Implementasi PP No. 57 Tahun 2021 Tentang Standar Pendidikan Nasional Di Taman Kanak-kanak Harapan Kita

More articles

spot_img

Tenaga pendidik di Taman Kanak-kanak bukanlah menjadi salah satu aspek yang menunjuang suatu kualitas dalam pendidikan, akan tetapi dapat juga dipengaruhi olej status pendidik sebagai guru yang memiliki sertifikasi. Pada Pendidikan Anak Usia Dini juga memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk dasar kemampuan dalam perkembangan anak disekolah hal ini dikarenakan akan mencakup beberapa aspek antara lain : kognitif, motorik, sosial-emosional, seni, bahasa, nilai agama dan moral.

Di Taman Kank-kanak Harapan Kita masih memiliki keterbatasan-keterbatasan dalam mengembangkan peningkatan standar kualifikasi pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi serta dokumentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas peningkatan standar pendidik dan tenaga kependidikan di Taman Kanak-kanak Harapan Kita.

Presiden Republik Indonesia Ir.H.Joko Widowo menandatangani PP Negara Republik Indonesia Nomor 57 tentang Standar Nasional Pendidikan tanggal 30 Maret 2021 (Berita Negara Republik Indonesia Nomor 6676). Pendidikan nasional mempunyai misi mengembangkan potensi setiap warga negara tanpa terkecuali dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan nasional yang bermutu merupakan landasan bagi pengembangan sumber daya manusia kelas dunia yang mampu proaktif menjawab tantangan zaman yang terus berubah (Undang-Undang RI No 29 2004).

Untuk membangun sistem pendidikan nasional yang bermutu, diperlukan standar pendidikan nasional yang menjadi pedoman dasar penyelenggaraan pendidikan. Standar Nasional Pendidikan memuat standar minimal berbagai aspek pendidikan yang harus dipenuhi oleh penyelenggara dan lembaga pendidikan (Sanusi and Khaerunnisa 2022). Peningkatan regulasi evaluasi sistem pendidikan oleh pemerintah, otoritas lokal dan badan independen akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang evaluasi sejawat, termasuk efektivitas satuan pendidikan dalam mendorong pembelajaran, kesetaraan akses dan kualitas layanan pendidikan.

Mutu proses pembelajaran dan pengelolaan satuan pendidikan, jumlah, penempatan dan kapasitas pendidik dan guru. Buku standar komprehensif ini dirancang untuk digunakan oleh kepala satuan pendidikan dan pemerintah daerah untuk melakukan penilaian mandiri dan merencanakan program dan anggaran yang bertujuan untuk meningkatkan pembelajaran kolektif (Siswopranoto 2022).

Berdasarkan pertimbangan tersebut, Peraturan Menteri Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir Peraturan Menteri Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2005 tentang Pendidikan Nasional telah mengalami beberapa kali perubahan. Hal ini harus ditingkatkan melalui standar dan pertukaran (Indonesia 2006).

Standar Nasional Pendidikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 merupakan standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi pascasarjana. Standar proses memuat standar minimal proses pembelajaran pada satuan pendidikan dasar atau kelompok masyarakat, sehingga tidak hanya dapat menciptakan proses pembelajaran, tetapi juga lebih efisien dan efektif. Proses komunikasi antara guru dan siswa berlangsung secara lisan sebagai media utama penyampaian materi (Zainuddin 2021).

Baca Juga :  Harga Patokan Ikan dan Sistem Penarikan PNBP: Banyak Objek Potensi Kerugian Negara

Deskripsi Kasus

Permasalahan sistem pendidikan sering menjadi sorotan di banyak negara, tidak terkecuali Indonesia. Jika dicermati, muncul beberapa persoalan yang menjadi penyebab berbagai tantangan dalam menjaga mutu pendidikan. Salah satu persoalan utama yang terus mendapat perhatian adalah kurangnya tenaga pendidik yang berkualitas. Pendidik yang berkualitas adalah kunci untuk membentuk masa depan pendidikan yang berkualitas.

Namun Indonesia masih memiliki kekurangan dalam hal ini. Kurangnya guru dengan kualifikasi dan keterampilan mengajar yang sesuai dapat berdampak langsung pada kualitas pendidikan yang diberikan kepada siswa. Hal ini mungkin disebabkan oleh rendahnya standar pembelajaran, kurangnya pemahaman materi, dan kurangnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.

