Beranda blog Halaman 24

Wawako Solok Terima Entry Meeting BPK RI

0
Wakil Wali Kota Solok H. Suryadi Nurdal menerima Tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dalam rangka Entry Meeting. ( Foto: Wahyu)

SOLOK KOTA. InvestigasiNews. Wakil Wali Kota Solok H. Suryadi Nurdal menerima Tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dalam rangka Entry Meeting, bertempat di Ruang Rapat Zarhismi Ajiz, Senin (31/08/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Solok didampingi oleh Inspektur Kota Solok Asfiyeni, Kepala Dinas Pendidikan Kota Solok Lusya Adelina, SE, MM. Entry Meeting merupakan tahapan awal dalam pelaksanaan pemeriksaan oleh BPK RI terhadap Pemerintah Kota Solok.

Wakil Wali Kota Solok menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Solok siap mendukung pelaksanaan pemeriksaan BPK RI dengan memberikan data dan informasi yang dibutuhkan.

“Kami dari Pemerintah Kota Solok siap mendukung dan memberikan data yang diperlukan dalam proses pemeriksaan. Mudah-mudahan seluruh proses dapat berjalan dengan lancar dan memberikan hasil yang terbaik bagi perbaikan tata kelola pemerintahan dan pengelolaan keuangan daerah,” ujar Wawako.

Lebih lanjut, Wawako berharap proses pemeriksaan ini dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan di Kota Solok.( Wahyu)

Pemkab Kepulauan Sula Ekspose Manajemen Talenta ASN di BKN RI Jakarta

0

Jakarta, Investigasi.News-, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sula melaksanakan Ekspose Manajemen Talenta ASN di Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia, Jakarta. Kegiatan tersebut dibuka oleh Dr. Herman, M.Si, Deputi Bidang Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen ASN BKN RI dan dihadiri oleh Bupati Kepulauan Sula, Sekretaris Daerah, Kepala BKPSDM, serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula.

Kegiatan ekspose ini menjadi bagian penting dalam upaya Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula memperkuat penerapan Manajemen Talenta ASN sebagai instrumen strategis dalam pengelolaan sumber daya aparatur, sekaligus mendukung penerapan sistem merit di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula.

Dalam ekspose tersebut, Pemkab Kepulauan Sula menyampaikan perkembangan dan kesiapan penerapan manajemen talenta, termasuk data dan informasi terkait profil ASN, pemetaan kompetensi dan potensi, kinerja, serta aspek lainnya yang menjadi bagian penting dalam penyusunan dan pengembangan database manajemen talenta.

Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif, Kepala Kantor Regional (Kakanreg) BKN, bersama para Direktur dan Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) BKN RI, memberikan berbagai saran, masukan dan arahan kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula untuk penyempurnaan data serta proses penerapan manajemen talenta.

Berbagai masukan tersebut menjadi bahan penting bagi Pemkab Kepulauan Sula, khususnya BKPSDM, untuk melakukan penyempurnaan dan pemutakhiran data manajemen talenta agar lebih akurat, valid, terintegrasi dan dapat menggambarkan potensi serta kompetensi ASN secara objektif.

Bupati Kepulauan Sula menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran BKN RI atas arahan serta masukan yang diberikan. Menurutnya, dukungan dan pendampingan BKN sangat penting bagi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula dalam mempercepat dan menyempurnakan implementasi manajemen talenta ASN.

“Masukan dan arahan dari BKN RI menjadi hal yang sangat berharga bagi kami untuk terus melakukan penyempurnaan. Kami berkomitmen agar manajemen talenta di Kabupaten Kepulauan Sula dapat dilaksanakan dengan baik dan memberikan manfaat bagi pengembangan karier ASN serta peningkatan kualitas birokrasi”, ujar Bupati Sula (1/9).

Sementara itu, Sekretaris Daerah dan Kepala BKPSDM bersama para pimpinan OPD turut memberikan perhatian terhadap berbagai catatan yang disampaikan jajaran BKN RI. Sinergi antara BKPSDM dan seluruh OPD dinilai sangat penting dalam memastikan ketersediaan data ASN yang lengkap, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Penerapan manajemen talenta diharapkan mampu membantu pemerintah daerah dalam mengidentifikasi ASN yang memiliki potensi dan kinerja terbaik, sekaligus mempersiapkan talenta-talenta potensial untuk mendukung kebutuhan organisasi dan keberlanjutan kepemimpinan birokrasi di Kabupaten Kepulauan Sula.

Setelah seluruh rangkaian ekspose dan penyampaian masukan selesai, kegiatan ditutup dengan suasana penuh keakraban. Bupati Kepulauan Sula menyerahkan oleh-oleh khas Kepulauan Sula berupa Coklat Sulamina kepada Deputi Bidang Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen ASN BKN RI, para Direktur dan jajaran BKN RI.

Pemberian Coklat Sulamina tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus upaya memperkenalkan salah satu produk khas daerah Kepulauan Sula kepada jajaran BKN RI.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan foto bersama antara jajaran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula dan pimpinan serta jajaran BKN RI.

Kepala BKPSDM Pemkab Sula Hawa Marasabessy mengatakan, bahwa melalui kegiatan ekspose ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula berkomitmen untuk menindaklanjuti seluruh saran dan masukan yang disampaikan BKN RI sebagai langkah penyempurnaan data dan implementasi manajemen talenta ASN.

“Dengan dukungan dan sinergi bersama BKN RI, Pemkab Kepulauan Sula optimis penerapan manajemen talenta dapat menjadi fondasi dalam mewujudkan ASN yang profesional, kompeten, berkinerja tinggi, serta mampu mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang efektif dan pelayanan publik yang semakin berkualitas”, tutup Ibu Hawa Marasabessy mengakhiri.

