Beranda blog Halaman 22

Riyanda Putra : Semoga event SISSca Semakin Dikenal Dan Mendunia

0

Sawahlunto-Jelang Pelaksanaan Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSca) yang akan dilaksanakan dari tanggal 4 sampai 6 September 2026, Pemerintah Kota Sawahlunto menggelar Jumpa Paers bersama Insan Media Sawahlunto di Balikrung Rumah Dinas Walikota Sawahlunto, Selasa, 1 September 2026.

Jumpa Pers yang di pimpin langsung Walikota Sawahlunto tersebut selain dihadiri Insan pers, juga beberapa OPD terkiat.

Dalam kesempatan tersebut Walikota Sawahlunto Riyanda Putra menyampaikan, pelaksanaan Event SISSca  yang dilaksanakan ini termasuk ke dalam Karya Event Nusantara (KEN) untuk yang ke Lima kalinya, untuk itu mari sama sama sukseskan karna ini mendapat dukungan penuh dari Kementrian Pariwisata.

Disampaikan Walikota, nantinya diperkirakan  ada 72 peserta yang terlibat dalam Karnaval tersebut, dan beberapa kategori ouun sudah di bagi bagi, seperti kategori antar desa, Kelurahan, OPD serta BUMN.

Terkait anggaran Dalam ajang SISSca ini, anggaran yang di dapatkan berasal bantuan  kementrian tapi tidak berupa uang melainkan panggung dan peralatan selama Iven berlangsung dan Pokir dari Masrisal anggota DPRD Provinsi sebesar 150 juta dan APBD Kota Sawahlunto sebesar 225 juta serta anggaran lain dari bantuan proposal.

Kegiatan SISSca juga akan dirangkai dengan beberapa kegiatan lainnya seperti pameran UMKM, melukis Payung Kote, Sawahlunto Exspo, fashion show dan pentas seni serta hiburan musik jelang Puncak SISSca

Walikota mengajak seluruh masyarakat Sawahlunto untuk mensukseskan SISSca 2026 diharapkan melalui kegiatan ini songket Silungkang semakin mendunia.

Disisi lain Kadis Pariwisata Meldi Hidayah Marta, SSTP, memaparkan, dalam pelaksanaan Iven pihaknya sudah melaksanan koordinasi dengan pihak terkait, sehingga seluruh rangkaian acara terlaksana dengan baik, sementara dari Dinas Satpol PP satpol dan pemadam  Kebaran juga ikut mensuport kegiatan ini salah satunya dengan memberikan pengamanan yang berkoordinasi dengan unsur terkait dan juga penertiban selama acara berlangsung dengan menempatkan 25  personil  di lokasi acara selama acara berlangsung. Personil akan disebar di titik titik rawan, agar acara bisa lebih lancar, DA dan dari unsur Perhubungan,  siap stanby kan 1 tim PJU jika terjadi konsleting di area SISSca, dan menyiapkan beberapa lokasi parkir.(d)

Wali Kota Zulmaeta Lepas Kontingen Jambore Kader PKK Sumbar, Pesan Jaga Kekompakan dan Tampil Kreatif

0
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melepas 25 peserta dan pendamping Kontingen Kota Payakumbuh untuk mengikuti Jambore Kader PKK Berprestasi Tingkat Provinsi Sumatera Barat. ( Foto: Kominfo Payakumbuh)

Payakumbuh — Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melepas 25 peserta dan pendamping Kontingen Kota Payakumbuh untuk mengikuti Jambore Kader PKK Berprestasi Tingkat Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) ke-XXII di Kota Bukittinggi, 1–3 September 2026.

Pelepasan berlangsung di halaman Rumah Dinas Wali Kota Payakumbuh, sebelum kontingen bertolak menuju Istana Bung Hatta, lokasi pelaksanaan jambore dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54.

