Mafia BBM Bebas Beli Minyak Di Pom Bensin, Warga Minta Menteri ESDM Cabut Izin Usaha Niaga BBM SPBU Nakal

More articles

spot_img

Medan Marelan, investigasi.news – Permainan jaringan mafia BBM subsidi melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kembali ditemukan. Warga minta Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) cabut izin usaha niaga BBM SPBU nakal. Rabu (19/03/2024) pukul 19.30 Wib.

Pengintaian tim Aliansi Wartawan Medan Utara (Awan Mera) di SPBU 14202146 jalan Marelan Raya Kelurahan Paya Pasir Medan Marelan sejak Selasa hingga Rabu malam (Dua hari-red), ditemukan penyimpangan penyaluran BBM subsidi jenis Pertalet.

Mafia BBM gunakan mobil mewah AVP warna putih BK 1XX8 QW. Modus penyimpangan penyaluran BBM subsidi berpura-pura sebagai konsumen pengisian bahan bakar.

Setelah keluar dari SPBU, BBM Pertalet disuling ke dalam drigen 35 liter. Kemudian mobil tersebut kembali masuk ke SPBU dan kembali isi BBM.

Sopir mobil putih BK 1XX8 QW yang sedang menguras BBM dari tangki pakai merasa kaget saat dipergoki tim Awan Mera. Sopir mengaku bisnis ilegalnya itu merupakan usaha kecil-kecilan.

“Cuma usaha kecil-kecilan bang. Saya greb, ini ada yang pesan”, cetus sopir dengan nada gemetar.

Dugaan penyimpangan penyaluran BBM di SPBU Paya Pasir itu sejak lama jadi perbincangan di kalangan masyarakat. Namun hingga kini belum tercium pihak Pertamina Patraniaga ataupun jajaran Polda Sumut.

Belum lama ini Menteri ESDM, Arifin Tasrif minta masyarakat untuk menghemat energi seperti penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Alasannya untuk menjaga kestabilan pasokan BBM agar tetap terjaga.

Menanggapi dugaan penyimpangan penyaluran BBM subsidi di SPBU, warga Medan Labuhan, AR Ahmad (51) minta Menteri ESDM cabut izin usaha niaga pada SPBU nakal.

“Masyarakat diminta untuk menghemat energi, tapi di SPBU seakan bebas melayani mafia BBM dengan berbagai cara. Kita minta Menteri ESDM mencabut izin usaha niaga BBM pada SPBU nakal”, kata AR Ahmad.

Pemilik SPBU Paya Pasir melalui wakilnya, Ipan ketika dikonfirmasi investigasi.news dan tim Aliansi Wartawan Medan Utara tantang dilaporkan ke Pertamina.

“Bos tidak ada. Laporkan aja pak ke Pertamina”, tantang Ipan. (Man).

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest

spot_img