Beranda blog Halaman 34

Perkuat Layanan Kesehatan Pekerja, KAI Divre II Sumbar Jalin Kerja Sama dengan RSU Bunda Padang

0
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, bersama perwakilan RSU Bunda Padang menunjukkan dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam upaya memperkuat akses dan kualitas layanan kesehatan bagi pekerja KAI Divre II Sumbar.

PADANG — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat (KAI Divre II Sumbar) terus memperkuat komitmennya dalam memberikan layanan kesehatan yang berkualitas bagi para pekerja dan masyarakat melalui Klinik Mediska Padang.

Didukung tenaga kesehatan profesional, fasilitas pelayanan yang memadai, serta telah berstatus Akreditasi Paripurna, Klinik Mediska Padang hadir untuk memberikan pelayanan kesehatan yang aman, nyaman, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan bagi pekerja, KAI Divre II Sumbar melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan RSU Bunda Padang, Senin (31/8/2026), bertempat di Ruang Rapat Buya Hamka.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Commercial Department Head RS Bunda Padang, Farah Kemala Putri, S.H., M.H., dan Dokter Spesialis Saraf RSU Bunda Padang, dr. Akmal, beserta jajaran RSU Bunda Padang.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyampaikan bahwa kerja sama dengan RSU Bunda Padang merupakan bagian dari komitmen KAI dalam memastikan pekerja dan masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan yang mudah, cepat, dan berkualitas.

“Kesehatan pekerja merupakan salah satu aspek penting yang menjadi perhatian KAI. Melalui kerja sama dengan RSU Bunda Padang, kami berharap akses terhadap layanan kesehatan, khususnya layanan rujukan dan pemeriksaan lanjutan, dapat semakin mudah bagi para pekerja dan masyarakat,” ujar Reza.

Selain penandatanganan PKS, kegiatan juga diisi dengan penyuluhan kesehatan yang menghadirkan dr. Akmal selaku Dokter Spesialis Saraf RSU Bunda Padang. Dalam penyuluhan tersebut disampaikan materi mengenai gejala stroke, faktor risiko, langkah pencegahan, serta pentingnya mengenali tanda-tanda awal stroke.

Dr. Akmal menjelaskan bahwa stroke merupakan kondisi yang membutuhkan penanganan segera. Pengenalan gejala sejak dini menjadi salah satu faktor penting agar pasien dapat segera memperoleh pertolongan medis.

“Stroke merupakan kondisi yang membutuhkan penanganan cepat. Semakin cepat gejala dikenali dan pasien mendapatkan pertolongan medis, semakin besar peluang untuk meminimalkan dampak yang lebih serius. Karena itu, penting bagi setiap orang untuk mengenali tanda-tanda awal stroke dan tidak menunda mendapatkan pertolongan apabila gejala tersebut muncul,” jelas dr. Akmal.

Penyuluhan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para pekerja diberikan kesempatan untuk berkonsultasi dan memperoleh informasi lebih lanjut mengenai kesehatan saraf, faktor risiko stroke, upaya pencegahan, serta langkah yang perlu dilakukan apabila menemukan gejala stroke pada diri sendiri maupun orang di sekitar.

Untuk mendukung pelayanan kesehatan yang semakin komprehensif, KAI Divre II Sumbar juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah rumah sakit rujukan lainnya di wilayah Sumatera Barat, di antaranya RSUP Dr. M. Djamil Padang, RS Siti Hawa, RSIA CICIK, RS Semen Padang Hospital, RS Siti Rahmah, RST Reksodiwiryo, RS Naili DBS, RS Universitas Andalas, RS Mutiara Bunda, RSIA Restu Ibu, RS Aisyiyah, RS TMC Pariaman, dan RS Hermina.

Selain rumah sakit rujukan, KAI Divre II Sumbar juga memperluas dukungan layanan kesehatan melalui kerja sama dengan sejumlah provider optik, yaitu Padang Optical, Optik Surya Pariaman, dan Optik Mulia Lubuk Alung. Perluasan jejaring tersebut diharapkan semakin memberikan kemudahan bagi pekerja dalam memperoleh layanan kesehatan sesuai dengan kebutuhannya.

Reza menambahkan, penguatan layanan kesehatan tidak hanya dilakukan melalui penyediaan fasilitas dan akses layanan medis, tetapi juga melalui upaya promotif dan preventif berupa edukasi kesehatan kepada pekerja.

“Kami ingin layanan kesehatan bagi pekerja tidak hanya berfokus pada pengobatan ketika sakit, tetapi juga pada upaya pencegahan dan peningkatan kesadaran untuk menjaga kesehatan. Kolaborasi dengan berbagai fasilitas kesehatan dan provider merupakan bagian dari upaya kami untuk membangun ekosistem layanan kesehatan pekerja yang semakin lengkap,” tambah Reza.

KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan kesehatan pekerja melalui penguatan fasilitas kesehatan, perluasan jejaring rujukan, serta pelaksanaan edukasi kesehatan secara berkelanjutan.

Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat sekaligus mendukung produktivitas dan kesejahteraan pekerja.

Dengan adanya kerja sama antara KAI Divre II Sumbar dan RSU Bunda Padang, diharapkan sinergi yang terjalin dapat memberikan kemudahan akses terhadap layanan kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran pekerja untuk menerapkan pola hidup sehat dan lebih tanggap dalam mengenali berbagai gejala penyakit, termasuk stroke, sejak dini.

Pertanyakan Titik Rencana Unras, Polresta Deli Serdang Fasilitasi Mediasi K-SPSI AGN dan Pihak Bandara Kualanamu

0
Sejumlah perwakilan K-SPSI AGN bersama pihak Bandara Kualanamu dan jajaran Polresta Deli Serdang berfoto bersama usai mediasi terkait rencana aksi unjuk rasa di lingkungan Bandara Kualanamu, Senin (31/8/2026).

DELI SERDANG — Pembatasan pelaksanaan aksi unjuk rasa di lingkungan bandara internasional berada di antara kepentingan menjaga ketertiban umum dan perlindungan hak asasi manusia. Kebijakan tersebut pada prinsipnya berkaitan dengan dua kepentingan utama, yakni keselamatan operasional penerbangan serta pemenuhan hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.

Hal itu pula yang terjadi pada Senin (31/8/2026), ketika pihak K-SPSI AGN mendatangi Bandara Internasional Kualanamu dengan maksud mempertanyakan kepada pihak bandara terkait titik lokasi yang akan digunakan untuk rencana aksi unjuk rasa K-SPSI di lingkungan Bandara Kualanamu.

Untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan lalu lintas serta terganggunya jalur ekonomi dan aktivitas di kawasan bandara, Polresta Deli Serdang kemudian mengundang pihak K-SPSI AGN dan pihak Bandara Kualanamu untuk mengikuti mediasi.

Mediasi tersebut difasilitasi Polresta Deli Serdang dan dilaksanakan di Aula Tribrata Satuan Lalu Lintas Polresta Deli Serdang.

Mediasi dipimpin Kabag Ops Polresta Deli Serdang Kompol Mhd. Amdi Karna, S.H., M.H., bersama Kasat Intelkam Kompol Polin Benhod Damanik, S.H.

Dari pihak K-SPSI AGN hadir TM. Yusuf selaku ketua sekaligus penanggung jawab aksi, Acil Aritonang selaku Ketua Dewan Peduli Negeri (DPN), serta Reza Nasution selaku Sekretaris Jenderal Organisasi Rakyat Indonesia (ORI).

Sementara itu, pihak Bandara Kualanamu diwakili oleh perwakilan Bea Cukai Bandara Kualanamu dan perwakilan Angkasa Pura Aviasi.

Dalam mediasi tersebut, kedua belah pihak akhirnya mencapai mufakat dan sepakat untuk menjalin komunikasi dengan sebaik-baiknya. Sejumlah aspirasi dan kritikan juga disampaikan dalam pertemuan tersebut, salah satunya terkait mahalnya biaya parkir di Bandara Kualanamu.

Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si., mengatakan, mediasi dilakukan sebagai langkah antisipasi agar rencana aksi tidak mengganggu kelancaran lalu lintas maupun aktivitas angkutan logistik di lingkungan bandara.

“Mediasi ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya gangguan kelancaran lalu lintas dan angkutan logistik di lingkungan bandara. Karena itu, kita mengambil inisiatif mengundang kedua belah pihak untuk melakukan mediasi di Aula Sat Lantas Polresta Deli Serdang,” ungkap Kapolresta.

Sementara itu, Ketua K-SPSI AGN mengapresiasi inisiatif Kapolresta Deli Serdang yang telah mempertemukan kedua belah pihak untuk berdialog.

“Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Kapolresta Deli Serdang yang telah mengundang kami, sehingga terjalin komunikasi yang baik antara K-SPSI dengan pihak bandara,” ujarnya.

(Anna)

Gelar Diskusi Kolaboratif, HIPMI Jember Siap Bawa Ekosistem Kopi Lokal Mendunia

0
Para peserta berfoto bersama dalam Forum Komunikasi Ekosistem Kopi Jember 2026 yang digelar HIPMI Jember.

Jember, Investigasi.news – Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Jember menggelar diskusi kolaboratif strategis guna memperkuat komoditas lokal. Acara ini fokus membangun ekosistem kopi Jember agar lebih kuat, berdaya saing tinggi, dan mampu menembus pasar internasional.

