Beranda blog Halaman 53

73 Wali Nagari Padang Pariaman Dilantik, Bupati Tekankan Kerja Nyata dan Inovasi

0
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan 73 Wali Nagari terpilih, hasil Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) serentak tahun 2026 di Hall IKK Parit Malintang, Rabu (26/8/2026).

Padang Pariaman – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan 73 Wali Nagari hasil Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Serentak Tahun 2026 di Hall IKK Parit Malintang, Rabu (26/8/2026). Pelantikan yang dipimpin langsung Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis ini menjadi awal kepemimpinan baru yang diharapkan mampu mempercepat pembangunan dan meningkatkan pelayanan hingga ke tingkat nagari.

‎Pelantikan tersebut disaksikan Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Kepala DPMD Provinsi Sumbar Ir. Yozarwardi Usama Putra, S.Hut., M.Si., IPU, serta dihadiri Forkopimda, Sekretaris Daerah Hendra Aswara, anggota DPRD, kepala OPD, camat, pimpinan instansi vertikal, dan berbagai unsur masyarakat.

‎Pelantikan ini merupakan puncak dari Pilwana Serentak yang sukses digelar pada 27 Juni 2026. Dari proses demokrasi tersebut lahir banyak wajah baru, baik dari kalangan generasi muda maupun mantan perangkat nagari yang mendapat kepercayaan masyarakat. Pilwana kali ini juga mencatat sejarah dengan terpilihnya dua perempuan sebagai Wali Nagari untuk pertama kalinya di Kabupaten Padang Pariaman.

‎Bupati John Kenedy Azis mengucapkan selamat kepada seluruh wali nagari yang baru dilantik sekaligus mengingatkan bahwa amanah masyarakat harus diwujudkan melalui kerja nyata, meski di tengah tantangan berkurangnya alokasi anggaran dari pemerintah pusat ke nagari.

‎”Keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti membangun. Saya minta seluruh wali nagari kreatif, inovatif, serta membangun koordinasi yang kuat dengan camat dan Pemerintah Kabupaten agar setiap program dapat berjalan seirama,” tegas Bupati.

‎Ia juga menyampaikan target Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman untuk terus memperkuat pemerintahan nagari dengan mendorong pemekaran hingga mencapai 150 nagari pada tahun 2027. Saat ini Padang Pariaman memiliki 103 nagari definitif dan 15 nagari persiapan.

‎Sementara itu, Kepala DPMD Provinsi Sumatera Barat Ir. Yozarwardi Usama Putra mengapresiasi pelaksanaan pelantikan serentak yang dinilai lebih efektif dan efisien. Ia mengingatkan para wali nagari bahwa keberhasilan pembangunan di tingkat nagari sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan dalam menjalankan pemerintahan, pembangunan, pembinaan, dan pemberdayaan masyarakat.

‎”Saudara-saudari adalah pemimpin pilihan masyarakat. Jalankan amanah ini dengan integritas, dedikasi, dan semangat melayani agar nagari semakin maju dan masyarakat semakin sejahtera,” pesannya.

‎Pelantikan serentak 73 Wali Nagari diharapkan menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi antara pemerintah nagari, kecamatan, dan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dalam mewujudkan pembangunan yang merata, pelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat, serta nagari yang maju, mandiri, dan sejahtera.

(Andra Sikumbang)

Pemkab Agam Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Pauh Kamang Mudiak 

0
Pemkab Agam Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Pauh Kamang Mudiak 

AGAM — Musibah kebakaran yang menghanguskan rumah warga di Jorong Tanjuang Balau, Nagari Pauh Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, mendapat respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Agam.

Sehari setelah kejadian, bantuan tanggap darurat langsung disalurkan kepada keluarga korban, Rabu (26/8/2026), sebagai bentuk kepedulian pemerintah sekaligus upaya membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak musibah.

Kebakaran terjadi pada Selasa malam (25/8/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. Rumah milik Al Joni (46) dilaporkan hangus terbakar. Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, kebakaran diduga dipicu oleh kompor. Akibat kejadian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian material sekitar Rp70 juta.

Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh Camat Kamang Magek Octa Rianda, didampingi Wali Nagari Pauh Kamang Mudiak Ahmad Latif. Dari jajaran Dinas Sosial Kabupaten Agam, hadir Feri Dunda, Dedi Pratama, dan Fadly Adrian Nefri.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kamang Magek dan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Kamang Magek.

Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako dan paket sandang. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi penopang awal bagi keluarga korban dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran.

Koordinator Tim Dinas Sosial Kabupaten Agam, Feri Dunda, mengatakan penyaluran bantuan merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kondisi darurat.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga yang terkena musibah. Pemerintah daerah akan terus berupaya hadir dan memberikan dukungan kepada masyarakat,” ujar Feri Dunda.

Menurutnya, dalam situasi pascakebakaran, kebutuhan dasar menjadi salah satu perhatian utama. Karena itu, bantuan tanggap darurat diberikan sebagai langkah awal untuk membantu keluarga korban melewati masa sulit.