Bupati Solok Dikukuhkan sebagai Ketua DPC HKTI Kabupaten Solok Periode 2026–2031

0
Bupati Solok Dr.(HC) Jon Firman Pandu, SH dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Solok. ( Foto: Kominfo Kab. Solok)

Padang— Bupati Solok Dr.(HC) Jon Firman Pandu, SH dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Solok periode 2026–2031 dalam Musyawarah Daerah (Musda) DPD HKTI Provinsi Sumatera Barat, Selasa (1/9/2026), di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat.

Pengukuhan tersebut dilakukan bersama Ketua, Sekretaris, dan Bendahara DPC HKTI Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat. Dalam kesempatan yang sama, Musda juga menetapkan Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Evi Yandri Rajo Budiman, S.I.P sebagai Ketua DPD HKTI Provinsi Sumatera Barat periode 2026–2031.

Untuk DPC HKTI Kabupaten Solok, kepengurusan terdiri dari Dr.(HC) Jon Firman Pandu, SH sebagai Ketua, Nofri Perdana Ario sebagai Sekretaris, dan Joni Krisnopel sebagai Bendahara.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Harian DPN HKTI Prof. Dr. Ir. H. Andi Muhammad Syakir, MS, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Ruseimy, ST, Ketua DPD HKTI Sumatera Barat terpilih Evi Yandri Rajo Budiman, S.I.P, Wali Kota Pariaman Yota Balad, S.STP., M.Si, Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra, S.I.P, jajaran pengurus DPD HKTI Sumatera Barat serta para pengurus DPC HKTI Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat.

Dalam sambutannya, Ketua Harian DPN HKTI Prof. Dr. Ir. H. Andi Muhammad Syakir, MS menyampaikan bahwa sektor pertanian memiliki posisi strategis dalam pembangunan Indonesia. Menurutnya, sebagai negara agraris dengan sumber daya dan keunggulan komparatif yang besar, pertanian harus menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menegaskan, HKTI memiliki tujuan yang sejalan dengan pemerintah, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Karena itu, HKTI diharapkan mampu menjadi katalisator yang memperkuat berbagai program strategis pemerintah di bidang pertanian.

“Keberhasilan pembangunan pertanian bukan hanya swasembada, tetapi bagaimana meningkatkan kesejahteraan petani,” menjadi salah satu penekanan dalam arahannya.

Selain ketahanan pangan, Prof. Syakir juga menyoroti pentingnya penguatan akses pasar, hilirisasi produk pertanian, mekanisasi, serta keterlibatan generasi muda. Menurutnya, perkembangan teknologi dan mekanisasi pertanian perlu dimanfaatkan untuk mendorong regenerasi petani sekaligus membuka peluang baru bagi generasi muda.

Sementara itu, Ketua DPD HKTI Sumatera Barat terpilih Evi Yandri Rajo Budiman, S.I.P menyampaikan bahwa Sumatera Barat memiliki potensi pertanian yang sangat besar, didukung sumber daya alam yang subur dan tradisi pertanian yang kuat. Namun, masih terdapat sejumlah tantangan seperti harga komoditas, ketersediaan pupuk dan sarana produksi, akses permodalan, teknologi, regenerasi petani, serta kepastian pasar.

Ia menegaskan, HKTI Sumatera Barat ke depan harus hadir bukan hanya sebagai organisasi yang bergerak di bidang pertanian, tetapi sebagai organisasi yang bekerja bersama petani untuk mewujudkan kesejahteraan.

Evi juga menekankan pentingnya hilirisasi agar hasil pertanian Sumatera Barat tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, melainkan mampu diolah menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

“Ukuran keberhasilan pembangunan pertanian bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi bagaimana peningkatan produksi tersebut benar-benar meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Ia juga berkomitmen memperkuat sinergi antara petani, pemerintah, dunia usaha, perbankan, perguruan tinggi, lembaga penelitian, serta seluruh ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir. Regenerasi petani menjadi salah satu perhatian, sehingga sektor pertanian dapat terus diminati generasi muda.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Ruseimy, ST menyambut positif konsolidasi HKTI di Sumatera Barat. Ia berharap HKTI dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menggerakkan sektor pertanian sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, besarnya ketergantungan masyarakat Sumatera Barat terhadap sektor pertanian menjadikan penguatan kapasitas petani dan ekosistem pertanian sebagai hal yang penting. HKTI diharapkan mampu merangkul berbagai pihak, termasuk para pakar, akademisi, praktisi, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.

Vasco juga mengingatkan agar HKTI tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi melahirkan program konkret yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Ia mendorong kepengurusan HKTI Sumatera Barat yang baru untuk membangun sebuah gerakan bersama guna meningkatkan kegiatan dan produktivitas sektor pertanian di seluruh wilayah Sumatera Barat.

Dengan terbentuknya kepengurusan DPD dan DPC HKTI se-Sumatera Barat periode 2026–2031, diharapkan sinergi antara HKTI dan pemerintah semakin kuat dalam menghadapi berbagai tantangan pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta mewujudkan peningkatan kesejahteraan petani di Sumatera Barat, termasuk di Kabupaten Solok. ( Wahyu)

75 Kepala Desa di Bengkalis Kembali Menjabat, Berikut Nama Lengkapnya

0
Sebanyak 75 kepala desa di Kabupaten Bengkalis dikukuhkan dalam perpanjangan masa jabatan di Pendopo Wisma Daerah Sri Mahkota Bengkalis, Selasa (1/9/2026).

