Tas yang Tertukar, Kisah Silaturahmi yang Berbuah Manis

More articles

spot_img

Memutus hubungan silaturahmi bukanlah pilihan bijak, sebab menjalin silaturahmi sering kali memerlukan pengorbanan dan perjuangan. Pengalaman ini saya alami ketika ditugaskan untuk mendampingi pimpinan dalam perjalanan keluar kota. Meski tak semuanya berjalan mulus, pengalaman tersebut mengajarkan saya banyak hal tentang pentingnya hubungan antar sesama.

Saat itu, saya ditugaskan mendampingi pimpinan yang berangkat dari Bukittinggi, sementara saya harus menuju bandara menggunakan transportasi lain. Awalnya, saya telah berjanji untuk berangkat dengan mobil seseorang pukul 12.00 WIB, namun rencana itu batal pada jam 11.00 WIB. Dalam keadaan terdesak, saya menghubungi salah satu travel di Lubukbasung. Beruntung, ada travel yang semula berangkat pukul 10.00 WIB namun ditunda hingga jam 11.00 WIB. Tak lama kemudian, saya dijemput dan mendapati tiga penumpang lain di dalam travel tersebut yang ternyata memiliki tujuan sama ke Jakarta.

Sejak awal perjalanan, saya berusaha menjalin komunikasi dengan sesama penumpang tanpa memandang latar belakang mereka. Kami berbincang hangat, dan saya mengetahui bahwa mereka adalah bagian dari rombongan 15 orang yang juga akan naik pesawat yang sama dengan saya. Salah satu ibu dalam rombongan itu mengungkapkan bahwa salah satu saudaranya yang terpilih dalam pemilu akan bekerja di kantor yang sama dengan saya. Ini menjadi awal hubungan yang baik antara kami.

Baca Juga :  Aspek Ukiran Rumah Gadang Istano Pagaruyung

Setibanya di pesawat, saya memilih duduk di lorong agar lebih mudah mendampingi pimpinan. Dalam perjalanan, saya melihat beberapa penumpang yang saya kenal, termasuk Pak Irwan Fikri, mantan Wakil Bupati Agam. Setelah pesawat mendarat di Cengkareng, saya berdiri untuk mengambil barang bawaan dan melihat bahwa di belakang saya duduk Pak Evi, mantan ASN di PU Agam. Kami berbincang singkat sebelum saya mengambil barang bawaan di atas kepala.

Namun, di sinilah masalah muncul. Saat membantu seorang ibu menurunkan barang, tas saya tertukar dengan tasnya yang mirip. Saya baru menyadari kesalahan ini setelah tiba di penginapan dan mendapati tas saya berisi alat-alat perempuan yang bukan milik saya. Dalam tas itu, terdapat surat-surat penting, sehingga saya memutuskan untuk kembali ke bandara dan melaporkan kehilangan.

Dengan izin pimpinan, saya segera keluar dari penginapan dan naik taksi Blue Bird. Di dalam taksi, saya teringat untuk menghubungi Pak Irwan Fikri, menanyakan apakah beliau satu rombongan dengan ibu yang tasnya tertukar. Pak Irwan memberikan nomor kontak Pak Novel, anggota rombongan tersebut. Setelah menghubungi Pak Novel, beliau mengonfirmasi bahwa rombongan sedang berada di BSD dan mengirim peta lokasi.

Baca Juga :  Belajar Budaya Jawa Lewat Suasana Rumah Makan, Ini Sosok Mantan Rektor Yang Dirikan Rumah Makan Edukatif

Mengikuti peta yang diberikan, saya dan sopir taksi meluncur menuju BSD. Selama perjalanan, saya mengirim pesan kepada teman-teman untuk mendoakan agar tas saya bisa ditemukan. Saya pun berdoa dan menyerahkan segalanya kepada Allah SWT, berharap tas itu bisa kembali dengan selamat.

Akhirnya, kami tiba di lokasi yang ditunjukkan Pak Novel. Setelah bertemu, tas saya ditemukan dan dikembalikan dengan aman. Peristiwa ini mengajarkan saya tentang pentingnya membantu sesama tanpa mengharapkan imbalan. Selain itu, saya memperoleh teman baru seperti Pak Novel dan sopir taksi yang bernama Jalal. Silaturahmi yang terjalin karena kejadian ini membawa berkah tersendiri.

Pengalaman ini mengajarkan bahwa setiap ujian pasti ada hikmahnya. Menjaga silaturahmi dan membantu sesama akan selalu membawa kebaikan dalam hidup kita. Semoga kita semua selalu diberi kesehatan dan kesabaran dalam menghadapi setiap ujian dari Allah. Amin.

Pengalaman ini juga membuka mata saya tentang betapa pentingnya menjalin hubungan baik dengan siapa saja. Di travel, saya berbincang dengan ibu-ibu dan bapak-bapak yang awalnya tidak saya kenal. Namun, percakapan ringan tersebut membawa saya pada sebuah pemahaman bahwa setiap orang memiliki cerita dan pengalaman yang berharga untuk dibagikan.

Baca Juga :  Ijuk Atap Rumah Gadang Istano Pagaruyung Warna Hitam Juga Digantungi Lebah Hitam

Di pesawat, saya bertemu dengan Pak Evi dan Pak Irwan Fikri, yang memberikan saya perspektif baru tentang pentingnya mengenal orang-orang di sekitar kita. Ketika tas saya tertukar, tanpa ragu saya menghubungi Pak Irwan dan beliau dengan senang hati membantu saya menghubungi Pak Novel. Kejadian ini memperlihatkan bahwa bantuan dan dukungan bisa datang dari siapa saja, kapan saja, bahkan dari orang yang baru kita kenal.

Cerita ini mengingatkan kita bahwa dalam setiap kejadian, ada hikmah dan pelajaran yang bisa diambil. Membantu sesama tanpa pamrih, menjaga silaturahmi, dan selalu berpikir positif adalah kunci untuk menghadapi setiap tantangan dalam hidup. Setiap ujian yang kita alami adalah kesempatan untuk tumbuh dan memperkuat hubungan kita dengan orang lain serta dengan Allah SWT.

Semoga kita semua senantiasa diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menjalani setiap ujian dan selalu diberikan kesehatan untuk terus menjalin silaturahmi dengan sesama. Aamiin.

Penulis: Hasneril, SE

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Latest

spot_img