Zulmaeta mengapresiasi para kader yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk menjalankan berbagai program PKK di Kota Payakumbuh. Ia meminta kontingen menjaga kekompakan dan menampilkan kreativitas selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

“Kader yang berangkat hari ini adalah orang-orang pilihan, kader terbaik di tingkat kecamatan. Saya berharap semua kader selalu bersinergi, menjaga kekompakan, dan tampil kreatif selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan,” kata Zulmaeta saat melepas kontingen, Senin (31/8/2026).

Ia berharap kontingen Kota Payakumbuh mampu memberikan penampilan terbaik dan meraih hasil maksimal dalam jambore tersebut.

“Semoga kontingen Kota Payakumbuh meraih hasil maksimal dan kegiatan berjalan lancar serta sukses,” ujarnya.

Menurut Zulmaeta, keikutsertaan kader dalam jambore tidak hanya berkaitan dengan kompetisi, tetapi juga menjadi kesempatan memperkuat kapasitas, jejaring, dan semangat kebersamaan antarkader.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kota Payakumbuh Eni Muis Zulmaeta mengatakan peserta yang diberangkatkan merupakan kader pilihan dan berprestasi yang berasal dari lima kecamatan di Kota Payakumbuh.

“Melalui Jambore ini, diharapkan dapat meningkatkan kapasitas, kreativitas, serta menumbuhkan rasa persatuan dan solidaritas antarkader. Kami berharap kader PKK Kota Payakumbuh mampu mengukir prestasi terbaik, baik di tingkat provinsi maupun nasional,” katanya.

Ia mengatakan peran kader dalam menjalankan 10 Program Pokok PKK sangat penting, terutama dalam pembinaan anak dan remaja, peningkatan mutu pendidikan, penguatan ketahanan keluarga, hingga peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Karena itu, jambore diharapkan tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga ruang bagi kader untuk bertukar pengalaman dan memperkuat kemampuan dalam menjalankan program pemberdayaan keluarga di tengah masyarakat.

Jambore Kader PKK Berprestasi Tingkat Provinsi Sumbar ke-XXII mengusung tema **“Bersinergi, Berprestasi, dan Menginspirasi Melalui 10 Program PKK, Mewujudkan Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045.”**

Selama tiga hari di Bukittinggi, kontingen Kota Payakumbuh akan mengikuti sejumlah perlombaan, antara lain Paduan Suara Mars PKK dan Mars Sumatera Barat, Solosong Pesan Burung, Parade Yel-Yel, Cerdas Cermat, CAKAP (Cerdas, Aktif, Kreatif, Adaptif, Profesional), serta Kampanye Pengolahan Sampah.

Pelepasan kontingen turut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Nofriwandi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kurniawan Syah Putra, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Delni Putra, Kepala DP3AP2KB Desmon Corina, Kepala Dinas Kesehatan dr. Yanti, Kepala Dinas Pertanian Nila Misna, serta para camat se-Kota Payakumbuh. (Oyon)

MTQ ke-42 Payakumbuh Digelar November 2026, e-MTQ Diterapkan untuk Perkuat Transparansi Penilaian

0

Payakumbuh — Pemerintah Kota Payakumbuh akan menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-42 tingkat kota pada 13–14 November 2026 dengan menerapkan sistem digitalisasi melalui aplikasi e-MTQ untuk memperkuat transparansi dan kesetaraan dalam pelaksanaan perlombaan.

Kepastian tersebut disampaikan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdako Payakumbuh Nofriwandi saat memimpin rapat persiapan MTQ ke-42 di Ruang Pertemuan Panorama Ampangan, Lantai II Balai Kota Payakumbuh, Selasa (1/9/2026).

Rapat tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Payakumbuh Hendri Yazid, Kepala Bagian Kesra Setdako Payakumbuh Efrizal, seluruh camat se-Kota Payakumbuh beserta jajaran, serta perwakilan Kemenag dan Kantor Urusan Agama (KUA).

