Beranda blog Halaman 63

Milad ke-28 PAN, DPD PAN Murung Raya Salurkan Bantuan Logistik dan Santunan untuk Santri

0
DPD PAN Murung Raya menyerahkan bantuan sembako dan santunan kepada santri serta anak yatim di Pondok Pesantren Al-Mu'minun, Desa Bahitom, Minggu (23/8/2026).

PURUK CAHU – Sebagai bentuk komitmen dan kepedulian terhadap dunia pendidikan keagamaan dan kesejahteraan sosial, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Murung Raya menggelar aksi sosial dengan menyerahkan bantuan pangan serta santunan di Pondok Pesantren Al-Mu’minun, Desa Bahitom, Kecamatan Murung. 23/08/2026

Aksi kemanusiaan ini menyasar langsung para santriwan (santri one), santriwati, termasuk anak-anak yatim piatu yang tinggal dan menimba ilmu di lingkungan pondok pesantren. Kehadiran perwakilan PAN Murung Raya disambut hangat oleh jajaran pengurus, para ustaz, serta ratusan santri yang antusias menerima kunjungan silaturahmi tersebut.

Perwakilan dari DPD PAN Murung Raya yang di pimpin langsung Oleh H. liangsoi Sepaku Anggota DPRD Murung Raya F.PAN menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Peringatan HUT PAN Ke 28 yang di Peringati Pada Tanggl 23 Agustus 2026 untuk memastikan lembaga pendidikan keagamaan di wilayah pelosok Murung Raya mendapatkan perhatian yang layak serta anak-anak yatim piatu yang dengan semangat meninba ilmu.
sesuai tema HUT PAN Pada Tahun ini “Gerak Ceapat Bantu Rakyat”

“Kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat, khususnya di lingkungan pondok pesantren. Bantuan ini diharapkan dapat membantu operasional dapur umum pesantren serta memberikan tambahan semangat bagi adik-adik santriwan, santriwati, dan anak yatim dalam menuntut ilmu syar’i,” ujarnya saat menyerahkan bantuan secara simbolis. Ungkap Haji Liangsoi

Bantuan yang diserahkan meliputi paket sembako lengkap yang terdiri dari beras kualitas baik, Telur dan Mie Instan, serta bahan pokok penting lainnya. Selain logistik makanan, PAN Murung Raya juga menyalurkan santunan khusus untuk anak-anak yatim yang di serhkan kepada para pengurus Pondok Pasantren Atak Hadran dapat dipergunakan untuk mendukung keperluan pribadi maupun perlengkapan sekolah mereka.

Saat ini, Pondok Pesantren Al-Mu’minun Desa Bahitom tercatat membina sekitar 116!santri yang didampingi oleh para ustaz dan ustazah. Keterbatasan pemenuhan logistik harian kerap menjadi tantangan, sehingga bantuan dari berbagai elemen masyarakat dan partai politik dirasa sangat meringankan beban pengelola.

Pihak pengelola Pondok Pesantren Al-Mu’minun menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian yang ditunjukkan oleh DPD PAN Murung Raya.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kelangsungan belajar-mengajar anak-anak kami di sini, terutama bagi anak yatim dan santri yang menetap di pondok. Semoga kebaikan dan kepedulian dari segenap pengurus PAN Murung Raya dibalas dengan berkah yang melimpah,” ungkap salah satu pengurus pesantren. Ungkap Atak Hadran

Kegiatan penyerahan berjalan dengan lancar dan khidmat, diakhiri dengan Ucapan dari seluruh santri Kepada PAN Murung Raya atas Bantuan yang diserahkan juga mereka mendoakan keselamatan, kemajuan, dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Murung Raya secara luas serta pengurus-pengurus PAN Murung Raya.
Zulmi

Momentum Milad ke-28, PAN Jember Santuni Anak Yatim dan Perkuat Soliditas Kader hingga Tingkat Bawah

0
Ketua DPD PAN Jember Abdus Salam bersama pengurus dan kader saat tasyakuran Milad ke-28 PAN sekaligus santunan anak yatim dan piatu.

Jember, Investigasi.news- DPD PAN Kabupaten Jember memperingati milad ke-28 dengan cara sederhana. Bukan pesta, pengurus dan kader partai berlambang matahari itu memilih menggelar tasyakuran sekaligus santunan bersama anak yatim dan piatu.

Kegiatan berlangsung di kediaman Ketua DPD PAN Jember, Abdus Salam, Minggu (23/8/2026). Sejumlah pengurus dan kader PAN Jember turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Peringatan milad itu menjadi bagian dari perayaan yang digelar secara serentak oleh PAN di seluruh Indonesia. Selain tasyakuran dan santunan anak yatim piatu, kegiatan dilanjutkan dengan sambungan langsung melalui Zoom bersama DPP PAN.

Agenda tersebut diikuti jajaran PAN dari berbagai tingkatan, mulai DPD, DPC hingga DPRT di seluruh Indonesia. Konsolidasi virtual itu menjadi bagian dari upaya memperkuat jaringan dan struktur partai hingga tingkat paling bawah.

Bagi Abdus Salam, peringatan milad bukan sekadar penanda bertambahnya usia partai. Momen tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat kepedulian PAN terhadap masyarakat sekaligus membangun soliditas kader.

“Hari ini momen yang indah dan membahagiakan bagi DPD PAN Jember karena bisa khidmat mengikuti ulang tahun PAN ke-28 secara nasional. Secara nasional, PAN mengadakan tasyakuran dan santunan anak yatim di seluruh DPD Indonesia,” ucap pria yang akrab disapa Cak Salam itu.

Ia juga mengaitkan santunan tersebut dengan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, anak-anak yatim tidak semestinya memandang kondisi tersebut sebagai keterbatasan untuk meraih masa depan.

Cak Salam mengingatkan bahwa Nabi Muhammad SAW lahir dalam keadaan yatim, tetapi kemudian menjadi pemimpin umat manusia. Kisah tersebut, menurut dia, dapat menjadi motivasi bagi anak-anak yang hadir agar berani memiliki cita-cita dan mempersiapkan masa depan.