Di sisi lain, Feri mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan aspek keselamatan di lingkungan rumah. Penggunaan kompor, instalasi listrik, serta berbagai peralatan rumah tangga perlu mendapat perhatian dan dipastikan dalam kondisi aman sebelum penghuni meninggalkan rumah.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati. Sebelum meninggalkan rumah, pastikan semuanya dalam kondisi aman. Kompor dan peralatan listrik harus dipastikan dalam keadaan aman. Kewaspadaan kita bersama sangat penting untuk mencegah kejadian serupa,” imbaunya.

 

Respons cepat Pemkab Agam tersebut memperlihatkan pentingnya kehadiran pemerintah ketika masyarakat berada dalam situasi sulit. Tidak hanya melalui bantuan material, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintahan nagari, TKSK, dan Pendamping PKH menjadi bagian penting dalam memastikan warga terdampak mendapat perhatian dan dukungan.

Bagi keluarga Al Joni, bantuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk kembali menata kehidupan setelah musibah. Sementara bagi masyarakat, kejadian ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap sumber api, khususnya kompor dan peralatan listrik, merupakan bagian penting dalam mencegah kebakaran di lingkungan permukiman. (Daji)

Bareng Wali Kota, Kapolres Sabang Tanam Padi Gogo di Lahan Warga, Dorong Kemandirian Pangan

0
Momen penanaman padi gogo di kawasan Cot Mancang, Kota Sabang, Rabu (26/8/2026). Foto: ist

Sabang — Upaya memperkuat ketahanan pangan di Kota Sabang tidak hanya berhenti pada kebijakan dan program di atas kertas. Pemerintah daerah bersama unsur Forkopimda turun langsung ke lahan pertanian warga untuk mendorong pengembangan komoditas pangan yang sesuai dengan karakteristik wilayah.

Salah satunya melalui penanaman padi gogo di kawasan Cot Mancang, Kota Sabang, Rabu (26/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Sabang AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, S.H., S.I.K., M.H., bersama Wali Kota Sabang dan Kepala Dinas Pertanian Kota Sabang.

Penanaman padi gogo menjadi bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus upaya mendorong pemanfaatan lahan kering milik masyarakat agar lebih produktif.

Padi gogo dipandang memiliki potensi untuk dikembangkan di wilayah yang tidak mengandalkan sistem irigasi persawahan seperti lahan sawah pada umumnya. Karena itu, pengembangannya diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam memperkuat ketersediaan pangan masyarakat Kota Sabang.

Kapolres Sabang AKBP Ahmad Faisal Pasaribu melalui sambungan telepon kepada Kontributor Investigasi.News menegaskan komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah yang berkaitan langsung dengan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, sektor pertanian memiliki posisi strategis karena berkaitan langsung dengan ketersediaan pangan sekaligus ketahanan ekonomi masyarakat.

“Ya, hari ini saya bersama Forkopimda Sabang secara bersama-sama melakukan penanaman padi gogo di lahan kering milik warga setempat. Kegiatan ini sebagai dukungan pemerintah dan Polri dalam mewujudkan Sabang sebagai kota yang mandiri dalam hal ketahanan pangan,” ujar Ahmad Faisal.

Ia menambahkan, keterlibatan aparat bersama pemerintah daerah di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya membangun sinergi sekaligus memberikan dorongan kepada warga untuk mengoptimalkan potensi lahan yang tersedia.

Menurutnya, ketahanan pangan tidak dapat dibangun oleh satu institusi saja. Dibutuhkan kerja bersama antara pemerintah, TNI-Polri, petani dan seluruh elemen masyarakat agar program yang dijalankan dapat memberikan hasil nyata.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap sinergitas antara pemerintah daerah, TNI-Polri dan masyarakat semakin kuat dalam mendukung program ketahanan pangan serta mewujudkan kemandirian pangan di Kota Sabang,” tambahnya.

Penanaman padi gogo di Cot Mancang sekaligus menjadi simbol kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pertanian berbasis potensi lokal. Lahan yang sebelumnya kurang optimal diharapkan dapat dimanfaatkan menjadi sumber produksi pangan yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Langkah tersebut juga diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Pendampingan, pengembangan budidaya serta pemanfaatan hasil produksi menjadi bagian penting agar gerakan ketahanan pangan benar-benar mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Dengan sinergi pemerintah daerah, TNI-Polri dan masyarakat, Kota Sabang diharapkan mampu memperkuat fondasi ketahanan pangannya sendiri sekaligus menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat.

(Herry)

Pemkab Muba Sambut Tim Kementerian PU Survei Lokasi Sekolah Rakyat

0
Pemkab Muba Sambut Tim Kementerian PU Survei Lokasi Sekolah Rakyat. Foto: Diskominfo

Sekayu – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menyambut kedatangan Tim Bersama Survei Rencana Pembangunan Sekolah Rakyat dari Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumatera Selatan Kementerian Pekerjaan Umum, Rabu (26/8/2026).