Nofriwandi mengatakan sinergi antara Pemko Payakumbuh, Kemenag, dan pemerintah kecamatan diperlukan agar pelaksanaan MTQ berlangsung tertib, transparan, dan berkualitas.

“Berdasarkan hasil rapat persiapan yang telah kita sepakati bersama, pelaksanaan MTQ ke-42 tingkat Kota Payakumbuh akan dilaksanakan pada 13 hingga 14 November 2026. Untuk edisi kali ini, Kecamatan Payakumbuh Utara dipercaya dan ditunjuk resmi sebagai tuan rumah,” kata Nofriwandi.

Menurutnya, MTQ ke-42 akan mempertandingkan sembilan cabang lomba yang terbagi dalam 23 anak cabang. Mimbar utama dipusatkan di Lapangan Mangkudu, Kecamatan Payakumbuh Utara.

Kepala Kemenag Kota Payakumbuh Hendri Yazid mengatakan penerapan e-MTQ menjadi salah satu pembaruan utama dalam penyelenggaraan MTQ tingkat kota tahun ini.

“Tahun ini menjadi tonggak sejarah baru karena kita pertama kali menggunakan aplikasi e-MTQ. Langkah ini diambil guna menjamin transparansi dan kesetaraan dalam pelaksanaan perlombaan,” ujarnya.

Ia menjelaskan aplikasi tersebut akan mengintegrasikan sejumlah tahapan penyelenggaraan, mulai dari registrasi peserta, penjadwalan penampilan, hingga pengambilan maqra untuk cabang lomba tertentu.

Menurut Hendri, Pemko Payakumbuh dan Kemenag juga mendatangkan tim pelatih serta operator dari tingkat nasional dan provinsi untuk memastikan kesiapan teknis penerapan sistem tersebut.

Penerapan e-MTQ, kata dia, sekaligus menjadi bagian dari penyesuaian terhadap mekanisme penyelenggaraan MTQ tingkat provinsi dan nasional yang mulai menggunakan sistem digital.

Sementara itu, Kabag Kesra Setdako Payakumbuh Efrizal mengatakan seluruh kafilah dari lima kecamatan telah menyatakan kesiapan mengikuti MTQ dan mengirimkan peserta terbaik pada setiap cabang lomba.

Dalam rapat tersebut juga disepakati penambahan cabang Dai Cilik (Dacil) sebagai bagian dari pembinaan peserta usia dini.

“Ada satu keputusan penting yang kita sepakati, yakni penambahan cabang Dacil. Meskipun cabang ini tidak diperlombakan secara resmi di tingkat provinsi, Pemko Payakumbuh sepakat menghadirkannya di tingkat kota karena melihat tingginya minat anak-anak,” kata Efrizal.

Menurutnya, cabang Dacil diharapkan menjadi media pembinaan sekaligus bagian dari regenerasi qari dan qariah serta calon peserta Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ) tingkat provinsi pada masa mendatang.

Efrizal menambahkan, setelah rapat koordinasi tersebut, seluruh panitia, instansi terkait, dan pemerintah kecamatan diminta segera mematangkan persiapan sarana dan prasarana serta pembinaan peserta.

“Persiapan harus dilakukan sejak awal agar seluruh tahapan pelaksanaan MTQ berjalan sesuai rencana dan peserta dapat tampil secara optimal,” ujarnya.

Dengan persiapan tersebut, MTQ ke-42 Kota Payakumbuh diharapkan tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga memperkuat pembinaan Al-Qur’an dan menyiapkan generasi yang mampu berprestasi pada tingkat yang lebih tinggi. (Oyon)

Bupati Solsel H Khairunas Minta OPD Perkuat Monitoring dan Evaluasi Kegiatan

0
Bupati Solok Selatan H. Khairunas. ( Foto: Kominfo Solsel)

Padang Aro – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan diminta untuk memperkuat monitoring dan evaluasi atau pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan, khususnya pekerjaan fisik yang telah melalui proses lelang maupun yang sedang berjalan.