“Adik-adik harus punya tujuan untuk masa depan. Walaupun yatim, tetap bisa membanggakan orang tua yang sudah mendahului,” ujarnya.

Memasuki usia ke-28, Cak Salam berharap kader PAN tidak hanya bangga terhadap partainya, tetapi juga mampu menunjukkan keberadaan PAN melalui kerja nyata di tengah masyarakat.

Ia menyebut PAN bersama partai koalisi turut mendukung program pemerintah. Karena itu, struktur partai hingga tingkat bawah diminta segera diperkuat agar program-program yang menyentuh masyarakat dapat berjalan lebih efektif.

Menurut Cak Salam, pembentukan DPRT atau struktur partai di tingkat bawah perlu dilakukan secara by name by address. Data tersebut dinilai penting untuk memetakan masyarakat sekaligus memastikan program yang dijalankan tepat sasaran.

Ia menyebut sejumlah program yang berpotensi dikolaborasikan dengan Pemerintah Kabupaten Jember, antara lain beasiswa dan program Duta Desa dari Kementerian Desa.

PAN Jember juga menyiapkan program sosial berupa mobil Home Care untuk membantu masyarakat miskin ekstrem yang membutuhkan akses menuju fasilitas kesehatan.

Program tersebut akan melengkapi layanan kesehatan gratis yang telah disediakan Pemkab Jember. Jika biaya pengobatan telah ditanggung pemerintah, kata Cak Salam, persoalan berikutnya adalah akses masyarakat menuju fasilitas kesehatan.

“PAN Jember akan meluncurkan mobil Home Care untuk membantu masyarakat miskin ekstrem berobat. Biaya sudah gratis dari Pemkab Jember, tetapi sarana untuk ke faskes atau dokter ke rumah warga itu yang kami fasilitasi,” ujarnya.

Ia meminta kader PAN memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah.

“Mari bergandengan tangan dengan pemerintah daerah untuk menyukseskan Home Care,” katanya.

Di usia ke-28, PAN Jember ingin menegaskan kembali identitasnya sebagai partai yang dekat dengan masyarakat. Abdus Salam berharap kader di setiap wilayah mampu menerjemahkan semangat tersebut melalui kerja nyata.

“Mudah-mudahan di usia yang semakin matang ini PAN bisa menjadi partai terdepan dengan tujuan sesuai tagline, PAN Gerak Cepat Bantu Rakyat. Kita melalui partai ini tetaplah menjadi matahari di wilayah kita,” ujar Cak Salam.

Sambut Maulid Nabi 1448 H, Majelis Taklim Toharo Muba Gelar Lomba Tartil dan Barzanji

0
Sambut Maulid Nabi 1448 H, Majelis Taklim Toharo Muba Gelar Lomba Tartil dan Barzanji

Sekayu, Musi Banyuasin – Menyambut Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah / 2026 Masehi, Pengajian Majelis Taklim Toharo Kabupaten Musi Banyuasin merayakan momen bersejarah tersebut dengan menyelenggarakan rangkaian perlombaan keagamaan. Acara dipusatkan di Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate, kompleks Rumah Dinas Bupati Musi Banyuasin, Ahad (23/8/2026). Dengan mengusung tema “Menjalin Ukhuwah Antar Majelis Taklim se-Kabupaten Musi Banyuasin”, kegiatan ini berhasil menghimpun ratusan jamaah dan tokoh masyarakat dari pelbagai penjuru daerah.

Suasana pembukaan berlangsung khidmat dan sarat nilai keagamaan. Sejumlah tokoh wanita dan pengurus terkemuka tampak hadir menyemarakkan acara, di antaranya, Hj. Patimah Toha Ketua umum Majelis Taklim Toharo yang diwakili Ketua Umum II Siti Fatimah Syafaruddin, Kabag Umum Rina Dewi Kelana, SE., M.Si., Ketua Panitia Pelaksana Rodiah Tohet, S.Pd., serta jajaran Ketua dan Anggota Majelis Taklim se-Kabupaten Musi Banyuasin. Agenda keagamaan yang dirancang berlangsung selama dua hari, yaitu Ahad/Minggu hingga Senin (23–24 Agustus 2026), memperlombakan dua cabang utama yang menguji keahlian dan kekhusyukan peserta, yakni Lomba Tartil Al-Qur’an khusus pembacaan Surat Al-Mulk serta Lomba Pembacaan Kitab Barzanji. Acara ini juga kian semarak dan meriah dengan penampilan istimewa dari Group Rebana Nurul Musthofa dari Majelis Taklim Toharo di bawah bimbingan Isro’ Mikawati, S.Ag., M.Pd.I., yang membawakan alunan sholawat menyejukkan hati.

Dalam penyampaian laporan resminya, Ketua Panitia PHBI Majelis Taklim Toharo, Rodiah Tohet, S.Pd., mengutarakan rasa syukur yang mendalam atas terlaksananya kegiatan ini. Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan ikhtiar nyata untuk memelihara rasa cinta terhadap kitab suci Al-Qur’an sekaligus merawat tradisi pembacaan sholawat dan Barzanji di kalangan ibu-ibu pengajian.

“Rasa syukur dan terima kasih yang tulus kami haturkan kepada Pembina Majelis Taklim Toharo, para pengurus, rekan-rekan panitia, dewan juri yang arif, serta seluruh jamaah dan peserta yang hadir menyemarakkan kegiatan ini. Alhamdulillah, tercatat sebanyak 55 peserta perorangan mengikuti Lomba Tartil Qur’an dan 55 kelompok berpartisipasi dalam Lomba Barzanji,” kata Rodiah Tohet.

