Beranda blog Halaman 21

Paripurna DPRD Kota Padang Bahas KUA-PPAS 2027, Fraksi-fraksi Soroti Rencana Anggaran

0
Penyerahan dokumen KUA-PPAS APBD 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Padang, Senin (31/8/2026). Hms

 

Padang – DPRD Kota Padang tidak sekadar memberikan persetujuan terhadap Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun Anggaran 2027. Dalam rapat paripurna penyampaian pendapat akhir fraksi-fraksi, DPRD membedah sejumlah persoalan krusial dalam rancangan anggaran tersebut, mulai dari kemandirian fiskal, target Pendapatan Asli Daerah (PAD), belanja pendidikan, infrastruktur pelayanan publik, hingga efektivitas belanja pemerintah.

Rapat Paripurna DPRD Kota Padang yang digelar di Ruang Sidang Utama Lantai II Gedung DPRD Kota Padang, Jalan Bagindo Aziz Chan, Bypass, Kecamatan Kuranji, Senin (31/8/2026), menjadi forum penting untuk memastikan setiap rupiah dalam APBD 2027 memiliki arah, manfaat, dan dampak yang jelas bagi masyarakat.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Kota Padang Ustad H. Muharlion, S.Pd., didampingi Wakil Ketua DPRD Mastilizal Aye, Osman Ayub, dan Jupri, serta Sekretaris DPRD Hendrizal Azhar.

Dari Pemerintah Kota Padang hadir Wali Kota Fadly Amran, Sekretaris Daerah Raju Minrofa Chaniago, unsur Forkopimda, para asisten, staf ahli, kepala OPD, serta undangan lainnya.

Setelah rangkaian pembukaan dan pemeriksaan daftar hadir, pimpinan DPRD memberikan kesempatan kepada masing-masing fraksi untuk menyampaikan pendapat akhir terhadap rancangan KUA-PPAS APBD 2027.

PAD Rp1,155 Triliun, DPRD Soroti Ketergantungan Transfer

Salah satu isu yang mendapat perhatian serius DPRD adalah struktur pendapatan daerah.

Juru bicara Fraksi PKS, Gufron, menyampaikan bahwa berdasarkan dokumen Ringkasan Akun Pemerintah Kota Padang TA 2027, total pendapatan daerah direncanakan mencapai Rp2,737 triliun.

Dari jumlah tersebut, PAD direncanakan sebesar Rp1,155 triliun, sedangkan pendapatan transfer mencapai Rp1,581 triliun.

Secara struktur, PAD memberikan kontribusi sekitar 42,22 persen terhadap total pendapatan daerah. Sementara pendapatan transfer masih mendominasi dengan kontribusi sekitar 57,78 persen.

Bagi DPRD, angka tersebut menunjukkan Kota Padang memang telah memiliki basis PAD yang cukup kuat. Namun, ketergantungan terhadap dana transfer pemerintah pusat masih menjadi persoalan yang harus dibaca secara serius.

Fraksi PKS menilai perubahan kebijakan transfer dari pemerintah pusat dapat langsung memengaruhi ruang fiskal daerah. Ketika transfer berkurang, ditunda, atau formula pembagiannya berubah, kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai pelayanan publik dan pembangunan juga berpotensi ikut tertekan.

Karena itu, DPRD mendorong penguatan PAD bukan melalui kebijakan yang sekadar menambah beban masyarakat, tetapi dengan memperluas basis pajak, mengoptimalkan objek pajak, memperkuat database wajib pajak, melakukan digitalisasi pemungutan, serta menutup potensi kebocoran.

“PAD yang sehat bukanlah PAD yang tinggi dari pungutan berlebihan, melainkan PAD yang tumbuh bersama pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Gufron.

Pandangan tersebut menegaskan bahwa DPRD Kota Padang ingin peningkatan PAD berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan dunia usaha.

PAN Minta Target PAD Dibuka Secara Terukur

Sorotan terhadap PAD kembali mengemuka melalui Fraksi PAN.

Juru bicara Fraksi PAN, Usmardi Thareb, menyebut PAD dalam rancangan KUA-PPAS 2027 mengalami peningkatan dibandingkan APBD 2026.

PAN mendukung kenaikan target tersebut, tetapi DPRD meminta pemerintah tidak sekadar mencantumkan angka. Pemko Padang diminta menjelaskan secara rinci sektor mana saja yang menjadi sumber kenaikan PAD serta strategi konkret untuk mencapai target tersebut.

Menurut DPRD, target PAD harus realistis, terukur, dan didukung kajian yang matang agar tidak menjadi angka optimistis di atas kertas tanpa dukungan strategi pencapaian yang jelas.

Fraksi PAN juga menyoroti sektor pajak daerah yang direncanakan menjadi salah satu penyumbang terbesar PAD, dengan target sekitar Rp874,475 miliar.

Salah satu potensi yang dipertanyakan adalah pajak air tanah.

DPRD meminta Pemko Padang memastikan pengelolaan pajak air tanah berjalan optimal, termasuk melakukan pengecekan terhadap penggunaan sumber air pada hotel, sekolah swasta, perkantoran swasta, dan sektor lainnya.