Tim tersebut diterima Bupati Musi Banyuasin H M Toha Tohet SH yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Muba H Ardiansyah SE MM PhD CMA di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Rumah Dinas Bupati Muba.

Hadir dalam kesempatan tersebut Plt Kepala Dinas Sosial Muba H Deny SH MSi bersama sejumlah perangkat daerah terkait. Sementara dari Tim Bersama Survei hadir Kasatker Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumsel Kementerian PU Ayu Juwita ST MSc IPM, PPK PPS Sumsel Kementerian PU Harasa Ramdhany Pasin ST, serta jajaran tim.

H Ardiansyah menyampaikan selamat datang kepada Tim Bersama Survei yang hadir untuk melihat secara langsung lokasi usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Muba.

“Selamat datang di Kabupaten Musi Banyuasin. Kami menyambut baik kedatangan tim untuk melakukan survei rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Muba,” ujar Ardiansyah.

Kegiatan diawali dengan makan siang bersama sebelum tim melanjutkan agenda survei ke lokasi yang telah ditetapkan sebagai usulan pembangunan Sekolah Rakyat. Lokasi tersebut berada di Jalan arah Kecamatan Plakat Tinggi, Kelurahan Soak Baru, Kecamatan Sekayu.

Menurut Ardiansyah, survei lapangan menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan lokasi yang diusulkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Pemerintah Kabupaten Muba siap memberikan dukungan dan membantu kebutuhan yang diperlukan dalam proses tersebut.

“Kami berharap survei ini berjalan dengan baik sehingga tahapan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Musi Banyuasin dapat segera dilaksanakan,” katanya.

Ia menyebut Sekolah Rakyat merupakan salah satu program strategis pemerintah pusat yang diharapkan dapat memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat. Karena itu, Pemkab Muba menyatakan dukungan terhadap rencana pembangunan tersebut.

“Kami sangat mendukung program ini dan berharap Sekolah Rakyat segera terealisasi. Kehadirannya diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat Musi Banyuasin, khususnya dalam meningkatkan akses dan kesempatan memperoleh pendidikan,” tutur Ardiansyah.

Setelah pertemuan di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Tim Bersama Survei selanjutnya menuju lokasi usulan untuk melakukan peninjauan lapangan sebagai bagian dari rangkaian persiapan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Musi Banyuasin. Herlan

MMC Malang Diluncurkan, Pekerja Migran Harus Berangkat Aman dan Pulang Berdaya

0
Momen MMC Malang Diluncurkan

MALANG — Pemerintah mendorong Malang Raya menjadi salah satu pusat talenta global melalui penguatan ekosistem pekerja migran yang aman, legal, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut ditandai dengan peluncuran Malang Migrant Center (MMC) oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI A. Muhaimin Iskandar di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (26/8/2026) sore.

MMC dirancang bukan sekadar sebagai tempat pelayanan administratif bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI), melainkan menjadi pusat informasi, pendampingan, perlindungan, hingga pemberdayaan yang menghubungkan berbagai layanan sejak sebelum keberangkatan hingga pekerja migran kembali ke tanah air.

Muhaimin menegaskan, negara memiliki tanggung jawab memastikan setiap warga negara yang memilih bekerja di luar negeri mendapatkan persiapan yang menyeluruh dan perlindungan yang utuh.

“Sudah menjadi tanggung jawab negara untuk memastikan setiap warga negara yang memilih bekerja di luar negeri mendapatkan persiapan yang menyeluruh dan perlindungan yang utuh, sejak sebelum keberangkatan hingga kembali ke tanah air. MMC dapat menjadi wadah ekosistem yang utuh dan menjadi referensi pertama seseorang ketika ingin bekerja di luar negeri,” ungkap Muhaimin.

Menurutnya, perubahan geopolitik global, disrupsi teknologi, dinamika pasar kerja dan semakin ketatnya persaingan kerja di luar negeri menuntut calon pekerja migran memiliki kesiapan yang lebih matang.

Karena itu, proses migrasi kerja tidak bisa lagi dipandang sebatas persoalan keberangkatan dan penempatan. Seluruh tahapan harus terhubung dalam satu ekosistem yang mampu memberikan informasi, meningkatkan kompetensi, memberikan perlindungan serta membuka akses penyelesaian masalah ketika pekerja berada di negara tujuan.

“Disrupsi, perubahan cepat, kondisi geopolitik global, persaingan dan peluang-peluang kerja di luar negeri begitu cepat. Karena itu, kita akan terus meningkatkan kolaborasi agar sejak calon pekerja migran, proses persiapan, penempatan hingga pascapekerjaan menjadi satu ekosistem yang menyeluruh,” kata Muhaimin.

MMC hadir sebagai pusat informasi mengenai migrasi kerja yang aman dan legal sekaligus menghubungkan berbagai layanan bagi calon PMI. Layanan tersebut mencakup tahapan prapenempatan hingga purna-penempatan dan terintegrasi dengan Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Kabupaten Malang.

