Beranda blog Halaman 52

Hj Fiyanti Buamona: Puskesmas Kabau Terapkan Transformasi Layanan Primer Sebagai Reformasi Sistem Layanan Kesehatan Nasional

0
Kadinkes Hj. Fiyanti Buamona dalam sambutannya pada acara peresmian gedung baru UPT Puskesmas Kabau.

Malut, Investigasi.News-, Kadis Kesehatan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kepulauan Sula, Hj. Fiyanti Buamona menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang prima sebagai komitmen dari transformasi layanan primer sebagai langkah fundamental dalam reformasi sistem kesehatan nasional, hal demikian disampaikan Kadinkes Fiyanti dihadapan sejumlah tamu undangan dan pejabat teras lingkup Pemda Sula pada acara pengguntingan pita peresmian gedung baru UPT Puskesmas Kabau, di Kecamatan Sulabesi Barat, kemarin Rabu 26 Agustus 2026.

“Hari ini merupakan momentum penting dan bersejarah dalam pembangunan bidang kesehatan di Kepulauan Sula, bukan sekedar meresmikan gedung yang megah ini, namun merupakan komitmen pemerintah daerah dibawah arahan Bupati Sula untuk mendekatkan, meningkatkan dan meratakan mutu layanan kesehatan hingga ke seluruh pelosok”, ujar Hj. Fiyanti Buamona, Kadis Kesehatan Kepulauan Sula mengawali sambutannya (26/8).

Kami berkomitmen Puskesmas Kabau bukan hanya megah secara fisik, tetapi juga prima dalam pelayanan, ramah, profesional dan responsif terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat, tambah Kadinkes Fiyanti.

“Melalui pendekatan Reformasi Layanan Kesehatan Nasional, focus kita bukan hanya mengobati orang yang sakit (kuratif), tetapi mengedepankan upaya pencegahan (prefentif) dan promosi kesehatan (promotif) di setiap fase kehidupan manusia dengan penerapan integrasi layanan primer“, pungkasnya.

Dirinya menggaris bawahi, kehadiran UPT Puskesmas Kabau diharapkan bisa memperkuat 3 pilar utama, yakni:

1. Penguatan Siklus Hidup: Pelayanan Kesehatan Di Integrasikan mulai dari masa kehamilan, bayi, balita, usia sekolah, remaja, usia produktif, hingga lansia.
2. Jejak Pelayanan Terintegrasi: Menghubungkan Pelayanan secara terintegrasi dari Puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pustu), hingga Posyandu ditingkat Desa, sehingga pemantauan status kesehatan warga dapat dilakukan secara komprehensif.
3. Penyaringan Kesehatan (Screening): Meningkatkan deteksi dini terhadap berbagai penyakit menular maupun tidak menular agar pencegahan dan penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

“Saya menyadari keberhasilan tranformasi layanan kesehatan primer ini tidak dapat berjalan sendiri tanpa adanya dukungan dari lintas sektor serta partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, oleh karena itu saya menghimbau untuk jajaran Nakes di Puskesmas Kabau untuk bekerja dengan penuh keikhlasan, dedikasi, serta mengedepankan layanan yang humanis, cepat, dan penuh rasa empati, kepada masyarakat”, tegasnya.

Dalam sambutannya, Kadinkes juga berwasiat untuk masyarakat Sulabesi Barat, agar sama-sama merawat dan menjaga gedung UPT Puskesmas Kabau sebagai fasilitas dan sarana kesehatan bersama agar senantiasa memberikan manfaat yang luas bagi kita dan generasi mendatang.

Sebagai penutup dari sambutannya, Kadinkes Fiyanti menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya untuk Bupati Sula Hj. Fifian Adeningsi Mus.

“Atas nama jajaran Dinas Kesehatan, seluruh Nakes UPT Puskesmas Kabau, Kami menyampaikan terima kasih kepada Bupati Sula atas segala arahan, kebijakan, perhatian serta dukungan yang luar biasa bagi kemajuan bidang kesehatan di Kabupaten Kepulauan Sula”, tutup Kadinkes Sula Hj. Fiyanti Buamona.

541 Peserta dari 11 Kampus Tiga Negara Ramaikan 25th IMT-GT Varsity Carnival di UNP

0
11 perguruan tinggi di Indonesia, Malaysia, dan Thailand mengikuti kegiatan IMT-GT Varsity Carnival 2026 di UNP.

Padang — 25th IMT-GT Varsity Carnival 2026 resmi dibuka di Universitas Negeri Padang (UNP), Selasa (25/8/2026) malam. UNP menjadi tuan rumah penyelenggaraan ajang yang mempertemukan mahasiswa dan sivitas akademika dari perguruan tinggi di Indonesia, Malaysia, dan Thailand tersebut.

IMT-GT atau Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle merupakan wadah kerja sama sub kawasan yang melibatkan Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Dalam lingkup perguruan tinggi, kerja sama tersebut diwujudkan melalui IMT-GT Varsity Council yang mendorong kolaborasi antar mahasiswa dan universitas melalui kegiatan olahraga, kebudayaan, serta akademik.