Lebih jauh, Rodiah menjelaskan bahwa kegiatan ini dapat terselenggara dengan lancar berkat kerja sama, kepedulian, serta dukungan tulus dari berbagai pihak yang peduli terhadap syiar Islam. Sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan partisipasi para peserta, panitia telah menyiapkan piala, sertifikat penghargaan, serta uang pembinaan bagi para pemenang Juara 1, 2, 3, hingga Juara Harapan. Adapun penilaian lomba diserahkan sepenuhnya secara objektif dan profesional kepada Dewan Juri terkemuka dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Musi Banyuasin serta Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Musi Banyuasin..

Rangkaian perlombaan secara resmi dibuka oleh Siti Fatimah Syafaruddin yang hadir memberikan sambutan atas nama Ketua Umum Majelis Taklim Toharo Muba, Hj. Patimah Toha. Dalam awal sambutannya, Siti Fatimah menyampaikan permohonan maaf dari Ketua Umum yang berhalangan hadir secara langsung, seraya menyampaikan amanat serta visi besar keberadaan Majelis Taklim Toharo sebagai wadah pemersatu serta pembina bagi seluruh majelis taklim di Bumi Serasan Sekate.

“Kegiatan ini bukan sekadar ajang unjuk kebolehan, melainkan sarana mulia untuk meneladani Rasulullah SAW, melestarikan pembacaan Barzanji yang sarat akan kisah dan sholawat, serta memperkuat kecintaan pada Al-Qur’an di kalangan ibu-ibu sebagai benteng utama keluarga. Selain itu, momentum ini menjadi wadah untuk mempererat ukhuwah islamiyah sekaligus meneladankan kepada generasi penerus bahwa semangat menuntut ilmu dan mensyiarkan agama tidak pernah dibatasi oleh usia,” ujar Siti Fatimah.

Selain menggarisbawahi pentingnya syiar Islam, Siti Fatimah turut membakar semangat para peserta lomba dengan pesan-pesan penyejuk jiwa. Ia juga berpesan agar seluruh peserta senantiasa menjaga keikhlasan niat dan menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran serta sportifitas selama perlombaan berlangsung.

“Kepada seluruh peserta, kami ucapkan selamat berlomba dengan penuh semangat dan niat yang tulus ikhlas. Hasil akhir dalam sebuah perlombaan adalah hal yang lumrah. Bagi yang meraih juara, hendaknya tetap rendah hati dan bersyukur, sedangkan bagi yang belum berkesempatan, semoga senantiasa bersabar serta terus berikhtiar di masa mendatang. Seluruh keputusan merupakan wewenang mutlak Dewan Juri yang objektif dan bijaksana, sehingga dapat kita terima bersama dengan lapang dada dan penuh rasa kekeluargaan,” tutur Siti Fatimah.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran dan niat tulus seluruh peserta untuk memuliakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan amalan bernilai pahala besar di sisi Allah SWT. Usai melafazkan basmalah sebagai tanda dibukanya acara secara resmi, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian bait-bait pantun bernuansa keakraban yang mengundang senyum dan tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.

Memasuki sesi teknis perlombaan, Ketua Dewan Juri, Ustadz Zulkipli, S.Sos.I., menyampaikan pemaparan Tata Tertib Lomba kepada seluruh peserta yang dilanjutkan dengan proses pengambilan nomor undian. Sebanyak 6 juri profesional yang independen dihadirkan untuk memberikan penilaian yang objektif. Untuk cabang Lomba Tartil Murottal, dewan juri dipercayakan kepada Ustadz Zulkipli, S.Sos.I., Ustadz H. Mustaidil, Lc., M.Sy., dan Ustadz Wahyuddin. Sementara untuk cabang Lomba Membaca Al-Barzanji, dewan juri diampu oleh Ustadz M. Firdaus, Ustadz Fakhrurrozi Akhmad, dan Ustadzah Siti Muhajrotin, S.Ag.

Adapun teknis pelaksanaan perlombaan dibagi ke dalam dua lokasi terpisah guna menjaga kelancaran acara. Lomba Tartil / Murottal Surah Al-Mulk dilaksanakan di Pendopo dengan menguji keahlian 1 orang perwakilan dari setiap Majelis Taklim. Sementara itu, Lomba Membaca Al-Barzanji bertempat di Gedung GH yang diikuti oleh grup beregu beranggotakan 4 orang perwakilan dari masing-masing Majelis Taklim.

Melalui suksesnya penyelenggaraan PHBI ini, Majelis Taklim Thoharoh berharap kegiatan ini tidak hanya berjalan sebagai ajang kompetisi keagamaan, melainkan dapat menjadi sarana syiar yang membawa keberkahan, meningkatkan kedekatan diri kepada Al-Qur’an, serta semakin mempererat ukhuwah islamiyah di antara sesama jamaah Majelis Taklim Thoharoh se-Kabupaten Musi Banyuasin.

Herlan

Game “Chronicles of Singhasari” Hadirkan Cara Baru Belajar Sejarah Kerajaan Singhasari di MAN 1 Kota Malang

0
Man 1 Kota Malang

 

MALANG — Pembelajaran sejarah di sekolah masih menghadapi tantangan untuk membuat siswa tertarik memahami materi yang kompleks dan memiliki cakupan luas. Kondisi tersebut mendorong Tim Chronical dari MAN 1 Kota Malang mengembangkan inovasi media pembelajaran berbasis gim melalui penelitian berjudul “Chronicles of Singhasari: Inovasi Game Kerajaan Singhasari sebagai Media Meningkatkan Minat Siswa dalam Pembelajaran Sejarah di MAN 1 Kota Malang.”

Penelitian ini berangkat dari kondisi pembelajaran sejarah yang masih sering didominasi materi berupa teks panjang. Berdasarkan wawancara dengan guru sejarah di MAN 1 Kota Malang yang tercantum dalam proposal penelitian, siswa cenderung kurang tertarik membaca buku sejarah dan lebih mudah merasa bosan ketika pembelajaran berlangsung dengan media yang kurang interaktif.

Kondisi tersebut berpotensi membuat siswa hanya berfokus pada hafalan tanpa memahami makna dan konteks peristiwa sejarah secara lebih mendalam.