Selama ini, calon PMI harus mengakses berbagai layanan untuk mendapatkan informasi, mengurus dokumen, mengikuti persiapan keterampilan hingga memahami prosedur bekerja di luar negeri. Kehadiran MMC diharapkan membuat alur tersebut menjadi lebih sederhana, jelas dan mudah diakses masyarakat.

Tak hanya calon PMI, keluarga juga dapat memanfaatkan MMC untuk memperoleh informasi dan berkonsultasi sebelum mengambil keputusan bekerja di luar negeri. Langkah ini dinilai penting agar keputusan bekerja ke luar negeri didasarkan pada informasi yang benar dan jalur yang aman serta legal.

Lebih jauh, Muhaimin ingin MMC menjadi titik temu antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga hukum, organisasi pekerja migran hingga berbagai pihak yang memiliki kepentingan terhadap perlindungan PMI.

“Malang Migrant Center ini dijadikan satu pusat yang bisa mengolaborasikan semua pihak, baik pemerintah, nonpemerintah, swasta maupun kampus untuk bersama-sama memfasilitasi para pekerja migran kita,” tegasnya.

Menurut Muhaimin, perlindungan pekerja migran juga tidak boleh menunggu sampai persoalan terjadi. Ancaman eksploitasi, pemutusan hubungan kerja secara sepihak hingga persoalan hukum di negara penempatan harus diantisipasi melalui sistem pendampingan yang kuat.

“Saya siap 24 jam mendorong Malang Migrant Center ini untuk dikolaborasikan dengan pihak-pihak mana pun, termasuk negara lain,” ujarnya.

Ia juga membuka peluang agar MMC membangun jejaring dengan negara-negara tujuan PMI. Jejaring tersebut diperlukan untuk mempercepat penanganan ketika pekerja menghadapi persoalan yang membutuhkan intervensi lintas negara.

“Kalau ada persoalan, apa pun kebutuhannya, termasuk advokasi, kalau Migrant Center tidak punya fasilitas untuk itu, kita tinggal mengoneksikan dengan lawyer atau dengan KBRI,” katanya.

Muhaimin mencontohkan kasus pemutusan hubungan kerja secara sepihak. Menurutnya, pekerja yang mengalami persoalan semacam itu harus memiliki akses yang jelas untuk memperoleh bantuan dan pendampingan.

“Semua masalah yang masuk di sini akan kita atasi. Kalau kaitannya dengan kementerian-kementerian, saya siap menyambungkan. Kalau kaitannya dengan negara penempatan, saya bisa menyambungkan dengan KBRI,” tegasnya.

Selain perlindungan hukum, Muhaimin juga menyoroti pentingnya jaminan sosial bagi pekerja migran. Ia meminta BPJS Ketenagakerjaan memperkuat kolaborasi dengan pihak swasta, baik di dalam negeri maupun negara penempatan, agar perlindungan pekerja migran semakin komprehensif.

“Yang penting pekerja kita diuntungkan. Saya meminta BPJS Ketenagakerjaan berkolaborasi dengan pihak-pihak swasta, baik di dalam negeri maupun di negara penempatan,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Muhaimin memperkenalkan Buku Saku PMI di Jepang, sebuah panduan praktis bagi calon PMI yang akan bekerja di Jepang. Buku tersebut memuat informasi mengenai proses keberangkatan, hak dan kewajiban pekerja serta berbagai hal yang perlu dipersiapkan sebelum menjalani kehidupan dan pekerjaan di Jepang.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran, Leontinus Alpha Edison, menegaskan pentingnya memastikan PMI memperoleh akses layanan secara lengkap, mulai dari persiapan keberangkatan hingga setelah kembali ke Indonesia.

“Pekerja Migran Indonesia adalah talenta global yang membawa pulang pengalaman dan keterampilan berharga. Oleh karena itu, program reintegrasi perlu memberi mereka pilihan untuk terus mengembangkan keterampilan, melanjutkan karier, maupun membangun usaha setelah kembali ke tanah air,” ujar Leontinus.

Pesan tersebut sekaligus memperluas cara pandang terhadap pekerja migran. Mereka tidak semata-mata diposisikan sebagai tenaga kerja yang dikirim ke luar negeri, tetapi juga sebagai talenta yang membawa pulang pengalaman, keterampilan dan jejaring yang dapat memberikan nilai tambah bagi daerah.

Hal itu terlihat dalam peluncuran MMC yang turut menampilkan produk-produk UMKM karya purna-PMI. Produk tersebut menjadi gambaran bahwa pengalaman bekerja di luar negeri dapat dikembangkan menjadi modal untuk membangun usaha setelah kembali ke Indonesia.

Dengan demikian, proses pemberdayaan tidak berhenti ketika PMI pulang. Mereka justru diarahkan agar mampu mengembangkan keterampilan, membangun usaha, menciptakan lapangan kerja dan memperkuat perekonomian keluarga maupun masyarakat.

