Awan Mera Desak DKP Sumut Cabut Izin SPDN Koperasi PPSB

More articles

spot_img

Medan Belawan, investigasi.news – Banyaknya pengaduan keluhan masyarakat nelayan yang diterima Aliansi Wartawan Medan Utara (Awan Mera) tentang Subsidi Packed Dealer Nelayan (SPDN) yang dikelola koperasi PPSB timbulkan tanda tanya besar. Bagaimana tidak, dugaan penyimpangan penyaluran Bantuan BBM subsidi itu berpotensi merugikan negara. Minggu (21/04/2024).

“Sejak awal tahun 2023, Aliansi Wartawan Medan Utara banyak menerima laporan nelayan tentang SPDN di dalam gudang Janda yang dikelola koperasi PPSB. Tudingan penyimpangan penyaluran BBM subsidi melalui SPDN tersebut wajar dilontarkan masyarakat, bahkan monopoli”.

Demikian dikatakan Ketua Aliansi Wartawan Medan Utara, Nursidin melalui Sekretaris, Abdurrahman.

Dalam rapat anggota, Sekretaris Aliansi Wartawan Medan Utara, Abdurrahman tegaskan, bila lokasi SPDN yang dikelola koperasi PPSB tidak dipindahkan dari gudang milik pengusaha ikan Gabion Belawan, pihaknya akan desak Dinas Kelautan Dan Perikanan (DKP) Sumut untuk cabut izin SPDN.

“Kemaren kita duduk bersama dengan kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (PPSB) bahas soal SPDN yang dikelola koperasi PPSB. Kita sepakat lokasi SPDN itu dipindahkan ke tempat umum di kawasan Pelabuhan Perikanan. Hal itu untuk menghindari tudingan monopoli dan atau penyimpangan penyaluran BBM subsidi di SPDN yang dikelola koperasi PPSB, dan ini bukan kesalahan kepala PPSB, tidak ada kaitannya, kecuali hanya menerima laporan saja”, jelas Abdurrahman.

Untuk saat ini ada baiknya Pertamina Patra Niaga tidak mensuplay BBM subsidi ke SPDN yang ada di dalam gudang pengusaha ikan Gabion Belawan (Gudang Janda/Cerewet-red) lanjut Sekretaris Aliansi Wartawan Medan Utara. Masalahnya perencanaan pembangunan SPDN tersebut tidak sesuai dengan peraturan ataupun persyaratan yang ada”, tambah Sekretaris Aliansi Wartawan Medan, Abdurrahman.

Informasi di lapangan, SPDN di gudang milik pengusaha ikan Gabion Belawan (Gudang cerewet-red) dilengkapi dua tangki besar yang disekitarnya terdapat logo Pertamina.

Disebutkan, di dalam gudang itu aktivitas puluhan kapal ikan dengan 30 growth tone (GT) ke atas berlangsung 24 jam.

Di gudang itu juga terdapat kapal transport yang fungsinya antar kebutuhan melaut kapal ikan (Termasuk kebutuhan BBM-red) dan angkut hasil tangkapan laut. Transport itu gunakan BBM subsidi di SPDN yang dikelola koperasi PPSB.

Ketua koperasi PPSB, Rudi Effendi Hutasoit ketika dikonfirmasi investigasi.news dan Aliansi Wartawan Medan Utara (Awan Mera) terkesan menghindar. Ketua koperasi PPSB itu beralasan sedang keluar, hingga melayat.

“Izin bang saya sedang di luar”. “Izin bang, saya melayat”, elak Rudi. (Red).

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest

spot_img