Aktualisasi Pemuda dan Organisasi Kepemudaan Sambut Perubahan (Refleksi Hakordia)

Malut, Investigasi.news – Pemuda merupakan potensi dan aset peradaban manusia yang sangat besar dan tentu saja memiliki peran yang sangat strategis menentukan perubahan yang ada, peranan pemuda menjadikannya sebagai pengukir masa lalu, dan pelaku masa kini serta penentu arah masa depan bangsa.

Bukan saja disebut agen perubahan tetapi harus youth engagement (keterlibatan pemuda) secara langsung menjadi salah satu tanggung jawab yang dapat menciptakan perubahan didalam daerah secara positif untuk memerangi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang sangat menonjol dari setiap pemerintah baik dari pusat sampai ke daerah.

Pemuda wajib memiliki kemampuan dalam menganalisa perubahan yang pastinya memberi pengaruh besar baik skala nasional maupun lokal sehingga mereka dapat memilih mana yang memang perlu untuk dirubah dan juga mana yang seharusnya dipertahankan.

Agar pemuda tidak dinilai kehilangan jati dirinya, terutama dalam prinsip dan patriotisme (cinta tanah air) re-thinking (pemikiran kembali) dan re-inventing (penemuan kembali) nation character building (pembangunan karakter bangsa) pemuda yang berwawasan kebangsaan dan patriotisme untuk menemukan kembali jati diri bangsa.

Rifky Leko Ketua DPC GMNI Sula angkat bicara bahwa banyak isu lingkungan seperti perubahan iklim baik pembagunan, ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan juga masalah masalah dugaan korupsi ditiap ruang lingkup lembaga pemerintahan di daerah baik pusat mau daerah, sangat penting untuk menjadi perhatian pemuda.

Menurutnya pemuda harus peka dan punya rasa kegelisahan terhadap permasalahan yang ada, kemudian bergerak untuk melakukan riset dan kajian mengenai permasalahan yang ada, untuk itu pemuda tidak boleh berdiam diri, pemuda harus aktif mencari gagasan solusi sebagai aksi untuk mengatasi permasalahan yang ada yang cenderung membawa kerugian untuk masyarakat.

Rifki Leko mengartikan youth engagement sebagai tindakan pemuda yang berinovasi bagi lingkungan di sekitarnya.

Pemuda harus mencapai keberhasilan youth engagement ini, diantaranya ada dukungan dari semua stakeholder, maupun pihak penegak hukum maupun non hukum, serta yang paling penting adalah aksi dari pemuda itu sendiri.

Secara rinci, ada tiga praktek terbaik yang melibatkan pemuda dalam menyelesaikan permasalahan pada suatu lingkungan yakni, melakukan gerakan youth voice, youth service, dan youth governance, ungkap Rifky.

Pertama, youth voice menjadi salah satu langkah ampuh dalam perkembangan youth engagement. Karena suara pemuda dapat memberi dampak yang signifikan terhadap perubahan, khususnya perubahan lingkungan. Selain itu, youth voice juga memberikan dampak besar terhadap kebijakan publik.

Lebih lanjut Ketua DPC GMNI Sula Rifki menyebutkan bahwa pembagunan jalan jembatan, pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, dan juga masalah yang termasuk pelanggaran hukum yang ada di bangsa harus dikawal oleh pemuda dan itu menjadi tugas utama bagi pemuda.

Apalagi saat ini kondisi bangsa kita sedang marak-maraknya dengan masalah kasus korupsi, dan juga dihadapkan dengan kondisi 2024 yang lagi memanas terkait politik maka perlu dipermudah, yang siap mental, dan gagasan segar untuk mendobrak tercapai keadilan dan kesejahteraan di masyarakat untuk waktu yang akan datang.

Dan pemuda hari ini harus bergerak cepat untuk menanggapi terbelenggu kondisi sosial, dampak dari kebijakan pemerintah yang tidak sesuai pada titik sasarannya kebutuhan masyarakat, yang ada hanyalah melakukan pelanggaran hukum. Olehnya itu butuh youth service (layanan pemuda) lebih menekankan pada aksi nyata terhadap permasalahan lingkungan bukan sekedar disebut agent of change (agen perubahan).

Pembentukan (organisasi) yang menjadi salah satu pintu utama youth service. Karena penting untuk mengembangkan diri dan mengaktualisasikan gagasan yang dimiliki, tapi masih banyak pemuda yang ada dalam kelembagaan atau non kelembagaan Masi berdiam diri dengan kondisi dalam keterpurukan.

Bagaimana kita bisa dipercaya sebagai youth governance lebih mengarahkan pemuda agar memiliki jiwa kepemimpin. Sehingga dalam youth governance diperlukan sifat kepemimpinan dan pengambilan keputusan yang kuat. Masih berkaitan dengan youth yugovernance, Rifki leko mengambil kalimat terkenal dari Prof Slamet Iman Santoso, pendiri fakultas psikologi Universitas Indonesia, menyebutkan Youth years are projective years. Artinya aktivitas yang dilakukan ketika masih muda akan melekat sehingga akan terus dilakukan hingga menua. Misalnya apabila di perkuliahan pemuda itu aktif berorganisasi,dan membiasakan diri turut menyumbangkan pikiran pikiran segara, baik bentuk aksi atau non aksi. Kemungkinan besar setelah lulus mereka juga akan aktif bertanggungjawab di masyarakat”, jelasnya.

Sejatinya Rifky ingin mengatakan jika dirinya berharap kepada seluruh pemuda di Sula, baik yang ada di kota kabupaten maupun di desa-desa untuk senantiasa me jadi patriot yang memperjuangkan kepentingan masyarakat dan terus mengawal jalannya pembangunan demi untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat serta untuk kemajuan daerah dad hia ted sua.

Sanana, 9 Desember 2023
*Rifky Leko*
Ketua DPC GMNI Sula.

IKLAN HPN

Related Articles

Iklan hpn
Iklan HPN
Iklan hpn
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Latest Articles