Bupati Malang HM Sanusi menyambut baik kehadiran MMC. Menurutnya, bekerja ke luar negeri menjadi pilihan yang cukup diminati masyarakat, termasuk warga Kabupaten Malang. Karena itu, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab memastikan seluruh proses migrasi ketenagakerjaan berjalan aman, tertib dan terinformasi.

“Bekerja ke luar negeri merupakan sebuah pilihan yang saat ini cukup diminati oleh masyarakat, termasuk warga Kabupaten Malang. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Malang memiliki komitmen untuk memastikan agar setiap proses migrasi ketenagakerjaan dapat berlangsung secara aman, tertib, terinformasi, terlindungi. Karena itu saya sangat mendukung program MMC ini,” papar Sanusi.

Sanusi berharap MMC tidak hanya fokus pada calon PMI, tetapi juga memberikan perhatian serius kepada purna pekerja migran. Menurutnya, pengalaman dan keterampilan yang diperoleh selama bekerja di luar negeri dapat menjadi modal penting untuk meningkatkan kesejahteraan setelah kembali ke daerah.

“Kami mengapresiasi gagasan Malang Migrant Center ini. Harapannya, para purna migran mendapatkan edukasi dan pembinaan sehingga bisa meningkatkan perekonomian, berdaya dan berprestasi,” ujar Sanusi.

MMC dikembangkan bersama Pemerintah Kabupaten Malang, Universitas Brawijaya, sejumlah mitra pembangunan dan organisasi pekerja migran. Integrasi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu pendekatan yang dapat direplikasi di daerah lain sebagai bagian dari program Perintis Berdaya.

Soft launching MMC turut dihadiri Wakil Bupati Malang Hj. Lathifah Shohib, Wakil Bupati Pasuruan, jajaran Forkopimda Malang Raya, jajaran Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, Rektor Universitas Brawijaya, BPJS Ketenagakerjaan Malang serta pimpinan PJTKI se-Malang Raya.

Kehadiran MMC pada akhirnya diharapkan mampu mengubah pola layanan pekerja migran dari yang terpisah-pisah menjadi sebuah ekosistem yang saling terhubung.

Mulai dari informasi dan persiapan, peningkatan kompetensi, pengurusan dokumen, penempatan, perlindungan selama bekerja, akses advokasi, hingga pemberdayaan setelah kembali ke Indonesia, seluruhnya diarahkan berada dalam satu rangkaian layanan.

Dengan konsep tersebut, Malang Migrant Center bukan sekadar tempat seseorang mencari informasi sebelum berangkat ke luar negeri. MMC diproyeksikan menjadi pintu pertama migrasi kerja yang aman sekaligus jaring pengaman bagi PMI ketika menghadapi persoalan dan jembatan menuju kemandirian setelah kembali ke tanah air.

Guh

Wakil Bupati Asahan Buka Program Pemagangan Nasional 2026 dan Pelatihan Produktivitas UMKM

0
Pelatihan Peningkatan Produktivitas bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). ( Foto: Sidabutar)

ASAHAN – Pemerintah Kabupaten Asahan terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat daya saing pelaku usaha melalui Program Pemagangan Nasional Tahun 2026 serta Pelatihan Peningkatan Produktivitas bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kedua program tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Asahan, Rianto, di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Asahan, Jalan Husni Thamrin, Kelurahan Selawan, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan itu dihadiri sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Asahan, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kisaran, Direktur RSU Catharina 1914, para peserta pelatihan, serta tamu undangan lainnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Asahan, Sutiono, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2026 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 36 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Pemagangan di Dalam Negeri.

Menurutnya, Program Pemagangan Nasional berlangsung selama enam bulan, mulai 10 Agustus 2026 hingga 10 Februari 2027. Program tersebut melibatkan tiga lembaga mitra, yakni BPS Kabupaten Asahan, BPJS Kesehatan Cabang Kisaran, dan RSU Catharina 1914.

“Sebanyak 37 peserta mengikuti program pemagangan. Rinciannya, tiga orang ditempatkan di BPS Asahan, lima orang di BPJS Kesehatan Cabang Kisaran, dan 29 orang di RSU Catharina 1914,” ujar Sutiono.

Selain program pemagangan, Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Asahan juga menggelar Pelatihan Peningkatan Produktivitas bagi pelaku UMKM yang berlangsung pada 26 hingga 29 Agustus 2026 di lingkungan UPTD BLK Kabupaten Asahan. Pelatihan tersebut diikuti 25 peserta dari berbagai sektor usaha.

Sutiono mengatakan, program pemagangan dan pelatihan produktivitas dirancang untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus mendorong pelaku UMKM agar mampu berkembang dan memperluas pasar usahanya.