Tim peneliti melihat perkembangan teknologi digital, khususnya gim, sebagai peluang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik. Gim tidak hanya dipandang sebagai sarana hiburan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran kontekstual yang mendorong keterlibatan siswa secara aktif.

Dalam penelitian ini, Kerajaan Singhasari dipilih sebagai materi utama karena memiliki keterkaitan historis dan geografis yang kuat dengan wilayah Malang. Kerajaan Singhasari merupakan bagian penting dalam sejarah Jawa Timur dan meninggalkan berbagai peninggalan bersejarah, seperti Candi Singosari, Candi Kidal, serta arca Dwarapala.

Namun, kompleksitas materi mengenai sejarah, tokoh, pemerintahan, konflik politik, hingga peninggalan kerajaan menjadi tantangan tersendiri apabila hanya disampaikan melalui pembelajaran konvensional.

“Kami ingin menghadirkan pembelajaran sejarah yang tidak hanya membuat siswa mengetahui peristiwa masa lalu, tetapi juga membuat mereka terlibat langsung dalam proses memahami sejarah melalui pengalaman bermain yang interaktif,” ujar Almira Fitri Andyra, ketua tim penelitian.

Gim “Chronicles of Singhasari” dirancang sebagai permainan edukatif yang menggabungkan materi sejarah dengan berbagai tantangan permainan. Pemain akan mengikuti perjalanan untuk mengenal sejarah berdirinya Kerajaan Singhasari, masa pemerintahan para raja, serta berbagai peninggalan sejarah.

Gim tersebut dirancang dalam tiga level dengan tingkat kesulitan yang meningkat. Level pertama memuat sejarah Kerajaan Singhasari, level kedua membahas masa pemerintahan, sedangkan level ketiga berfokus pada peninggalan-peninggalan kerajaan.

Konsep tersebut diharapkan dapat membuat siswa tidak hanya bermain, tetapi juga membaca informasi, menyelesaikan tantangan, dan menjawab kuis yang berkaitan dengan materi sejarah. Dengan demikian, aktivitas bermain diarahkan menjadi bagian dari proses pembelajaran.

Penelitian ini menggunakan konsep minat belajar sebagai salah satu fokus utama. Dalam proposal, minat belajar dipahami sebagai kecenderungan siswa untuk tertarik dan terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran.

Indikator yang digunakan meliputi konsentrasi atau fokus, rasa senang, keterlibatan aktif, ketertarikan berkelanjutan, serta kesesuaian antara tantangan permainan dan kemampuan siswa.

Tim peneliti juga menggunakan Teori Flow dari Mihaly Csikszentmihalyi sebagai salah satu landasan untuk memahami keterlibatan siswa. Teori tersebut menjelaskan kondisi ketika seseorang dapat terlibat secara penuh dalam suatu aktivitas melalui konsentrasi tinggi, rasa senang, serta keseimbangan antara tantangan dan kemampuan.

Konsep tersebut kemudian diterapkan untuk melihat bagaimana pengalaman bermain gim dapat berkaitan dengan ketertarikan siswa dalam belajar.

Untuk mengembangkan gim, penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, yang terdiri atas tahap Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate.

Penelitian dilaksanakan di MAN 1 Kota Malang pada April hingga Agustus 2026. Produk akan dikembangkan menggunakan perangkat lunak Construct, kemudian diuji coba kepada siswa untuk melihat penerimaan dan efektivitasnya sebagai media pembelajaran.

“Kami tidak ingin gim hanya menjadi hiburan. Setiap tantangan dan level dalam Chronicles of Singhasari dirancang agar siswa tetap berinteraksi dengan materi sejarah. Harapannya, siswa dapat belajar dengan cara yang lebih menyenangkan sekaligus mengenal sejarah lokal yang dekat dengan kehidupan mereka,” tambah Shaquilla Zahdy, anggota tim penelitian.

Dalam proses evaluasi, penelitian akan menggunakan kuesioner dengan skala Likert. Penilaian mencakup aspek media, seperti tampilan visual, interaktivitas, kesesuaian materi, kemudahan penggunaan, serta audio.

Sementara itu, aspek minat belajar akan melihat konsentrasi, rasa senang, keterlibatan aktif, ketertarikan berkelanjutan, serta tantangan dan kesesuaian dalam permainan.

Penelitian ini tidak hanya diarahkan untuk mengembangkan media pembelajaran baru, tetapi juga memperkenalkan sejarah lokal melalui pendekatan yang dekat dengan karakteristik generasi digital.

Pemilihan Kerajaan Singhasari diharapkan dapat membantu siswa memahami sejarah daerahnya secara lebih kontekstual sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pelestarian peninggalan budaya.

Melalui “Chronicles of Singhasari”, Tim Chronical berharap pembelajaran sejarah dapat bergerak dari sekadar aktivitas menghafal menuju pengalaman belajar yang lebih interaktif, kontekstual, dan bermakna.

Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi alternatif media pembelajaran bagi guru sekaligus membuka peluang pengembangan gim edukatif berbasis sejarah lokal pada masa mendatang.

Penelitian tersebut menjadi salah satu upaya siswa MAN 1 Kota Malang dalam mengembangkan karya ilmiah yang dekat dengan kehidupan generasi muda. Dengan menggabungkan teknologi gim, sejarah lokal, dan konsep minat belajar, Tim Chronical berupaya menghadirkan cara baru untuk mengenalkan kembali jejak Kerajaan Singhasari kepada siswa melalui media yang lebih interaktif.

Penulis: Almira Fitri Andyra & Shaquilla Zahdy
Sumber: Proposal Penelitian OPSI 2026, Tim Chronical MAN 1 Kota Malang

Meriahkan HUT RI ke-81 dan HUT Demokrat ke-25, Demokrat Pulang Pisau Hidupkan Semangat Kebersamaan Bersama Warga Mantaren I

0
Meriahkan HUT RI ke-81 dan HUT Demokrat ke-25, Demokrat Pulang Pisau Hidupkan Semangat Kebersamaan Bersama Warga Mantaren I

Pulang Pisau – Bukan sekadar lomba, bukan pula hanya tentang hadiah. Di Desa Mantaren I, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, semangat kemerdekaan menjelma menjadi ruang kebersamaan ketika DPC Partai Demokrat Kabupaten Pulang Pisau menggelar lomba rakyat, Minggu (23/8/2026).