Ketua Umum HIPMI Jember, Holand Sanjaya, menegaskan pentingnya sinergi antarpemangku kepentingan dari hulu ke hilir. Menurutnya, Jember memiliki potensi kopi luar biasa yang perlu dikelola secara modern dan kolaboratif.

“Kami ingin menciptakan ekosistem kopi yang tidak hanya tangguh di pasar domestik, tetapi juga memiliki daya saing tinggi untuk mendunia,” ujar Holand Sanjaya dalam sambutannya.

Diskusi ini menghadirkan para petani kopi, pemilik kedai, akademisi, serta regulator. Pertemuan menyoroti standarisasi kualitas produk, pemanfaatan teknologi digital, dan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.

Melalui langkah ini, HIPMI Jember berkomitmen mengawal hilirisasi produk kopi lokal. Upaya nyata tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkokoh posisi Jember sebagai salah satu lumbung kopi terbaik di Indonesia.

Acara ini mendapat apresiasi tinggi dari para pelaku usaha kopi lokal, salah satunya Imam Bukhori, pemilik merek dagang Coffee Bikla (Barokah Ibrahimy Lereng Argopuro). Pria yang mengawali kariernya sebagai anak petani ini mengaku sangat gembira dengan inisiatif yang digagas oleh Hipmi Jember.

“Kami sangat senang sekali Hipmi Jember mengadakan acara seperti ini. Ini wadah yang sangat kami butuhkan,” ujar Bukhori di sela-sela acara.

Bukhori kemudian membagikan kisah inspiratifnya dalam menggeluti dunia perkopian yang dimulai sejak tahun 2019. Berkat ketekunan, usaha yang awalnya hanya memproduksi 5 kilogram kopi kini melonjak drastis hingga mampu memproduksi 4 sampai 8 kuintal kopi. Coffee Bikla saat ini hadir dengan dua variasi unggulan, yaitu kopi jantan dan kopi rempah.

Melalui forum kolaboratif ini, Bukhori menaruh harapan besar agar jaringan pengusaha muda dapat memberikan dampak nyata bagi perbaikan nasib petani di tingkat tapak.

“Kami berharap melalui Hipmi ini, bisa memberikan support kepada para petani dan pengusaha kecil seperti kami, sehingga kopi khas Jember ini bisa mendunia,” tambahnya.

Selain dukungan dari sektor swasta dan asosiasi, Bukhori juga menyoroti pentingnya peran aktif dari regulator. Ia berharap ke depannya ada perhatian khusus dan sentuhan nyata dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, terutama dalam penyediaan infrastruktur pascapanen.

“Kami sangat berharap ke depan ada sentuhan dari pemerintah kabupaten Jember, seperti bantuan alat sortasi, agar kualitas biji kopi yang dihasilkan makin standar dan siap bersaing di pasar global,” pungkasnya.

Klarifikasi Berita P-21 Perkara Ermelinda Dhone Terkait Pengeroyokan dan Pencurian Telepon Seluler

0
Karolina Lede melayangkan surat keberatan, bantahan, dan pengaduan (30/08/2026) kepada Kapolres Ngada serta Kabid Propam Polda NTT melalui Bidang Pengamanan Internal (Paminal).

Ngada, Investigasi.News — Pemberitaan mengenai penanganan perkara Ermelinda Dhone yang menyebut tuduhan pengeroyokan dan pencurian telepon seluler tidak terbukti menuai keberatan dari Karolina Bhoki Lede.

Keberatan tersebut ditujukan terhadap pemberitaan NTTNews.Net tertanggal 29 Agustus 2026. Karolina menilai pemberitaan tersebut berpotensi menggiring opini publik seolah-olah peristiwa pengeroyokan dan pengambilan telepon seluler yang dilaporkannya tidak pernah terjadi.

Selain mempersoalkan pemberitaan tersebut, Karolina juga mempertanyakan netralitas dan profesionalitas penyidik Satreskrim Polres Ngada dalam menangani perkara yang dilaporkannya.

Atas persoalan tersebut, Karolina pada 30 Agustus 2026 melayangkan surat keberatan, bantahan, dan pengaduan kepada Kapolres Ngada serta Kabid Propam Polda NTT melalui Bidang Pengamanan Internal (Paminal).

Dalam pengaduannya, Karolina membantah kesimpulan yang berkaitan dengan status P-21 perkara tersebut. Ia menegaskan bahwa peristiwa pengeroyokan dan pengambilan telepon seluler yang dilaporkannya benar-benar terjadi.