Selain itu, sarana dan prasarana yang memadai juga penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang optimal. Namun banyak sekolah di berbagai daerah di Indonesia yang masih kekurangan fasilitas dasar seperti ruang kelas yang memadai, fasilitas pembelajaran yang memadai, bahkan akses yang memadai terhadap sumber daya pendukung pembelajaran seperti perpustakaan dan laboratorium Masu (Ratnasari 2019). Kekurangan ini dapat menghambat proses pembelajaran dan menurunkan motivasi siswa dan pendidik. Apalagi peran orang tua dalam pendidikan anaknya sangatlah penting.
Namun, kurangnya keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak seringkali menjadi kendala utama. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti: Misalnya saja orang tua yang bekerja, kurangnya pemahaman akan pentingnya pendidikan, atau bahkan faktor ekonomi yang membuat orang tua sulit berpartisipasi aktif dalam pendidikan anaknya. Faktanya, dukungan dan keterlibatan orang tua dalam pendidikan dapat berdampak positif terhadap pembelajaran dan perkembangan sosial emosional anak (Noviana et al. 2023).

Mengatasi permasalahan tersebut memerlukan upaya komprehensif dan berkelanjutan dari berbagai pemangku kepentingan, antara lain pemerintah, lembaga pendidikan, masyarakat, dan orang tua itu sendiri, melalui program pelatihan dan pengembangan profesional yang berkelanjutan. Di sisi lain, untuk meningkatkan infrastruktur pendidikan, pemerintah perlu meningkatkan alokasi anggaran untuk meningkatkan dan memperluas fasilitas pendidikan di seluruh negeri.
Selain itu, kampanye dan program kesadaran penting untuk meningkatkan kesadaran orang tua akan peran mereka dalam pendidikan anak-anak mereka. Melalui upaya bersama seluruh pemangku kepentingan, permasalahan tersebut secara bertahap dapat diatasi dan pendidikan di Indonesia dapat terus berkembang ke arah yang lebih baik, sehingga setiap anak memperoleh pendidikan yang berkualitas dan menyadari potensinya (Roza, Nurhafizah, and Yaswinda 2019).
Penelitian ini didasarkan pada sampel dari beberapa lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) di suatu kota tertentu dan didasarkan pada penerapan Kebijakan Standar Nasional Pendidikan (SNP) PAUD dan diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 4 Tahun 2022. Kami akan menyelidiki bagaimana menanggapi perubahan yang mungkin terjadi. Penting untuk dipahami bahwa SNP PAUD merupakan seperangkat standar yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini di Indonesia.

Baca Juga :  Ikatan Yang Terhubung Karena Adanya Perasaan Sungguh Luar Biasa

PP Nomor 2 April 2022 akan membawa perubahan peraturan, termasuk penyesuaian standar dan prosedur operasional. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji bagaimana kebijakan tersebut diterapkan di beberapa lembaga PAUD dan bagaimana lembaga tersebut menyikapi perubahan tersebut. Salah satu fokus utama penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana lembaga PAUD mematuhi standar baru yang diperkenalkan oleh SNP PAUD dan peraturan baru PP No.2 April 2022 (Indonesia 2022).
Hal ini mencakup evaluasi infrastruktur, kurikulum, kualifikasi fakultas, dan proses administrasi terkait lainnya. Apakah lembaga-lembaga tersebut mempunyai sumber daya dan dukungan yang memadai untuk memenuhi tuntutan baru? Selain itu, penelitian ini juga mengeksplorasi reaksi dan persepsi berbagai aktor terhadap perubahan ini. Hal ini mencakup wawancara dengan manajer, guru, orang tua, dan bahkan anak-anak untuk memahami bagaimana perubahan tersebut akan berdampak langsung pada mereka.
Apakah mereka melihat perubahan ini sebagai perbaikan positif, ataukah mereka menghadapi tantangan khusus dalam beradaptasi? Dengan menganalisis hasil penelitian ini, kami berharap dapat memperoleh pemahaman lebih dalam mengenai penerapan SNP PAUD dan dampak perubahan kebijakan yang diatur dalam PP No. 57 Tahun 2021 pada tataran praktis (Indonesia 2021). Hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan berharga bagi pengambil kebijakan, pengelola fasilitas PAUD, dan pemangku kepentingan lainnya untuk lebih meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di Indonesia.

Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dimana dengan menjelaskan kejadian yang nyata yang ada dilapangan. Subjek yang digunakan pada penelitian ini adalah Kepala Sekolah Taman Kanak-kanak Harapan Kita Kecamatan Ranah Pesisir Kabupaten Pesisir Selatan yang terakreditasi B. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi.
Pada penelitian ini juga akan dibahas yang berkaitan dengan pengimplementasi Standar Nasional Pendidikan di Taman Kanak-kanak. Sehingga diharapkan dalam penelitian ini mampu memberikan manfaat kepada pengambil kebijakan yang terkhusunya nanti kepada kepala sekolah dalam mengimplementasikan Standar Nasional Pendidikan di Lembaga PAUD.

Baca Juga :  Roti Tawar Pembawa Bahagia

Pembahasan Analisis dan Temuan
Dari hasil wawancara pada penelitian ini didapatkan hasil sebagai bentuk pembahasan yang berkaitan dengan judul yakni Implementasi PP No. 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan di Taman Kanak-kanak Harapan Kita Kecamatan Ranah Pesisir Kabupaten Pesisir Selatan.

Prestasi Peserta didik
Pada pengimplementasian PP No. 57 Tahun 2021 tentang prestasi peserta didik di Taman Kanak-kanak Harapan Kita Kecamatan Ranah Pesisir Kabupaten Pesisir Selatan sangatlah penting. Guru yang memiliki peran sebagai seorang pendidik sangat memiliki harapan kepada anak didiknya agar memiliki prestasi yang baik dan maksimal. Seorang peserta didik yang mampu mencapai target dan cita-citanya bisa dikatakan anak tersebut berprestasi.
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan dilapangan terkait dengan judul penelitian ini menemukan bahwa di Taman Kanak-kanak Harapan Kita masih belum optimal dalam meningkatkan prestasi belajar peserta didiknya. Kepala sekolah Taman Kanak-kanak Harapan Kita menjelaskan bahwa prestasi peserta didiknya masih sangat lemah dan dirumah peserta didik tersebut tidak mengulang pelajaran disekolah, jikalau ada hanya beberapa yang mengulang pelajaran disekolah.

Kompetensi
Pada dunia pendidikan, target pembelajaran merupakan sebuah dasar dari pengajaran yang lebih efektif yang didasarkan pada analisis kompetensi dan juga ruang lingkup materi. Target dalam pembelejaran yang baik sebikmya mampu mencapai analisis kompetensi pada peserta didik dan juga memiliki batasan terhadap materi pelajaran yang akan dipelajari.
Kompetesi yang ditargetkan dalam pembelajaran berpedoman kepada kemampuan, keterampilan serta pengetahuan terkait sesuatu yang diharapkan mampu diselesaikan oleh peserta didik. Yang mencakup terhadap kompetensi ini seperti pemahaman terhadap konsep pembelajaran, kemampuan dalam berfikir kritis, memiliki ketrampilan yang praktis serta siswa memiliki sikap yang diharapkan oleh guru.
Pada hasil wawancara yang dilakukan bersama wali murid di Taman Kanak-kanak Harapan Kita mengemukakan bahwa di Taman Kanak-kanak ini sudah memiliki lingkungan yang baik dan juga strategis. Namun masih ada kekurangannya dalam pembelajaran yang dimana guru harus lebih mampu mengembangkan kemampuannya didalam kelas.

Kesimpulan

Peningkatan kualitas standar pendidik dan tenaga pengajar di Taman Kanak-kanak Harapan Kita nampaknya masih belum optimal. Penjelasan tersebut membuat banyak guru masih belum mampu memberikan pembelajaran pengembangan kurikulum. Untuk meningkatkan mutu pendidikan diperlukan tenaga pendidik yang berkualifikasi tinggi.
Taman Kanak-kanak Harapan Kita minimal harus memiliki sarana dan prasarana pendidikan. Sebab lembaga dan infrastruktur pendidikan mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap kemampuan belajar anak. Hal ini menunjukkan bahwa peran sarana dan prasarana sangat penting bagi kualitas pembelajaran bagi anak. Pengelolaan sarana dan prasarana merupakan kegiatan yang sangat penting di sekolah karena sangat menunjang keberhasilan proses pembelajaran di sekolah. (*)

Oleh : Yasifa Arkanasya Ummayah
Universitas Negeri Padang

spot_img
spot_img

Latest

spot_img