Rektor Universitas Negeri Padang, Ir. Krismadinata, Ph.D dalam sambutannya mengatakan, IMT-GT Varsity Carnival bukan sekadar ajang pertandingan, melainkan simbol persahabatan, solidaritas, dan kolaborasi antara perguruan tinggi di tiga negara.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi, berbagi pengalaman, membangun jejaring, serta memperdalam pemahaman terhadap keberagaman budaya melalui olahraga, pertunjukan budaya, dan kegiatan akademik.

“Tahun ini, UNP dengan bangga menjadi tuan rumah penyelenggaraan 25th IMT-GT Varsity Carnival 2026. Kegiatan tersebut mencakup kompetisi olahraga, pertunjukan budaya, hingga seminar akademik dengan mengangkat tema transformasi pendidikan dalam menghadapi dunia VUCA, yakni volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity,” ujarnya

Rektor berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi wadah untuk menunjukkan kemampuan dan prestasi para peserta, tetapi juga membangun karakter, kepemimpinan, kreativitas, kerja sama tim, serta perspektif global mahasiswa. Ia juga menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai penghubung hubungan antarmasyarakat di Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Sementara itu, Presiden IMT-GT Varsity Council, Prof. Dr. Ahmad Martadha Mohamed menyampaikan apresiasi kepada Universitas Negeri Padang atas kesediaannya menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai 25th IMT-GT Varsity Carnival 2026 menjadi kesempatan untuk menyatukan kekuatan akademik dari berbagai perguruan tinggi serta membuka peluang bagi mahasiswa dan dosen untuk membangun kolaborasi.

Ia yang berasal dari Universiti Utara Malaysia (UUM) berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat komunitas mahasiswa dan mobilitas regional serta membentuk generasi pemimpin masa depan yang memiliki jaringan dan pengalaman lintas negara.

Sebelumnya, Ketua Pelaksana 25th IMT-GT Varsity Carnival 2026 yang juga Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNP, Prof. Refnaldi, S.Pd, M.Litt melaporkan sebanyak 541 mahasiswa dan ofisial dari 11 perguruan tinggi di Indonesia, Malaysia, dan Thailand mengikuti kegiatan tersebut.

Para peserta berasal dari Prince of Songkla University, Thaksin University, Universiti Teknologi MARA, Universiti Malaysia Perlis, Universitas Syiah Kuala, Universitas Sumatera Utara, Universiti Utara Malaysia, Rajamangala University of Technology Srivijaya, Universitas Negeri Medan, Universiti Sains Malaysia, serta Universitas Negeri Padang.

Dalam pelaksanaannya, terdapat tiga agenda utama yang digelar, yakni pertandingan olahraga, pertunjukan budaya, dan seminar. Untuk cabang olahraga, panitia mempertandingkan enam cabang, yaitu tenis meja, tenis, sepak bola, petanque, catur, dan bulu tangkis.

Selain kompetisi olahraga, setiap perguruan tinggi peserta juga akan menampilkan pertunjukan budaya sebagai ruang pertukaran dan pengenalan kekayaan tradisi dari masing-masing negara dan universitas. Sementara itu, kegiatan seminar menjadi bagian dari agenda akademik yang melengkapi rangkaian 25th IMT-GT Varsity Carnival 2026.

Ajang ini juga mendukung pencapaian SDGs 4, 3, dan 17 melalui penguatan pendidikan berkualitas, gaya hidup sehat, serta kemitraan dan kolaborasi antar perguruan tinggi di Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

25th IMT-GT Varsity Carnival 2026 di UNP Perkuat Kolaborasi Mahasiswa Tiga Negara

0
Penampilan seni budaya memeriahkan 25th IMT-GT Varsity Carnival 2026 di UNP.

Padang — Universitas Negeri Padang (UNP) menjadi tuan rumah 25th IMT-GT Varsity Carnival 2026, perhelatan tahunan yang mempertemukan mahasiswa dari perguruan tinggi negara-negara anggota Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang memperkuat jejaring mahasiswa, pertukaran budaya, serta kolaborasi akademik dan regional.

Presiden IMT-GT Varsity Council, Prof. Dr. Ahmad Martadha Mohamed, mengatakan penyelenggaraan IMT-GT Varsity carnival menjadi kesempatan penting untuk menyatukan kekuatan akademik yang beragam, mendorong inovasi penelitian, sekaligus membuka berbagai peluang bagi mahasiswa dan sivitas akademika.

“Kegiatan ini merupakan kesempatan untuk menyatukan kekuatan akademik yang beragam, mendorong inovasi dalam penelitian, serta menciptakan berbagai peluang bagi mahasiswa dan sivitas akademika kita,” ujar Ahmad dalam sambutannya pada pembukaan 25th IMT-GT Varsity Carnival 2026, Selasa (25/8/2026) malam.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada UNP yang telah menjadi tuan rumah dan memberikan pendampingan kepada seluruh delegasi selama rangkaian kegiatan berlangsung. “Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Universitas Negeri Padang yang telah menjadi tuan rumah kegiatan ini. Terima kasih telah mendampingi kami selama empat hari ini,” katanya.

Menurut Ahmad, berbagai agenda dalam kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berbagi perspektif, berdiskusi, dan belajar secara kolaboratif. Interaksi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun jejaring profesional yang dapat terus berkembang di masa mendatang.