Menurut Karolina, masih terdapat sejumlah fakta, bukti, serta keterangan penting yang menurutnya belum diperiksa dan dipertimbangkan secara menyeluruh dalam proses penyidikan. Karena itu, ia meminta agar seluruh proses penanganan perkara ditelaah kembali secara objektif sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Karolina juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat berada dalam kondisi tertekan ketika diperiksa sebagai saksi. Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi memengaruhi kebebasannya dalam memberikan keterangan.

Atas hal itu, ia meminta Propam/Paminal Polda NTT melakukan pemeriksaan terhadap seluruh dokumen Berita Acara Pemeriksaan (BAP), rekam komunikasi, dokumentasi, serta administrasi penyidikan yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Selain itu, Karolina menyoroti dugaan belum ditindaklanjutinya arahan Korwas Biro Wasidik Bareskrim Polri terkait keberadaan dan status pengembalian telepon seluler yang disebutnya sebagai salah satu barang bukti penting dalam perkara.

Ia meminta agar dugaan ketidakprofesionalan anggota Satreskrim Polres Ngada diperiksa secara menyeluruh. Apabila dalam pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran kode etik, disiplin, maupun penyalahgunaan kewenangan, Karolina meminta agar pihak yang terbukti bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Karolina juga meminta Kapolres Ngada memberikan klarifikasi resmi mengenai sumber dan dasar informasi yang disampaikan kepada media terkait penanganan perkara tersebut. Menurutnya, informasi mengenai suatu perkara perlu disampaikan secara utuh dan berimbang agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

Di tengah proses pengajuan keberatan dan pengaduan tersebut, Karolina juga telah berkoordinasi dengan Kanit Reskrim Polres Manggarai Timur pada Senin pagi, 31 Agustus 2026.

Berdasarkan keterangan yang diterimanya dari Polres Manggarai Timur, pihak Polres Ngada disebut seharusnya melakukan konfirmasi resmi kepada Polres Manggarai Timur untuk memperoleh informasi dan kronologi kejadian yang sebenarnya, termasuk terkait peristiwa serta keberadaan telepon seluler yang dipersoalkan.

Karolina menyatakan telah menyerahkan hard copy dokumen pengaduan sekaligus menyampaikan konfirmasi kehadirannya secara langsung untuk menemui Kasat Reskrim Polres Ngada.

Ia menegaskan akan mempertimbangkan langkah hukum lanjutan apabila klarifikasi resmi yang diberikan nantinya belum memberikan kepastian maupun perlindungan terhadap hak dan nama baiknya.

Media tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi seluas-luasnya bagi Polres Ngada, penyidik yang terkait, maupun pihak-pihak lainnya yang berkaitan dengan perkara tersebut.

(Severinus T. Laga)

Klarifikasi Pelapor Asal Rana Mese: Nafkah Anak Disebut Telah Dipenuhi Terlapor Oknum Anggota TNI

0
Pelapor berinisial MEP menyampaikan klarifikasi terkait perkembangan pemenuhan nafkah anak kepada media.

Manggarai Timur, Investigasi.News — Menindaklanjuti pemberitaan Investigasi.News berjudul “Oknum Anggota TNI Dilaporkan atas Dugaan Tindak Pidana Kesusilaan, Perempuan Asal Rana Mese Sebut Nafkah Anak Belum Dipenuhi”, pelapor berinisial MEP menyampaikan klarifikasi terkait perkembangan pemenuhan nafkah anak.

Dalam pemberitaan sebelumnya, MEP menyampaikan bahwa kewajiban nafkah anak yang disebut menjadi bagian dari kesepakatan dengan pihak terlapor belum direalisasikan.

Namun, dalam klarifikasi terbarunya kepada media, MEP menyampaikan bahwa kewajiban tersebut kini telah dipenuhi oleh pihak terlapor oknum anggota TNI berpangkat Praka berinisial S yang bertugas di Borong.

“Saya menyampaikan bahwa kewajiban yang sebelumnya saya sampaikan belum dipenuhi, sekarang sudah ditepati oleh yang bersangkutan. Karena itu saya merasa perlu memberikan klarifikasi agar informasi yang beredar juga sesuai dengan kondisi terbaru,” ujar MEP.

Dengan adanya klarifikasi tersebut, informasi mengenai pemenuhan nafkah anak mengalami perkembangan dibandingkan pemberitaan sebelumnya. MEP menyatakan bahwa kewajiban terkait nafkah anak tersebut kini telah dipenuhi oleh pihak terlapor.

Sementara itu, pemenuhan nafkah anak tersebut tidak serta-merta berkaitan dengan status maupun proses hukum atas laporan lain yang disampaikan MEP. Perkara tersebut tetap ditempatkan sesuai dengan ketentuan dan prosedur hukum yang berlaku.

