Pemko Padang Panjang dan Ruangguru Sepakat Lanjutkan Program ITF

Padang Panjang, Investigasi.news – Peningkatan kompetensi guru yang signifikan lewat Program Beasiswa Pelatihan dan Pembinaan Guru, Indonesia Teaching Fellowship (ITF) fase I tahun 2019 dan fase II tahun 2021, Pemko dan Ruangguru sepakat melanjutkan kesukesesannya pada fase III tahun 2023, penganggaran tahun 2022. Wali Kota, H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano kepada Kominfo, Kamis (14/7) menyampaikan, Pemko mengapresiasi kerja sama dengan Ruangguru yang terbukti mampu meningkatkan kompetensi guru lewat program ITF.

“ITF fase I dan fase II terbukti memberikan dampak yang signifikan terhadap kompetensi guru. Pemko melihat ini perlu dilanjutkan. Sehingga kita anggarkan kembali tahun 2022, agar bisa terlaksana pada fase III tahun 2023,” ujarnya seraya menuturkan hal ini merupakan komitmen Pemko melahirkan guru yang berkualitas.

Key Account Manager West Indonesia Ruangguru, Ismail mengatakan program pelatihan ITF Fase II selama 7 bulan, Mei-Desember 2021 lalu berhasil melahirkan guru berdampak, sebagai peer-tutor dan penggerak komunitas guru. Diikuti sebanyak 70 guru. Dijelaskannya, hasil Try Out (TO) Program ITF tahun 2021 memperlihatkan peningkatan kapasitas guru sebesar 71%. Ini tercatat secara khusus pada Annual Impact Report Ruangguru 2021. “Nilai TO Uji kompetensi Guru (UKG) tes awal 38,3 menjadi 65,6. Melewati Standar Uji (UKG) Nasional 2015 yakni 55,” ujarnya.

Begitu juga dengan ITF fase I tahun 2019. ITF fase I diikuti 103 pendidik dan berhasil meningkatkan kompetensi guru sebesar 53% persen. Peningkatan ini diukur dari rata-rata nilai Try Out Uji Kompetensi Guru (TO UKG), dengan peningkatan skor sebesar 21,93 poin dibandingkan sebelum mengikuti program ITF. “Sebelum ITF Padang Panjang fase I dilaksanakan, hanya 2,67% guru yang berhasil memperoleh nilai TO UKG di atas rata-rata nasional,” jelasnya. Adapun ITF tahun 2023 berlangsung dari Januari hingga Desember. Diikuti 100 orang guru yang melewati tahapan seleksi. (Km/Mc)