Selain aspek akademik, keberagaman budaya menjadi salah satu kekuatan dalam penyelenggaraan carnival ini. Mahasiswa dari berbagai negara dapat saling mengenal tradisi, memperluas wawasan, serta meningkatkan penghargaan terhadap warisan budaya yang berbeda.

“Kegiatan ini menantang para mahasiswa untuk berkomunikasi melampaui batas bahasa dan budaya, mengembangkan kemampuan untuk berkolaborasi, serta membangun kemitraan yang beragam dan inklusif,” ujarnya.

Semangat kebersamaan juga dibangun melalui berbagai kompetisi olahraga. Ahmad menilai pertandingan olahraga, termasuk sepak bola, tidak hanya menjadi arena untuk menunjukkan kemampuan, tetapi juga menjadi sarana mempererat persahabatan dan kerja sama antarmahasiswa.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama mengikuti 25th IMT-GT Varsity Carnival 2026 dapat menjadi bekal untuk membangun jejaring yang lebih luas setelah kembali ke negara masing-masing.

“Mahasiswa kami akan membawa pengalaman ini untuk membentuk jejaring global yang kuat, membuka pintu bagi berbagai peluang dan kolaborasi jangka panjang,” katanya.

Menurutnya, pertemuan mahasiswa dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand dalam satu kegiatan menjadi investasi penting bagi masa depan kawasan. Interaksi yang terbangun melalui akademik, budaya, dan olahraga diharapkan dapat memperkuat kapasitas mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan.

Penyelenggaraan 25th IMT-GT Varsity Carnival 2026 di UNP sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai ruang pertemuan generasi muda lintas negara. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya membawa pulang pengalaman kompetisi, tetapi juga persahabatan, wawasan budaya, dan jejaring yang berpotensi berkembang menjadi kolaborasi jangka panjang.

Kegiatan ini turut mendukung SDG 4: Quality Education (Pendidikan Bermutu) melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman pembelajaran, serta SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kolaborasi pendidikan dan jejaring antarnegara.

73 Wali Nagari Padang Pariaman Dilantik, Bupati Tekankan Kerja Nyata dan Inovasi

0
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan 73 Wali Nagari terpilih, hasil Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) serentak tahun 2026 di Hall IKK Parit Malintang, Rabu (26/8/2026).

Padang Pariaman – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan 73 Wali Nagari hasil Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Serentak Tahun 2026 di Hall IKK Parit Malintang, Rabu (26/8/2026). Pelantikan yang dipimpin langsung Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis ini menjadi awal kepemimpinan baru yang diharapkan mampu mempercepat pembangunan dan meningkatkan pelayanan hingga ke tingkat nagari.

‎Pelantikan tersebut disaksikan Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Kepala DPMD Provinsi Sumbar Ir. Yozarwardi Usama Putra, S.Hut., M.Si., IPU, serta dihadiri Forkopimda, Sekretaris Daerah Hendra Aswara, anggota DPRD, kepala OPD, camat, pimpinan instansi vertikal, dan berbagai unsur masyarakat.

‎Pelantikan ini merupakan puncak dari Pilwana Serentak yang sukses digelar pada 27 Juni 2026. Dari proses demokrasi tersebut lahir banyak wajah baru, baik dari kalangan generasi muda maupun mantan perangkat nagari yang mendapat kepercayaan masyarakat. Pilwana kali ini juga mencatat sejarah dengan terpilihnya dua perempuan sebagai Wali Nagari untuk pertama kalinya di Kabupaten Padang Pariaman.

‎Bupati John Kenedy Azis mengucapkan selamat kepada seluruh wali nagari yang baru dilantik sekaligus mengingatkan bahwa amanah masyarakat harus diwujudkan melalui kerja nyata, meski di tengah tantangan berkurangnya alokasi anggaran dari pemerintah pusat ke nagari.

‎”Keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti membangun. Saya minta seluruh wali nagari kreatif, inovatif, serta membangun koordinasi yang kuat dengan camat dan Pemerintah Kabupaten agar setiap program dapat berjalan seirama,” tegas Bupati.

‎Ia juga menyampaikan target Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman untuk terus memperkuat pemerintahan nagari dengan mendorong pemekaran hingga mencapai 150 nagari pada tahun 2027. Saat ini Padang Pariaman memiliki 103 nagari definitif dan 15 nagari persiapan.

‎Sementara itu, Kepala DPMD Provinsi Sumatera Barat Ir. Yozarwardi Usama Putra mengapresiasi pelaksanaan pelantikan serentak yang dinilai lebih efektif dan efisien. Ia mengingatkan para wali nagari bahwa keberhasilan pembangunan di tingkat nagari sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan dalam menjalankan pemerintahan, pembangunan, pembinaan, dan pemberdayaan masyarakat.

‎”Saudara-saudari adalah pemimpin pilihan masyarakat. Jalankan amanah ini dengan integritas, dedikasi, dan semangat melayani agar nagari semakin maju dan masyarakat semakin sejahtera,” pesannya.

‎Pelantikan serentak 73 Wali Nagari diharapkan menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi antara pemerintah nagari, kecamatan, dan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dalam mewujudkan pembangunan yang merata, pelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat, serta nagari yang maju, mandiri, dan sejahtera.

(Andra Sikumbang)

Pemkab Agam Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Pauh Kamang Mudiak 

0
Pemkab Agam Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Pauh Kamang Mudiak 

AGAM — Musibah kebakaran yang menghanguskan rumah warga di Jorong Tanjuang Balau, Nagari Pauh Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, mendapat respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Agam.

