Lintas Selatan di wilayah Malang Selatan yang menjadi program Nasional,” jelas Pj. Sekda.

Dalam jangka panjang, peningkatan kualitas aksesibilitas tersebut diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan ekonomi juga kesejahteraan bagi masyarakat Malang Selatan pada khususnya dan Kabupaten Malang secara luas. Lebih lanjut, Beliau menuturkan bahwa Pemerintah Kabupaten Malang juga telah melaksanakan penertiban terhadap perlintasan kereta api sebidang sebagai bagian dari upaya perlindungan juga memberikan rasa aman dan nyaman terhadap masyarakat.

Begitupun dari aspek birokrasi, Pemerintah Kabupaten Malang juga telah berhasil mengadopsi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018. Hal tersebut utamanya bertujuan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan dan akuntabel, serta pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya.
Pada sektor lingkungan, Pj. Sekda Nurman Ramdansyah menuturkan bahwa Pemerintah Kabupaten Malang terus melakukan inovasi berjangka panjang.

“Di antaranya seperti Program Bersih Indonesia, reboisasi hutan, upaya menjaga ketersediaan air untuk irigasi, juga implementasi program IUWASH Tangguh yang terangkum dalam dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD),” jelas Pj. Sekda. Upaya pelestarian lingkungan tersebut juga didukung dengan penyediaan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) serta implementasi dari Inpres Air Minum Perkotaan.

Di sisi lain, sebagai daerah yang menjadi salah satu destinasi utama wisata Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Malang terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta infrastruktur pendukung sektor pariwisata. Di antaranya dengan disusunnya rencana pembangunan rest area serta gerbang wisata di beberapa titik yang strategis. Di samping berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan, keberadaan fasilitas tersebut juga bertujuan untuk memberikan pengalaman berwisata yang nyaman bagi para pengunjung yang berwisata di berbagai destinasi wisata yang dimiliki Kabupaten Malang.

Selain itu, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 68 Tahun 2019 tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, Pemerintah Kabupaten Malang bersama Badan Usaha Pembangun dan Pengelola KEK Singhasari terus berupaya melakukan pengembangan pada sektor pariwisata, pendidikan dan teknologi pendidikan.  Hasilnya, saat ini terdapat lebih dari 100 filmmakers, 200 software developers dan 300 animators yang telah terwadahi pada cluster Kreatif dan Teknologi Digital di KEK Singhasari. Dan yang terbaru, belum lama ini telah dilaksanakan peresmian Gedung Coding Factory sebagai salah satu unit pengembangan lanjutan dari keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari.

“Tentunya, kita patut berbangga karena keberadaan Gedung Coding Factory ini bukanlah semata-mata sebuah bangunan fisik. Namun lebih dari itu, gedung ini adalah lambang harapan dan cita-cita untuk mewujudkan generasi yang unggul dan siap menghadapi tantangan global di era digital. Melalui Gedung Coding Factory ini, kita terus berupaya membangun ekosistem pendidikan dan industri teknologi yang tangguh,” terang Pj. Sekda Nurman Ramdansyah.

Selanjutnya pada sektor kesehatan, masih kata Pj. Sekda, terdapat beberapa program yang telah dilaksanakan. Program tersebut utamanya difokuskan pada peningkatan pelayanan kesehatan bagi Ibu dan anak serta pemenuhan gizi masyarakat. “Seperti pengadaan dan pendistribusian alat USG dua dimensi dan telemedicine untuk screening pada ibu hamil, penguatan Ante Natal Care (ANC) terpadu di Puskesmas dan Rumah Sakit Swasta yang diikuti dengan pembinaan pelayanan ANC oleh dokter spesialis,” beber Pj. Sekda. Program lainnya yang juga telah dilaksanakan yakni screening Hipotiroid Kongenital, Orientasi Keluarga Berencana Pascapersalinan, dan Workshop Kesehatan Ibu dan Anak.