DPRD menilai pendataan dan pengawasan perlu diperkuat agar potensi penerimaan daerah tidak hilang sekaligus mencegah penggunaan sumber daya air secara tidak semestinya.

Belanja Pendidikan Disorot, DPRD Minta Pemko Benahi

Tidak hanya pendapatan, DPRD Kota Padang juga menguliti struktur belanja dalam KUA-PPAS 2027.

Fraksi PAN memberikan perhatian khusus terhadap alokasi belanja pendidikan.

Berdasarkan surat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat atas nama Gubernur Sumbar Nomor 900.1.15.3/1051/APKD/BPKAD/2026 tertanggal 10 Agustus 2026, disebutkan belanja wajib pendidikan dalam rancangan tersebut baru mencapai 8,39 persen, atau sekitar Rp227,445 miliar.

Angka tersebut dinilai belum memenuhi ketentuan alokasi anggaran pendidikan paling sedikit 20 persen dari total belanja daerah.

DPRD meminta Pemko Padang memastikan kembali struktur penganggaran pendidikan agar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dugaan persoalan nomenklatur subkegiatan yang menampung belanja gaji dan tunjangan ASN pendidik dan tenaga kependidikan juga diminta segera diperbaiki.

Bagi DPRD, persoalan tersebut tidak boleh berhenti pada persoalan administratif. Ketepatan penganggaran harus dipastikan agar kebutuhan pendidikan benar-benar memperoleh porsi yang semestinya.

Belanja Infrastruktur Pelayanan Publik Ikut Jadi Perhatian

Pembahasan kemudian bergeser pada belanja infrastruktur pelayanan publik atau BIPP.

Fraksi PAN menyoroti alokasi BIPP dalam rancangan KUA-PPAS 2027 yang disebut mencapai sekitar Rp571,998 miliar atau 21,10 persen dari total belanja daerah di luar alokasi belanja bagi hasil dan/atau transfer kepada daerah.

Angka tersebut dinilai masih belum memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan.

DPRD meminta Pemko Padang menata kembali struktur belanja sehingga alokasi untuk infrastruktur pelayanan publik dapat memenuhi ketentuan sekaligus menjawab kebutuhan pembangunan kota.

Persoalan tersebut menjadi semakin penting karena infrastruktur merupakan sektor yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, mulai dari jalan, drainase, fasilitas publik, hingga infrastruktur yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

Gerindra: Terima KUA-PPAS dengan Catatan

Sementara itu, Fraksi Gerindra memberikan sikap yang lebih tegas. Fraksi tersebut menyatakan menerima rancangan KUA-PPAS APBD 2027 dengan catatan, dengan syarat sejumlah komitmen harus diakomodasi secara substansial dalam pembahasan RAPBD sebelum ditetapkan menjadi Peraturan Daerah.

Gerindra meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) melakukan revisi terhadap prioritas belanja modal dan Belanja Tidak Terduga (BTT).

Alokasi belanja modal untuk infrastruktur mitigasi bencana diminta dinaikkan secara signifikan. BTT juga dinilai perlu disesuaikan dengan tingkat risiko, termasuk memastikan bantuan bagi korban banjir mendapat porsi yang layak.

Gerindra turut meminta dilakukan audit cepat terhadap serapan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik bidang pendidikan.

Catatan lainnya menyangkut belanja pegawai.

TAPD diminta menyajikan roadmap penurunan rasio belanja pegawai secara bertahap, dengan target maksimal 40 persen pada 2027 dan menuju maksimal 30 persen pada 2029.

Fraksi Gerindra juga meminta adanya moratorium tenaga non-ASN serta rasionalisasi operasional birokrasi.

DPRD Desak Ada Rencana Aksi PAD

Tidak berhenti pada kritik terhadap struktur anggaran, Gerindra juga meminta Pemko Padang menyusun Rencana Aksi Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pendapatan Daerah yang terukur dan terkuantifikasi sebelum RAPBD ditetapkan.

Bagi DPRD, peningkatan PAD membutuhkan strategi yang jelas, bukan sekadar menaikkan target dalam dokumen anggaran.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Padang, Wahyu Hidayat, bahkan menegaskan bahwa persetujuan terhadap KUA-PPAS harus diikuti komitmen nyata pemerintah daerah.

“Tanpa komitmen tertulis dan terukur ini, persetujuan kami dianggap cacat moral,” tegas Wahyu.

Ia menegaskan, sikap fraksinya bukan semata menyangkut kepentingan politik fraksi, melainkan memastikan anggaran benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kami tidak sedang bernegosiasi untuk kepentingan fraksi; kami sedang bernegosiasi untuk hak masyarakat atas drainase yang berfungsi, sekolah yang aman, bantuan yang sampai, dan anggaran yang efisien,” lanjutnya.

Belanja Harus Tepat Sasaran

Selain membedah pendapatan dan belanja, DPRD Kota Padang juga mengingatkan agar seluruh alokasi dalam KUA-PPAS 2027 benar-benar digunakan secara tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu.

Fraksi PAN meminta kebijakan anggaran selaras dengan visi dan misi Wali Kota Padang, program unggulan yang telah ditetapkan, serta kebijakan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Sinkronisasi tersebut dinilai penting untuk mencegah tumpang tindih program dan anggaran.