Bengkalis, Investigasi News — Sebanyak 75 kepala desa di Kabupaten Bengkalis dikukuhkan dalam rangka perpanjangan masa jabatan. Pengukuhan tersebut diperuntukkan bagi kepala desa yang akhir masa jabatannya berada pada periode Januari hingga Oktober 2023.

Pengukuhan perpanjangan masa jabatan tersebut berlangsung di Pendopo Wisma Daerah Sri Mahkota Bengkalis, Selasa (1/9/2026).

Perpanjangan masa jabatan ini merupakan tindak lanjut atas ketentuan pemerintah terkait penyesuaian masa jabatan kepala desa.

Berikut nama-nama 75 kepala desa yang mendapatkan perpanjangan masa jabatan:

Kecamatan Bengkalis

1. Ahmadi — Kepala Desa Sungai Alam
2. Ahmad Sanusi — Kepala Desa Penampi
3. Faisal — Kepala Desa Pangkalan Batang
4. Nangak — Kepala Desa Kelemantan
5. Usman, S.P. — Kepala Desa Meskom
6. Sudihartono — Kepala Desa Kuala Alam
7. Khairudin — Kepala Desa Kelebuk
8. Samsul — Kepala Desa Palkun
9. Faisal — Kepala Desa Sungai Batang
10. Ahmad — Kepala Desa Prapat Tunggal
11. Mujiono — Kepala Desa Simpang Ayam
12. Sabahar — Kepala Desa Kelemantan Barat
13. Rosmali — Kepala Desa Damai
14. Azmi Yulfikar — Kepala Desa Pangkalan Batang Barat
15. Mas’ud — Kepala Desa Pematang Duku Timur

Kecamatan Bantan

16. Edi Sutrisno — Kepala Desa Jangkang
17. Zulkarnain — Kepala Desa Bantan Air
18. M. Ali B. — Kepala Desa Teluk Pambang
19. Dian Saputra — Kepala Desa Bantan Tua
20. Samsul Arifin — Kepala Desa Bantan Tengah
21. Junaidi — Kepala Desa Resam Lapis
22. Turadi — Kepala Desa Berancah
23. Hariyanto — Kepala Desa Ulu Pulau
24. Jalaluddin — Kepala Desa Mentayan
25. Pasla — Kepala Desa Pambang Pesisir
26. Sukarni — Kepala Desa Suka Maju
27. Edi Zakri — Kepala Desa Pambang Baru
28. Hendi Chong Meng — Kepala Desa Kembung Baru
29. Sopian — Kepala Desa Pasiran
30. Subari — Kepala Desa Muntai Barat
31. Sulaini — Kepala Desa Bantan Sari
32. Sani — Kepala Desa Bantan Timur
33. Lakuning Ratno — Kepala Desa Teluk Papal
34. Azman — Kepala Desa Deluk

Kecamatan Rupat

35. Amran — Kepala Desa Hutan Panjang
36. Pramujo Rosyid — Kepala Desa Darul Aman
37. Abdul Malik — Kepala Desa Sri Tanjung
38. Hasan Basri — Kepala Desa Pancur Jaya
39. Bahari — Kepala Desa Pangkalan Pinang
40. Acheng — Kepala Desa Dungun Baru

Kecamatan Rupat Utara

41. Mansur — Kepala Desa Teluk Rhu
42. Petrus — Kepala Desa Hutan Ayu
43. Suyutno — Kepala Desa Puteri Sembilan

Kecamatan Siak Kecil

44. Irawan — Kepala Desa Lubuk Muda
45. Joko Margono — Kepala Desa Tanjung Belit
46. Muhammad Hariyanto — Kepala Desa Sumber Jaya
47. Tasam — Kepala Desa Tanjung Damai
48. Selamet Widodo — Kepala Desa Sadar Jaya
49. Eko Riyono — Kepala Desa Muara Dua
50. Mazlan — Kepala Desa Lubuk Garam
51. Safril Mustamin Nasution — Kepala Desa Koto Raja

Kecamatan Bukit Batu

52. Sunario — Kepala Desa Buruk Bakul
53. Izhar Sapawi — Kepala Desa Sukajadi
54. Jaswir — Kepala Desa Pakning Asal
55. Tarmizi — Kepala Desa Dompas

Kecamatan Bandar Laksamana

56. Suratman — Kepala Desa Parit 1 Api-Api
57. Edi Ferizal — Kepala Desa Api-Api
58. Mhd. Azlan — Kepala Desa Sepahat

Kecamatan Mandau

59. Prayetno — Kepala Desa Bathin Betuah

Kecamatan Bathin Solapan

60. Pangibulan Sirait — Kepala Desa Pematang Obo
61. Syahril MR — Kepala Desa Air Kulim
62. Legimun — Kepala Desa Buluh Manis
63. Rasikun — Kepala Desa Petani
64. Roma Yono — Kepala Desa Boncah Mahang
65. Sondi Sidabutar — Kepala Desa Bathin Sobanga
66. Ahmad Syuhada AM. — Kepala Desa Sebangar
67. Wahyu Hidayat — Kepala Desa Tambusai Batang Dui

Kecamatan Pinggir

68. Muhammad Asisi — Kepala Desa Balai Pungut
69. Umar B. — Kepala Desa Semunai
70. Basma Adam Lubis — Kepala Desa Sungai Meranti
71. Lintong — Kepala Desa Pangkalan Libut

Kecamatan Talang Muandau

72. Lahdi — Kepala Desa Beringin
73. Abu Sofyan — Kepala Desa Koto Pait Beringin
74. Junaedi Sinaga — Kepala Desa Tasik Tebing Serai
75. Syafarudin — Kepala Desa Tasik Serai Barat

Pengukuhan tersebut menandai dimulainya masa perpanjangan jabatan bagi 75 kepala desa yang telah menyatakan kesediaannya untuk melanjutkan tugas.