Pemuatan hak jawab dan klarifikasi ini merupakan bagian dari komitmen media untuk memberikan ruang kepada pihak yang berkepentingan dalam menyampaikan koreksi, klarifikasi, maupun perkembangan terbaru atas informasi yang telah diberitakan.

(Severinus T. Laga)

Update Perdata PN Ende: Agenda Bukti Tambahan Perkara Mosalaki Detunio dan Pengajuan Kontra Memori Banding Ibu Mas’ah

0
Tim Kuasa Hukum Koalisi Lakki Associates Law Firm dari Mosalaki Detunio dan Ibu Mas'ah.

Ende, Investigasi.News — Tim Kuasa Hukum Koalisi Lakki Associates Law Firm mengikuti persidangan perkara perdata Nomor 14/Pdt.G/2026/PN End di Pengadilan Negeri (PN) Ende, Senin (31/8/2026).

Dalam perkara tersebut, Koalisi Lakki bertindak sebagai kuasa hukum para penggugat yang merupakan pihak Mosalaki Detunio. Persidangan pada Senin berlangsung dengan agenda penyampaian dan pemeriksaan bukti surat tambahan dari para pihak, baik penggugat maupun tergugat.

Berdasarkan keterangan Tim Kuasa Hukum, sidang selanjutnya dijadwalkan pada Rabu, 9 September 2026, dengan agenda pemeriksaan saksi dari pihak penggugat.

Salah satu perkembangan penting dalam perkara tersebut adalah penundaan agenda pemeriksaan setempat (PS) yang sebelumnya direncanakan berlangsung pada 4 September 2026.

Pemeriksaan setempat merupakan agenda persidangan yang memungkinkan majelis hakim melihat secara langsung objek yang menjadi bagian dari sengketa guna memperoleh gambaran faktual mengenai kondisi objek perkara.

Menurut Tim Kuasa Hukum, pemeriksaan setempat ditunda karena mempertimbangkan situasi darurat serta belum tersedianya pengamanan dari pihak kepolisian atau aparat keamanan untuk mendukung pelaksanaan pemeriksaan di lokasi.

Majelis Hakim kemudian memutuskan pemeriksaan setempat akan dilaksanakan setelah seluruh pemeriksaan saksi dari pihak penggugat maupun tergugat selesai.

Pelaksanaannya diperkirakan baru dapat dilakukan pada pertengahan September 2026, setelah tahapan pemeriksaan saksi dalam perkara tersebut rampung.

Pada hari yang sama, Tim Kuasa Hukum juga mengambil langkah hukum dalam perkara perdata Nomor 10/Pdt.G/2026/PN End, di mana mereka bertindak sebagai kuasa hukum Ibu Mas’ah.

Tim hukum telah mengunggah Kontra Memori Banding melalui sistem E-Court Pengadilan. Kontra memori banding tersebut diajukan sebagai tanggapan atas Memori Banding yang sebelumnya diajukan oleh pihak penggugat, Sarjan Husein.

Perkara ini berkaitan dengan persoalan kompetensi absolut pengadilan. Sebelumnya, melalui putusan sela tertanggal 18 Agustus 2026, Pengadilan Negeri Ende menyatakan tidak berwenang untuk memeriksa dan mengadili perkara tersebut.

Dengan diajukannya kontra memori banding, pihak Ibu Mas’ah melalui kuasa hukumnya menyampaikan tanggapan dan argumentasi hukum terhadap keberatan yang diajukan melalui proses banding oleh pihak lawan.

Dua langkah hukum yang dilakukan Koalisi Lakki pada hari yang sama tersebut menunjukkan bahwa proses hukum dalam kedua perkara masih terus berjalan melalui tahapan masing-masing.

Tim Kuasa Hukum menegaskan akan mengikuti seluruh proses persidangan dan upaya hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(Severinus T. Laga)

Lurah Baringin Apresiasi Normalisasi Batang Idas, Aliran Air Kembali Lancar

0
Normalisasi Batang Idas di Kelurahan Baringin, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang. ( Foto: Sc)

PADANG— Normalisasi Batang Idas di Kelurahan Baringin, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, memasuki hari kelima pelaksanaan. Pekerjaan tersebut mulai memberikan dampak bagi masyarakat, terutama petani yang selama ini mengandalkan aliran sungai untuk mengairi sawah dan kolam ikan.

Normalisasi dilakukan menggunakan alat berat untuk memperlancar kembali aliran Batang Idas. Sebelumnya, kondisi aliran sungai yang tidak optimal membuat distribusi air ke sejumlah lahan pertanian dan kolam budidaya warga ikut terganggu.