DPRD berharap setiap program yang dibiayai APBD 2027 memiliki output yang jelas dan memberikan dampak langsung terhadap pembangunan serta kesejahteraan masyarakat Kota Padang.

Pada akhirnya, seluruh fraksi menyatakan menerima Rancangan KUA-PPAS APBD 2027, dengan Fraksi Gerindra memberikan persetujuan disertai catatan dan sejumlah prasyarat yang harus ditindaklanjuti dalam tahapan pembahasan RAPBD.

Melalui forum paripurna tersebut, DPRD Kota Padang kembali menunjukkan fungsi strategisnya dalam mengawal arah kebijakan anggaran daerah. Persetujuan bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi pintu masuk bagi pembahasan yang lebih kritis agar APBD 2027 benar-benar menjadi instrumen pembangunan yang efektif, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

(Adv)

Gubernur Mahyeldi Undang Dubes Palestina Hadir Dalam Puncak Peringatan Hari Jadi Sumbar ke-81

0
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menerima Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdulfattah A.K. Al-Sattari di Kedutaan Besar Palestina, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

JAKARTA — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menemui Duta Besar Palestina untuk Republik Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattari, di Kantor Kedutaan Besar Palestina, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus membahas sejumlah agenda dukungan Sumbar terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Dalam pertemuan itu, Mahyeldi secara khusus mengundang Dubes Palestina untuk hadir pada puncak peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Sumbar yang akan dilaksanakan pada 1 Oktober 2026 mendatang.

“Kami mengundang Bapak Duta Besar untuk hadir di Sumatera Barat dalam rangka Peringatan Hari Jadi Sumbar ke-81. Mudah-mudahan beliau berkenan hadir dan kita bisa bersama-sama memperkuat hubungan serta dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina,” ungkap Gubernur Mahyeldi usai pertemuan.

Jika berkenan hadir, Mahyeldi mengaku telah menyiapkan sejumlah agenda bagi Dubes Palestina selama berada di Sumbar. Di antaranya memberikan tausiah pada kegiatan Subuh Mubarak yang rutin dilaksanakan Pemprov Sumbar setiap minggu pertama setiap bulan di Masjid Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi.

Selain itu, Dubes Palestina juga diharapkan dapat menghadiri kegiatan Palestina Run yang direncanakan akan digelar sebagai salah satu momentum solidaritas masyarakat Sumbar terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Mahyeldi juga merencanakan diskusi khusus mengenai perkembangan situasi di Gaza dengan melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan sejumlah organisasi Islam di Sumbar. Diskusi tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk mendapatkan informasi langsung sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat Sumbar terhadap kondisi rakyat Palestina.

Menurut Mahyeldi, kondisi sosial dan politik yang berlangsung di Palestina, khususnya di Gaza, masih menjadi keprihatinan bersama. Karena itu, Pemprov Sumbar berkomitmen untuk terus memberikan dukungan moral serta mendoakan keberhasilan perjuangan rakyat Palestina.

“Kita tentu sangat prihatin dengan kondisi yang dihadapi saudara-saudara kita di Palestina, khususnya di Gaza. Kita akan terus memberikan dukungan dan mendoakan agar perjuangan rakyat Palestina untuk mendapatkan kemerdekaan dapat terwujud,” katanya.

Lebih jauh, Mahyeldi mengusulkan adanya pertemuan besar yang melibatkan berbagai unsur masyarakat untuk menyampaikan pernyataan bersama mengenai dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.

Ia menilai kegiatan Palestina Run dapat menjadi salah satu langkah awal untuk menggalang kebersamaan dan memperkuat pesan solidaritas masyarakat Sumbar terhadap Palestina.

“Ini bukan hanya tentang sebuah kegiatan olahraga, tetapi juga bagaimana kita membangun solidaritas dan menyampaikan pesan bahwa masyarakat Sumatera Barat bersama rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaannya,” ucap Mahyeldi.

Dalam pertemuan tersebut, Dubes Palestina didampingi Wakil Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Deyaeddin Muhammad Fuad Alnamourah. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan serta solidaritas antara Sumatera Barat dan Palestina. (adpsb/bud)

Bupati Asahan Deklarasikan Pilkades Damai, 128 Calon Kades Siap Jaga Demokrasi Desa

0
Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin. ( Foto: Sidabutar)

ASAHAN – Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin mendeklarasikan Pilkades Damai dalam rangka Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Asahan Tahun 2026 di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Selasa (1/9/2026).

Deklarasi tersebut diikuti unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, panitia pemilihan, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), kepala desa, penjabat kepala desa, serta 128 calon kepala desa yang akan bertarung pada Pilkades serentak tahun ini.

Kegiatan itu menjadi penegasan komitmen bersama untuk mewujudkan pelaksanaan Pilkades yang aman, tertib, demokratis, dan kondusif hingga seluruh tahapan pemilihan selesai dilaksanakan.

Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin mengatakan, pemilihan kepala desa merupakan salah satu bentuk demokrasi yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. Karena itu, seluruh pihak harus mengedepankan kedewasaan dan tanggung jawab dalam setiap tahapan pemilihan.