Sehari setelah kejadian, bantuan tanggap darurat langsung disalurkan kepada keluarga korban, Rabu (26/8/2026), sebagai bentuk kepedulian pemerintah sekaligus upaya membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak musibah.

Kebakaran terjadi pada Selasa malam (25/8/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. Rumah milik Al Joni (46) dilaporkan hangus terbakar. Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, kebakaran diduga dipicu oleh kompor. Akibat kejadian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian material sekitar Rp70 juta.

Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh Camat Kamang Magek Octa Rianda, didampingi Wali Nagari Pauh Kamang Mudiak Ahmad Latif. Dari jajaran Dinas Sosial Kabupaten Agam, hadir Feri Dunda, Dedi Pratama, dan Fadly Adrian Nefri.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kamang Magek dan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Kamang Magek.

Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako dan paket sandang. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi penopang awal bagi keluarga korban dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran.

Koordinator Tim Dinas Sosial Kabupaten Agam, Feri Dunda, mengatakan penyaluran bantuan merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kondisi darurat.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga yang terkena musibah. Pemerintah daerah akan terus berupaya hadir dan memberikan dukungan kepada masyarakat,” ujar Feri Dunda.

Menurutnya, dalam situasi pascakebakaran, kebutuhan dasar menjadi salah satu perhatian utama. Karena itu, bantuan tanggap darurat diberikan sebagai langkah awal untuk membantu keluarga korban melewati masa sulit.

Di sisi lain, Feri mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan aspek keselamatan di lingkungan rumah. Penggunaan kompor, instalasi listrik, serta berbagai peralatan rumah tangga perlu mendapat perhatian dan dipastikan dalam kondisi aman sebelum penghuni meninggalkan rumah.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati. Sebelum meninggalkan rumah, pastikan semuanya dalam kondisi aman. Kompor dan peralatan listrik harus dipastikan dalam keadaan aman. Kewaspadaan kita bersama sangat penting untuk mencegah kejadian serupa,” imbaunya.

 

Respons cepat Pemkab Agam tersebut memperlihatkan pentingnya kehadiran pemerintah ketika masyarakat berada dalam situasi sulit. Tidak hanya melalui bantuan material, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintahan nagari, TKSK, dan Pendamping PKH menjadi bagian penting dalam memastikan warga terdampak mendapat perhatian dan dukungan.

Bagi keluarga Al Joni, bantuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk kembali menata kehidupan setelah musibah. Sementara bagi masyarakat, kejadian ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap sumber api, khususnya kompor dan peralatan listrik, merupakan bagian penting dalam mencegah kebakaran di lingkungan permukiman. (Daji)

Bareng Wali Kota, Kapolres Sabang Tanam Padi Gogo di Lahan Warga, Dorong Kemandirian Pangan

0
Momen penanaman padi gogo di kawasan Cot Mancang, Kota Sabang, Rabu (26/8/2026). Foto: ist

Sabang — Upaya memperkuat ketahanan pangan di Kota Sabang tidak hanya berhenti pada kebijakan dan program di atas kertas. Pemerintah daerah bersama unsur Forkopimda turun langsung ke lahan pertanian warga untuk mendorong pengembangan komoditas pangan yang sesuai dengan karakteristik wilayah.

Salah satunya melalui penanaman padi gogo di kawasan Cot Mancang, Kota Sabang, Rabu (26/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Sabang AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, S.H., S.I.K., M.H., bersama Wali Kota Sabang dan Kepala Dinas Pertanian Kota Sabang.

Penanaman padi gogo menjadi bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus upaya mendorong pemanfaatan lahan kering milik masyarakat agar lebih produktif.

Padi gogo dipandang memiliki potensi untuk dikembangkan di wilayah yang tidak mengandalkan sistem irigasi persawahan seperti lahan sawah pada umumnya. Karena itu, pengembangannya diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam memperkuat ketersediaan pangan masyarakat Kota Sabang.

Kapolres Sabang AKBP Ahmad Faisal Pasaribu melalui sambungan telepon kepada Kontributor Investigasi.News menegaskan komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah yang berkaitan langsung dengan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, sektor pertanian memiliki posisi strategis karena berkaitan langsung dengan ketersediaan pangan sekaligus ketahanan ekonomi masyarakat.

“Ya, hari ini saya bersama Forkopimda Sabang secara bersama-sama melakukan penanaman padi gogo di lahan kering milik warga setempat. Kegiatan ini sebagai dukungan pemerintah dan Polri dalam mewujudkan Sabang sebagai kota yang mandiri dalam hal ketahanan pangan,” ujar Ahmad Faisal.

Ia menambahkan, keterlibatan aparat bersama pemerintah daerah di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya membangun sinergi sekaligus memberikan dorongan kepada warga untuk mengoptimalkan potensi lahan yang tersedia.

Menurutnya, ketahanan pangan tidak dapat dibangun oleh satu institusi saja. Dibutuhkan kerja bersama antara pemerintah, TNI-Polri, petani dan seluruh elemen masyarakat agar program yang dijalankan dapat memberikan hasil nyata.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap sinergitas antara pemerintah daerah, TNI-Polri dan masyarakat semakin kuat dalam mendukung program ketahanan pangan serta mewujudkan kemandirian pangan di Kota Sabang,” tambahnya.