Dengan adanya tambahan masa jabatan tersebut, para kepala desa diharapkan dapat terus meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, serta pemberdayaan masyarakat di desa masing-masing.

(Emi)

DPRD Kabupaten Malang Tegaskan APBD Perubahan 2026 Harus Berpihak pada Rakyat, Fraksi PDI Perjuangan Soroti Pertumbuhan Ekonomi hingga SiLPA

0
Suasana rapat paripurna DPRD Kabupaten Malang. Foto: guh

Malang, Investigasi.News – DPRD Kabupaten Malang kembali menunjukkan perannya sebagai lembaga representasi masyarakat dalam mengawal arah kebijakan pembangunan daerah. Melalui Rapat Paripurna yang digelar Selasa (1/9/2026), DPRD tidak sekadar menjalankan tahapan formal pembahasan Perubahan APBD 2026, tetapi juga membuka ruang evaluasi terhadap sejauh mana kebijakan anggaran benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Malang dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi, S.Sos., dan dihadiri jajaran pimpinan serta anggota DPRD, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Pemerintah Kabupaten Malang, staf ahli, para asisten daerah, sejumlah pejabat Pemkab Malang, serta undangan lainnya.

Dalam forum strategis tersebut, Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) DPRD Kabupaten Malang menyampaikan pandangan umum terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malang Tahun Anggaran 2026.

Pandangan fraksi menjadi bagian penting dari fungsi DPRD dalam menjalankan pengawasan sekaligus memastikan setiap kebijakan anggaran pemerintah daerah tetap berada pada koridor kepentingan masyarakat.

Fraksi PDI Perjuangan menegaskan, perubahan APBD tidak boleh berhenti sebagai rutinitas administratif berupa penyesuaian angka pendapatan dan belanja. Lebih dari itu, perubahan APBD harus menjadi momentum evaluasi terhadap kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.

DPRD ingin memastikan setiap rupiah yang dikelola pemerintah daerah memiliki dampak yang dapat dirasakan masyarakat.

“APBD bukan hanya kumpulan angka, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab moral pemerintah kepada masyarakat,” demikian salah satu penegasan Fraksi PDI Perjuangan dalam pandangan umumnya.

DPRD Dorong Pertumbuhan Ekonomi yang Benar-Benar Dirasakan Masyarakat

Salah satu perhatian DPRD melalui Fraksi PDI Perjuangan adalah capaian pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang.

Pertumbuhan ekonomi yang positif tentu patut diapresiasi. Namun, DPRD mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya diukur melalui indikator statistik.

Pertanyaan yang lebih penting adalah apakah pertumbuhan tersebut telah meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Masyarakat merasakan keberhasilan pembangunan melalui meningkatnya pendapatan keluarga, harga kebutuhan pokok yang terjangkau, tersedianya lapangan pekerjaan, berkembangnya UMKM, serta meningkatnya daya beli.

Karena itu, pemerintah daerah diminta memberikan penjelasan mengenai sektor-sektor yang menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Jangan sampai ekonomi tumbuh dalam angka, tetapi belum tumbuh dalam kehidupan rakyat,” tegas Fraksi PDI Perjuangan.

Sikap tersebut menunjukkan komitmen DPRD Kabupaten Malang untuk menempatkan kepentingan masyarakat sebagai salah satu tolok ukur utama dalam pembahasan kebijakan anggaran daerah.

Bukan Sekadar Penghargaan, DPRD Tekankan Kepuasan Rakyat

DPRD Kabupaten Malang juga memberikan perhatian terhadap berbagai penghargaan dan predikat yang diraih Pemerintah Kabupaten Malang.

Fraksi PDI Perjuangan menghargai capaian tersebut sebagai bentuk apresiasi atas kinerja pemerintah. Namun, penghargaan bukanlah tujuan akhir pemerintahan.

Bagi DPRD, penghargaan harus berjalan beriringan dengan keberhasilan pemerintah menyelesaikan persoalan masyarakat.

Petani membutuhkan kepastian pupuk dan harga hasil pertanian. Anak-anak membutuhkan fasilitas pendidikan yang layak. Masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan yang mudah dan berkualitas. Pelaku UMKM membutuhkan akses permodalan dan pasar, sedangkan masyarakat pekerja membutuhkan lapangan pekerjaan serta peningkatan daya beli.

Dengan demikian, DPRD mendorong agar keberhasilan pembangunan tidak hanya terlihat dalam laporan dan deretan penghargaan, tetapi hadir nyata dalam kehidupan masyarakat.

Potensi Kabupaten Malang Besar, PAD Harus Digenjot

DPRD melalui Fraksi PDI Perjuangan juga menyoroti kemandirian fiskal dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kabupaten Malang memiliki bentang wilayah yang luas dengan potensi besar di sektor pertanian, pariwisata, perdagangan, industri dan berbagai sektor ekonomi lainnya.

Kondisi tersebut dinilai harus menjadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kemandirian fiskal.

DPRD mempertanyakan sejauh mana aset daerah, BUMD, sektor pariwisata dan berbagai potensi ekonomi lainnya telah memberikan kontribusi optimal terhadap PAD.

Potensi besar, menurut DPRD, harus diikuti dengan strategi pengelolaan yang mampu meningkatkan penerimaan daerah tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat.