“Melalui Pilkades, masyarakat diberikan kesempatan untuk menentukan pemimpin yang diharapkan mampu membawa desanya menjadi lebih mandiri, maju, sejahtera, dan bermartabat,” ujarnya.

Ia menyebutkan, Pilkades Serentak Kabupaten Asahan Tahun 2026 akan berlangsung di 43 desa yang tersebar di 18 kecamatan dengan jumlah peserta sebanyak 128 calon kepala desa.

Menurutnya, deklarasi damai tidak boleh dimaknai hanya sebagai seremoni atau penandatanganan dokumen semata, melainkan harus menjadi komitmen moral seluruh calon kepala desa dalam menjaga kehormatan dan martabat proses demokrasi di tingkat desa.

Bupati juga mengajak seluruh peserta Pilkades untuk berkompetisi secara sehat dengan mengedepankan penyampaian visi, misi, gagasan, dan program kepada masyarakat secara santun serta sesuai aturan yang berlaku.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Asahan Darwinsyah Lubis menjelaskan bahwa deklarasi damai menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen para calon kepala desa dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama seluruh tahapan Pilkades berlangsung.

Menurutnya, para calon kepala desa telah berkomitmen menaati seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan, menghindari provokasi, menolak politik uang, manipulasi suara, serta berbagai bentuk pelanggaran lainnya.

“Komitmen ini tidak hanya berlaku bagi para calon, tetapi juga harus diteruskan kepada tim kampanye, tim pemenangan, simpatisan, dan seluruh pendukung masing-masing calon,” katanya.

Darwinsyah juga memaparkan tahapan Pilkades yang akan memasuki masa kampanye pada 29 September hingga 1 Oktober 2026, dilanjutkan masa tenang pada 2 hingga 6 Oktober 2026. Pemungutan dan penghitungan suara dijadwalkan berlangsung pada 7 Oktober 2026.

Pada kesempatan yang sama, Kapolres Asahan AKBP Adi Dharma Pramudhita mengingatkan seluruh calon kepala desa agar siap menerima hasil pemilihan, baik menang maupun kalah.

Ia menekankan pentingnya sikap kesatria dalam berdemokrasi, termasuk menjaga persatuan masyarakat pascapemilihan serta mengendalikan para pendukung agar tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.

“Jangan mudah terprovokasi oleh hoaks, hindari isu SARA dan kampanye hitam. Jadilah peneduh di tengah masyarakat,” pesannya.

Dandim 0208/Asahan Letkol Inf Edy Syahputra turut mengajak seluruh peserta Pilkades menjaga semangat persaudaraan melalui slogan “Pilihan Boleh Beda, Tetap Bersaudara” dan semboyan SIAGAM (Partisipasi Asahan Gembira, Aman Memilih).

Menurutnya, perbedaan pilihan dalam Pilkades merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus disikapi secara dewasa dan penuh tanggung jawab. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diminta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama tahapan Pilkades berlangsung.

“TNI akan terus bersinergi dengan Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga stabilitas keamanan demi suksesnya Pilkades Serentak 2026,” tegasnya.

Deklarasi Pilkades Damai ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk kesepakatan seluruh pihak untuk menjaga pelaksanaan Pilkades Serentak Kabupaten Asahan Tahun 2026 tetap aman, damai, dan demokratis. Sidabutar

640 KPM di Pariaman Tengah Terima Bantuan Pangan Beras 30 Kg Sekaligus

0
Penyaluran Bantuan Pangan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk periode Juli hingga September 2026 telah disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Pariaman. ( Foto: MC Kota Pariaman)

Kota Pariaman—Penyaluran Bantuan Pangan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk periode Juli hingga September 2026 telah disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Pariaman. Hari ini, Wali Kota Pariaman, Yota Balad menyerahkan sebanyak 640 Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang tersebar di enam desa/kelurahan di Kecamatan Pariaman Tengah menerima bantuan beras masing-masing 30 kilogram untuk alokasi tiga bulan sekaligus di Balairung Pendopo Walikota Pariaman, Selasa (1/9).

Wali Kota Pariaman, Yota Balad dalam sambutannya menjelaskan bahwa bantuan pangan beras dari pemerintah ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga pangan serta membantu meringankan beban ekonomi masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga memberikan imbauan tegas terkait akurasi dan keadilan pendistribusian bantuan.

“Bantuan pangan ini adalah hak warga yang benar-benar membutuhkan dan patut menerima. Saya minta kepada seluruh jajaran pemerintahan di tingkat desa dan kelurahan untuk mengawal proses ini dengan cermat. Apabila ada warga kita yang secara kondisi sangat patut menerima namun belum terdaftar atau belum mendapatkan bantuan, segera laporkan ke pihak desa atau kelurahan setempat. Saya minta kepala desa dan lurah untuk langsung menindaklanjuti dan memprosesnya sesuai mekanisme yang berlaku,” ujarnya.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Kota Pariaman pada Periode ini menerima bantuan mencapai 303.780 kg (303,78 ton) beras yang diperuntukkan bagi 10.126 Penerima Bantuan Pangan (PBP). Tahun 2025, Kota Pariaman mendapatkan bantuan sebanyak 5.278 KK. Artinya terjadi penambahan bantuan pada Tahun 2026, sehingga bertambah juga PBP untuk Kota Pariaman.

“Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi penerima dan saya mengucapkan terima kasih kepada petugas yang telah membantu penyaluran ini. Saya hanya mengingatkan bahwa penyerahan bantuan ini hendaknya memprioritaskan penerima lansia sehingga mereka tidak menunggu terlalu lama,”tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kota Pariaman, Marlina Sepa menyampaikan bahwa penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) ini merupakan hasil kerja sama dan penugasan dari Badan Pangan Nasional bersama Perum BULOG.

“Untuk Kecamatan Pariaman Tengah, total sasaran secara keseluruhan mencapai 2.446 penerima dengan kuantum beras sebanyak 73.380 kg. Penyaluran kita lakukan secara bertahap di tiap desa dan kelurahan. Kami juga berkoordinasi erat dengan Perum BULOG untuk memastikan kualitas beras yang diterima warga dalam kondisi prima dan layak konsumsi. Jika terdapat kendala data penerima di lapangan, penggantian dapat dilakukan menggunakan data cadangan resmi atau melalui mekanisme usulan dari kelurahan/desa sesuai petunjuk teknis yang ditetapkan,” ujarnya.

Adapun enam desa/kelurahan yang menerima penyaluran bantuan pada hari ini meliputi Desa Cimparuh 304 KPM (9.120 kg), Desa Alai Gelombang 78 KPM (2.340 kg), Desa Jalan Kereta Api 76 KPM (2.280 kg), Desa Jati Mudiak 73 KPM (2.190 kg), Kelurahan Kampung Perak 56 KPM (1.680 kg), Kelurahan Kampung Jawa I sebanyak 53 KPM (1.590 kg).(dewi lestari)

Pemko Pariaman Lepas 16 Kontingen PORSADIN VII Tingkat Provinsi Sumatera Barat

0
Wali Kota Pariaman, Yota Balad bersama Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi melepas keberangkatan 16 orang santri peserta Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VII Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026. ( Foto: MC Kota Pariaman)

Kota Pariaman—Wali Kota Pariaman, Yota Balad bersama Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi melepas keberangkatan 16 orang santri peserta Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VII Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026 di Ruang Rapat Wali Kota Pariaman, Selasa (1/9).

Dalam sambutannya, Wali Kota Pariaman, Yota Balad memberikan apresiasi tinggi dan pesan penuh motivasi kepada seluruh santri dan pendamping. Beliau menegaskan bahwa para santri yang berangkat merupakan putra-putri terbaik yang mewakili nama baik Kota Pariaman.

“Kepada para pendamping, kami titipkan untuk tetap menjaga kondisi dan kesehatan anak-anak kita. Anak-anak yang berangkat ini adalah anak-anak hebat. Kalah atau menang dalam pertandingan adalah hal biasa, namun bagi kami kalian semua sudah menjadi juara di hati. Yang terpenting adalah jaga semangat dan selalu optimis,” ujarnya.

Wali Kota juga mengingatkan para peserta agar senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai karakter, adab, dan sopan santun selama mengikuti kejuaraan. Tidak hanya itu, Yota Balad juga menyampaikan harapannya agar kegiatan PORSADIN dapat diselenggarakan secara rutin di tingkat Kota Pariaman. Beliau juga menargetkan Kota Pariaman siap menjadi tuan rumah ajang bergengsi tersebut di masa mendatang.

“Ingatlah bahwa prestasi tidak hanya diukur dengan medali, tetapi lebih utama dicerminkan melalui adab, etika, dan sopan santun. Tumbuhkan rasa percaya diri, tetapi jangan pernah sombong. Tetap selalu berlatih, jaga kesehatan, dan jaga nama baik Kota Pariaman,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC-FKDT) Kota Pariaman, Nasril, menjelaskan bahwa ajang PORSADIN merupakan agenda rutin dua tahunan. Untuk pelaksanaan Tahun 2026 ini, ajang PORSADIN VII Tingkat Sumatera Barat dipusatkan di Kota Padang pada tanggal 4 September mendatang, dengan mimbar utama berada di Masjid Nurul Imam, Padang.

“PORSADIN diselenggarakan 1 kali dalam 2 tahun, di mana pada edisi sebelumnya Tahun 2024 digelar di Kabupaten Pesisir Selatan. Untuk tahun ini, Kota Pariaman mengutus 16 peserta terbaik yang akan bertanding di 8 cabang dengan 14 nomor kejuaraan, terdiri dari 7 cabang keagamaan dan 1 cabang olahraga yaitu bulu tangkis (badminton),” jelasnya.

