5 Masalah Kerap Dikeluhkan Warga, No. 1&2 Paling Sering Diteriakkan Masyarakat Sula

More articles

spot_img

Malut, investigasi.newsWarga Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara cenderung dihadapkan pada masalah-masalah yang berkaitan dengan kebutuhan dasar manusia, terlebih yang tinggal di kota Sanana yang merupakan kota Kabupaten dari daerah yang terkenal dengan sebutan ’dad hia ted sua’.

Berikut 5 masalah yang kerap dikeluhkan, bahkan tidak jarang terjadi umpatan di media sosial.

1. Lampu Mati.

Masalah lampu mati berada diurutan atas karena paling sering terjadi yang kemudian tidak jarang membuat warga Kepulauan Sula khususnya kota Sanana menjadi naik pitam, selain mati pada jam-jam krusial saat warga melakukan ibadah sholat (Maghrib) persoalan mati lampu juga dikeluhkan karena membuat peralatan elektronik warga menjadi rusak, selama ini diketahui mesin PLN ranting Sanana maupun di pulau Mangoli over kapasitas, selebihnya mati lampu yang terjadi alasannya adalah gangguan jaringan.

Baca Juga :  7 Gubernur Dinobatkan Sebagai Inisiator Olahraga, Salah Satunya Rohidin Mersyah

2. Air Bersih Mati.

Ini menjadi persoalan berikutnya terutama bagi warga kota Sanana, seperti diketahui air bersih merupakan kebutuhan yang amat vital.

Warga sering menuliskan kritik maupun protes akibat aliran air bersih yang berhenti mengalir.

Sepengetahuan media ini, masalah yang terjadi di PDAM Sanana adalah karena cuaca ekstrim di musim penghujan dan kerap terjadinya gangguan (konslet) mesin pompa milik mereka di desa Waibau.

3. Sampah.

Mestinya untuk masalah yang ke-3 ini tidak harus terjadi, karena dengan anggaran yang besar seharusnya kota Sanana tidak kumuh dan jorok seperti yang sering dikeluhkan warga selama ini, namun faktanya Sanana sebagai kota yang pernah meraih piala Adipura itu tinggal kenangan, karena seringnya kita temui tumpukan sampah di setiap sudut kota.

Baca Juga :  Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Pemerintah Kabupaten Asahan Dengan Putera Sampoerna Foundation

Kurangnya kesadaran membuang sampah menjadi salah satu masalah disamping persoalan utamanya yakni kesalahan urusan pejabat terkait dalam mengelola anggaran kebersihan yang totalnya mencapai 3 miliar lebih pertahunnya.

4. Sulit Mengakses BBM Subsidi.

Persoalan mendapatkan BBM bersubsidi menjadi masalah berikutnya di Kabupaten yang kemarin berusia 21 tahun.

Tidak jarang didapati antrian mengular di SPBU Kompak di Mangon, dan ternyata bukan saja terjadi di kota Sanana namun juga terjadi di kota-kota kecamatan lainnya di Kepulauan Sula, masalahnya beragam mulai dari kucing-kucingan dengan para spekulan BBM bersubsidi, kemudian adanya praktek untuk menghindari harga BBM industri sampai pada adanya kejahatan berupa penyelewengan BBM bersubsidi.

5. Ternak Liar.

Baca Juga :  Gubsu Kunjungi PT Hijau Surya Biotechindo Sekaligus Sosialisasi Pencegahan Covid-19

Ternak liar menjadi masalah berikut yang kerap dikeluhkan warga kota Sanana, selain merusak pemandangan kota ternak liar ini juga bisa menjadi predator terhadap tumpukan sampah atau bunga peliharaan warga, dan yang paling mengkhawatirkan ternak liar berupa Sapi dan Kambing ini menjadi ancaman lakalantas.

Selama ini yang diketahui Invetigasi penyebabnya adalah kurangnya kesadaran kolektif dari warga pemilik ternak serta tidak maksimalnya Pemda Kab. Kepulauan Sula menjalankan perda nomor 9 tahun 2008 tentang Penertiban dan Pemeliharaan Hewan Ternak di Kab. Kepulauan Sula.

Demikian 5 masalah di Kab. Kepulauan Sula hasil pantauan investigasi (9/6) yang kerap di keluhkan warga masyarakatnya.

( RL )

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest

spot_img