SiLPA Jangan Sekadar Angka, Harus Ada Penjelasan

Persoalan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025 juga menjadi perhatian DPRD.

Fraksi PDI Perjuangan meminta pemerintah daerah menjelaskan secara terbuka penyebab terbentuknya SiLPA, OPD yang memberikan kontribusi, serta apakah SiLPA tersebut merupakan hasil efisiensi atau justru menunjukkan adanya program yang belum terlaksana secara optimal.

DPRD juga mempertanyakan kemungkinan adanya pelayanan masyarakat yang tertunda akibat tidak maksimalnya pelaksanaan program.

Sebab, setiap rupiah yang tercantum dalam APBD merupakan amanah masyarakat yang harus dipertanggungjawabkan.

DPRD Kawal Investasi, Infrastruktur hingga Ekonomi Lokal

Dalam sektor investasi, DPRD Kabupaten Malang mendukung upaya pemerintah daerah meningkatkan investasi dan pertumbuhan ekonomi. Namun, investasi harus disertai kepastian hukum, pelayanan yang transparan, tata kelola pemerintahan yang baik serta kepastian bagi dunia usaha.

Sementara dalam pembangunan infrastruktur, DPRD menegaskan bahwa wajah APBD harus dapat dilihat langsung masyarakat.

Masyarakat mungkin tidak membaca dokumen APBD setiap hari, tetapi mereka merasakan langsung kondisi jalan, sekolah, fasilitas kesehatan dan pelayanan publik.

Karena itu, DPRD mendorong belanja daerah diarahkan pada program yang memberikan manfaat langsung dan terukur bagi masyarakat.

DPRD juga mendorong hilirisasi ekonomi lokal agar petani dan pelaku usaha tidak hanya menjadi pemasok bahan baku. Penguatan industri pengolahan, koperasi, UMKM, akses pasar dan keterlibatan generasi muda dinilai penting untuk menciptakan nilai tambah yang lebih besar di daerah.

DPRD: Perubahan APBD Harus Bermuara pada Kesejahteraan

Di penghujung pandangan umum, Fraksi PDI Perjuangan menegaskan bahwa Perubahan APBD Kabupaten Malang Tahun Anggaran 2026 harus menjadi momentum memperkuat pembangunan yang berorientasi kepada rakyat.

DPRD Kabupaten Malang melalui fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan memiliki posisi strategis untuk memastikan kebijakan pemerintah daerah tidak hanya terlihat baik di atas kertas, tetapi benar-benar memberikan manfaat di lapangan.

“Ukuran keberhasilan pemerintah bukanlah berapa banyak penghargaan yang diterima, tetapi berapa banyak rakyat yang merasakan perubahan.”

Secara prinsip, Fraksi PDI Perjuangan menyatakan dapat menerima Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Kabupaten Malang Tahun Anggaran 2026 untuk dibahas pada tahapan berikutnya.

Pembahasan substansi secara lebih rinci selanjutnya akan dilakukan antara DPRD Kabupaten Malang bersama Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten Malang. Guh

Pembangunan Pasar Sungai Penuh Masuk Tahap Percepatan, Edia Putra Turun Langsung ke Lokasi

0

Sungai Penuh, Investigasi.News – Pembangunan Pasar Sungai Penuh terus dikebut memasuki tahap percepatan. Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis (Satker) Jambi Kementerian Pekerjaan Umum, Edia Putra, turun langsung meninjau perkembangan proyek bersama Wali Kota Sungai Penuh Alfin, SH, Selasa (1/9).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi terkini pembangunan sekaligus memastikan pekerjaan yang masih berlangsung dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah disesuaikan.

Edia Putra bersama Wali Kota Alfin meninjau beberapa bagian bangunan yang sedang dikerjakan. Selain melihat progres fisik, keduanya juga berkoordinasi dengan pihak pelaksana mengenai pekerjaan yang masih tersisa dan langkah percepatan yang akan dilakukan.

Edia Putra meminta agar proses penyelesaian pembangunan terus dioptimalkan. Percepatan pekerjaan, kata dia, harus tetap dibarengi dengan pengawasan dan penerapan standar kualitas sehingga hasil akhir pembangunan dapat sesuai dengan ketentuan.

Manajer Proyek, Asep, mengatakan proyek pembangunan tersebut sebelumnya ditargetkan selesai pada Agustus 2026. Namun, adanya penambahan anggaran dan pekerjaan membuat jadwal pelaksanaan mengalami perubahan.

“Untuk pekerjaan utama kita targetkan selesai akhir Oktober 2026. Kita akan menambah tenaga kerja dan mengoptimalkan pekerjaan di lapangan untuk mengejar target tersebut,” ujar Asep.

Menurutnya, penambahan tenaga kerja akan dilakukan pada bagian-bagian pekerjaan yang membutuhkan percepatan. Pihak pelaksana juga terus mengatur tahapan pekerjaan agar target waktu dapat dicapai tanpa mengesampingkan kualitas.

Wali Kota Sungai Penuh Alfin menyampaikan bahwa pemerintah daerah berharap pembangunan pasar tersebut segera selesai dan dapat dimanfaatkan masyarakat.

Ia berharap seluruh pekerjaan dapat berjalan lancar sehingga Pasar Sungai Penuh sudah rampung dan siap digunakan bertepatan dengan HUT ke-18 Kota Sungai Penuh pada 8 November 2026.

“Harapan kita pasar ini bisa segera selesai dan dimanfaatkan masyarakat. Kita ingin keberadaan pasar ini nantinya benar-benar memberikan manfaat bagi aktivitas perdagangan dan perekonomian masyarakat,” kata Alfin.