Nasril menambahkan, sebanyak 16 peserta yang diberangkatkan merupakan hasil seleksi ketat serta telah melewati rangkaian Pemusatan Latihan atau Training Center (TC) secara intensif di MDTA Masjid Raya Badano. Adapun kategori yang akan diikuti oleh Kota Pariaman, yaitu Tilawah Anak-anak Putri dan Putra, Tahfiz Juz ‘Amma Putri dan Putra, Pidato Bahasa Indonesia Putri dan Putra, Puisi Islami Putri dan Putra, Shalawat Putri dan Putra, Badminton Putri dan Putra, Cerdas Cermat (Tim) serta Adzan.(dewi lestari/Afri)

Pemerintah Kota Pariaman dan Institut Teknologi Padang Jajaki Kerja Sama

0
Wali Kota Pariaman, Yota Balad dan Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi menerima kunjungan audiensi dari Institut Teknologi Padang (ITP) yang dipimpin oleh Wakil Rektor III, ( Foto: MC Kota Pariaman)

Kota Pariaman—Wali Kota Pariaman, Yota Balad dan Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi menerima kunjungan audiensi dari Institut Teknologi Padang (ITP) yang dipimpin oleh Wakil Rektor III, Firmansyah David di Pendopo Rumah Dinas Walikota Pariaman, Selasa (1/9).

Wali Kota Pariaman, Yota Balad usai menerima kunjungan menjelaskan bahwa pertemuan ini diselenggarakan pihak ITP dalam rangka penjajakan kerja sama strategis guna memperluas akses pendidikan tinggi bagi aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat, khususnya melalui kemitraan Program Pascasarjana serta Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

“Kami menyambut positif ruang kolaborasi yang ditawarkan ITP. Rencana kerja sama ini sangat relevan dan sejalan dengan program unggulan Pemko Pariaman, yaitu Satu Keluarga Satu Sarjana. Sinergi bersama perguruan tinggi berkualitas seperti ITP akan menjadi dorongan kuat untuk memperluas kesempatan masyarakat maupun aparatur Pemko Pariaman dalam mengenyam pendidikan tinggi,” ujarnya.

Tidak jauh berbeda dengan Walikota Pariaman, Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, menegaskan pentingnya efektivitas pelaksanaan program agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan instansi.

“Diskusi ini menjadi fondasi penting agar kerja sama yang terbangun nantinya benar-benar konkret dan tepat sasaran. Kami berharap program pascasarjana maupun RPL ini dapat segera dirumuskan mekanisme teknisnya, sehingga mampu mempercepat pemenuhan kualifikasi SDM yang andal di lingkungan Pemko Pariaman,” ujar Mulyadi.

Sementara itu, Wakil Rektor III, Firmansyah David yang didampingi oleh Kepala Biro Humas, Promosi, dan PMB, Herix Sonata dan Ketua Program Studi Teknik Sipil Pascasarjana, Leli Honesti menegaskan komitmennya untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah melalui jalur pendidikan dan penguatan kompetensi SDM.

“Sebagai salah satu perguruan tinggi di Sumatera Barat, ITP terus membuka ruang kemitraan dengan pemerintah daerah. Melalui Program Pascasarjana dan jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), kami ingin memberikan fleksibilitas serta kemudahan bagi aparatur maupun tenaga profesional untuk melanjutkan pendidikan sesuai dengan pengalaman kerja dan kebutuhan pengembangan karier mereka,” ungkapnya.

Audiensi ini menjadi langkah awal menuju penandatanganan kesepakatan resmi. Sebagai tindak lanjut, kedua belah pihak sepakat untuk menyusun kerangka kerja sama yang disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan daerah dan penguatan kapasitas aparatur Kota Pariaman. (dewi lestari/Kamal)

Dikukuhkan Sebagai Ketua HKTI Kota Pariaman, Yota Balad Siap Bangkitkan Sektor Pertanian dan Kesejahteraan Petani

0
Wali Kota Pariaman, Yota Balad, dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Pariaman Masa Bakti 2026–2031. ( Foto: Kominfo Kota Pariaman)

Kota Pariaman—Wali Kota Pariaman, Yota Balad, dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Pariaman Masa Bakti 2026–2031. Prosesi pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua Harian Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI, Prof. Andi Muhammad Syakir, di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat, Selasa (1/9).

Pengukuhan pengurus HKTI Kota Pariaman ini dilaksanakan serentak bersama DPC HKTI dari 19 kabupaten/kota se-Sumatera Barat, yang dirangkaikan dengan Musyawarah Daerah (Musda) DPD HKTI Provinsi Sumatera Barat berdasarkan Surat Keputusan (SK) DPN HKTI Nomor: Kep-142/160/DPC/DPN-HKTI/7/2026.
Ketua Harian DPN HKTI, Prof. Andi Muhammad Syakir, dalam arahannya menyampaikan pesan dan harapan besar kepada seluruh kepengurusan DPC HKTI yang baru dikukuhkan, khususnya Kota Pariaman.

“HKTI hadir bukan hanya sebagai struktur organisasi di atas kertas, melainkan harus menjadi rumah besar yang betul-betul dirasakan manfaatnya oleh para petani. Pengurus yang baru dikukuhkan harus hadir langsung di tengah masyarakat, mendengarkan keluhan petani, dan memberikan solusi konkrit,” tegasnya.

Ia juga memuji komitmen para kepala daerah yang siap memimpin HKTI di wilayahnya masing-masing.

