Pangkalan Baru, Investigasi.news – Ada – ada saja tingkah laku para pegawai pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Siloam Bangka Tengah ini.
Bukannya memberikan pelayanan yang baik kepada pasien, justru membuat pasien kesal dan marah.
Betapa tidak, secara sepihak pegawai dibagian pendaftaran pasien ini tiba-tiba menukar nomor antrian.
Jika bisa sembarangan menukar-nukar nomor antrian, mengapa harus diterapkan sistim antrian kepada para calon pasien rumah sakit Siloam ini.
Pergantian nomor antrian ini mengakibatkan beberapa calon pasien yang seharusnya sudah mendapat giliran terpaksa harus menunggu lagi. Karena ada pasien lain yang nomor antriannya lebih tinggi didahulukan oleh oknum pegawai tersebut.
Bahkan akibat perilaku tak terpuji oknum pegawai Rumah Sakit Siloam ini, salah satu calon pasien sempat terlantar, akibat jatah gilirannya dilompati oleh pasien lain.
RS Siloam Bangka Tengah. (foto: ZL)[/caption]
Dikatakan salah seorang pasien rujukan dari Rumah Sakit Intan Medika, bahwa dia sudah lama menunggu alias antri sesuai dengan nomornya. “Malah tiba-tiba saja nomor antrian yang seharusnya sudah giliran saya sesuai dengan nomor antrian malah orang lain yang dipanggil. Eh malah nomor tersebut dilangkahi dengan nomor yang lain,” ujar Mon, salah satu pasien yang juga ikut antrian. Senin 23/10/2023.
Ditemui media ini di Surgal Clinik, oknum pegawai yang meloncati nomor antrian tersebut, sempat minta wartawan media ini tidak merekam. “Jangan direkam Pak”, ujarnya, dan langsung menghubungi pihak keamanan Rumah Sakit Siloam.
Media ini ingin mengkonfirmasi kepada oknum pegawai tersebut, apa alasan dirinya mengganti pasien yang nomor antrian lebih kecil dengan yang lebih besar.
Bahkan untuk pasien rujukan BPJS yang sudah sejak pagi menunggu antrian berobat di Rumah Sakit Siloam, akhirnya terlambat.
Tidak puas dengan pelayanan pekerja Surgal Clinik Siloam tersebut terkait pergeseran nomor antrian calon pasien, awak media ini mencoba untuk bertemu dengan Humas Rumah Sakit Siloam yang mengaku bernama John.
“Terkait dengan perihal tersebut mungkin miskomunikasi,” ujar John. Dikatakan John, sistem di Rumah Sakit Siloam tersebut dilakukan acak. “Generik dari komputer itu adalah acak ada kode nya. Itu tidak berurutan terkait nomor antrian pasien yang berobat disini”, katanya.
Itu untuk seluruh nomor acak. Bukan untuk yang berobat BPJS yang di DI THT saja, tetapi untuk pasien pribadi seperti itu juga,” ungkap John.
Ditanyakan terkait dengan nomor antrean yang mestinya berurut yang mana mestinya dilakukan di rumah sakit yang lainya terhadap para pasien “Setiap rumah sakit berbeda – beda toh,” elak John. (tim)