NTT  

Alasan Anggaran, Dishub Manggarai Apatis Terhadap Kerusakan Traffic Light

Manggarai, investigasi.news – Rusaknya Traffic Light di simpang empat Telkom Lawir menuju Kantor Kejaksaan hingga kini belum ada kejelasan untuk diperbaiki dari Dinas Perhubungan(Dishub) Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur(NTT).

Matinya Traffic Light di dua titik di kota Ruteng tersebut membuat resiko terjadinya kecelakaan lalu lintas menjadi besar. Apa lagi, Traffic Light yang mati ini berada di titik lalu lintas yang ramai. Tentunya, pagi hari saat lalu lintas padat , sangat butuh lampu merah agar pengendara menjadi tertib dan tidak kecelakaan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Manggarai, Saldi Sahadun melalui sekretarisnya Marselinus Berahi, saat ditemui wartawan diruang kerjanya mengaku belum pernah melakukan perbaikan lantaran belum ada anggaran dan belum tau persis status lampu merah yang rusak tersebut. Apakah kewenangan kabupaten ataukah kewenangan propinsi? Cetus Marselinus pada Jumat(22/4).

Dikatakannya, sejauh ini yang kami tahu bahwa lampu merah yang berada di Lawir tersebut menjadi kewenangan propinsi. Namun, dalam pengelolaan dan pemeliharaan itu menjadi kewenangan kabupaten.

” Selama ini,memang sama sekali belum ada upaya perbaikan dari kami, dikarenakan tidak punya anggaran. Kita sudah pernah ajukan itu, namun belum ada jawaban yang jelas. ”

Tahun 2022 ini, kami sudah mengakomodir dalam perencanaan kami untuk melakukan perbaikan sekaligus menggantikan mesin yang rusak. Karena bagian teknis sudah memeriksa kondisi traffic lightnya. Besar kemungkinan alat kontrolnya yang rusak dan harus di ganti.

Mantan camat Wae Ri’i tersebut menghimbau kepada seluruh pengguna jalan agar lebih berhati-hati jika melintas diperempatan Telkom Lawir. Karena Traffic Light tersebut akan difungsikan jika anggaran perbaikan diakomodir dalam tahun ini. Jika tidak, mesti menunggu tahun anggaran berikut.

Sementara itu, DS(37),pengendara motor yang namanya enggan dimediakan menuturkan akibat lampu merah yang mati ini rawan terjadi kecelakaan disini pak. Apalagi, jarang pengendara yang mengalah dan semua ingin melaju tanpa memperhatikan sesama pengendara lainlain, tuturnya.

“Sangat berbahaya jika ini mati terus pak, saya yang biasa lewat sini merasa cemascemas. Sering saya lihat pengendara motor hampir menabrak pengendara lain dari arah pasar”.

Selain itu, kata DS , jalan ini sering dilalui pengendara karena merupakan akses masyarakat menuju ke pasar. Instansi terkait harus sigap untuk menangani ini.Kalau dibiarkan begini terus, tentu angka kecelakaan di daerah ini bisa meningkat, tutup DS.
K