Beranda blog Halaman 41

Wawako Solok dengan Seluruh ASN Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448H / 2026

0
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Agung Al Muhsinin Kota Solok. ( Foto: Wahyu)

KOTA SOLOK, investigasi.news- Wakil Wali Kota Solok H. Suryadi Nurdal hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Agung Al Muhsinin Kota Solok, Jum’at (28/08/2026).

Wakil Wali Kota Solok H. Suryadi Nurdal dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bukan sekadar kegiatan seremonial yang kita laksanakan setiap tahun. Maulid merupakan momentum bagi kita untuk kembali mengenang perjalanan hidup Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam sekaligus mengambil hikmah dan keteladanan dari pribadi beliau.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam adalah sosok yang menjadi teladan dalam seluruh aspek kehidupan. Beliau adalah pemimpin yang amanah, pribadi yang jujur, penyayang, adil, rendah hati, serta senantiasa mengutamakan kemaslahatan umat.

Dalam konteks kehidupan kita sebagai masyarakat dan pemerintah daerah, keteladanan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam sangat relevan untuk kita jadikan pedoman. Rasulullah mengajarkan kepada kita arti penting kejujuran, amanah, keadilan, kepedulian, persaudaraan, dan pelayanan kepada masyarakat.

Nilai-nilai tersebut hendaknya tidak hanya kita dengarkan dalam setiap peringatan Maulid, tetapi benar-benar kita implementasikan dalam kehidupan. “Sebut Wawako

“Bagi jajaran Pemerintah Kota Solok, keteladanan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam menjadi pengingat bahwa jabatan dan kewenangan pada hakikatnya adalah amanah yang akan dipertanggungjawabkan, bukan hanya kepada masyarakat, tetapi juga kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Karena itu, mari kita terus membangun pemerintahan yang bekerja dengan penuh keikhlasan, kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian kepada masyarakat,” ucap Wawako.

Salah satu hal penting yang dapat diteladani dari Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam adalah bagaimana beliau membangun masyarakat melalui keteladanan akhlak. Karena itu, pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari pembangunan fisik, pertumbuhan ekonomi, maupun berbagai indikator pembangunan lainnya. Pembangunan juga harus menghadirkan manusia-manusia yang berkarakter, berakhlak, memiliki kepedulian sosial, serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.

Secara khusus, Wawako Suryadi menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Ustadz DR. Hidayatullah Al Faruq, Lc, MA, yang telah berkenan hadir dan memberikan tausiyah serta pencerahan kepada kita semua. Beliau berharap ilmu, nasihat, dan hikmah yang disampaikan dapat menjadi bekal untuk semakin mencintai Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.( Wahyu)

Kantah Kota Solok Gelar Perpisahan Pegawai

0
Kantah Kota Solok Gelar Perpisahan Pegawai. ( Foto: Wahyu)

Kota Solok-nvestigasi.news- Kantor Pertanahan Kota Solok kini menjadi lembaran kenangan yang tak tergantikan. Suka, duka, dedikasi, dan tawa yang kita lalui bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat bukan sekadar rutinitas pekerjaan, melainkan sebuah jalinan kekeluargaan yang telah mengakar kuat di hati kita semua.

Perpisahan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan dan amanah baru yang lebih besar. Langkah kaki mungkin harus berpindah ke tempat tugas yang baru demi melanjutkan pengabdian kepada negeri, namun integritas, ketulusan, dan kebaikan yang telah ditanamkan di Kantor Pertanahan Kota Solok akan senantiasa hidup dan menjadi warisan semangat bagi kami yang melanjutkan perjuangan di sini.

Semoga kepercayaan yang diberikan menjadi jalan untuk terus berkarya, membawa kemajuan, serta memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat dan institusi. Semoga senantiasa diberikan kemudahan, kekuatan, kebijaksanaan, dan keberkahan dalam menjalankan amanah tersebut.

Terima kasih atas seluruh keringat, ilmu, dedikasi, dan pengabdian tulus yang telah dicurahkan selama bersama Kantor Pertanahan Kota Solok. Doa kami menyertai setiap langkah dan perjalanan baru Bapak/Ibu. Semoga sukses, penuh keberkahan, dan senantiasa berada dalam LindunganNya. ( Wahyu)

Bupati Solok Jon Firman Pandu Dorong Rp54,78 Miliar untuk Bangkitkan Pertanian Kabupaten Solok Pascabencana

0

AROSUKA – Bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Solok pada 2025 sempat menghantam sektor pertanian. Sawah terdampak, lahan membutuhkan pemulihan, sementara irigasi dan akses menuju kawasan pertanian harus segera diperbaiki.