Penanaman padi gogo di Cot Mancang sekaligus menjadi simbol kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pertanian berbasis potensi lokal. Lahan yang sebelumnya kurang optimal diharapkan dapat dimanfaatkan menjadi sumber produksi pangan yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Langkah tersebut juga diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Pendampingan, pengembangan budidaya serta pemanfaatan hasil produksi menjadi bagian penting agar gerakan ketahanan pangan benar-benar mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Dengan sinergi pemerintah daerah, TNI-Polri dan masyarakat, Kota Sabang diharapkan mampu memperkuat fondasi ketahanan pangannya sendiri sekaligus menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat.

(Herry)

Pemkab Muba Sambut Tim Kementerian PU Survei Lokasi Sekolah Rakyat

0
Pemkab Muba Sambut Tim Kementerian PU Survei Lokasi Sekolah Rakyat. Foto: Diskominfo

Sekayu – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menyambut kedatangan Tim Bersama Survei Rencana Pembangunan Sekolah Rakyat dari Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumatera Selatan Kementerian Pekerjaan Umum, Rabu (26/8/2026).

Tim tersebut diterima Bupati Musi Banyuasin H M Toha Tohet SH yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Muba H Ardiansyah SE MM PhD CMA di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Rumah Dinas Bupati Muba.

Hadir dalam kesempatan tersebut Plt Kepala Dinas Sosial Muba H Deny SH MSi bersama sejumlah perangkat daerah terkait. Sementara dari Tim Bersama Survei hadir Kasatker Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumsel Kementerian PU Ayu Juwita ST MSc IPM, PPK PPS Sumsel Kementerian PU Harasa Ramdhany Pasin ST, serta jajaran tim.

H Ardiansyah menyampaikan selamat datang kepada Tim Bersama Survei yang hadir untuk melihat secara langsung lokasi usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Muba.

“Selamat datang di Kabupaten Musi Banyuasin. Kami menyambut baik kedatangan tim untuk melakukan survei rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Muba,” ujar Ardiansyah.

Kegiatan diawali dengan makan siang bersama sebelum tim melanjutkan agenda survei ke lokasi yang telah ditetapkan sebagai usulan pembangunan Sekolah Rakyat. Lokasi tersebut berada di Jalan arah Kecamatan Plakat Tinggi, Kelurahan Soak Baru, Kecamatan Sekayu.

Menurut Ardiansyah, survei lapangan menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan lokasi yang diusulkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Pemerintah Kabupaten Muba siap memberikan dukungan dan membantu kebutuhan yang diperlukan dalam proses tersebut.

“Kami berharap survei ini berjalan dengan baik sehingga tahapan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Musi Banyuasin dapat segera dilaksanakan,” katanya.

Ia menyebut Sekolah Rakyat merupakan salah satu program strategis pemerintah pusat yang diharapkan dapat memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat. Karena itu, Pemkab Muba menyatakan dukungan terhadap rencana pembangunan tersebut.

“Kami sangat mendukung program ini dan berharap Sekolah Rakyat segera terealisasi. Kehadirannya diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat Musi Banyuasin, khususnya dalam meningkatkan akses dan kesempatan memperoleh pendidikan,” tutur Ardiansyah.

Setelah pertemuan di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Tim Bersama Survei selanjutnya menuju lokasi usulan untuk melakukan peninjauan lapangan sebagai bagian dari rangkaian persiapan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Musi Banyuasin. Herlan

MMC Malang Diluncurkan, Pekerja Migran Harus Berangkat Aman dan Pulang Berdaya

0
Momen MMC Malang Diluncurkan

MALANG — Pemerintah mendorong Malang Raya menjadi salah satu pusat talenta global melalui penguatan ekosistem pekerja migran yang aman, legal, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut ditandai dengan peluncuran Malang Migrant Center (MMC) oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI A. Muhaimin Iskandar di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (26/8/2026) sore.

MMC dirancang bukan sekadar sebagai tempat pelayanan administratif bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI), melainkan menjadi pusat informasi, pendampingan, perlindungan, hingga pemberdayaan yang menghubungkan berbagai layanan sejak sebelum keberangkatan hingga pekerja migran kembali ke tanah air.

Muhaimin menegaskan, negara memiliki tanggung jawab memastikan setiap warga negara yang memilih bekerja di luar negeri mendapatkan persiapan yang menyeluruh dan perlindungan yang utuh.

“Sudah menjadi tanggung jawab negara untuk memastikan setiap warga negara yang memilih bekerja di luar negeri mendapatkan persiapan yang menyeluruh dan perlindungan yang utuh, sejak sebelum keberangkatan hingga kembali ke tanah air. MMC dapat menjadi wadah ekosistem yang utuh dan menjadi referensi pertama seseorang ketika ingin bekerja di luar negeri,” ungkap Muhaimin.

Menurutnya, perubahan geopolitik global, disrupsi teknologi, dinamika pasar kerja dan semakin ketatnya persaingan kerja di luar negeri menuntut calon pekerja migran memiliki kesiapan yang lebih matang.