Sementara itu dalam rangka percepatan perbaikan gizi bagi masyarakat, terdapat beberapa program yang telah dilakukan Dinas Kesehatan sebagai kepanjangan tangan dari Pemerintah Kabupaten Malang. Di antaranya seperti pemenuhan alat Antropometri Kit pada semua posyandu, implementasi aplikasi Tindik Anting sebagai upaya pendeteksi, monitoring dan evaluasi balita stunting, serta pemberian pangan olahan media khusus untuk balita dengan masalah gizi.

“Di samping juga pemberian makanan tambahan (PMT) pada ibu hamil yang mengalami Kurang Energi Kronis (KEK) dan Balita Kurang Gizi, screening anemia pada remaja putri, pemeriksaan kesehatan pada calon pengantin dan pemberian tablet tambah darah (TTD) untuk remaja putri,” sambung Pj Sekda, Nurman Ramdansyah. Program tersebut, kemudian juga ditindaklanjuti dengan peningkatan kapasitas dalam deteksi dini masalah gizi pada balita, workshop AKSI Bergizi, orientasi pemberian makanan bayi dan anak serta tata laksana gizi buruk.

Beliau menambahkan, sebagai upaya preventif, program skrining HIV dan TB pada kelompok berisiko seperti ibu hamil dan penduduk berisiko lainnya juga telah dilaksanakan. “Termasuk upaya penanganan kegawatdaruratan melalui pemenuhan fasilitas berupa Ambulans Publik Safety Center (PSC) 119 yang selama 24 jam dipastikan standby untuk memberikan layanan medis dan non medis seperti panduan first aid dan evakuasi korban kegawatdaruratan,” beber Pj. Sekda.

Layanan tersebut tentunya juga dibarengi dengan adanya pelatihan Service Excellent guna meningkatkan performa tenaga kesehatan.
Guna meningkatkan mutu dan layanan kesehatan, Pemerintah Kabupaten Malang juga  telah menunjuk 10 lokasi khusus sebagai pilot project Pusat Kesehatan Masyarakat dengan desa melalui program Integrasi Layanan Primer (ILP). “Program ini diperkuat dengan adanya transformasi layanan yang telah terintegrasi pencatatannya melalui pelaporan e-Puskesmas ke dalam platform Satu Sehat,” jelas Pj. Sekda. “Di samping juga telah diterapkan program Pelayanan Kesehatan Gratis di Rumah Sakit Pemerintah bagi semua penduduk miskin Kabupaten Malang,” sambung Beliau.

Dalam hal ini, tentunya diperlukan adanya dukungan berupa infrastruktur yang memadai agar program-program tersebut dapat terlaksana secara maksimal. Maka dari itu, Pemerintah Kabupaten Malang berupaya untuk melakukan pemenuhan alat-alat kesehatan yang berstandart akreditasi bagi seluruh puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Malang. “Termasuk dengan adanya penambahan satu unit Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe D di Kecamatan Ngantang, yang dimaksudkan untuk memudahkan masyarakat dalam menjangkau pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Barat Kabupaten Malang,” jelas Pj. Sekda Nurman Ramdansyah.

Selama tiga tahun terakhir, kabupatpen Malang telah mengalami perubahan yang signifikan dan positif berkat dedikasi dan kerja keras dari seluruh Perangkat Daerah dan stakeholders terkait. Hal ini salah satunya dibuktikan dengan diraihnya berbagai penghargaan baik pada skala regional maupun nasional yang diperoleh oleh Pemerintah Kabupaten Malang dan Bupati Malang maupun Perangkat Daerah secara spesifik. Di antaranya yakni 45 penghargaan pada tahun 2021-2022, 61 penghargaan pada tahun 2023, dan 2 penghargaan sepanjang Januari-Februari 2024. Tentunya, perjuangan ini tidak akan berhenti sampai di sini. Dengan semangat yang sama, Pemerintah Kabupaten Malang berkomitmen untuk terus memperjuangkan Kabupaten Malang yang Makmur, inklusif dan berkelanjutan untuk semua. Mc/Guh

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest

spot_img