Mengusung semangat HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 sekaligus menyambut HUT ke-25 Partai Demokrat, kegiatan tersebut berlangsung meriah sejak siang hari, sekitar pukul 08.00 WIB hingga selesai. Warga, kader, simpatisan, dan jajaran pengurus DPC Demokrat membaur dalam suasana penuh tawa dan kegembiraan.

Sorak-sorai warga pecah ketika para peserta bertanding dalam sejumlah permainan tradisional khas perayaan kemerdekaan. Mulai dari tarik tambang, lari karung, makan kerupuk, memasukkan paku ke botol, hingga memasukkan air ke dalam botol.

Kesederhanaan permainan justru menjadi kekuatan utama. Tidak ada sekat antara kader, simpatisan, dan masyarakat. Semua larut dalam satu suasana: merayakan kemerdekaan dengan kegembiraan dan kebersamaan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sekaligus mendapat dukungan dari dua Anggota DPRD Kabupaten Pulang Pisau dari Partai Demokrat, Jamilah dan Merkurius Galan, S.P. Kehadiran keduanya semakin menambah semarak kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung tersebut.

Merkurius Galan, S.P., mengatakan keputusan menggelar lomba rakyat bukan tanpa alasan. Menurutnya, permainan tradisional memiliki kedekatan kuat dengan kehidupan masyarakat sekaligus menjadi media sederhana untuk membangun kembali rasa persaudaraan.

“Partai Demokrat lahir dari rakyat dan tumbuh bersama rakyat. Karena itu, Demokrat harus selalu hadir di tengah masyarakat. Lomba ini bukan semata-mata untuk mencari siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana kita menghidupkan kembali permainan tradisional, membuat masyarakat bergembira, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat kebersamaan,” ujarnya.

Menurut Merkurius, kegiatan semacam ini juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara masyarakat dan kader partai. Kebersamaan yang terbangun di tengah suasana santai dinilai jauh lebih cair dan dekat dengan kehidupan warga.

Sementara itu, Jamilah mengungkapkan kegiatan lomba rakyat tersebut merupakan bagian dari semangat dan arahan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), agar kader Demokrat senantiasa hadir dan berada di tengah masyarakat.

Menurut Jamilah, kehadiran kader tidak cukup hanya pada momentum politik. Kader harus mampu membangun hubungan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

“Lomba rakyat ini merupakan arahan Ketua Umum Partai Demokrat, AHY, agar seluruh kader selalu hadir di tengah rakyat. Momentum HUT RI ke-81 dan HUT ke-25 Partai Demokrat ini menjadi kesempatan bagi kami untuk kembali menegaskan bahwa Demokrat adalah rumah bagi rakyat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, HUT ke-25 Partai Demokrat yang akan diperingati pada 9 September 2026 menjadi momentum penting bagi seluruh kader untuk memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat.

“Lomba rakyat menjadi salah satu media kami untuk bertemu langsung dengan masyarakat. Di sini kita tidak berbicara tentang sekat politik, tetapi tentang kebersamaan, kegembiraan dan bagaimana kita terus membangun kedekatan dengan rakyat,” tambah Jamilah.

Semarak lomba di Mantaren I memperlihatkan wajah politik dari sisi yang berbeda. Di tengah hiruk-pikuk dinamika politik, masyarakat justru disuguhi kegiatan sederhana yang menghadirkan tawa, kebersamaan, dan nostalgia permainan masa kecil.

Tarik tambang menjadi ajang adu kekuatan. Lari karung mengundang gelak tawa. Makan kerupuk menghadirkan sorak-sorai. Sementara lomba memasukkan paku dan air ke dalam botol menguji kesabaran sekaligus ketelitian peserta.

Namun di balik seluruh kemeriahan tersebut, terselip pesan yang jauh lebih besar: kemerdekaan bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dirayakan bersama; kebersamaan bukan hanya slogan, tetapi harus diwujudkan di tengah masyarakat.

Bagi DPC Partai Demokrat Pulang Pisau, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyapa warga secara langsung sekaligus menghidupkan kembali nilai gotong royong dan persaudaraan.

Semangat yang dibawa pun sederhana, tetapi sarat makna: datang bersama rakyat, tertawa bersama rakyat, dan merayakan kemerdekaan bersama rakyat. (Zulmi) 

Balap Liar dan Knalpot Brong Meresahkan, Polres Agam Amankan 30 Sepeda Motor

0
Jajaran Polres Agam berhasil mengamankan 30 unit sepeda motor dengan knalpot racing atau brong di wilayah Lubuk Basung, pada Sabtu malam (22/8/2026).

Agam,Investigasi.news – Kepolisian Resor (Polres) Agam berhasil menetibkan puluhan motor berknalpot racing dan trondol serta meningkatkan patroli malam untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat di wilayah Lubuk Basung. Patroli yang digelar pada Sabtu malam (22/8/2026), menyasar sejumlah lokasi yang selama ini dilaporkan masyarakat kerap menjadi tempat balap liar, penggunaan knalpot racing/brong, hingga aksi freestyle sepeda motor di jalan umum.

Kegiatan tersebut dilakukan menyusul banyaknya laporan masyarakat yang merasa terganggu dengan suara knalpot tidak standar dan aktivitas pengendara yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya serta menjadikan balab liar dan membuat kebisingan pada tengah malam

Kasat Lantas Polres Agam, Iptu Tika Permata Murni, S.Tr.K., bersama Kasat Reskrim Polres Agam AKP Rinto Alwi, S.H., M.H., dan jajaran melakukan penindakan secara tegas, preventif, serta represif namun tetap humanis terhadap pengendara yang ditemukan melakukan pelanggaran.