Bupati Solok Selatan H. Khairunas mengatakan pengawasan tidak boleh dilakukan setelah persoalan muncul. Setiap perkembangan pekerjaan harus dipantau sejak awal sehingga kendala dapat segera diketahui dan ditangani.

“Jangan sampai ada masalah, baru diselesaikan. Lebih baik sebelum ada masalah kita pantau,” kata Khairunas dalam Apel Gabungan ASN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, bertempat di Halaman Kantor Bupati, Senin (31/8/2026).

Untuk itu ia meminta kepada Sekretaris Daerah, Asisten, Staf Ahli, dan para Kepala OPD untuk memastikan seluruh kegiatan yang telah selesai dilelang segera ditindaklanjuti. Perkembangan pekerjaan, termasuk kondisi keuangan dan pelaksanaan kontrak, harus menjadi bagian dari evaluasi.

Ia juga meminta seluruh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bersama kepala OPD dan jajaran terkait melaporkan sejauh mana perkembangan kegiatan serta kendala yang masih dihadapi.

“Kontrak berjalan atau selesai, kita evaluasi. Saya ingin menanyakan sampai di mana dan apa kendala yang harus diperbaiki,” tambahnya.

Menurutnya, pengendalian kegiatan membutuhkan koordinasi lintas pihak. Setiap unsur tidak boleh bekerja sendiri-sendiri, melainkan harus menjadi satu tim yang saling mengawasi dan memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana.

Bupati juga mengingatkan bahwa keberhasilan kegiatan tidak cukup hanya dilihat dari terlaksananya pekerjaan. Kualitas hasil pekerjaan harus menjadi perhatian utama.

“Realisasinya terlaksana, jangan sampai tidak dijalankan dengan baik. Kualitasnya tidak baik,” katanya.

Pengawasan juga diminta tidak hanya dilakukan oleh OPD teknis. Para camat diharapkan ikut mengetahui dan mengawasi kegiatan yang berlangsung di wilayah masing-masing.

Bupati menekankan, evaluasi harus menjadi bagian dari proses pelaksanaan kegiatan, bukan sekadar dilakukan setelah pekerjaan selesai. Dengan pengawasan yang aktif dan koordinasi yang kuat, pemerintah daerah diharapkan dapat mencegah persoalan sekaligus memastikan setiap kegiatan terlaksana sesuai aturan, tepat sasaran, dan berkualitas. (Deno)

Bupati Khairunas Cek Langsung Goa Batu Kapal, Pastikan Fasilitas Wisata Terus Dibenahi

0
Hal tersebut ditunjukkan melalui kunjungan Bupati Solok Selatan H. Khairunas bersama jajaran ke kawasan wisata Goa Batu Kapal, Kecamatan Sangir Balai Janggo. ( Foto: Kominfo Solsel)

Solok Selatan – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan terus mendorong peningkatan kualitas destinasi wisata unggulan daerah. Hal tersebut ditunjukkan melalui kunjungan Bupati Solok Selatan H. Khairunas bersama jajaran ke kawasan wisata Goa Batu Kapal, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Selasa (1/9/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka monitoring dan evaluasi terhadap sarana dan prasarana pendukung destinasi wisata, khususnya Goa Batu Kapal yang menjadi salah satu daya tarik wisata unggulan Solok Selatan.

Didampingi Sekretaris Daerah, para asisten serta Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) selaku perangkat daerah terkait, Bupati Khairunas melihat langsung kondisi berbagai fasilitas yang tersedia di kawasan wisata tersebut.

Sejumlah fasilitas dan kebutuhan pendukung turut menjadi perhatian, termasuk mengevaluasi kekurangan yang masih ditemukan serta sejumlah pekerjaan yang perlu segera ditindaklanjuti.

Bupati menekankan pentingnya memastikan fasilitas wisata tidak hanya tersedia, tetapi juga layak, aman dan mampu memberikan kenyamanan bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung.