Bencana tidak membuat sektor pertanian berhenti. Di bawah kepemimpinan Bupati Solok Jon Firman Pandu Pemerintah Kabupaten Solok mendorong berbagai program pemulihan sekaligus penguatan pertanian melalui sinergi dengan pemerintah pusat.

Total dukungan anggaran yang diarahkan untuk sektor pertanian mencapai Rp54,78 miliar dari APBN, DAK Fisik dan APBD Kabupaten Solok.

Anggaran tersebut bukan sekadar angka. Di dalamnya terdapat program yang langsung menyentuh kebutuhan petani, mulai dari pemulihan sawah terdampak bencana, optimalisasi ribuan hektare lahan, pembangunan irigasi, jalan usaha tani hingga fasilitas pascapanen.

Ribuan Hektare Lahan Dipulihkan dan Dioptimalkan, Salah satu program utama adalah optimasi lahan sawah terdampak bencana seluas 1.247 hektare dengan dukungan APBN sebesar Rp5,73 miliar.Selain itu, 253 hektare lahan sawah direhabilitasi dengan anggaran Rp3,41 miliar.

Tak berhenti di sana, Pemerintah Kabupaten Solok juga mendapatkan dukungan APBN sebesar Rp23,39 miliar untuk optimasi lahan nonrawa seluas 5.086 hektare.

Program tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memperkuat ketahanan sektor pertanian Kabupaten Solok.

Irigasi Diperkuat, Jalan Usaha Tani Dibangun. Pemulihan pertanian tidak akan maksimal tanpa ketersediaan air dan akses yang memadai.

Karena itu, berbagai infrastruktur irigasi juga diperkuat. Di antaranya 15 unit operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi tersier, 33 unit irigasi perpipaan, serta 24 unit irigasi perpompaan dengan total dukungan APBN mencapai miliaran rupiah.

Dari APBD Kabupaten Solok, juga dialokasikan anggaran untuk 10 unit pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi usaha tani sebesar Rp1,07 miliar.

Sementara untuk membuka dan memperlancar akses petani menuju lahan, sebanyak 52 unit jalan usaha tani dibangun dan direhabilitasi dengan anggaran Rp6,30 miliar dari APBD Kabupaten Solok.

Jalan usaha tani tersebut penting untuk memudahkan petani membawa sarana produksi sekaligus mengangkut hasil panen.Tak Hanya Menanam, Hasil Panen Juga Diperhatikan, Penguatan pertanian juga diarahkan hingga tahap pascapanen.

Melalui DAK Fisik, dibangun bangsal pascapanen bawang merah beserta sarana pendukung dengan anggaran Rp2,31 miliar. Kemudian bangsal pascapanen cabai beserta sarana pendukung dengan anggaran Rp4,17 miliar.

Langkah ini menunjukkan bahwa perhatian pemerintah tidak hanya berhenti pada produksi. Hasil pertanian juga perlu mendapatkan dukungan agar lebih mudah ditangani dan memiliki nilai ekonomi yang lebih baik.

Selain itu, pengembangan komoditas kentang seluas 3 hektare juga mendapat dukungan APBD sebesar Rp94,95 juta.

Jika dirangkum, dukungan anggaran sektor pertanian tersebut mencapai Rp54.787.872.924.

Anggaran itu diarahkan untuk: Pemulihan sawah terdampak bencana 1.247 hektare, Rehabilitasi sawah 253 hektare, Optimasi lahan nonrawa 5.086 hektare, Penguatan berbagai jaringan irigasi, Pembangunan dan rehabilitasi 52 jalan usaha tani, Pembangunan fasilitas pascapanen bawang merah dan cabai, Pengembangan komoditas kentang

Di baliknya ada harapan agar sawah kembali produktif, air kembali mengalir, akses pertanian semakin mudah dan hasil panen semakin mendapat dukungan.

Bagi Bupati Jon Firman Pandu , tantangan pascabencana menjadi momentum untuk mempercepat pembangunan, bukan alasan untuk berhenti.

Sinergi dengan pemerintah pusat menjadi bagian penting dalam menghadirkan program yang dibutuhkan masyarakat. Sementara APBD diarahkan untuk memperkuat pembangunan yang menyentuh langsung kawasan pertanian.

Pesannya sederhana: ketika petani menghadapi kesulitan, pemerintah harus hadir membawa solusi, dari sawah yang terdampak, harapan kembali ditumbuhkan, dari irigasi yang diperkuat, produksi diharapkan meningkat, dari jalan usaha tani yang dibangun, akses petani semakin terbuka , dan dari fasilitas pascapanen, hasil pertanian diharapkan memiliki nilai tambah.