“Melalui kegiatan ini diharapkan pelaku usaha dapat naik kelas, memiliki daya saing yang lebih baik, memperluas akses pasar, serta berkontribusi terhadap peningkatan penyerapan tenaga kerja dan penurunan angka pengangguran di Kabupaten Asahan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Asahan Rianto menegaskan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh upaya pemerintah pusat dalam mempercepat penyerapan tenaga kerja dan menekan tingkat pengangguran terbuka.

Menurut Rianto, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi para lulusan baru saat ini bukan terletak pada kemampuan akademik, melainkan kurangnya pengalaman kerja yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

“Program ini menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan kebutuhan nyata di lapangan. Peserta tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga mendapatkan bekal kompetensi yang dibutuhkan untuk bersaing di dunia kerja,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa peserta program pemagangan akan memperoleh sejumlah fasilitas dan perlindungan, antara lain uang saku yang disesuaikan dengan standar Upah Minimum Kabupaten (UMK) dan ditransfer langsung ke rekening peserta, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan yang mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian, serta kesempatan mendapatkan sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) setelah lulus uji kompetensi.

Kepada para peserta, Rianto berpesan agar memanfaatkan masa pemagangan selama enam bulan dengan sebaik-baiknya untuk menambah pengalaman dan keterampilan kerja.

“Jagalah nama baik daerah, tunjukkan etos kerja yang tinggi, disiplin, jujur, dan serap ilmu sebanyak-banyaknya selama mengikuti program ini,” pesannya.

Rianto juga meminta lembaga mitra yang menjadi lokasi penempatan peserta untuk memberikan pendampingan dan pembinaan secara maksimal agar para peserta mampu berkembang menjadi tenaga kerja yang kompeten, produktif, dan siap bersaing.

Selain itu, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan produktivitas bagi pelaku UMKM. Menurutnya, peningkatan kemampuan manajerial dan pemahaman pasar sangat penting untuk mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

“Melalui pelatihan ini, pelaku UMKM diharapkan semakin mampu mengelola usaha secara profesional, membaca peluang pasar, dan meningkatkan pendapatan usahanya,” kata Rianto.

Pembukaan Program Pemagangan Nasional dan Pelatihan Peningkatan Produktivitas UMKM tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Asahan dalam memperkuat kualitas tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif. ( Sidabutar)

Kontingen Pramuka Muba Pulang dari Jambore Nasional XII, Bawa Semangat dan Pengalaman Baru

0
Jambore Nasional XII

Musi Banyuasin, Sumsel — Perjalanan Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Musi Banyuasin (Muba) menuju Jambore Nasional (Jamnas) XII di Jakarta berlangsung dalam semangat kebersamaan dan penuh kebanggaan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan acara pelepasan unsur kontingen dan peserta Jamnas XII yang digelar di kediaman rumah dinas Bupati Musi Banyuasin, 11 Agustus 2026. Pelepasan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Muba H.M. Toha bersama Wakil Bupati Rohman.

Kehadiran pimpinan daerah dalam pelepasan tersebut menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Muba terhadap generasi muda yang membawa nama daerah dalam salah satu agenda besar Gerakan Pramuka tingkat nasional.

Usai dilepas, rombongan kontingen bertolak menuju Jakarta pada 11 Agustus 2026 untuk mengikuti rangkaian kegiatan Jambore Nasional XII.

Tidak sekadar menjadi ajang pertemuan anggota Pramuka dari berbagai daerah, Jamnas menjadi ruang pembelajaran bagi peserta untuk mengasah kemandirian, kedisiplinan, kepemimpinan, kreativitas, sekaligus memperluas persaudaraan lintas daerah.

Momen pelepasan Kontingen Pramuka Muba

Selama mengikuti kegiatan, kontingen Muba mendapat pendampingan dari sejumlah unsur pembina dan pendamping, yakni Yusnaini, S.Pd.I., Marya Usyra, Turyanti, S.Pd.Gr., Elpi Hendri, dan Pengadilan, S.Ag.

Kehadiran para pendamping tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan peserta mendapatkan arahan dan pendampingan selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan di Jakarta.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan di Jakarta selesai, kontingen Muba dijadwalkan bertolak kembali pada 21 Agustus 2026.

Perjalanan kemudian dilanjutkan hingga rombongan tiba di Sekayu pada 22 Agustus 2026.

Kepulangan tersebut bukan sekadar menandai berakhirnya perjalanan, tetapi juga menjadi momentum membawa pulang berbagai pengalaman, pengetahuan, serta nilai-nilai kepramukaan yang diperoleh selama mengikuti Jamnas XII.

Partisipasi Kontingen Kwarcab Gerakan Pramuka Muba diharapkan mampu memberikan pengalaman positif bagi para peserta untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membangun karakter generasi muda yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki semangat kebersamaan.

Perjalanan dari Muba menuju Jakarta hingga kembali ke Sekayu menjadi catatan tersendiri bagi para peserta. Dari pelepasan di rumah dinas kepala daerah, mengikuti agenda nasional, hingga akhirnya kembali berkumpul dengan keluarga dan masyarakat Muba.