Monitoring langsung ke lapangan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Solok Selatan untuk memastikan pengembangan destinasi wisata berjalan sesuai kebutuhan. Evaluasi juga diperlukan agar setiap kekurangan dapat segera diidentifikasi dan dicarikan solusi secara tepat.

Goa Batu Kapal sendiri memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai salah satu ikon pariwisata Solok Selatan. Karena itu, peningkatan kualitas fasilitas pendukung dinilai penting seiring dengan upaya pemerintah daerah memperkenalkan destinasi tersebut kepada wisatawan yang lebih luas.

( Deno)

Tiga Warisan Budaya Solok Selatan Diakui Nasional, Tantangan Berikutnya Menjaga Tetap Hidup di Era Digital

0

Solok Selatan – Pengakuan nasional terhadap tiga Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) menjadi momentum penting bagi Kabupaten Solok Selatan untuk semakin serius menjaga dan melestarikan kekayaan budaya daerah di tengah perkembangan zaman.

Tiga warisan budaya asal Solok Selatan yang telah diakui secara nasional oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia tersebut yakni Indang Tagak Baringin Sakti, Saluang Panjang, dan Pangek Pisang.

Penghargaan diserahkan oleh Bupati Solok Selatan H. Khairunas kepada Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Solok Selatan, Pamil Ruskamdani, pada Apel Senin, 31 Agustus 2026, di Halaman Kantor Bupati Solok Selatan.

Pamil mengatakan, pengakuan terhadap tiga warisan budaya tersebut merupakan sebuah kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi daerah untuk terus menjaga keberadaannya.

“Pengakuan ini tentu menjadi kebanggaan bagi Solok Selatan. Namun yang lebih penting, penghargaan ini harus menjadi motivasi bagi kita untuk terus menjaga, mendokumentasikan dan mewariskan budaya tersebut kepada generasi berikutnya,” ujar Pamil.

Menurutnya, keberadaan WBTB tidak cukup hanya tercatat dan mendapatkan pengakuan di tingkat nasional. Pelestarian harus terus dilakukan dengan melibatkan masyarakat, pelaku seni dan budaya, komunitas, sanggar, sekolah serta generasi muda.

“Harapan kita, penghargaan ini tidak berhenti sebagai sebuah pencapaian, tetapi menjadi pemicu untuk semakin aktif melestarikan budaya daerah. Apalagi di era digital, kita memiliki ruang yang sangat luas untuk memperkenalkan budaya Solok Selatan kepada masyarakat yang lebih luas,” tambahnya.

Bupati Solok Selatan H. Khairunas menyampaikan, pengakuan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan bagi daerah, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan warisan budaya tersebut tetap lestari.

“Semoga warisan ini terus lestari di tengah arus digitalisasi saat ini,” ujar Khairunas.

(Deno)

Bupati dan Wabup Lepas Kontingen PKK Solsel Menuju Jambore Tingkat Sumbar

0
Bupati Solok Selatan H. Khairunas bersama Wakil Bupati H. Yulian Efi secara resmi melepas kontingen Kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Solok. ( Foto: Kominfo Solsel)

Padang Aro — Bupati Solok Selatan H. Khairunas bersama Wakil Bupati H. Yulian Efi secara resmi melepas kontingen Kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Solok Selatan yang akan mengikuti Jambore Kader PKK Berprestasi Tingkat Provinsi Sumatera Barat.

Pelepasan dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Solok Selatan, Senin (31/8/2026), usai pelaksanaan apel gabungan. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP-PKK Kabupaten Solok Selatan Ny. Hj. Erniati Khairunas beserta jajaran, kepala OPD terkait, para kader dan pendamping kontingen.

Kontingen PKK Solok Selatan akan mengikuti Jambore Kader PKK Berprestasi Tingkat Provinsi Sumatera Barat yang digelar pada 1–3 September 2026 di Kota Bukittinggi.