Karena itu, proses migrasi kerja tidak bisa lagi dipandang sebatas persoalan keberangkatan dan penempatan. Seluruh tahapan harus terhubung dalam satu ekosistem yang mampu memberikan informasi, meningkatkan kompetensi, memberikan perlindungan serta membuka akses penyelesaian masalah ketika pekerja berada di negara tujuan.

“Disrupsi, perubahan cepat, kondisi geopolitik global, persaingan dan peluang-peluang kerja di luar negeri begitu cepat. Karena itu, kita akan terus meningkatkan kolaborasi agar sejak calon pekerja migran, proses persiapan, penempatan hingga pascapekerjaan menjadi satu ekosistem yang menyeluruh,” kata Muhaimin.

MMC hadir sebagai pusat informasi mengenai migrasi kerja yang aman dan legal sekaligus menghubungkan berbagai layanan bagi calon PMI. Layanan tersebut mencakup tahapan prapenempatan hingga purna-penempatan dan terintegrasi dengan Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Kabupaten Malang.

Selama ini, calon PMI harus mengakses berbagai layanan untuk mendapatkan informasi, mengurus dokumen, mengikuti persiapan keterampilan hingga memahami prosedur bekerja di luar negeri. Kehadiran MMC diharapkan membuat alur tersebut menjadi lebih sederhana, jelas dan mudah diakses masyarakat.

Tak hanya calon PMI, keluarga juga dapat memanfaatkan MMC untuk memperoleh informasi dan berkonsultasi sebelum mengambil keputusan bekerja di luar negeri. Langkah ini dinilai penting agar keputusan bekerja ke luar negeri didasarkan pada informasi yang benar dan jalur yang aman serta legal.

Lebih jauh, Muhaimin ingin MMC menjadi titik temu antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga hukum, organisasi pekerja migran hingga berbagai pihak yang memiliki kepentingan terhadap perlindungan PMI.

“Malang Migrant Center ini dijadikan satu pusat yang bisa mengolaborasikan semua pihak, baik pemerintah, nonpemerintah, swasta maupun kampus untuk bersama-sama memfasilitasi para pekerja migran kita,” tegasnya.

Menurut Muhaimin, perlindungan pekerja migran juga tidak boleh menunggu sampai persoalan terjadi. Ancaman eksploitasi, pemutusan hubungan kerja secara sepihak hingga persoalan hukum di negara penempatan harus diantisipasi melalui sistem pendampingan yang kuat.

“Saya siap 24 jam mendorong Malang Migrant Center ini untuk dikolaborasikan dengan pihak-pihak mana pun, termasuk negara lain,” ujarnya.

Ia juga membuka peluang agar MMC membangun jejaring dengan negara-negara tujuan PMI. Jejaring tersebut diperlukan untuk mempercepat penanganan ketika pekerja menghadapi persoalan yang membutuhkan intervensi lintas negara.

“Kalau ada persoalan, apa pun kebutuhannya, termasuk advokasi, kalau Migrant Center tidak punya fasilitas untuk itu, kita tinggal mengoneksikan dengan lawyer atau dengan KBRI,” katanya.

Muhaimin mencontohkan kasus pemutusan hubungan kerja secara sepihak. Menurutnya, pekerja yang mengalami persoalan semacam itu harus memiliki akses yang jelas untuk memperoleh bantuan dan pendampingan.

“Semua masalah yang masuk di sini akan kita atasi. Kalau kaitannya dengan kementerian-kementerian, saya siap menyambungkan. Kalau kaitannya dengan negara penempatan, saya bisa menyambungkan dengan KBRI,” tegasnya.

Selain perlindungan hukum, Muhaimin juga menyoroti pentingnya jaminan sosial bagi pekerja migran. Ia meminta BPJS Ketenagakerjaan memperkuat kolaborasi dengan pihak swasta, baik di dalam negeri maupun negara penempatan, agar perlindungan pekerja migran semakin komprehensif.

“Yang penting pekerja kita diuntungkan. Saya meminta BPJS Ketenagakerjaan berkolaborasi dengan pihak-pihak swasta, baik di dalam negeri maupun di negara penempatan,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Muhaimin memperkenalkan Buku Saku PMI di Jepang, sebuah panduan praktis bagi calon PMI yang akan bekerja di Jepang. Buku tersebut memuat informasi mengenai proses keberangkatan, hak dan kewajiban pekerja serta berbagai hal yang perlu dipersiapkan sebelum menjalani kehidupan dan pekerjaan di Jepang.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran, Leontinus Alpha Edison, menegaskan pentingnya memastikan PMI memperoleh akses layanan secara lengkap, mulai dari persiapan keberangkatan hingga setelah kembali ke Indonesia.

“Pekerja Migran Indonesia adalah talenta global yang membawa pulang pengalaman dan keterampilan berharga. Oleh karena itu, program reintegrasi perlu memberi mereka pilihan untuk terus mengembangkan keterampilan, melanjutkan karier, maupun membangun usaha setelah kembali ke tanah air,” ujar Leontinus.

Pesan tersebut sekaligus memperluas cara pandang terhadap pekerja migran. Mereka tidak semata-mata diposisikan sebagai tenaga kerja yang dikirim ke luar negeri, tetapi juga sebagai talenta yang membawa pulang pengalaman, keterampilan dan jejaring yang dapat memberikan nilai tambah bagi daerah.