Jambore boleh berakhir, tetapi semangat kepramukaan dan pengalaman yang dibawa pulang diharapkan terus tumbuh menjadi bekal bagi generasi muda Musi Banyuasin.

Suprene

Konfirmasi Dugaan Penampungan Kayu Pacakan Masyarakat di Jalan Minyak, MH Bungkam

0
Yerri Basri Mak, Ketua LSM Wgab

SORONG, Papua Barat Daya — Pemberitaan mengenai dugaan penampungan kayu pacakan masyarakat di Jalan Minyak, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, mendapat respons dari pengusaha berinisial MH.

Respons tersebut disampaikan MH kepada Ketua LSM WGAB, Yerri Basri Mak, setelah pemberitaan sebelumnya berjudul “LSM WGAB Desak Polda dan Gakkum Tindak Penampungan Kayu Merbau” diterbitkan.

Dalam pesan WhatsApp kepada Yerri, MH menyampaikan permintaan maaf. “Saya minta maaf, kondisi benar-benar hancur,” tulis MH.

Dalam pesan berikutnya, MH menyampaikan bahwa suaranya sedang habis dan dirinya mengalami batuk. Keterangan tersebut disampaikan setelah Yerri berupaya menghubunginya melalui telepon.

Namun, respons MH kepada Yerri tersebut belum menjawab substansi persoalan yang dipertanyakan terkait dugaan penampungan kayu pacakan masyarakat.

Pertanyaan yang disampaikan berkaitan dengan asal-usul kayu yang diduga ditampung di Jalan Minyak, legalitas kayu pacakan masyarakat, serta dokumen atau dasar yang digunakan dalam penerimaan dan penampungan kayu tersebut.

Atas belum terjawabnya substansi tersebut, Yerri Basri Mak kembali mendesak Polda Papua Barat Daya untuk menindaklanjuti informasi tersebut melalui verifikasi dan pemeriksaan di lapangan.

Yerri meminta aparat memastikan asal-usul dan legalitas kayu yang berada di lokasi. Apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran, ia meminta agar persoalan tersebut diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Menurut Yerri, pemeriksaan diperlukan untuk memberikan kepastian mengenai asal-usul dan legalitas kayu serta menjawab pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, MH diduga masih bungkam terhadap konfirmasi yang telah dilayangkan media ini terkait dugaan penampungan kayu pacakan masyarakat di Jalan Minyak.

MH belum memberikan tanggapan langsung kepada media ini atas pertanyaan yang disampaikan untuk mengklarifikasi asal-usul dan legalitas kayu tersebut.

Adapun respons yang sebelumnya disampaikan MH hanya melalui pesan WhatsApp kepada Yerri Basri Mak selaku Ketua LSM WGAB, bukan kepada media ini. Pesan tersebut berisi keterangan mengenai kondisi yang disampaikan MH serta kondisi kesehatannya, namun belum menjawab substansi pertanyaan mengenai asal-usul dan legalitas kayu.

Atas dugaan tersebut, media ini tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi MH untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab, termasuk menyampaikan dokumen atau keterangan yang dapat menjelaskan asal-usul serta legalitas kayu yang dimaksud.

Hingga berita ini diterbitkan, media ini masih berupaya memperoleh konfirmasi dari MH dan pihak terkait lainnya guna memastikan informasi tersebut secara utuh, akurat, dan berimbang. (Jhon)

13.247 KPM Di Sibolga Terima Bantuan Beras 30 Kg, Wali Kota: Gratis Tanpa Pungutan

0
Wali Kota Sibolga, Ahmad Syukri Nazry Penarik saat memberikan bantuan beras kepada perwakilan KPM di Kantor Kelurahan Aek Muara Pinang, Sibolga pada Rabu (26/8/2026)

SIBOLGA, INVESTIGASI.NEWS — Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, menghadiri penyaluran bantuan pangan dari Pemerintah Pusat alokasi Juli – September 2026 di Kantor Kelurahan Aek Muara Pinang, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga, Rabu (26/08/2026).

Penyaluran bantuan pangan ini merupakan program Pemerintah Pusat melalui Badan Pangan Nasional Bapanas dan Perum BULOG. Tujuannya menjaga stabilitas harga pangan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, khususnya Keluarga Penerima Manfaat KPM.

BANTUAN BERAS 30Kg UNTUK 3 BULAN.
Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan bantuan pangan berupa beras tersebut merupakan bentuk perhatian Pemerintah kepada masyarakat.

“Dengan kecintaan Bapak Presiden RI Prabowo Subianto kepada kita, warga Kota Sibolga, sehingga hari ini kita menyalurkan bantuan dari Bapak Presiden berupa beras. Saya pastikan tidak ada kutipan apa pun dan bantuan ini gratis,” ujar Wali Kota.

Lebih lanjut, Wali Kota menyebut bantuan mencakup alokasi bulan Juli, Agustus, dan September 2026. Ia berharap bantuan dapat disalurkan tepat sasaran dan meringankan beban masyarakat di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.

