Nilai Tinggi Peserta Seleksi PPPK Disunat, Sejumlah Aktivis Taliabu Gelar Aksi Bakar Lilin

Taliabu, Investigasi.news – Sejumlah Aktivis yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Taliabu menggelar aksi simbolik pembakaran 1000 lilin yang bertempat di Depan Kantor Badan Kepegawaian Dan Pengembangan SDM Aparatur (BKPSDMA) Kab. Pulau Taliabu, Maluku Utara, tepatnya pada malam pisah sambut tahun baru (31/12/2023) pukul 20 : 30 wit.

Aksi pembakaran lilin yang berlangsung di halaman eks Kantor Bupati Taliabu itu, sebagai bentuk protes terhadap Pemerintah Daerah Kab. Pulau Taliabu, dalam hal ini BKPSDMA, mereka menyalakan lilin seraya membawa banner dengan bertuliskan ” batalkan hasil seleksi P3K, SKTT tidak adil, hapus SKTT, seleksi P3K wajib sesuai hasil, dan Kualitas Guru hanya lumpur bagi BKD
( BKPSDMA – red ) ”

Aksi protes tersebut terkait perekrutan dan pengumuman hasil seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang di anggap curang dan tidak transparansi baik dari perekrutan hingga pengumuman hasil seleksi, mereka juga menilai perekrutan tersebut menggunakan sistim ” orang dalam ”

Tidak hanya Aktivis, terpantau sebagian yang hadir dalam aksi pembakaran lilin itu, juga ada beberapa peserta seleksi PPPK yang gagal ( tidak lulus ) akibat pemotongan nilai yang diduga dilakukan oleh BKPSDMA Taliabu.

Diketahui, sejumlah peserta seleksi PPPK yang gagal, memiliki nilai tinggi yang tercatat dalam Sertifikat Seleksi Kompetensi PPPK yang dikeluarkan oleh Badan Kepegawaian Negara ( BKN ), namun pada akhirnya berbeda dengan nilai yang dikeluarkan oleh BKPSDMA Taliabu, nilai tersebut malah dikurangi
( disunat ) kuat dugaan ada konspirasi jahat di balik semua ini.

Koordinator aksi, Tawallani Djafarudin SH., MH, yang kerap di sapa bung Lani mengatakan, pihaknya akan terus mengawal dan menuntut BKPSDMA terkait keterbukaan informasi pengurangan nilai yang dialami oleh sejumlah peserta seleksi PPPK. Dia juga menambahkan, pemasangan 1000 lilin ini bukan hanya untuk sekedar menerangi, namun juga sebagai bentuk renungan dan menaruh harapan agar kiranya setiap pemangku kebijakan dapat mengambil keputusan dengan benar dan adil, sebagai mana yang tertuang dalam Pancasila, sila ke-5 ” Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia “.

” Gerakan aksi pembakaran 1000 lilin ini melambangkan api dan cahaya kebenaran, kemudian juga sebagai simbol peringatan dan kode peringatan terhadap pejabat pengambil keputusan agar dapat mengambil keputusan dengan adil dan sebenar – benarnya, jangan sewenang – wenang, itu sangat tidak dibolehkan, dan ini adalah aksi perdana ( jilid I ) kemudian akan berlanjut jilid berikutnya hingga tuntutan kami dipenuhi, dan ingat ini adalah api perlawanan kepada pejabat pengambil keputusan yang berbuat sewenang wenang, sekali lagi saya sampaikan perlawanan kami sudah dimulai “, tegasnya.

( Y. Tabaika )

IKLAN HPN

Related Articles

Iklan hpn
Iklan HPN
Iklan hpn
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

Latest Articles