Bupati Khairunas menyampaikan apresiasi atas semangat dan dedikasi para kader PKK yang selama ini aktif mendampingi dan menggerakkan berbagai program pemberdayaan keluarga di tengah masyarakat.

Menurutnya, keberadaan kader PKK memiliki peran penting karena bersentuhan langsung dengan masyarakat, terutama dalam mendorong keluarga yang sehat, mandiri dan sejahtera.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, kami menyampaikan apresiasi dan dukungan kepada seluruh pengurus dan kader PKK. Jambore ini bukan hanya ajang perlombaan, tetapi juga kesempatan untuk bersilaturahmi, bertukar pengalaman dan menambah wawasan. Ikuti dengan semangat dan tampilkan yang terbaik. Mudah-mudahan Solok Selatan bisa meraih prestasi terbaik,” ujar Khairunas.

Sementara itu, Wakil Bupati Yulian Efi memberikan motivasi kepada seluruh kontingen agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat, disiplin dan menjunjung tinggi sportivitas.

“Kita berharap para kader tidak hanya datang untuk mengikuti perlombaan, tetapi juga membawa pulang pengalaman dan pengetahuan baru yang nantinya bisa diterapkan di tengah masyarakat,” ujarnya. ( Deno)

Pemko Bukittinggi dan DPRD Tandatangani Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026

0
Pemerintah Kota Bukittinggi dan DPRD Kota Bukittinggi tandatangani Nota Persetujuan Bersama terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026. ( Foto: Kominfo Bukittinggi)

Bukittinggi-Pemerintah Kota Bukittinggi dan DPRD Kota Bukittinggi tandatangani Nota Persetujuan Bersama terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026. Penandatanganan tersebut dilaksanakan dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD, Senin, 31 Agustus 2026.

Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Syaiful Efendi, menjelaskan, rangkaian proses penyusunan raperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, merupakan tindak lanjut dari Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026 yang telah disepakati melalui Nota Kesepakatan Bersama pada tanggal 3 Agustus 2026 antara DPRD Kota Bukittinggi dengan Pemerintah Kota Bukittinggi.

Anggota DPRD Bukittinggi, Nur Hasra, selaku juru bicara Banggar, menjelaskan, perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 disepakati sebesar Rp876.716.270.204,-. Pendapatan Daerah, disepakati sebesar Rp782.579.264.309,64,- meningkat dari APBD awal sebesar Rp643.958.043.469,- atau mengalami peningkatan sebesar Rp138.621.220.840,64,-. Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengalami kenaikan sebesar Rp7,15 miliar menjadi Rp183,52 miliar, sementara Pendapatan Transfer meningkat sebesar Rp130,47 miliar menjadi Rp598,06 miliar. Selain itu, terdapat Pendapatan Hibah sebesar Rp1 miliar yang sebelumnya belum dianggarkan pada APBD Induk.

“Untuk Pendapatan Transfer, setelah pembahasan mengalami peningkatan sebesar Rp130,47 miliar menjadi Rp598,06 miliar. Kenaikan tersebut didorong oleh Transfer Pemerintah Pusat yang meningkat sebesar Rp100,71 miliar menjadi Rp555,21 miliar serta Transfer Antar Daerah yang naik sebesar Rp29,76 miliar menjadi Rp42,85 miliar,” jelasnya.

(Yas)

Tim Supervisi Rehab Rekon Tinjau Sejumlah Infrastruktur Terdampak Bencana di Padang Panjang

0
Pemerintah Kota melanjutkan kegiatan dengan meninjau langsung sejumlah infrastruktur yang terdampak bencana di Kota Padang Panjang. ( Foto: Kota Padang Panjang)

Padang Panjang– Setelah melakukan pemaparan dan diskusi bersama Pemerintah Kota Padang Panjang di Balai Kota, Tim Supervisi Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab Rekon) Pascabencana Sumatera Barat bersama Pemerintah Kota melanjutkan kegiatan dengan meninjau langsung sejumlah infrastruktur yang terdampak bencana di Kota Padang Panjang, Senin (31/8/2026).