“Hari ini kita laksanakan launching penyaluran bantuan pangan untuk alokasi bulan Juli, Agustus, dan September 2026. Saya berharap bantuan ini benar-benar meringankan beban masyarakat Kota Sibolga,” ungkapnya.

3.247 KPM TERIMA TOTAL 397.410 Kg Beras.
Wali Kota juga menjelaskan data penerima berasal dari Pemerintah Pusat yang kemudian disampaikan kepada BULOG. Sementara Pemerintah Kota Sibolga berperan memfasilitasi proses penyaluran kepada KPM di wilayah Kota Sibolga.

Ia berpesan agar proses penyaluran dilakukan secara tertib, transparan, dan akuntabel. Sinergi antara Pemko Sibolga, BULOG, Dinas Sosial, camat, lurah, hingga kepala lingkungan dinilai penting agar bantuan sampai ke yang berhak.

Sementara itu, Kepala BULOG Kota Sibolga, Muhammad Bagus Aminullah, menyampaikan jumlah Penerima Bantuan Pangan PBP periode Juli–September 2026 di Kota Sibolga sebanyak 13.247 KPM.

“Total bantuan beras yang dialokasikan mencapai 397.410 kilogram. Setiap KPM menerima 30 kilogram beras untuk alokasi tiga bulan,” jelas Bagus.

Dengan dilaksanakannya launching ini, Pemko Sibolga berharap penyaluran berjalan lancar, tertib, dan tepat sasaran, serta membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kota Sibolga Drs. Herman Suwito, M.M., unsur Forkopimda, para Kepala OPD, camat, lurah se-Kota Sibolga, serta keluarga penerima manfaat.

(wr warasi)

Respons Cepat, BPBD Pidie Jaya Kerahkan Dua Damkar Padamkan Kebakaran di Tanah Wakaf Masjid

0
Plt. Kalak BPBD Pidie Jaya, Okta Handipa, bersama personel pemadam kebakaran saat penanganan kebakaran lahan di tanah wakaf Masjid Hasan-Husen, Dusun Lampoh Kawat, Gampong Meue, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya. Dua unit Damkar dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api agar tidak meluas. Foto: Herry/Investigasi.news

 

PIDIE JAYA, Investigasi.news – Respons cepat ditunjukkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie Jaya dalam menangani kebakaran lahan. Dua unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) bersama personel langsung dikerahkan ke lokasi setelah menerima laporan warga terkait kebakaran lahan tanah wakaf Masjid Hasan-Husen di Dusun Lampoh Kawat, Gampong Meue, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Rabu (26/8/2026) malam.

Petugas BPBD, dengan dukungan personel kepolisian dan masyarakat setempat, berhasil mengendalikan kobaran api sebelum merambat ke lahan di sekitarnya.

Plt. Kepala BPBD Kabupaten Pidie Jaya, Okta Handipa, saat dikonfirmasi Investigasi.news melalui sambungan telepon mengatakan, laporan kebakaran pertama kali diterima petugas piket dari masyarakat.

“Begitu mendapat laporan warga, petugas langsung menginformasikan kepada saya. Kami segera menerjunkan dua unit Damkar beserta personel pemadam ke lokasi. Alhamdulillah, dengan bantuan kepolisian dan warga, api berhasil dipadamkan sehingga tidak sampai menyebar ke lahan di sekitarnya,” ujar Okta.

Okta menjelaskan, kobaran api pertama kali diketahui sekitar pukul 22.00 WIB. Seorang warga melihat api membesar di sekitar tumpukan sampah plastik yang berada tidak jauh dari lahan tersebut.

Dari informasi awal di lapangan, api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang kemudian merambat dan membakar lahan kosong yang merupakan tanah wakaf Masjid Hasan-Husen.

Beruntung, laporan masyarakat diterima dengan cepat sehingga petugas dapat segera melakukan pemadaman. Kecepatan penanganan menjadi faktor penting untuk mencegah api meluas, terlebih kondisi lahan yang relatif mudah terbakar di tengah musim kemarau.

BPBD Ingatkan Warga Jangan Lalai

Atas kejadian tersebut, Okta mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan, terlebih tanpa pengawasan.

Ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mengedepankan pencegahan dini, terutama selama musim kemarau yang membuat potensi kebakaran lahan semakin tinggi.

“Saya mengajak masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, apalagi jika pembakaran tidak diawasi. Mari kita bersama-sama melakukan pencegahan dini dengan tidak melakukan hal-hal yang dapat memicu kebakaran. Saat ini musim kemarau, sehingga potensi terjadinya kebakaran cukup tinggi,” tegasnya.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa kebakaran lahan dapat bermula dari aktivitas sederhana yang dilakukan tanpa pengawasan. Karena itu, kewaspadaan masyarakat dan respons cepat petugas menjadi dua mata rantai penting dalam mencegah kebakaran berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

(Herry)