Kini, setelah pekerjaan berjalan beberapa hari, air mulai kembali mengalir menuju lahan pertanian dan kolam ikan milik warga.

Kondisi tersebut disambut positif masyarakat. Bagi petani, kembalinya aliran air menjadi harapan agar aktivitas pertanian dan budidaya ikan dapat berjalan lebih baik.

“Alhamdulillah, air sudah mulai mengalir kembali. Mudah-mudahan setelah normalisasi selesai, alirannya semakin lancar sehingga sawah dan kolam ikan kami tidak lagi kesulitan mendapatkan air,” ujar salah seorang warga.

Kegiatan normalisasi Batang Idas dilaksanakan melalui dukungan Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Provinsi Sumatera Barat bersama Dinas PUPR Kota Padang.

Lurah Baringin, Hj. Yuliar, S.Sos., M.M., mengapresiasi pelaksanaan normalisasi tersebut. Menurutnya, kelancaran aliran Batang Idas sangat berkaitan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya warga yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian dan perikanan.

Ia berharap pekerjaan dapat berjalan lancar hingga selesai dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Normalisasi Batang Idas menjadi salah satu upaya untuk mengembalikan fungsi aliran air sekaligus mendukung aktivitas ekonomi warga di Kelurahan Baringin. ( Sc)

Batang Siat Menghitam, Pengawasan Pemkab Dharmasraya Dipertanyakan: DLH Telusuri Dua PKS dan IPAL

0
Tim DLH Provinsi Sumatera Barat bersama DLH Kabupaten Dharmasraya melakukan verifikasi lapangan dengan menelusuri kondisi Sungai Batang Siat dan kawasan sekitar sumber aliran. Petugas juga menggunakan drone untuk memantau kondisi area yang diduga berkaitan dengan laporan perubahan warna air sungai. Foto: ist

 

Dharmasraya, Investigasi.News – Perubahan warna air Sungai Batang Siat menjadi kehitaman memantik keresahan masyarakat. Dugaan pencemaran lingkungan kini memasuki tahap verifikasi setelah tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatera Barat bersama DLH Kabupaten Dharmasraya turun langsung menelusuri aliran sungai hingga ke kawasan hulu.

Sorotan pun mengarah pada efektivitas pengawasan lingkungan di Kabupaten Dharmasraya. Pasalnya, di kawasan hulu Batang Siat terdapat aktivitas pengolahan kelapa sawit, termasuk dua pabrik kelapa sawit (PKS), yakni PT Damasraya Sawit Lestari (DSL) dan PT Hamparan Kemilau Indah (HKI).

Meski demikian, pemerintah belum menyimpulkan adanya pencemaran maupun menetapkan sumber penyebab perubahan warna air. Kepastian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan lapangan dan uji laboratorium terhadap sampel air sungai.

Kepala DLH Kabupaten Dharmasraya, Novandri Rismi, mengatakan verifikasi dilakukan sebagai tindak lanjut atas pengaduan masyarakat Nagari Koto Salak, Kecamatan Koto Salak.

Pengaduan warga disampaikan pada 13 Agustus 2026 melalui WhatsApp dan pemberitaan media daring setelah masyarakat melihat kondisi air Batang Siat berubah menjadi kehitaman dan menduga perubahan tersebut berkaitan dengan aktivitas pengolahan kelapa sawit.

“Pada 13 Agustus, tim DLH Kabupaten sudah turun melakukan verifikasi dan mengambil sampel air Sungai Batang Siat. Besoknya kami langsung mengajukan permohonan pelaksanaan verifikasi untuk pemeriksaan lebih lanjut kepada DLH Provinsi Sumbar,” kata Novandri di Pulau Punjung, Senin (31/8/2026).

Tak berhenti pada pemeriksaan awal, DLH Provinsi Sumatera Barat kemudian menurunkan tim bersama DLH Kabupaten Dharmasraya untuk melakukan verifikasi selama empat hari, mulai Sabtu (29/8/2026) hingga Selasa (1/9/2026).

Tim tidak hanya memeriksa lokasi yang pertama kali dilaporkan warga. Penelusuran dilakukan dengan mengikuti aliran Batang Siat dari titik laporan masyarakat menuju kawasan hulu.

Langkah ini penting karena sumber perubahan kualitas air tidak bisa ditentukan hanya berdasarkan kondisi di satu titik. Setiap aliran, aktivitas usaha, hingga sistem pengelolaan limbah di kawasan hulu perlu diperiksa secara menyeluruh.

“Tim bersama-sama melakukan verifikasi dan pengecekan mulai dari titik awal laporan masyarakat, kemudian menelusuri aliran sungai ke arah hulu,” ujar Novandri.