Peninjauan lapangan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi infrastruktur yang mengalami kerusakan maupun terputus akibat bencana, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penanganan yang harus segera dilakukan.

Peninjauan diawali dengan melihat kondisi Jalan Lingkar Selatan Islamic Centre yang mengalami putus akses. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian karena jalur tersebut memiliki fungsi penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan konektivitas antarwilayah.

Tim kemudian meninjau jembatan di Kelurahan Ekor Lubuk serta jembatan di Kelurahan Ngalau yang turut terdampak bencana dan membutuhkan penanganan.
Selanjutnya, rombongan melihat lokasi hunian tetap (huntap) di depan Rusunawa yang saat ini masih dalam proses pembangunan. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi pembangunan sekaligus kebutuhan infrastruktur pendukung di kawasan tersebut.

Rombongan juga meninjau Jembatan Kembar yang kondisinya sudah tidak layak setelah diterjang galodo. Infrastruktur tersebut menjadi salah satu titik penting yang membutuhkan perhatian dalam rangka memastikan keselamatan masyarakat sekaligus mengembalikan konektivitas yang terdampak bencana.

Ketua Tim Supervisi Rehab Rekon Pascabencana Sumbar Brigjen Pol. Yopie Indra Prasetya Sepang mendorong agar penanganan infrastruktur terdampak, terutama ruas jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan maupun terputus akibat bencana, dapat segera ditindaklanjuti.

Menurutnya, kerusakan infrastruktur tersebut tidak hanya berdampak terhadap kondisi fisik wilayah, tetapi juga menghambat mobilitas dan aktivitas masyarakat. Karena itu, percepatan penanganan menjadi hal penting agar akses masyarakat dapat kembali normal.

“Kita mendorong percepatan rehab rekon, khususnya infrastruktur yang terdampak. Apalagi ada jalan yang putus, tentu ini menghambat aktivitas masyarakat. Kondisi seperti ini harus segera ditangani,” ujarnya.

Ia mengatakan, hasil peninjauan dan kebutuhan penanganan di daerah selanjutnya perlu ditindaklanjuti hingga tingkat pusat. Untuk itu, pihaknya meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dapat melakukan follow up terhadap berbagai kebutuhan yang memerlukan dukungan Pemerintah Pusat.

“Kita akan mendorong agar apa yang menjadi kebutuhan di daerah ini bisa ditindaklanjuti di tingkat pusat melalui BNPB. Dengan begitu, penanganan yang membutuhkan dukungan lebih lanjut dapat segera mendapatkan solusi,” katanya.

Yopie juga menekankan pentingnya Pemerintah Daerah terus melakukan koordinasi dan melengkapi kebutuhan administrasi, termasuk penyampaian proposal serta data dukung terkait kebutuhan anggaran.

“Pemda tentu harus terus berkoordinasi mengenai apa saja yang dibutuhkan, baik dari sisi pendanaan maupun proposal. Semakin lengkap data dan usulannya, tentu akan semakin mudah untuk kita dorong tindak lanjutnya,” jelasnya.

Melalui peninjauan langsung tersebut, berbagai kondisi di lapangan dapat menjadi bahan pendalaman untuk menentukan kebutuhan penanganan dan skala prioritas rehabilitasi maupun rekonstruksi.

Sementara itu, Wali Kota Hendri Arnis menyampaikan apresiasi atas peninjauan langsung tersebut. Menurutnya, kunjungan ini penting untuk mempercepat tindak lanjut terhadap infrastruktur yang terdampak.

“Kita berharap hasil peninjauan ini dapat segera ditindaklanjuti. Pemko akan terus berkoordinasi dan menyiapkan apa yang dibutuhkan, sehingga dukungan untuk pemulihan infrastruktur dapat segera diperoleh,” ujarnya.