Jon Firman Pandu ingin memastikan pembangunan tidak hanya terlihat di pusat pemerintahan, tetapi benar-benar sampai ke sawah, ladang dan kehidupan masyarakat. Bencana boleh meninggalkan kerusakan. Namun, pembangunan harus menghadirkan harapan.

Bergerak Memulihkan, Bekerja Menguatkan, Membangun untuk Rakyat Kabupaten Solok.**Wahyu

LBH TOHO-TNR Terima Kuasa Dari Asril Gea Korban Pengeroroyakan Jadi Tersangka

0
Foto bersama Asril Gea dan Tim Kuasa Hukum LBH TOHO-TNR Nias Selatan (Foto: Abdul)

Nias Selatan — Perkara dugaan tindak pidana kekerasan atau penganiayaan yang terjadi di Jalan Sudirman, Kelurahan Pasar Telukdalam, Kabupaten Nias Selatan, dan sempat viral di media sosial pada 5 Juni 2026, dengan korban Asril Gea, kini memasuki tahapan proses hukum dan menjadi perhatian publik.

Perkara tersebut bermula ketika Asril Gea menceritakan kepada Tim LBH TOHO-TNR bahwa dirinya sedang membersihkan dan menyiram kotoran dari kandang ayam serta bunga di halaman rumahnya sendiri. Saat itu, terduga pelaku Ama Caca Gea dan Ina Caca, yang merupakan tetangganya, menegur Asril dengan nada marah.

“Oi, Pak, baguslah cara membersihkan dan menyiram kotoran ayam itu. Nanti banjir jalan,” ujar Asril Gea, menirukan teguran Ama Caca.

Teguran tersebut kemudian berujung pada cekcok mulut. Tidak berselang lama, Ama Caca bersama istrinya, Ina Caca, disebut mendatangi Asril Gea. Menurut keterangan Asril, keduanya kemudian mendorong dan memukul dirinya hingga ke dalam rumahnya sendiri.

Atas kejadian tersebut, Asril Gea membuat laporan ke Polres Nias Selatan. Dalam proses hukum yang berjalan, Ama Caca dan Ina Caca kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

Namun, perkara tersebut berkembang menjadi persoalan hukum dua arah. Asril Gea juga dilaporkan oleh Ama Caca dan Ina Caca ke Polres Nias Selatan.

Ironisnya, Asril Gea yang mengaku sebagai korban dalam peristiwa tersebut juga ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik.

Setelah menerima surat penetapan dirinya sebagai tersangka, Asril Gea kemudian mendatangi Kantor Lembaga Bantuan Hukum Tegas, Objektif, Humanis, Optimis Tano Raya (LBH TOHO-TNR) di Jalan Imam Bonjol, Telukdalam, Nias Selatan, untuk meminta pendampingan hukum.

Kini, LBH TOHO-TNR yang diketuai Reminisir, S.H., bersama tim kuasa hukum lainnya menyatakan siap memberikan pendampingan hukum kepada Asril Gea. Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan proses hukum berjalan secara objektif serta mengungkap fakta dan kebenaran berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.

Komitmen pendampingan hukum tersebut dituangkan dalam Surat Kuasa Khusus LBH TOHO-TNR tertanggal 28 Agustus 2026.

(Abdul)

Menembus Batas Global di Usia 48 Tahun: ITS Mandala Jember Kukuhkan Eksistensi dengan Kelas Internasional dan Ekspansi Jurusan Baru

0
Rektor Institut Teknologi dan Sains Mandala (ITS Mandala) Jember, Prof. Dr. Suwignyo Widagdo, S.E., M.M., M.P. Saat Memberikan Sambutan di Acara Dies Natalis ke-48

Jember, Investigasi.news- Institut Teknologi dan Sains (ITS) Mandala terus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kampus tertua yang progresif di kawasan Tapal Kuda. Memasuki usia ke-48 tahun, kampus ini tidak hanya kokoh bertahan, tetapi terus bertumbuh pesat menjawab tantangan zaman melalui berbagai inovasi akademik global.

Rektor ITS Mandala, Prof. Dr. Suwignyo Widagdo, S.E., M.M., M.P., mengungkapkan bahwa saat ini kampus yang dipimpinnya telah resmi membuka Kelas Internasional. Langkah strategis ini langsung mendapat sambutan positif dari berbagai negara.

“Saat ini sudah ada 24 mahasiswa asing yang menempuh studi S1 dan S2 di ITS Mandala. Mereka berasal dari Timor-Leste, Thailand, Afghanistan, Nigeria, hingga Afrika Selatan,” ujar Prof. Suwignyo.