Alfin juga meminta agar penggunaan produk lokal yang memenuhi standar kualitas dapat dimaksimalkan dalam pembangunan. Hal tersebut dinilai sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha daerah dan upaya mendorong perputaran ekonomi lokal.

Dengan adanya percepatan pekerjaan serta koordinasi antara Satker Jambi, pemerintah daerah dan pihak pelaksana, pembangunan Pasar Sungai Penuh diharapkan dapat menyelesaikan pekerjaan utama pada akhir Oktober dan selanjutnya siap dimanfaatkan masyarakat.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh Alpian, Kepala Dinas PUPR, serta Plt. Kepala Dinas Perindag.(Merliyah)

Jembatan Rusak di Desa Bandar Jaya Mulai Dibenahi

0
Jembatan Rusak di Desa Bandar Jaya Mulai Dibenahi. (Foto: Supreme)

Oki, Investigasi.News – Kondisi jembatan yang mengalami kerusakan di Desa Bandar Jaya, Jalur 25 Blok B, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, mulai mendapat penanganan.

Perbaikan jembatan tersebut terlihat dilakukan oleh sejumlah pekerja. Bagian badan jembatan yang sebelumnya mengalami kerusakan kini mulai dibongkar dan diperbaiki, termasuk pada bagian konstruksi yang menjadi jalur utama bagi masyarakat.

Dari pantauan di lokasi, sejumlah material dan peralatan kerja terlihat berada di atas jembatan. Para pekerja juga tampak melakukan pengerjaan pada bagian konstruksi menggunakan pipa dan material besi sebagai bagian dari proses perbaikan.

Untuk sementara, akses di atas jembatan diberi pembatas. Sebuah papan pemberitahuan bertuliskan “Mohon Maaf Jalan Anda Terganggu, Jembatan Sedang Diperbaiki” dipasang sebagai imbauan kepada pengguna jalan.

Jembatan tersebut memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat Desa Bandar Jaya dan kawasan sekitarnya. Kerusakan jembatan sebelumnya tentu berpotensi mengganggu mobilitas warga, terutama aktivitas ekonomi dan transportasi sehari-hari.

Dengan dimulainya proses perbaikan, masyarakat diharapkan dapat kembali memperoleh akses yang lebih aman dan nyaman setelah pekerjaan selesai.

Warga juga diimbau untuk berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi dan mematuhi tanda maupun pembatas yang telah dipasang selama proses pengerjaan berlangsung.

Masyarakat berharap perbaikan tidak hanya bersifat sementara, tetapi dilakukan secara menyeluruh dan memperhatikan kekuatan konstruksi sehingga jembatan dapat kembali digunakan dalam jangka panjang.

(Suprene) 

Wujudkan Sentra Ekonomi UMKM dan Pusat Kepedulian Sosial, Kota Solok Bangun Pasar Kuliner Modern

0
Pemko Solok melaksanakan dua agenda pembangunan strategis, yakni Revitalisasi Taman Syekh Kukut dan Pembangunan Pasar Kuliner Modern, sebagai bagian dari implementasi visi dan misi Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, bersama Wakil Wali Kota H. Suryadi Nurdal untuk periode 2025–2030. ( Foto: Wahyu)

KOTA SOLOK – Pemerintah Kota Solok terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan visi pembangunan daerah yang maju, sejahtera, dan berdaya saing. Pada tahun 2026, Pemko Solok melaksanakan dua agenda pembangunan strategis, yakni Revitalisasi Taman Syekh Kukut dan Pembangunan Pasar Kuliner Modern, sebagai bagian dari implementasi visi dan misi Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, bersama Wakil Wali Kota H. Suryadi Nurdal untuk periode 2025–2030.

Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung pembangunan daerah demi mewujudkan Kota Solok sebagai Kota Madani yang maju dan sejahtera.

“Pembangunan ini bukan hanya tugas pemerintah, melainkan kerja bersama seluruh masyarakat Kota Solok. Dengan kebersamaan, kita dapat menghadirkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh warga,” ujar Wali Kota.

Dalam menjalankan roda pemerintahan, Pemko Solok mengusung visi peningkatan pelayanan publik yang responsif serta pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan efisien. Visi tersebut diwujudkan melalui percepatan pembangunan infrastruktur dan fasilitas dasar masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta pembangunan yang inklusif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Salah satu program unggulan yang tengah diwujudkan adalah pembangunan Pasar Kuliner Modern Kota Solok yang berada di bawah koordinasi Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Solok.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Solok, Ricky Carnova, S.STP., M.M., menjelaskan bahwa pembangunan pasar kuliner tersebut merupakan langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui inovasi pelayanan publik di sektor perdagangan, koperasi, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Melalui dukungan Transfer ke Daerah (TKD) dan Dana Alokasi Umum (DAU), Kota Solok memperoleh kesempatan membangun Pasar Kuliner Modern dengan nilai anggaran lebih dari Rp3 miliar. Pembangunan ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pelayanan publik,” ungkapnya.

Menurut Ricky, pembangunan pasar kuliner tidak hanya bertujuan menyediakan ruang usaha yang lebih representatif bagi pelaku UMKM, tetapi juga menjadi pusat pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Keberadaan pasar kuliner ini diharapkan mampu memberikan berbagai manfaat, di antaranya menyediakan ruang usaha yang layak dan strategis bagi pedagang, menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat, serta memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selain itu, Pasar Kuliner Modern juga diproyeksikan menjadi destinasi wisata kuliner unggulan yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Kehadiran kawasan ini sekaligus menjadi sarana pelestarian kuliner khas daerah dan memperkuat identitas Kota Solok melalui kekayaan cita rasa lokal.