Sebanyak 30 unit sepeda motor dengan knalpot racing/brong atau tidak sesuai standar langsung diamankan untuk dilakukan pendataan dan penindakan dengan cara penilangan

Patroli dilakukan di sejumlah titik, di antaranya kawasan perkantoran Bupati Agam, GOR Rang Agam, serta beberapa lokasi yang selama ini menjadi perhatian karena kerap digunakan untuk aktivitas balap liar dan aksi berkendara yang membahayakan.

Yang menjadi perhatian, sebagian pengendara yang ditemukan melakukan pelanggaran merupakan remaja yang masih di bawah umur dan belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena penggunaan kendaraan bermotor oleh anak yang belum memenuhi persyaratan dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terlebih ketika kendaraan digunakan untuk balap liar maupun freestyle di jalan umum.

Kasat Lantas Polres Agam, Iptu Tika Permata Murni menyampaikan, kendaraan yang diamankan telah didata. Pemilik kendaraan selanjutnya diminta melengkapi dokumen kendaraan serta mengembalikan kondisi sepeda motor sesuai dengan standar yang berlaku.

“Penindakan dibawah pimpinan AKP Eri Yanto, SH, MH (Kabag Log) ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat. Kami ingin memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, sekaligus mengingatkan para pengendara agar mematuhi aturan lalu lintas,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Agam AKP Rinto Alwi mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar tidak membiarkan anak yang belum memenuhi persyaratan mengendarai sepeda motor di jalan raya.

Ia juga mengingatkan pengendara untuk tidak menggunakan kendaraan yang telah dimodifikasi secara tidak sesuai ketentuan, terlebih jika mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mematuhi seluruh peraturan lalu lintas dan tidak melakukan aktivitas yang mengganggu ketertiban umum. Polres Agam akan terus melakukan penindakan terhadap kendaraan yang tidak memenuhi ketentuan standar,” tegas Rinto.

Polres Agam menegaskan, patroli dan penertiban tersebut bukan semata-mata bertujuan memberikan sanksi, tetapi juga sebagai upaya menciptakan kesadaran berlalu lintas serta mencegah terjadinya kecelakaan dan gangguan keamanan di tengah masyarakat.

“Dengan langkah tersebut, diharapkan kawasan Lubuk Basung, khususnya pada malam akhir pekan, tetap menjadi ruang publik yang aman, tertib dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.

(Andra Sikumbang)

Pantau Pascagempa Flores, Anggota DPRD Ende Temukan Sejumlah Persoalan Tata Kelola Distribusi Logistik BPBD

0
Dalam fungsi pengawasannya, Nando Watu menyoroti belum tersedianya informasi yang dinilai cukup jelas mengenai alur dan proses penerimaan bantuan di pusat logistik.

Ende, Investigasi.News — Memasuki hari ketujuh pascagempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, perhatian terhadap efektivitas distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak terus menjadi sorotan.

Anggota DPRD Kabupaten Ende, Nando Watu, memilih melakukan fungsi pengawasan langsung di pusat dapur dan gudang logistik BPBD Kabupaten Ende pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Sejak pagi hingga sore, ia memantau proses penerimaan, penyusunan, hingga pendistribusian berbagai bantuan Pemerintah Kabupaten Ende kepada desa-desa terdampak bencana.

Informasi mengenai hasil pemantauan tersebut disampaikan Nando Watu melalui akun media sosial resminya. Selama beberapa hari sebelumnya dirinya lebih banyak turun ke lapangan, bertemu korban, melihat kondisi kerusakan rumah, serta berdialog dengan masyarakat.

Namun, sebagai anggota DPRD yang memiliki fungsi pengawasan, ia menilai penting untuk melihat langsung bagaimana mekanisme bantuan pemerintah dikelola dari pusat logistik.

Berdasarkan hasil pemantauannya, bantuan yang tersedia di BPBD Kabupaten Ende antara lain berupa beras, telur ayam, minyak goreng, mi instan goreng dan kuah, susu, Pop Mie, popok bayi, selimut, terpal, serta spons atau alas tidur.

Bantuan tersebut kemudian didistribusikan berdasarkan data kebutuhan dan tingkat kerusakan yang dilaporkan oleh masing-masing desa.

Nando menjelaskan, mekanisme yang diterapkan mengharuskan desa membawa data korban serta tingkat kerusakan, baik kategori rusak berat, sedang maupun ringan. Desa juga diminta melampirkan daftar kebutuhan atau item bantuan yang diperlukan masyarakat.

Menurutnya, pola tersebut secara prinsip dapat membantu memastikan bantuan disalurkan berdasarkan kebutuhan di lapangan. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan sejumlah persoalan yang perlu segera dievaluasi.

Salah satu temuan Nando adalah proses pelayanan bantuan dilakukan langsung kepada desa yang hadir membawa data, bukan melalui perwakilan kecamatan.

Konsekuensinya, desa yang belum datang ke kantor BPBD secara otomatis belum memperoleh bantuan melalui mekanisme tersebut.

Karena itu, Nando meminta desa-desa yang belum mengambil bantuan agar segera berkoordinasi dan mengambil logistik yang tersedia di kantor BPBD sesuai kebutuhan serta data masyarakat terdampak.

“Belum semua desa yang hadir. Artinya, bagi desa yang tidak hadir otomatis belum mendapat sentuhan bantuan,” demikian inti temuan Nando dalam pemantauannya.

Persoalan lain yang ditemukan adalah ketersediaan stok logistik yang bersifat variatif. Jumlah dan jenis barang yang tersedia tidak selalu sama dan dalam kondisi tertentu terbatas. Akibatnya, tidak seluruh permintaan yang diajukan desa dapat dipenuhi secara sekaligus.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terdampak terus berkembang, sementara ketersediaan logistik harus disesuaikan dengan stok yang berada di pusat distribusi.

