Padi Gunung Menyapa Desa Balung: Upaya Pemerintah Kampar Dalam Menggenjot Swasembada Pangan

More articles

spot_img

Kampar, Investigasi.newsPemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) mengambil langkah tegas dalam mengembangkan pertanian di wilayahnya dengan mendorong penanaman “Padi Gunung” atau padi lahan kering. Langkah ini ditandai dengan dimulainya kegiatan musim tanam tahun ini, di mana penanaman percobaan padi telah dilakukan di lahan perbukitan seluas 7 hektar, tepatnya di Desa Balung, Kabupaten XIII Koto Kampar, senin ( 25/3/24).

Tokoh masyarakat Desa Balung, Ipin (36), menyatakan bahwa Desa mereka telah memulai penanaman padi gogo atau padi lahan kering sejak tahun lalu. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap keterbatasan lahan sawah atau basah di wilayah tersebut. Ipin juga menambahkan bahwa beberapa petani telah berhasil memanen hasilnya, menunjukkan potensi yang dimiliki oleh pertanian padi lahan kering.

Pengembangan padi gunung ini diarahkan untuk mendukung pencapaian swasembada pangan mengingat lonjakan harga beras yang terjadi pada tahun ini. Selain itu, potensi besar untuk pertanian padi lahan kering di wilayah perbukitan Desa Balung menjadi alasan kuat bagi pemerintah setempat untuk terus mengembangkan program ini.

Dalam pandangan Ipin, pembangunan padi lahan kering ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomis bagi masyarakat, tetapi juga mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang selama ini tidak dimanfaatkan. Namun, ia juga menyoroti perlunya pemahaman yang lebih dalam tentang pengelolaan lahan yang berkelanjutan, untuk menghindari praktik pembakaran hutan yang berdampak negatif pada lingkungan.

Pemerintah Kabupaten Kampar berkomitmen untuk terus mendukung program pengembangan pertanian, termasuk pengembangan padi lahan kering. Langkah-langkah seperti penyuluhan dan pencerahan kepada masyarakat diharapkan dapat membantu mengatasi tantangan dalam pengelolaan lahan secara berkelanjutan.

Namun, di samping dukungan dari pemerintah, Ipin juga mengajukan permohonan untuk bantuan alat dan mesin pengolahan padi serta akses pasar yang lebih luas bagi petani setempat. Dengan demikian, hasil panen padi gunung dapat dikelola secara efisien dan memenuhi kebutuhan pasar dengan lebih baik.

Sebagai langkah terakhir, Ipin mengajak pemerintah untuk turun langsung ke lapangan dan berkolaborasi dalam mencari solusi terbaik bagi pengelolaan lahan tanpa mengorbankan lingkungan. Harapannya, upaya bersama ini dapat membawa kemajuan bagi masyarakat Desa Balung serta berkontribusi pada tercapainya tujuan swasembada pangan di wilayah XIII Koto Kampar.

( Tomi )

 

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest

spot_img