Untuk mendukung ekosistem global ini, ITS Mandala telah menyiapkan barisan dosen kompeten yang mahir berkomunikasi penuh dalam bahasa Inggris. Kesiapan ini menjamin kualitas transfer ilmu berjalan optimal bagi mahasiswa lokal maupun mancanegara.

Selain itu, Kualitas pendidikan di ITS Mandala juga terbukti dari rekam jejak alumninya. Lulusan kampus ini dikenal sangat mudah terserap oleh dunia kerja. Tidak hanya di sektor swasta, banyak alumni ITS Mandala yang sukses mengambil peran strategis di sektor publik, termasuk menjadi pejabat di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Jember.

Saat ini, ITS Mandala memiliki kurang lebih 7 pilihan jurusan yang adaptif dengan kebutuhan industri. Namun, pertumbuhan tidak berhenti di sini. Demi menjawab tantangan masa depan, pihak rektorat sudah merancang ekspansi akademik yang besar.

“Untuk pengembangan ke depan, kami berencana membuka dua jurusan baru yang sangat strategis, yaitu D4 Teknologi Rekayasa Produksi Pangan dan Program Doktor (S3) Manajemen,” tambah Prof. Suwignyo.

Lewat kombinasi pengalaman hampir setengah abad, jaringan internasional, dan rencana pembukaan program S3, ITS Mandala Jember semakin mengukuhkan posisinya sebagai pilar pendidikan tinggi yang progresif di Jawa Timur.

Dana Bencana Rawan Digerogoti: KPK, BPK, dan APIP Diminta Awasi Pengelolaan Rp200 Miliar Gempa Flores

0
KPK, BPK, dan APIP Diminta Mengawasi Pengelolaan Dana Bantuan Gempa Flores Rp200 Miliar.

Manggarai, Investigasi.News — Penyaluran dana bantuan penanganan gempa bumi senilai Rp200 miliar untuk wilayah terdampak di Pulau Flores dibayangi kekhawatiran terhadap potensi penyalahgunaan anggaran.

Kekhawatiran tersebut mendorong Lembaga Pengkaji Peneliti Demokrasi Masyarakat (LPPDM) Nusa Tenggara Timur mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) melakukan pengawasan secara berlapis sejak awal pengelolaan dana hingga realisasinya di tengah masyarakat.

Ketua LPPDM NTT, Marsel Ahang, S.H., menegaskan bahwa pengawasan diperlukan untuk memastikan dana yang dialokasikan pemerintah benar-benar digunakan sesuai peruntukan dan diterima oleh masyarakat yang terdampak bencana.

Menurut Marsel, pengawasan tidak boleh dilakukan setelah muncul persoalan. Langkah preventif dinilai penting untuk menutup ruang terjadinya penyalahgunaan kewenangan maupun anggaran dalam proses penanganan bencana.

“Pengawasan tidak boleh menunggu sampai terjadi penyelewengan atau laporan tindak pidana. KPK, BPK, dan APIP harus hadir melakukan tindakan preventif sejak tahap pencairan hingga realisasi di tingkat masyarakat,” tegas Marsel.

Dana sebesar Rp200 miliar tersebut bersumber dari anggaran pemerintah pusat. Dari total tersebut, Rp40 miliar dialokasikan untuk dikelola Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, sedangkan Rp160 miliar lainnya dialokasikan kepada delapan kabupaten terdampak di Pulau Flores, masing-masing sebesar Rp20 miliar.

Delapan kabupaten tersebut yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, dan Flores Timur.

Keputusan pengucuran anggaran tersebut disepakati dalam rapat penanganan bencana yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Posko Penanganan Gempa Bumi Yonif TP 834/WM, Kabupaten Nagekeo, pada 26 Agustus 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNPB Letjen Suharyanto mengonfirmasi bahwa dana sebesar Rp20 miliar telah diterima oleh masing-masing pemerintah kabupaten terdampak.

Untuk mengikis krisis kepercayaan publik, LPPDM NTT meminta seluruh pemerintah daerah terkait membuka informasi pengelolaan dana tersebut secara transparan.

Informasi mengenai rincian alokasi anggaran, program atau kegiatan yang dibiayai, penerima manfaat, hingga realisasi penggunaan dana dinilai perlu disampaikan secara terbuka dan berkala kepada masyarakat.

LPPDM NTT juga menyatakan siap melakukan pemantauan terhadap implementasi penggunaan dana bantuan tersebut di lapangan. Apabila ditemukan indikasi penyimpangan, LPPDM menyatakan tidak akan ragu menyerahkan bukti dan informasi kepada aparat penegak hukum sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Pengawasan tersebut dinilai penting agar dana bantuan bencana tidak hanya tercatat dalam laporan administrasi, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang rumah, fasilitas umum, maupun sumber penghidupannya terdampak gempa.