Dalam aspek penataan kota, pembangunan pasar kuliner juga menjadi solusi untuk menciptakan kawasan perdagangan yang lebih tertata. Pemerintah akan memastikan standar kebersihan, keamanan pangan, dan kenyamanan pengunjung sehingga kawasan tersebut menjadi ruang publik yang aman dan ramah bagi masyarakat.

Lebih jauh, Pasar Kuliner Modern Kota Solok dirancang tidak hanya sebagai pusat perdagangan makanan, tetapi juga memiliki fungsi sosial dan kemanusiaan melalui konsep Pasar Kuliner dan Dapur Umum Terpadu.

Konsep ini mengintegrasikan aktivitas ekonomi kuliner dengan fasilitas dapur umum yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan masyarakat. Dapur umum tersebut akan ditempatkan pada area khusus yang memungkinkan kegiatan produksi makanan dalam jumlah besar tetap berjalan tanpa mengganggu aktivitas pengunjung.

Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, pelayanan konsumsi untuk kegiatan pemerintahan, hingga sebagai dapur tanggap darurat saat terjadi bencana alam atau kondisi kedaruratan lainnya.

Pengelolaannya direncanakan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku UMKM, organisasi kemasyarakatan, komunitas, dan relawan, sehingga manfaat ekonomi dan sosialnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Dengan konsep tersebut, Pasar Kuliner Modern Kota Solok akan memiliki tiga fungsi utama. Pertama, fungsi ekonomi sebagai pusat kuliner dan pengembangan UMKM lokal. Kedua, fungsi sosial sebagai ruang interaksi masyarakat dan penyediaan layanan konsumsi untuk kegiatan sosial. Ketiga, fungsi kedaruratan sebagai dapur umum yang dapat diaktifkan sewaktu-waktu saat dibutuhkan.

Pemerintah Kota Solok berharap pembangunan ini mendapat dukungan penuh dari seluruh masyarakat. Dengan pengawasan dan partisipasi bersama, Pasar Kuliner Modern diharapkan menjadi salah satu ikon baru Kota Solok yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat ketahanan sosial, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Adv

Perkuat Layanan Kesehatan Pekerja, KAI Divre II Sumbar Jalin Kerja Sama dengan RSU Bunda Padang

0
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, bersama perwakilan RSU Bunda Padang menunjukkan dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam upaya memperkuat akses dan kualitas layanan kesehatan bagi pekerja KAI Divre II Sumbar.

PADANG — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat (KAI Divre II Sumbar) terus memperkuat komitmennya dalam memberikan layanan kesehatan yang berkualitas bagi para pekerja dan masyarakat melalui Klinik Mediska Padang.

Didukung tenaga kesehatan profesional, fasilitas pelayanan yang memadai, serta telah berstatus Akreditasi Paripurna, Klinik Mediska Padang hadir untuk memberikan pelayanan kesehatan yang aman, nyaman, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan bagi pekerja, KAI Divre II Sumbar melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan RSU Bunda Padang, Senin (31/8/2026), bertempat di Ruang Rapat Buya Hamka.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Commercial Department Head RS Bunda Padang, Farah Kemala Putri, S.H., M.H., dan Dokter Spesialis Saraf RSU Bunda Padang, dr. Akmal, beserta jajaran RSU Bunda Padang.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyampaikan bahwa kerja sama dengan RSU Bunda Padang merupakan bagian dari komitmen KAI dalam memastikan pekerja dan masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan yang mudah, cepat, dan berkualitas.

“Kesehatan pekerja merupakan salah satu aspek penting yang menjadi perhatian KAI. Melalui kerja sama dengan RSU Bunda Padang, kami berharap akses terhadap layanan kesehatan, khususnya layanan rujukan dan pemeriksaan lanjutan, dapat semakin mudah bagi para pekerja dan masyarakat,” ujar Reza.

Selain penandatanganan PKS, kegiatan juga diisi dengan penyuluhan kesehatan yang menghadirkan dr. Akmal selaku Dokter Spesialis Saraf RSU Bunda Padang. Dalam penyuluhan tersebut disampaikan materi mengenai gejala stroke, faktor risiko, langkah pencegahan, serta pentingnya mengenali tanda-tanda awal stroke.

Dr. Akmal menjelaskan bahwa stroke merupakan kondisi yang membutuhkan penanganan segera. Pengenalan gejala sejak dini menjadi salah satu faktor penting agar pasien dapat segera memperoleh pertolongan medis.

“Stroke merupakan kondisi yang membutuhkan penanganan cepat. Semakin cepat gejala dikenali dan pasien mendapatkan pertolongan medis, semakin besar peluang untuk meminimalkan dampak yang lebih serius. Karena itu, penting bagi setiap orang untuk mengenali tanda-tanda awal stroke dan tidak menunda mendapatkan pertolongan apabila gejala tersebut muncul,” jelas dr. Akmal.

Penyuluhan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para pekerja diberikan kesempatan untuk berkonsultasi dan memperoleh informasi lebih lanjut mengenai kesehatan saraf, faktor risiko stroke, upaya pencegahan, serta langkah yang perlu dilakukan apabila menemukan gejala stroke pada diri sendiri maupun orang di sekitar.