Di sisi lain, data korban dan tingkat kerusakan yang menjadi dasar pendistribusian juga masih mengalami perubahan.

Nando menyebut laporan dari masing-masing desa maupun kecamatan terkait data korban bencana masih terus diperbarui hingga 22 Agustus 2026.

Dalam fungsi pengawasannya, Nando juga menyoroti belum tersedianya informasi yang dinilai cukup jelas mengenai alur dan proses penerimaan bantuan di pusat logistik.

Sebagian proses administrasi, menurut hasil pengamatannya, masih dilakukan secara manual dengan menggunakan pencatatan tulisan tangan.

Situasi tersebut berpotensi menimbulkan persoalan dalam proses pencatatan, pemutakhiran data, maupun penelusuran distribusi apabila tidak dikelola dengan sistem administrasi yang lebih tertib.

Transparansi mengenai bantuan yang masuk, jenis dan jumlah logistik, desa penerima, jumlah bantuan yang disalurkan, serta stok yang tersisa menjadi penting dalam kondisi darurat seperti saat ini.

Pemantauan di lapangan juga diwarnai persoalan pelayanan. Nando menyebut sempat terjadi perselisihan ringan dan adu mulut antara pihak desa dengan petugas.

Persoalan tersebut dipicu adanya desa yang telah datang sejak pagi dan menunggu cukup lama, tetapi hingga sore hari belum menerima bantuan untuk kemudian didistribusikan kepada masyarakat.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa selain persoalan ketersediaan logistik, kapasitas pengelolaan dan kecepatan pelayanan di pusat distribusi juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.

Nando juga menilai keberadaan relawan tambahan di kantor BPBD sangat dibutuhkan. Relawan dapat membantu proses penyusunan, pengaturan, pencatatan, serta manajemen stok logistik di pusat posko sehingga petugas dapat bekerja lebih efektif menghadapi tingginya kebutuhan masyarakat pascabencana.

Keterlibatan relawan, tentu dengan koordinasi dan pembagian tugas yang jelas, diharapkan dapat mempercepat proses pelayanan tanpa mengabaikan aspek administrasi dan akuntabilitas.

Sebagai anggota DPRD Kabupaten Ende, Nando menegaskan bahwa kehadirannya di pusat logistik merupakan bagian dari fungsi pengawasan terhadap penanganan bencana.

Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam membantu masyarakat terdampak gempa, baik pemerintah, petugas, relawan maupun elemen masyarakat lainnya.

Namun, menurutnya, situasi darurat juga harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi secara bersama-sama. Pengawasan bukan semata-mata untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan bantuan yang telah tersedia dapat benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Bantuan yang ada harus sampai pada sasaran dan bermanfaat bagi penerima manfaat,” menjadi pesan utama dari hasil pemantauannya.

Temuan di pusat logistik BPBD Kabupaten Ende menunjukkan bahwa persoalan penanganan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan berapa banyak bantuan yang tersedia, tetapi juga menyangkut bagaimana bantuan tersebut dicatat, dikelola, diprioritaskan dan didistribusikan kepada korban.

Dengan data korban yang masih berubah, stok logistik yang terbatas, sebagian proses administrasi yang masih manual, serta adanya desa yang belum mengambil bantuan, diperlukan pembaruan sistem informasi dan koordinasi yang lebih cepat antara BPBD, pemerintah desa, kecamatan dan seluruh unsur penanganan bencana.

Pada tahap tanggap darurat, setiap keterlambatan distribusi dapat berdampak langsung terhadap masyarakat yang sedang berada dalam kondisi rentan.

Karena itu, transparansi data dan distribusi, penguatan sumber daya manusia, serta evaluasi berkala menjadi penting agar bantuan pemerintah tidak berhenti di pusat logistik, tetapi benar-benar tiba di tangan masyarakat terdampak.

(Severinus T. Laga)

Kebakaran Lahap Empat Rumah Gadang di Batu Taba, 12 Warga Kehilangan Tempat Tinggal

0
Penyerahan bantuan

 

Agam — Musibah kebakaran melanda kawasan permukiman warga di Jorong Sungai Rotan, Nagari Batu Taba, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. Kobaran api dengan cepat membesar dan melahap empat unit rumah gadang nonpermanen serta satu unit dapur rumah yang terhubung dengan rumah gadang permanen.

Peristiwa tersebut mengakibatkan sedikitnya 12 orang dari empat kepala keluarga harus kehilangan tempat tinggal dan mengungsi sementara ke rumah keluarga.

Berdasarkan laporan Pemerintah Kecamatan Ampek Angkek Nomor 300.2.3/262/AA-2026, api pertama kali diketahui muncul disertai kepulan asap tebal. Dalam waktu singkat, kobaran api merambat dan membakar bangunan yang sebagian besar berbahan nonpermanen.

Situasi semakin mengkhawatirkan karena salah seorang korban merupakan warga lanjut usia dalam kondisi lumpuh. Beruntung, korban berhasil dievakuasi sebelum api semakin membesar dan kini tinggal sementara di rumah anaknya.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Setelah berjibaku memadamkan api, petugas pemadam kebakaran akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan seluruh kobaran.

Untuk menangani kebakaran tersebut, dikerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran, terdiri dari dua unit Damkar Kabupaten Agam, satu unit Damkar Kota Bukittinggi, dan satu unit Damkar Kota Padang Panjang.

Kebakaran tersebut diperkirakan menimbulkan kerugian material sekitar Rp320 juta. Sementara penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Empat kepala keluarga yang terdampak masing-masing berasal dari keluarga Yuerli, Hendro, Enizar, dan Desi Susanti. Total terdapat 12 warga yang terdampak dan kini membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar serta pemulihan kehidupan mereka pascakebakaran.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Pemerintah Kecamatan Ampek Angkek bersama Pemerintah Nagari Batu Taba melakukan koordinasi untuk mendata para korban dan kebutuhan mendesak mereka.