Publik pun berharap penanganan bencana gempa Flores menjadi momentum untuk membangun tata kelola bantuan yang transparan, akuntabel, tepat sasaran, serta sepenuhnya berpihak pada pemulihan masyarakat terdampak.

(Severinus T. Laga)

Tiga Tahun Dianggarkan, Bangunan Tetap Lapuk: Ada Apa dengan Dana Perawatan SDN 26 Talang Kelapa?

0
Kondisi bangunan SDN 26 Talang Kelapa, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, yang tampak mengalami kerusakan pada bagian lisplank dan dinding. Kondisi tersebut menjadi sorotan di tengah informasi dugaan anggaran pemeliharaan yang telah direncanakan selama tiga tahun berturut-turut. (Foto: M.Budy)

Lisplank Lapuk, Dinding Mengelupas, Ancaman Keselamatan Mengintai—Kepala Sekolah Bungkam Saat Dikonfirmasi

Talang Kelapa, Investigasi.News — Ada yang janggal di balik kondisi memprihatinkan SDN 26 Talang Kelapa, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Ketika kerusakan bangunan sekolah terus terlihat nyata di depan mata, muncul informasi bahwa anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah disebut telah dicantumkan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) selama tiga tahun berturut-turut.

Namun, hingga kini, sejumlah bagian bangunan yang mengalami kerusakan justru masih dibiarkan. Lisplank lapuk dan berlubang, sebagian terlepas hingga menggantung, sementara cat dinding mengelupas, lembap dan dipenuhi bekas rembesan air.

Pertanyaan besarnya sederhana: jika anggaran perawatan memang telah direncanakan setiap tahun, mengapa kerusakan tersebut seolah tidak pernah tersentuh perawatan?

Kondisi ini bukan sekadar persoalan tampilan bangunan. Lisplank yang rusak dan bagian bangunan yang terpapar rembesan air berpotensi menimbulkan persoalan keselamatan bagi siswa, guru, maupun warga yang beraktivitas di lingkungan sekolah.

Ironisnya, ketika kondisi fisik sekolah membutuhkan perhatian, informasi mengenai realisasi anggaran pemeliharaan justru belum terang. Apakah anggaran tersebut benar-benar direalisasikan? Jika tidak, apa alasannya? Dan jika telah dicairkan, ke mana penggunaannya?

Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi bangunan yang membutuhkan penanganan. Pada sejumlah bagian, material lisplank tampak mengalami pelapukan dan kerusakan. Beberapa bagian bahkan terlihat tidak lagi kokoh.

Pada sisi lainnya, permukaan dinding tampak mengalami pengelupasan cat secara luas. Bekas lembap dan rembesan air juga terlihat pada beberapa bagian bangunan.

Kondisi tersebut menjadi semakin serius apabila benar bahwa pemeliharaan bangunan telah masuk dalam perencanaan anggaran sekolah selama tiga tahun terakhir.

Sebab, RKAS bukan sekadar dokumen administratif. Di dalamnya terdapat perencanaan penggunaan anggaran sekolah yang harus dapat dipertanggungjawabkan melalui pelaksanaan dan laporan realisasi yang jelas.

Jika pos pemeliharaan benar-benar dianggarkan tetapi pekerjaan tidak pernah dilakukan, maka publik berhak mendapatkan penjelasan: apa yang terjadi dengan anggaran tersebut?

Upaya Investigasi.News untuk memperoleh penjelasan langsung dilakukan pada Jumat (28/8/2026) dengan mendatangi SDN 26 Talang Kelapa.

Namun, Kepala SDN 26 Talang Kelapa, David, tidak berada di sekolah saat awak media datang untuk melakukan konfirmasi.

Awak media kemudian berupaya menghubungi David melalui sambungan telepon untuk meminta penjelasan terkait kondisi bangunan serta dugaan adanya anggaran pemeliharaan yang telah dicantumkan dalam RKAS selama beberapa tahun.

Namun, hingga berita ini disusun, tidak diperoleh tanggapan dari kepala sekolah terkait pertanyaan tersebut.

Dalam proses peliputan di lingkungan sekolah, salah seorang guru sempat memberikan keterangan kepada awak media terkait aktivitas kepala sekolah.

Guru tersebut menyampaikan bahwa kepala sekolah disebut baru masuk sekolah pada pekan sebelumnya. Namun, ketika keterangan tersebut hendak didalami lebih lanjut, yang bersangkutan mengalihkan pembicaraan.

Fakta ini sekaligus mempertegas pentingnya transparansi pengelolaan sekolah. Bukan hanya kondisi fisik bangunan yang perlu diperiksa, tetapi juga administrasi, pelaksanaan kegiatan, serta pertanggungjawaban anggaran.