Hal itu terlihat dalam peluncuran MMC yang turut menampilkan produk-produk UMKM karya purna-PMI. Produk tersebut menjadi gambaran bahwa pengalaman bekerja di luar negeri dapat dikembangkan menjadi modal untuk membangun usaha setelah kembali ke Indonesia.

Dengan demikian, proses pemberdayaan tidak berhenti ketika PMI pulang. Mereka justru diarahkan agar mampu mengembangkan keterampilan, membangun usaha, menciptakan lapangan kerja dan memperkuat perekonomian keluarga maupun masyarakat.

Bupati Malang HM Sanusi menyambut baik kehadiran MMC. Menurutnya, bekerja ke luar negeri menjadi pilihan yang cukup diminati masyarakat, termasuk warga Kabupaten Malang. Karena itu, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab memastikan seluruh proses migrasi ketenagakerjaan berjalan aman, tertib dan terinformasi.

“Bekerja ke luar negeri merupakan sebuah pilihan yang saat ini cukup diminati oleh masyarakat, termasuk warga Kabupaten Malang. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Malang memiliki komitmen untuk memastikan agar setiap proses migrasi ketenagakerjaan dapat berlangsung secara aman, tertib, terinformasi, terlindungi. Karena itu saya sangat mendukung program MMC ini,” papar Sanusi.

Sanusi berharap MMC tidak hanya fokus pada calon PMI, tetapi juga memberikan perhatian serius kepada purna pekerja migran. Menurutnya, pengalaman dan keterampilan yang diperoleh selama bekerja di luar negeri dapat menjadi modal penting untuk meningkatkan kesejahteraan setelah kembali ke daerah.

“Kami mengapresiasi gagasan Malang Migrant Center ini. Harapannya, para purna migran mendapatkan edukasi dan pembinaan sehingga bisa meningkatkan perekonomian, berdaya dan berprestasi,” ujar Sanusi.

MMC dikembangkan bersama Pemerintah Kabupaten Malang, Universitas Brawijaya, sejumlah mitra pembangunan dan organisasi pekerja migran. Integrasi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu pendekatan yang dapat direplikasi di daerah lain sebagai bagian dari program Perintis Berdaya.

Soft launching MMC turut dihadiri Wakil Bupati Malang Hj. Lathifah Shohib, Wakil Bupati Pasuruan, jajaran Forkopimda Malang Raya, jajaran Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, Rektor Universitas Brawijaya, BPJS Ketenagakerjaan Malang serta pimpinan PJTKI se-Malang Raya.

Kehadiran MMC pada akhirnya diharapkan mampu mengubah pola layanan pekerja migran dari yang terpisah-pisah menjadi sebuah ekosistem yang saling terhubung.

Mulai dari informasi dan persiapan, peningkatan kompetensi, pengurusan dokumen, penempatan, perlindungan selama bekerja, akses advokasi, hingga pemberdayaan setelah kembali ke Indonesia, seluruhnya diarahkan berada dalam satu rangkaian layanan.

Dengan konsep tersebut, Malang Migrant Center bukan sekadar tempat seseorang mencari informasi sebelum berangkat ke luar negeri. MMC diproyeksikan menjadi pintu pertama migrasi kerja yang aman sekaligus jaring pengaman bagi PMI ketika menghadapi persoalan dan jembatan menuju kemandirian setelah kembali ke tanah air.

Guh

Wakil Bupati Asahan Buka Program Pemagangan Nasional 2026 dan Pelatihan Produktivitas UMKM

0
Pelatihan Peningkatan Produktivitas bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). ( Foto: Sidabutar)

ASAHAN – Pemerintah Kabupaten Asahan terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat daya saing pelaku usaha melalui Program Pemagangan Nasional Tahun 2026 serta Pelatihan Peningkatan Produktivitas bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kedua program tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Asahan, Rianto, di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Asahan, Jalan Husni Thamrin, Kelurahan Selawan, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan itu dihadiri sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Asahan, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kisaran, Direktur RSU Catharina 1914, para peserta pelatihan, serta tamu undangan lainnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Asahan, Sutiono, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2026 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 36 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Pemagangan di Dalam Negeri.

Menurutnya, Program Pemagangan Nasional berlangsung selama enam bulan, mulai 10 Agustus 2026 hingga 10 Februari 2027. Program tersebut melibatkan tiga lembaga mitra, yakni BPS Kabupaten Asahan, BPJS Kesehatan Cabang Kisaran, dan RSU Catharina 1914.

“Sebanyak 37 peserta mengikuti program pemagangan. Rinciannya, tiga orang ditempatkan di BPS Asahan, lima orang di BPJS Kesehatan Cabang Kisaran, dan 29 orang di RSU Catharina 1914,” ujar Sutiono.

Selain program pemagangan, Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Asahan juga menggelar Pelatihan Peningkatan Produktivitas bagi pelaku UMKM yang berlangsung pada 26 hingga 29 Agustus 2026 di lingkungan UPTD BLK Kabupaten Asahan. Pelatihan tersebut diikuti 25 peserta dari berbagai sektor usaha.

Sutiono mengatakan, program pemagangan dan pelatihan produktivitas dirancang untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus mendorong pelaku UMKM agar mampu berkembang dan memperluas pasar usahanya.