Hendri berharap percepatan rehab rekon dapat segera memulihkan akses masyarakat, terutama pada ruas jalan dan jembatan yang menjadi jalur penting bagi aktivitas sehari-hari.

“Harapan kita, infrastruktur yang terdampak bisa segera diperbaiki, sehingga aktivitas masyarakat kembali normal dan proses pemulihan pascabencana dapat berjalan dengan baik,” harapnya. (rifki/Kamal)

Lepas Kontingen Jambore PKK, Wako Hendri: Jaga Nama Baik dan Marwah Kota Padang Panjang

0
Pelepasan kontingen jambore di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota. ( Foto: Kominfo Padang Panjang)

Padang Panjang— Wali Kota Hendri Arnis meminta kontingen Jambore Kader PKK Kota Padang Panjang menjaga sikap, etika, dan nama baik daerah selama mengikuti Jambore Kader PKK Tingkat Provinsi Sumatera Barat di Kota Bukittinggi.

Pesan tersebut disampaikan Hendri saat melepas kontingen jambore di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (1/9/2026). Pelepasan turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Ny. Maria Feronika Hendri Arnis, kepala OPD, Staf Ahli PKK Sri Wahyuni, Sekretaris PKK beserta jajaran.

“Jaga sikap, jaga nama baik dan marwah pimpinan daerah kita. Di mana pun kita berada, tunjukkan bahwa kita adalah bagian dari Kota Padang Panjang yang menjunjung tinggi etika, sopan santun dan kebersamaan,” pesan Wako Hendri.

Menurutnya, kontingen yang berangkat ke Jambore tidak hanya membawa nama pribadi maupun organisasi, tetapi juga merepresentasikan Kota Padang Panjang. Karena itu, setiap kader diharapkan mampu menunjukkan sikap positif selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Hendri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader PKK yang selama ini turut berkontribusi dalam pembangunan daerah. Menurutnya, kader PKK memiliki peran penting dalam mendukung berbagai program Pemerintah, khususnya yang bersentuhan langsung dengan keluarga dan masyarakat.

“Terima kasih kepada seluruh kader yang telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan Padang Panjang. Peran dan pengabdian kader PKK sangat berarti dalam mendukung berbagai program pemerintah dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Kepada para peserta, Hendri juga berpesan agar tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan dalam mengikuti jambore. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan kesempatan untuk memperluas pengalaman, meningkatkan kapasitas, bertukar pengetahuan dan mempererat silaturahmi antarkader.

“Kalau nanti dalam perlombaan kita tidak menang, kita tetap harus berbahagia. Apapun hasilnya nanti, itu adalah hasil dari perjuangan kita bersama. Yang terpenting adalah kita sudah memberikan yang terbaik, menjaga kekompakan dan membawa nama baik Padang Panjang,” tuturnya.

Ia menegaskan, keberhasilan kontingen tidak semata-mata diukur dari jumlah piala yang dibawa pulang. Kekompakan, sportivitas, etika, dan kemampuan membangun hubungan baik dengan sesama kader juga menjadi bagian penting dari keberhasilan mengikuti jambore.

“Apapun hasilnya nanti, mari kita terima dengan lapang dada, kita pertahankan dan kita jaga bersama. Karena yang kita bawa bukan hanya nama pribadi, tetapi nama Padang Panjang,” tegasnya.

Hendri berharap Jambore Kader PKK dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus memperkuat solidaritas antarkader. Berbagai pengalaman dan inovasi yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat dibawa pulang dan diterapkan untuk memperkuat pelaksanaan program PKK di tengah masyarakat.

Keikutsertaan dalam jambore juga diharapkan semakin menguatkan peran PKK sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun keluarga yang berkualitas dan mewujudkan masyarakat Padang Panjang yang sejahtera. (cigus)