Untuk mendukung pelayanan kesehatan yang semakin komprehensif, KAI Divre II Sumbar juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah rumah sakit rujukan lainnya di wilayah Sumatera Barat, di antaranya RSUP Dr. M. Djamil Padang, RS Siti Hawa, RSIA CICIK, RS Semen Padang Hospital, RS Siti Rahmah, RST Reksodiwiryo, RS Naili DBS, RS Universitas Andalas, RS Mutiara Bunda, RSIA Restu Ibu, RS Aisyiyah, RS TMC Pariaman, dan RS Hermina.

Selain rumah sakit rujukan, KAI Divre II Sumbar juga memperluas dukungan layanan kesehatan melalui kerja sama dengan sejumlah provider optik, yaitu Padang Optical, Optik Surya Pariaman, dan Optik Mulia Lubuk Alung. Perluasan jejaring tersebut diharapkan semakin memberikan kemudahan bagi pekerja dalam memperoleh layanan kesehatan sesuai dengan kebutuhannya.

Reza menambahkan, penguatan layanan kesehatan tidak hanya dilakukan melalui penyediaan fasilitas dan akses layanan medis, tetapi juga melalui upaya promotif dan preventif berupa edukasi kesehatan kepada pekerja.

“Kami ingin layanan kesehatan bagi pekerja tidak hanya berfokus pada pengobatan ketika sakit, tetapi juga pada upaya pencegahan dan peningkatan kesadaran untuk menjaga kesehatan. Kolaborasi dengan berbagai fasilitas kesehatan dan provider merupakan bagian dari upaya kami untuk membangun ekosistem layanan kesehatan pekerja yang semakin lengkap,” tambah Reza.

KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan kesehatan pekerja melalui penguatan fasilitas kesehatan, perluasan jejaring rujukan, serta pelaksanaan edukasi kesehatan secara berkelanjutan.

Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat sekaligus mendukung produktivitas dan kesejahteraan pekerja.

Dengan adanya kerja sama antara KAI Divre II Sumbar dan RSU Bunda Padang, diharapkan sinergi yang terjalin dapat memberikan kemudahan akses terhadap layanan kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran pekerja untuk menerapkan pola hidup sehat dan lebih tanggap dalam mengenali berbagai gejala penyakit, termasuk stroke, sejak dini.

Pertanyakan Titik Rencana Unras, Polresta Deli Serdang Fasilitasi Mediasi K-SPSI AGN dan Pihak Bandara Kualanamu

0
Sejumlah perwakilan K-SPSI AGN bersama pihak Bandara Kualanamu dan jajaran Polresta Deli Serdang berfoto bersama usai mediasi terkait rencana aksi unjuk rasa di lingkungan Bandara Kualanamu, Senin (31/8/2026).

DELI SERDANG — Pembatasan pelaksanaan aksi unjuk rasa di lingkungan bandara internasional berada di antara kepentingan menjaga ketertiban umum dan perlindungan hak asasi manusia. Kebijakan tersebut pada prinsipnya berkaitan dengan dua kepentingan utama, yakni keselamatan operasional penerbangan serta pemenuhan hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.

Hal itu pula yang terjadi pada Senin (31/8/2026), ketika pihak K-SPSI AGN mendatangi Bandara Internasional Kualanamu dengan maksud mempertanyakan kepada pihak bandara terkait titik lokasi yang akan digunakan untuk rencana aksi unjuk rasa K-SPSI di lingkungan Bandara Kualanamu.

Untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan lalu lintas serta terganggunya jalur ekonomi dan aktivitas di kawasan bandara, Polresta Deli Serdang kemudian mengundang pihak K-SPSI AGN dan pihak Bandara Kualanamu untuk mengikuti mediasi.

Mediasi tersebut difasilitasi Polresta Deli Serdang dan dilaksanakan di Aula Tribrata Satuan Lalu Lintas Polresta Deli Serdang.

Mediasi dipimpin Kabag Ops Polresta Deli Serdang Kompol Mhd. Amdi Karna, S.H., M.H., bersama Kasat Intelkam Kompol Polin Benhod Damanik, S.H.

Dari pihak K-SPSI AGN hadir TM. Yusuf selaku ketua sekaligus penanggung jawab aksi, Acil Aritonang selaku Ketua Dewan Peduli Negeri (DPN), serta Reza Nasution selaku Sekretaris Jenderal Organisasi Rakyat Indonesia (ORI).

Sementara itu, pihak Bandara Kualanamu diwakili oleh perwakilan Bea Cukai Bandara Kualanamu dan perwakilan Angkasa Pura Aviasi.

Dalam mediasi tersebut, kedua belah pihak akhirnya mencapai mufakat dan sepakat untuk menjalin komunikasi dengan sebaik-baiknya. Sejumlah aspirasi dan kritikan juga disampaikan dalam pertemuan tersebut, salah satunya terkait mahalnya biaya parkir di Bandara Kualanamu.

Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si., mengatakan, mediasi dilakukan sebagai langkah antisipasi agar rencana aksi tidak mengganggu kelancaran lalu lintas maupun aktivitas angkutan logistik di lingkungan bandara.

“Mediasi ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya gangguan kelancaran lalu lintas dan angkutan logistik di lingkungan bandara. Karena itu, kita mengambil inisiatif mengundang kedua belah pihak untuk melakukan mediasi di Aula Sat Lantas Polresta Deli Serdang,” ungkap Kapolresta.

Sementara itu, Ketua K-SPSI AGN mengapresiasi inisiatif Kapolresta Deli Serdang yang telah mempertemukan kedua belah pihak untuk berdialog.

“Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Kapolresta Deli Serdang yang telah mengundang kami, sehingga terjalin komunikasi yang baik antara K-SPSI dengan pihak bandara,” ujarnya.

(Anna)