“Melalui kegiatan ini diharapkan pelaku usaha dapat naik kelas, memiliki daya saing yang lebih baik, memperluas akses pasar, serta berkontribusi terhadap peningkatan penyerapan tenaga kerja dan penurunan angka pengangguran di Kabupaten Asahan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Asahan Rianto menegaskan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh upaya pemerintah pusat dalam mempercepat penyerapan tenaga kerja dan menekan tingkat pengangguran terbuka.

Menurut Rianto, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi para lulusan baru saat ini bukan terletak pada kemampuan akademik, melainkan kurangnya pengalaman kerja yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

“Program ini menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan kebutuhan nyata di lapangan. Peserta tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga mendapatkan bekal kompetensi yang dibutuhkan untuk bersaing di dunia kerja,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa peserta program pemagangan akan memperoleh sejumlah fasilitas dan perlindungan, antara lain uang saku yang disesuaikan dengan standar Upah Minimum Kabupaten (UMK) dan ditransfer langsung ke rekening peserta, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan yang mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian, serta kesempatan mendapatkan sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) setelah lulus uji kompetensi.

Kepada para peserta, Rianto berpesan agar memanfaatkan masa pemagangan selama enam bulan dengan sebaik-baiknya untuk menambah pengalaman dan keterampilan kerja.

“Jagalah nama baik daerah, tunjukkan etos kerja yang tinggi, disiplin, jujur, dan serap ilmu sebanyak-banyaknya selama mengikuti program ini,” pesannya.

Rianto juga meminta lembaga mitra yang menjadi lokasi penempatan peserta untuk memberikan pendampingan dan pembinaan secara maksimal agar para peserta mampu berkembang menjadi tenaga kerja yang kompeten, produktif, dan siap bersaing.

Selain itu, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan produktivitas bagi pelaku UMKM. Menurutnya, peningkatan kemampuan manajerial dan pemahaman pasar sangat penting untuk mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

“Melalui pelatihan ini, pelaku UMKM diharapkan semakin mampu mengelola usaha secara profesional, membaca peluang pasar, dan meningkatkan pendapatan usahanya,” kata Rianto.

Pembukaan Program Pemagangan Nasional dan Pelatihan Peningkatan Produktivitas UMKM tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Asahan dalam memperkuat kualitas tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif. ( Sidabutar)

Kontingen Pramuka Muba Pulang dari Jambore Nasional XII, Bawa Semangat dan Pengalaman Baru

0
Jambore Nasional XII

Musi Banyuasin, Sumsel — Perjalanan Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Musi Banyuasin (Muba) menuju Jambore Nasional (Jamnas) XII di Jakarta berlangsung dalam semangat kebersamaan dan penuh kebanggaan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan acara pelepasan unsur kontingen dan peserta Jamnas XII yang digelar di kediaman rumah dinas Bupati Musi Banyuasin, 11 Agustus 2026. Pelepasan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Muba H.M. Toha bersama Wakil Bupati Rohman.

Kehadiran pimpinan daerah dalam pelepasan tersebut menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Muba terhadap generasi muda yang membawa nama daerah dalam salah satu agenda besar Gerakan Pramuka tingkat nasional.

Usai dilepas, rombongan kontingen bertolak menuju Jakarta pada 11 Agustus 2026 untuk mengikuti rangkaian kegiatan Jambore Nasional XII.

Tidak sekadar menjadi ajang pertemuan anggota Pramuka dari berbagai daerah, Jamnas menjadi ruang pembelajaran bagi peserta untuk mengasah kemandirian, kedisiplinan, kepemimpinan, kreativitas, sekaligus memperluas persaudaraan lintas daerah.

Momen pelepasan Kontingen Pramuka Muba

Selama mengikuti kegiatan, kontingen Muba mendapat pendampingan dari sejumlah unsur pembina dan pendamping, yakni Yusnaini, S.Pd.I., Marya Usyra, Turyanti, S.Pd.Gr., Elpi Hendri, dan Pengadilan, S.Ag.

Kehadiran para pendamping tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan peserta mendapatkan arahan dan pendampingan selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan di Jakarta.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan di Jakarta selesai, kontingen Muba dijadwalkan bertolak kembali pada 21 Agustus 2026.

Perjalanan kemudian dilanjutkan hingga rombongan tiba di Sekayu pada 22 Agustus 2026.

Kepulangan tersebut bukan sekadar menandai berakhirnya perjalanan, tetapi juga menjadi momentum membawa pulang berbagai pengalaman, pengetahuan, serta nilai-nilai kepramukaan yang diperoleh selama mengikuti Jamnas XII.

Partisipasi Kontingen Kwarcab Gerakan Pramuka Muba diharapkan mampu memberikan pengalaman positif bagi para peserta untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membangun karakter generasi muda yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki semangat kebersamaan.

Perjalanan dari Muba menuju Jakarta hingga kembali ke Sekayu menjadi catatan tersendiri bagi para peserta. Dari pelepasan di rumah dinas kepala daerah, mengikuti agenda nasional, hingga akhirnya kembali berkumpul dengan keluarga dan masyarakat Muba.

Jambore boleh berakhir, tetapi semangat kepramukaan dan pengalaman yang dibawa pulang diharapkan terus tumbuh menjadi bekal bagi generasi muda Musi Banyuasin.

Suprene