Jika benar pemeliharaan telah direncanakan dalam RKAS selama tiga tahun berturut-turut, maka rentang waktu tersebut bukanlah periode yang singkat.

Kerusakan yang terus terlihat menunjukkan bahwa persoalan tersebut tidak semata-mata muncul dalam hitungan hari.

Di sinilah diperlukan pemeriksaan secara menyeluruh. Apakah kegiatan pemeliharaan benar-benar tercantum dalam RKAS? Apakah anggarannya telah direalisasikan? Apakah pekerjaan pernah dilakukan? Dan apakah terdapat bukti pertanggungjawaban atas setiap penggunaan dana?

Semua pertanyaan itu seharusnya dapat dijawab melalui dokumen resmi, bukan sekadar pernyataan lisan. (M. Budy)

Taja Tari 2026: Saat Budaya Melayu Menjadi Napas Ekonomi UMKM Karimun

0
Bazar UMKM Karimun Taja Tari 2026. (Foto: Diskominfo)

 

Karimun, Investigasi.News — Panggung Putri Kemuning di kawasan Coastal Area Tanjung Balai Karimun tak sekadar menjadi ruang hiburan masyarakat. Pekan ini, kawasan pesisir tersebut menjelma menjadi panggung yang mempertemukan denyut kebudayaan Melayu dengan geliat ekonomi kerakyatan melalui Bazar UMKM Karimun Taja Tari 2026.

Deretan produk usaha lokal, kuliner khas daerah, kerajinan tangan, serta beragam karya kreatif pelaku UMKM menghiasi kawasan acara. Di tengah semarak pertunjukan seni, aktivitas jual beli pun mengalir, menciptakan suasana yang hidup sekaligus memberikan ruang promosi bagi pelaku usaha lokal.

Digelar selama tiga hari, 27–29 Agustus 2026, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, lebih dari sekadar perayaan, Bazar UMKM Karimun Taja Tari 2026 menjadi ruang perjumpaan antara kreativitas, kebudayaan, dan kekuatan ekonomi masyarakat.

Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, yang membuka kegiatan tersebut secara resmi, menegaskan pentingnya keberpihakan terhadap UMKM sebagai salah satu fondasi perekonomian daerah.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak cukup hanya mendorong masyarakat untuk berwirausaha. Pelaku UMKM juga membutuhkan ruang untuk memperkenalkan produk, memperluas pasar, membangun jejaring, dan meningkatkan daya saing.

“Bazar UMKM Karimun Taja Tari ini adalah milik para pelaku usaha kita. Kita ingin melihat UMKM Karimun naik kelas, semakin mandiri, dan berdaya saing tinggi,” ujar Iskandarsyah dalam sambutannya.

Yang membuat Bazar Karimun Taja Tari 2026 berbeda adalah konsep yang mempertemukan promosi produk lokal dengan pelestarian seni dan budaya Melayu.

Panggung hiburan tidak berdiri sendiri. Seni tradisi ditempatkan sebagai bagian penting dari keseluruhan perhelatan, sehingga masyarakat tidak hanya datang untuk berbelanja, tetapi juga menikmati kekayaan budaya daerah.

Sejumlah kegiatan seni dan hiburan turut digelar, antara lain Lomba Tari Tradisi, Lomba Kreasi Berbasis Joget, serta Pertunjukan Musik Melayu.

Lomba tari tradisi menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal sekaligus merawat warisan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Sementara lomba kreasi berbasis joget membuka ruang ekspresi bagi anak muda untuk mengolah tradisi menjadi pertunjukan yang lebih kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Adapun pertunjukan musik Melayu menghadirkan warna khas pesisir Karimun, memperkuat atmosfer budaya di kawasan Coastal Area yang menjadi salah satu ruang publik strategis bagi masyarakat.

Perpaduan tersebut menunjukkan bahwa kebudayaan dan ekonomi kreatif tidak harus berjalan di jalur yang berbeda. Ketika dikemas dalam satu ruang, keduanya justru dapat saling menguatkan.

Produk UMKM mendapatkan panggung promosi, sementara seni budaya memperoleh ruang apresiasi yang lebih luas.

Di balik meriahnya panggung dan ramainya pengunjung, terdapat para pelaku UMKM yang menggantungkan harapan pada terbukanya akses pasar.

Karena itu, masyarakat Kabupaten Karimun diajak tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mengambil bagian dalam menggerakkan ekonomi lokal.

Mendukung UMKM tidak selalu harus melalui kebijakan besar. Datang ke bazar, mencicipi kuliner lokal, membeli kerajinan, hingga memilih produk buatan pelaku usaha daerah merupakan bentuk dukungan nyata yang langsung dirasakan masyarakat.