“Kepemimpinan Walikota Pariaman sebagai Ketua HKTI menjadi modal sangat berharga. Dengan kepemimpinan yang kuat, komunikasi yang kompak, serta pemanfaatan teknologi digital, kami optimis HKTI Kota Pariaman mampu menjadi motor penggerak kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani di Sumatera Barat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum HKTI, Sonny Soerojo Junior, mengingatkan pentingnya pengurus HKTI di daerah adaptif terhadap era digital. Ia mendorong DPC HKTI Kota Pariaman untuk aktif mempublikasikan berbagai program, inovasi pertanian, dan kabar kegiatan petani melalui kanal media sosial resmi seperti Facebook, Instagram, YouTube, hingga TikTok agar komunikasi antara pengurus, petani, dan publik dapat terjalin secara berkelanjutan.

Sementara itu, Wali Kota Pariaman, Yota Balad usai pengukuhan menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas amanah besar yang dipercayakan kepadanya untuk memimpin HKTI Kota Pariaman lima tahun ke depan.

“Amanah sebagai Ketua HKTI Kota Pariaman ini bukan sekadar jabatan organisasi, tetapi merupakan tanggung jawab moral dan kerja nyata untuk membela serta mengayomi para petani kita. Sektor pertanian dan perikanan merupakan penopang ketahanan pangan serta roda ekonomi penting di Kota Pariaman,” ujarnya.

Adapun susunan Pengurus Harian DPC HKTI Kota Pariaman Periode 2026–2031 antara lain, Yota Balad sebagai Ketua, Fitraneli sebagai Sekretaris dan Faidel Indra sebagai Bendahara. Ia menegaskan, Pemko Pariaman bersama HKTI siap berkolaborasi untuk menghadirkan program-program strategis yang langsung menyentuh kebutuhan petani di lapangan.

“Ke depan, HKTI Kota Pariaman akan memperkuat sinergi antara pemerintah, petani, dan akademisi. Kita ingin memastikan kemudahan akses pupuk, modernisasi alat dan teknologi pertanian, peningkatan kualitas SDM petani, hingga kepastian pasar bagi hasil tani dan perikanan masyarakat Pariaman,” tambahnya.

Turut hadir pada pengukuhan dan Musda HKTI, Wakil Ketua Umum HKTI Sonny Soerojo Junior, jajaran DPN dan DPD HKTI Sumbar, para Kepala Daerah, Kepala Dinas Pertanian se-Sumbar, tokoh/pakar pertanian, serta perwakilan organisasi pemuda dan wanita tani. (dewi lestari).

Wako Sawahlunto Lepas Kontingen PKK ke Jambore Tingkat Sumbar, Fokus Serap Inovasi Daerah

0

SAWAHLUNTO — Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra bersama Ketua TP-PKK Kota Sawahlunto, Ny. Yori Gemitia Riyanda, melepas kontingen PKK Kota Sawahlunto yang akan mengikuti Jambore PKK Berprestasi Tingkat Provinsi Sumatera Barat di Kota Bukittinggi, pada 1–3 September 2026.

Dalam kesempatan itu, Riyanda menegaskan dukungannya terhadap gerakan PKK sebagai salah satu wadah strategis dalam pemberdayaan perempuan dan penguatan ketahanan keluarga. Menurutnya, PKK memiliki peran penting dalam mendorong, memfasilitasi, serta mengembangkan berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya kaum perempuan.

Riyanda mengingatkan agar keikutsertaan dalam jambore tidak hanya dimaknai sebagai ajang perlombaan untuk meraih prestasi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut harus dimanfaatkan sebagai sarana belajar dan bertukar pengalaman dengan daerah lain.

“Jambore ini menjadi kesempatan untuk melihat berbagai inovasi, metode, dan perkembangan program PKK di daerah lain. Pengalaman yang diperoleh dapat menjadi referensi untuk memperkuat program PKK di Sawahlunto,” ujarnya.

Ia menambahkan, berbagai gagasan dan jejaring yang diperoleh selama kegiatan perlu dibawa pulang untuk dikaji dan disesuaikan dengan kebutuhan daerah. Dengan begitu, manfaat jambore tidak berhenti pada capaian kompetisi, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pengembangan program pemberdayaan masyarakat.

Pemerintah Kota Sawahlunto, lanjut Riyanda, berkomitmen terus mendukung peningkatan kapasitas dan inovasi TP-PKK agar program-program pemberdayaan perempuan semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Pengalaman dan terobosan yang telah dilakukan akan terus dievaluasi dan dikembangkan untuk memperkuat ketahanan keluarga serta memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat,” katanya.

Jambore PKK Berprestasi Tingkat Provinsi Sumatera Barat menjadi ajang bagi kader PKK dari berbagai kabupaten dan kota untuk berbagi pengalaman, meningkatkan kapasitas, serta menampilkan berbagai program unggulan yang telah dijalankan di daerah masing-masing. ( Yosepin)

Wali Kota Sawahlunto Buka Pelatihan Kopi, Petani Dibekali Teknik Budidaya hingga Pascapanen

0
Sebanyak 16 petani, pemuda, dan pelaku usaha mengikuti pelatihan budidaya, panen, dan pascapanen kopi yang digelar di kawasan Kebun Buah Kandi. ( Foto: Kominfo Sawahlunto)

SAWAHLUNTO – Upaya meningkatkan kualitas dan nilai tambah komoditas kopi terus dilakukan di Kota Sawahlunto. Sebanyak 16 petani, pemuda, dan pelaku usaha mengikuti pelatihan budidaya, panen, dan pascapanen kopi yang digelar di kawasan Kebun Buah Kandi, mulai 31 Agustus hingga 4 September 2026.

Pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, Senin (31/8/2026). Kegiatan ini mendapat dukungan dari Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang sebagai bagian dari penguatan sumber daya manusia di sektor perkebunan kopi.

Dalam pelatihan itu, peserta mendapatkan materi dan praktik langsung dari praktisi kopi Beby Candra dan Fahmi Idris. Metode pembelajaran lebih banyak menitikberatkan pada praktik lapangan agar peserta dapat memahami teknik budidaya, proses panen yang tepat, hingga pengolahan pascapanen yang berpengaruh terhadap kualitas hasil kopi.

Riyanda mengatakan, pelatihan tersebut menjadi kesempatan bagi para peserta untuk meningkatkan kemampuan teknis sekaligus memperluas wawasan mengenai pengelolaan kopi yang lebih modern dan berorientasi pasar.

Menurutnya, peningkatan kapasitas petani harus berjalan seiring dengan pemanfaatan teknologi agar produktivitas dan mutu kopi lokal semakin meningkat. Ia juga mendorong peserta aktif berdiskusi dengan instruktur serta mempraktikkan seluruh materi yang diberikan selama pelatihan berlangsung.

Selain membuka pelatihan, pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian kepada Kelompok Tani Harapan Baru di Desa Balai Batu Sandaran, Kecamatan Barangin.

Bantuan yang diterima meliputi mesin pengupas kulit biji kopi basah dan kering, mesin sangrai, mesin penggiling, hingga mesin pengemasan produk kopi. Peralatan tersebut diharapkan dapat mendukung proses produksi dari hulu hingga hilir sehingga mampu meningkatkan nilai jual produk kopi petani.

Dengan adanya pelatihan dan dukungan peralatan produksi tersebut, pengembangan kopi di Sawahlunto diharapkan semakin berkembang, tidak hanya pada aspek budidaya, tetapi juga pengolahan dan pemasaran produk yang memiliki daya saing lebih tinggi.

Pemerintah Kota Sawahlunto sendiri terus mendorong penguatan sektor kopi melalui peningkatan kompetensi petani, pemanfaatan teknologi, serta kerja sama dengan berbagai pihak guna membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada komoditas tersebut.( Foto: Kominfo Sawahlunto)

DPRD dan Pemko Sawahlunto Sepakati Perubahan APBD 2026, Fokus pada Program Prioritas dan Pelayanan Publik

0
Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama dalam rapat paripurna yang digelar di gedung DPRD Sawahlunto. ( Foto: Kominfo Sawahlunto)

SAWAHLUNTO – Pemerintah Kota Sawahlunto bersama DPRD Kota Sawahlunto resmi menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026. Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama dalam rapat paripurna yang digelar di gedung DPRD Sawahlunto, Senin (31/8/2026).

Persetujuan tersebut menjadi tahapan penting sebelum Ranperda Perubahan APBD 2026 diproses lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku. Perubahan anggaran dilakukan untuk menyesuaikan program dan kegiatan pemerintah daerah dengan perkembangan kebutuhan pembangunan serta kondisi keuangan daerah selama tahun berjalan.

Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra mengatakan, pembahasan perubahan APBD merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah dan DPRD dalam menyelaraskan kebutuhan masyarakat dengan kemampuan fiskal daerah.

Menurutnya, proses pembahasan berlangsung melalui berbagai tahapan evaluasi dan penyesuaian terhadap sejumlah program yang dinilai perlu mendapat perhatian pada sisa tahun anggaran 2026.

“Perubahan APBD ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat yang berkembang, sekaligus memastikan program pembangunan dan pelayanan publik tetap berjalan optimal,” ujar Riyanda.

Ia juga mengapresiasi DPRD Kota Sawahlunto yang telah menjalankan fungsi penganggaran dan pengawasan secara konstruktif selama proses pembahasan berlangsung. Sinergi antara eksekutif dan legislatif, kata dia, menjadi faktor penting dalam menghasilkan kebijakan anggaran yang tepat sasaran.

Riyanda menegaskan, setelah nota kesepakatan ditandatangani, pemerintah daerah akan berupaya melaksanakan APBD Perubahan secara efektif, akuntabel, dan berorientasi pada hasil yang dapat dirasakan masyarakat.

“Anggaran yang telah disepakati harus mampu mendukung program prioritas daerah, menjaga kualitas pelayanan publik, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, DPRD Kota Sawahlunto menilai kesepakatan tersebut merupakan bentuk komitmen bersama untuk memastikan pengelolaan keuangan daerah tetap berjalan sesuai kebutuhan pembangunan dan kepentingan masyarakat.

Dengan disepakatinya Ranperda Perubahan APBD 2026, pemerintah daerah diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan program-program yang menjadi prioritas hingga akhir tahun anggaran, sekaligus menjaga stabilitas pelayanan publik di tengah keterbatasan fiskal yang dihadapi daerah. (Yosepin)