Bantuan awal berupa kasur, selimut, tikar dan sejumlah kebutuhan lainnya juga telah disalurkan kepada warga terdampak.

Kepedulian terhadap korban juga ditunjukkan Dinas Sosial Kabupaten Agam. Tim Dinsos turun ke lokasi bersama unsur pemerintah nagari, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta tokoh masyarakat untuk memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi.

Dalam penanganan di lapangan, turut hadir Wali Nagari Batu Taba Rahmat Hidayat, SH, Jorong Sungai Rotan Rahma Doni, TKSK Tizi Mulia, sejumlah tokoh masyarakat, serta jajaran Dinas Sosial Kabupaten Agam, di antaranya Feri Dunda, S.IP. dan Endri Fiondra, SH.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam Villa Erdi menegaskan bahwa penanganan korban kebakaran menjadi bagian penting dari respons pemerintah terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak hanya menyangkut kebutuhan pangan, tetapi juga kebutuhan dasar lainnya agar warga terdampak dapat menjalani masa pengungsian dengan lebih layak.

“Pemerintah daerah melalui Dinas Sosial akan terus berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana dapat ditangani. Koordinasi dengan pemerintah nagari, kecamatan dan unsur terkait terus dilakukan agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan korban,” demikian pesan penanganan yang disampaikan Dinsos Agam.

Kondisi pascakebakaran kini menjadi perhatian bersama. Empat keluarga tersebut tidak hanya kehilangan tempat tinggal, tetapi juga sejumlah harta benda yang menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Di tengah puing-puing bangunan yang tersisa, bantuan yang mulai berdatangan menjadi harapan agar para korban dapat kembali menata kehidupan. Pemerintah dan masyarakat diharapkan terus bergandengan tangan membantu proses pemulihan hingga para korban mendapatkan tempat tinggal dan kehidupan yang lebih layak.

Daji

Pawai Alegoris, Kominfo Hadirkan “Evolusi Kominfo: Dari Warta hingga Artificial Intelligence”

0
Rombongan Diskominfo Kota Solok memeriahkan Pawai Alegoris HUT ke-81 RI dengan menampilkan perjalanan teknologi komunikasi dari era analog hingga era digital dan AI.

Kota Solok,Investigasi.News – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Solok berlangsung meriah melalui Pawai Alegoris, Selasa (18/8/2026). Diikuti berbagai unsur masyarakat, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan sekaligus menampilkan kreativitas, inovasi, potensi, dan capaian pembangunan daerah.

Pawai yang dipusatkan di Kota Solok tersebut dimulai dari Lapangan Merdeka dan dilepas secara resmi oleh Wali Kota Solok. Selanjutnya, peserta bergerak menyusuri rute pawai melewati kawasan Pasar Raya Kota Solok, kemudian melintasi panggung kehormatan di depan Bank Nagari Kota Solok dan berakhir di Terminal Angkot Kota Solok.

Kemeriahan pawai turut disaksikan Wali Kota Solok, Wakil Wali Kota Solok, unsur Forkopimda, pimpinan BUMN dan BUMD, serta ribuan masyarakat yang memadati sepanjang rute pawai.

Pawai diikuti oleh perwakilan sekolah se-Kota Solok, kecamatan dan kelurahan, organisasi perangkat daerah (OPD), serta berbagai unsur masyarakat lainnya. Masing-masing peserta menampilkan beragam kreativitas dan atraksi yang sekaligus memperkenalkan program, potensi, inovasi, serta keunggulan yang dimiliki.

Kominfo Hadirkan “Evolusi Kominfo: Dari Warta hingga Artificial Intelligence”

Salah satu penampilan yang menarik perhatian dalam Pawai Alegoris adalah rombongan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Solok yang mengangkat tema “Evolusi Kominfo: Dari Warta hingga Artificial Intelligence”.

Mengusung konsep perjalanan teknologi komunikasi dari masa ke masa, penampilan Diskominfo mengajak masyarakat melihat transformasi teknologi, media, dan pelayanan publik yang berkembang pesat dari era analog hingga era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Pesan yang diusung dalam konsep tersebut menggambarkan perjalanan komunikasi dan informatika melalui tiga era, yakni Era Analog dan Penerangan Masa Lalu, Era Transisi Digital dan Internet, serta Era Modern dan Kominfo Masa Kini. (Wahyu)

Wali Kota Solok Kukuhkan Pengurus KAN Solok Periode 2026-2031

0
Wali Kota Solok menyampaikan sambutan di hadapan unsur Forkopimda dan tokoh adat dalam kegiatan pengukuhan KAN Solok.

Kota Solok,Investigasi.News – Wali Kota Solok, Dr. Ramadhani Kirana Putra, menghadiri prosesi pelantikan dan pengukuhan Pengurus Kerapatan Adat Nagari (KAN) Solok Periode 2026–2031. Kegiatan yang berlangsung di pelataran Kantor KAN Solok tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, serta pemangku adat se-Kota Solok, Rabu (19/8/2026).

Dalam sambutannya, Wali Kota Solok menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan KAN yang baru. Menurutnya, lembaga adat memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas sosial dan keharmonisan kehidupan masyarakat.

“Pemerintah Kota Solok menaruh harapan besar kepada pengurus KAN yang baru dilantik. Kami berharap niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, dan bundo kanduang dapat terus berkolaborasi dengan pemerintah. Sinergi ini penting untuk membentengi generasi muda kita dari dampak buruk modernisasi,” ujar Wali Kota.

Lebih lanjut, Wali Kota menekankan pentingnya menjaga dan mengamalkan filosofi adat Minangkabau, yakni Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah. Nilai tersebut, katanya, harus terus menjadi landasan dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam menyelesaikan berbagai persoalan anak nagari melalui musyawarah dan mufakat.

Pemerintah Kota Solok, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau. Keberadaan KAN diharapkan semakin memperkuat peran ninik mamak dan seluruh unsur masyarakat adat dalam menjaga jati diri, persatuan, serta mendukung kemajuan Kota Solok.(Wahyu)