Semangat itulah yang hendak dibangun melalui Bazar UMKM Karimun Taja Tari 2026: menghadirkan ruang di mana produk lokal memiliki panggung, pelaku usaha memperoleh kesempatan berkembang, sementara budaya Melayu tetap hidup di tengah dinamika zaman.

Jika konsisten dikembangkan, model kegiatan yang menggabungkan UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata, dan kebudayaan tersebut berpotensi menjadi salah satu strategi promosi daerah sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Bazar Karimun Taja Tari 2026 pada akhirnya bukan sekadar tentang keramaian selama tiga hari. Ia membawa pesan yang lebih panjang: bahwa ketika budaya dirawat dan produk lokal diberi ruang, keduanya dapat menjadi kekuatan untuk menggerakkan ekonomi daerah sekaligus memperkuat identitas Karimun. Sapi’i

PT Pelabuhan Karimun Hapus Parkir Per Jam, Terapkan Sistem Karcis Sekali Masuk

0
Direktur Utama PT Pelabuhan Karimun, Liza Bharliyantie Hilsya, S.E., dalam konferensi pers yang digelar di Kedai Kopi Kita, Jumat (28/8/2026). (Foto: Ist)

Karimun, Investigasi.News — Pengelolaan kawasan Pelabuhan Rakyat Karimun memasuki babak baru. Mulai Agustus 2026, PT Pelabuhan Karimun memberlakukan perubahan sistem parkir dengan menghapus mekanisme parkir progresif berdasarkan durasi dan menggantinya dengan sistem karcis sekali masuk kendaraan.

Kebijakan tersebut disampaikan Direktur Utama PT Pelabuhan Karimun, Liza Bharliyantie Hilsya, S.E., dalam konferensi pers yang digelar di Kedai Kopi Kita, Jumat (28/8/2026).

Menurut Liza, perubahan sistem tersebut merupakan bagian dari pembenahan tata kelola kawasan pelabuhan setelah PT Pelabuhan Karimun menerima surat penugasan dari Bupati Karimun untuk mengelola kawasan Pelabuhan Rakyat Karimun.

Sebelum kebijakan diterapkan, pihak pengelola mengaku telah melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait, di antaranya Dinas Perhubungan, Bagian Hukum Setda Karimun, Inspektorat, Bagian Perekonomian, hingga Kasidatun Kejaksaan Negeri Karimun.

“Disepakati kami tidak akan menggunakan aset pengelola lama, yakni gerbang. Untuk sementara kami menggunakan sistem karcis pas masuk kendaraan,” ujar Liza.

Selain mengubah mekanisme parkir, PT Pelabuhan Karimun juga mulai melakukan pembenahan dari sisi keamanan dan ketertiban kawasan.

Sejumlah kamera pengawas atau CCTV telah dipasang di titik-titik tertentu. Pengelola juga melengkapi kawasan pelabuhan dengan rambu-rambu lalu lintas guna mendukung keamanan sekaligus mengatur pergerakan kendaraan.

Liza menegaskan, pembenahan tersebut dilakukan karena Pelabuhan Rakyat Karimun memiliki posisi strategis sebagai salah satu pintu masuk dan keluar masyarakat di Kabupaten Karimun.

“Pelabuhan ini adalah pintu gerbang Kabupaten Karimun. Meskipun ada keterbatasan lahan dan infrastruktur, kami terus berupaya maksimal agar masyarakat merasa aman dan nyaman,” katanya.

Untuk pembangunan portal otomatis dan pemagaran kawasan, Liza menyebut rencana tersebut belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Kendala teknis dan keterbatasan lahan menjadi pertimbangan utama.

Perubahan yang paling dirasakan pengguna jasa berada pada mekanisme pembayaran parkir.

Sistem parkir progresif berdasarkan hitungan jam kini dihapus. Sebagai gantinya, kendaraan dikenakan tarif berdasarkan sistem karcis saat memasuki kawasan pelabuhan.

Menurut pengelola, sistem tersebut diharapkan dapat membuat arus kendaraan lebih lancar sekaligus memberikan beban biaya yang relatif lebih ringan bagi pengguna jasa.

Khusus bagi pekerja harian yang rutin beraktivitas di kawasan pelabuhan, PT Pelabuhan Karimun menyediakan paket langganan bulanan berbasis nomor kendaraan.

Rinciannya:

  • Sepeda motor/ojek pelabuhan: Rp25.000 per bulan dengan akses bebas keluar-masuk. Sebelumnya diperkirakan mencapai Rp30.000 per bulan.
  • Taksi pelabuhan: Rp75.000 per bulan dengan akses bebas keluar-masuk. Sebelumnya diperkirakan Rp90.000 per bulan.