Dalam penelusuran tersebut, perhatian tim juga tertuju pada kolam instalasi pengolahan air limbah (IPAL) milik dua PKS, yakni PT DSL dan PT HKI.

Kedua perusahaan tersebut berada di kawasan hulu dari titik sungai yang dilaporkan masyarakat mengalami perubahan warna.

“Tim menelusuri kondisi sungai dan juga kolam-kolam IPAL pada dua PKS, yaitu PT DSL dan PT HKI, yang berada di kawasan hulu dari titik yang dilaporkan masyarakat,” katanya.

Pemeriksaan terhadap IPAL dilakukan untuk melihat kondisi sistem pengolahan air limbah dan tahapan pengolahan pada masing-masing kolam. Sementara di sungai, tim melakukan pengamatan terhadap kondisi air serta titik-titik yang dinilai berkaitan dengan laporan warga.

Persoalan ini sekaligus menjadi ujian bagi sistem pengawasan lingkungan pemerintah daerah. Keberadaan industri di sekitar daerah aliran sungai menuntut pengawasan yang konsisten, bukan hanya bergerak setelah muncul laporan masyarakat dan kondisi air berubah secara kasatmata.

Namun, Novandri menegaskan bahwa tim tidak ingin mengambil kesimpulan secara prematur.

“Semua kita lihat berdasarkan fakta di lapangan. Apakah ada pencemaran dan dari mana sumbernya, tentu harus dibuktikan melalui pemeriksaan sesuai prosedur,” tegasnya.

Menurutnya, tim yang diterjunkan memiliki sertifikasi dan kompetensi di bidang pengawasan lingkungan hidup. Pemeriksaan dilakukan berdasarkan standar teknis dan prosedur yang berlaku.

DLH Kabupaten Dharmasraya juga meminta masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum hasil pengujian laboratorium keluar. Sampel air Batang Siat yang telah diambil akan menjadi salah satu dasar untuk mengetahui kondisi kualitas air secara objektif.

“Kami berharap masyarakat bersabar menunggu hasil laboratorium. Tim akan bekerja secara terbuka dan independen, sesuai kompetensi, standar teknis serta prosedur yang berlaku,” ujarnya.

Jika nantinya ditemukan adanya pencemaran atau pelanggaran terhadap ketentuan lingkungan hidup, pemerintah memiliki mekanisme pengawasan dan penegakan hukum yang dapat diterapkan sesuai kewenangan.

Novandri bahkan mengungkapkan bahwa sebelumnya terdapat perusahaan di Kabupaten Dharmasraya yang dikenakan denda sekitar Rp737 juta setelah ditemukan pencemaran sungai akibat kebocoran instalasi pengolahan air limbah.

“Artinya, kalau memang berdasarkan pemeriksaan ditemukan pelanggaran, tentu ada mekanisme dan ketentuan yang harus dijalankan. Tetapi untuk kasus Batang Siat ini kita tunggu dulu hasil pemeriksaan dan laboratoriumnya,” katanya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persoalan lingkungan tidak cukup diselesaikan melalui klarifikasi administratif. Jika hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran, konsekuensi hukum dan administratif harus menjadi bagian dari tindak lanjut pemerintah.

Sebaliknya, apabila hasil pemeriksaan tidak menemukan pelanggaran, pemerintah juga berkewajiban menjelaskan kepada masyarakat secara terbuka mengenai penyebab perubahan warna air Batang Siat.

Novandri memastikan DLH tidak akan menutup-nutupi hasil pemeriksaan. Ia menegaskan, setiap kesimpulan nantinya harus berdiri di atas fakta lapangan, data teknis, serta hasil pengujian laboratorium yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Saat ini tim masih bekerja melakukan verifikasi dan pemeriksaan di lapangan, sehingga belum bisa kami sampaikan hasilnya. Kita tunggu seluruh proses selesai dan hasil laboratorium keluar, baru kemudian dapat diketahui fakta dan langkah tindak lanjutnya,” tukasnya.

Ardhi Piliang

Bupati Muba Hadiri Maulid Nabi di Desa Terusan, Sekaligus Serap Aspirasi Warga

0
Bupati Musi Banyuasin H. M. Toha Tohet, SH, menyerahkan bantuan untuk kegiatan Maelis Ta’lim Desa Terusan dalam rangka Safari Dakwah dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid As-Salam, Desa Terusan, Kecamatan Sanga Desa, Senin (31/8/2026). (Foto: Diskominfo)

Sanga Desa, Investigasi.News – Bupati Musi Banyuasin (Muba) H. M. Toha Tohet, SH, hadir di tengah masyarakat Desa Terusan, Kecamatan Sanga Desa, dalam Safari Dakwah memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Masjid As-Salam, Senin (31/8/2026).

Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Muba tersebut bukan sekadar menghadiri kegiatan keagamaan. Momentum Maulid Nabi juga dimanfaatkan Bupati Toha untuk bersilaturahmi sekaligus mendengar secara langsung aspirasi, keluhan, dan kebutuhan masyarakat Desa Terusan.

Kegiatan itu turut dihadiri Camat Sanga Desa Rusdiwan, S.Pd., M.Pd., jajaran Forkopimcam Sanga Desa, Kepala Desa Terusan Hendri, S.Pd., penceramah Ustaz Abdurrahman Jaelani, para kepala desa, kepala perangkat daerah Kabupaten Muba, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jemaah Masjid As-Salam.

Dalam sambutannya, Bupati Toha mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat Desa Terusan yang telah bersama-sama mempersiapkan dan menyukseskan kegiatan Safari Dakwah tersebut.

“Terima kasih kepada masyarakat Desa Terusan yang telah bersama-sama bergotong royong menyelenggarakan kegiatan ini. Mudah-mudahan peringatan Maulid Nabi ini membawa keberkahan bagi kita semua,” ujar Toha.

Menurutnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak semestinya hanya menjadi kegiatan seremonial. Lebih dari itu, momentum tersebut harus menjadi pengingat bagi umat Islam untuk meneladani akhlak dan sikap Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga kita semua dapat mengikuti jejak dan keteladanan Nabi Muhammad SAW, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam menjalankan kehidupan sehari-hari,” katanya.

Di hadapan warga, Bupati Muba juga menekankan pentingnya pemerintah kecamatan dan desa untuk terus hadir dan membuka ruang komunikasi dengan masyarakat.

Ia meminta camat dan kepala desa tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga aktif mendengar berbagai persoalan yang dihadapi warga di lapangan.

“Camat dan kepala desa harus mendengarkan apa yang menjadi keluhan masyarakat. Dengan begitu, kita bisa mengetahui secara langsung apa yang dibutuhkan masyarakat dan mencari solusi bersama,” tegas Toha.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Muba turut menyerahkan bantuan berupa alat rebana dan seragam muslimah kepada kelompok ibu-ibu rebana Desa Terusan.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas keagamaan masyarakat sekaligus memperkuat tradisi kebersamaan dan kegiatan positif yang selama ini tumbuh di tengah masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Terusan Hendri menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kehadiran langsung Bupati Muba bersama rombongan dalam kegiatan Safari Dakwah tersebut.

“Kami menghaturkan terima kasih kepada Pak Bupati beserta rombongan yang telah hadir di acara ini. Kami juga berterima kasih atas dukungan yang diberikan kepada masyarakat Desa Terusan,” ujar Hendri.

Ia mengatakan, masyarakat Desa Terusan telah lama merindukan kegiatan keagamaan yang menghadirkan siraman rohani bagi warga. Karena itu, masyarakat secara bersama-sama bergotong royong mempersiapkan kegiatan tersebut.

“Kami rindu akan siraman rohani. Alhamdulillah, masyarakat kompak bersatu padu menyukseskan acara ini. Namun, kegiatan ini tentu tidak akan berjalan baik tanpa dukungan Pak Bupati dan Camat Sanga Desa,” ungkapnya. (Herlan)

Ikhtiar Minta Turun Hujan, Pemda Sula Laksanakan Sholat Istisqa

0
Sholat minta hujan di halaman Istana Daerah (ISDA) Kepulauan Sula.

Malut, Investigasi.New-, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula melaksanakan Shalat Istisqa (shalat memohon hujan) sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama untuk memohon pertolongan, rahmat, serta ampunan Allah SWT, sekaligus memohon turunnya hujan bagi masyarakat dan lingkungan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 1 September 2026, pukul 09.00 WIT, bertempat di Halaman Istana Daerah Dad Hia Ted Sua.

Shalat Istisqa dipimpin oleh Imam Desa Fagudu Hi Naim Buamona, Selaku Imam Soa Gareha, sementara khutbah disampaikan oleh Ustadz Anwar Quba.

Kegiatan dihadiri oleh Wakil Bupati Kepulauan Sula Ir. Hi Marasabessy. M. Si. Unsur Forkopimda, Pimpinan OPD, ASN dan Para TNI/Polri. Pelaksanaan Shalat Istisqa menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk bersama-sama mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak doa dan istighfar, serta memohon agar hujan segera diturunkan sebagai rahmat dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan sula

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan ikhtiar, menjaga lingkungan, serta memperbanyak doa agar daerah ini senantiasa diberikan keberkahan, keselamatan, dan kecukupan air.