Petugas di pintu masuk nantinya akan melakukan konfirmasi terhadap status kendaraan, termasuk memastikan apakah kendaraan tersebut akan menginap di kawasan pelabuhan atau tidak.

Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan potensi kesalahan dalam proses penagihan.

Di tengah penerapan sistem baru, pengelola juga mengingatkan pengguna jasa untuk memperhatikan ketertiban lalu lintas di dalam kawasan pelabuhan.

Liza meminta kendaraan yang mengantar maupun menjemput penumpang tidak berhenti terlalu lama di area drop-off. Kebiasaan berhenti terlalu lama dinilai berpotensi menghambat pergerakan kendaraan dan memicu kemacetan di jalur tersebut.

Sementara untuk jangka panjang, PT Pelabuhan Karimun bersama Pemerintah Kabupaten Karimun menyiapkan sejumlah rencana penataan kawasan, termasuk relokasi pos pelayanan serta penyediaan kios khusus bagi pedagang Taplau.

Penataan tersebut diharapkan dapat menciptakan kawasan pelabuhan yang lebih tertib, aman, nyaman, sekaligus memiliki tata ruang yang lebih jelas bagi pengguna jasa maupun pelaku usaha.

Liza memastikan perubahan sistem tersebut tidak berhenti pada tahap penerapan awal. Evaluasi akan dilakukan secara berkala untuk melihat efektivitas kebijakan sekaligus menampung berbagai masukan dari masyarakat.

“Kebijakan ini akan kami evaluasi secara berkala setiap bulan. Kami mohon dukungan dari seluruh masyarakat agar penataan ini berjalan lancar,” tutupnya. (Sapi’i)

Excavator Gali Emas di Buper Waena, Kali Menguning: WGAB Pertanyakan Mengapa Tambang Ilegal Tak Pernah Tersentuh

0
Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Wadah Generasi Anak Bangsa (LSM WGAB), Yerry Basri Mak

JAYAPURA — Aktivis lingkungan sekaligus Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Wadah Generasi Anak Bangsa (LSM WGAB), Yerry Basri Mak, Sabtu (29/8/2026), kepada media ini mengatakan sangat menyayangkan dugaan aktivitas pertambangan emas ilegal yang terjadi di Bumi Perkemahan (Buper) Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua.

“Ini sangat aneh. Pertambangan emas yang diduga ilegal terjadi di pinggiran Kota Jayapura, tetapi sampai sekarang belum juga ditindak,” kata Yerry.

Menurut Yerry, aktivitas tersebut menggunakan alat berat excavator untuk menggali kawasan hutan dan sekitar aliran kali. Ia menilai aktivitas itu berpotensi merusak ekosistem hutan serta mengganggu sumber air masyarakat.

“Praktik pertambangan ini sangat merugikan masyarakat. Hutan bisa menjadi gundul dan air bersih yang biasa digunakan masyarakat juga terancam tercemar. Bahkan, kali di sekitar lokasi berubah menjadi kuning,” ujarnya

Pantauan di lokasi menunjukkan satu unit excavator melakukan penggalian di area yang telah mengalami perubahan bentang lahan. Di sekitar lokasi terlihat material tanah dan bebatuan serta genangan air berwarna keruh kekuningan.

Yerry juga mengungkap informasi yang dikantonginya terkait dugaan sosok di balik aktivitas pertambangan tersebut. Menurut informasi yang diterimanya, bos penambang diduga merupakan oknum aparat penegak hukum (APH).

“Kalau benar ada oknum APH di belakang aktivitas ini, jangan merasa kebal hukum dan sulit disentuh. Hukum harus berlaku untuk siapa pun,” tegas Yerry.

Ia meminta Polda Papua segera menyelidiki informasi tersebut sekaligus memeriksa legalitas aktivitas pertambangan di lokasi.
“Kami mendesak Polda Papua dan Pemerintah Kota Jayapura segera turun ke lokasi. Cek legalitasnya, cek siapa yang berada di balik aktivitas tersebut. Kalau terbukti ilegal, tutup total dan proses pelakunya sesuai hukum,” tegasnya.

Yerry juga meminta pemerintah memastikan kondisi lingkungan dan kualitas air di sekitar lokasi melalui pemeriksaan yang berwenang, sehingga dampak aktivitas pertambangan terhadap masyarakat dapat diketahui secara jelas.

Hingga berita ini diterbitkan, media masih berupaya memperoleh konfirmasi resmi dari Polda Papua dan Pemerintah Kota Jayapura terkait dugaan aktivitas pertambangan tersebut, termasuk informasi mengenai dugaan keterlibatan oknum APH. Jhon