Beranda blog Halaman 17

Satgas PRR Sumatera Dorong Percepatan Rehabilitasi Dan Rekonstruksi Pidie Jaya

0
Satgas PRR Sumatera Dorong Percepatan Rehabilitasi Dan Rekonstruksi Pidie Jaya

Pidie Jaya, Investigasi.newsTak cukup hanya membersihkan sisa lumpur dan memperbaiki kerusakan, Pidie Jaya kini dituntut bangkit dengan pembangunan yang lebih cepat, terarah, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat pascabencana. Di tengah upaya pemerintah daerah menata kembali wilayah yang porak-poranda akibat banjir hidrometeorologi akhir 2025, dukungan lintas sektor menjadi semakin penting untuk memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi tidak berjalan lamban.

Bencana yang menerjang sejumlah wilayah Pidie Jaya tersebut tidak hanya meninggalkan timbunan material lumpur, tetapi juga membawa dampak terhadap berbagai fasilitas publik serta aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, proses pemulihan membutuhkan lebih dari sekadar penanganan darurat. Dibutuhkan langkah terintegrasi yang mampu mengembalikan fungsi infrastruktur sekaligus memulihkan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat secara bertahap.

Dalam konteks itulah, kehadiran Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Sumatera menjadi bagian penting dalam memperkuat langkah Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya. Dukungan tersebut diarahkan untuk mendorong agar agenda pemulihan dapat bergerak lebih cepat, sekaligus memastikan berbagai kebutuhan pembangunan pascabencana mendapat perhatian dan koordinasi lintas instansi.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Ketua Tim Satgas PRR Sumatera bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pidie Jaya di Kantor Bappeda setempat, Rabu (2/9/2026).

Pertemuan itu menjadi ruang strategis untuk menyatukan langkah. Berbagai persoalan yang masih dihadapi dalam proses pemulihan dibahas dengan menempatkan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi sebagai agenda utama, termasuk pembangunan kembali infrastruktur serta pemulihan sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Ketua Tim Satgas PRR Sumatera, Laksamana TNI Nouldy J. Tangka, menegaskan bahwa pihaknya tidak berdiri sendiri dalam mendorong percepatan tersebut. Bersama kementerian dan pihak-pihak terkait, Satgas PRR Sumatera menyatakan kesiapan untuk mendukung pemerintah daerah dalam mempercepat proses pemulihan Pidie Jaya.

“Saya atas nama Ketua Tim Satgas PRR Sumatera bersama kementerian dan pihak terkait siap membantu serta mendorong Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya untuk rehabilitasi dan rekonstruksi,” kata Nouldy J. Tangka kepada Kontributor Investigasi.News.

Pernyataan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan orkestrasi kebijakan dan kerja bersama. Pemerintah daerah memiliki peran sentral dalam mengidentifikasi kebutuhan di lapangan, sementara dukungan pemerintah pusat, kementerian, dan lembaga terkait menjadi penguat agar proses rehabilitasi dapat dilakukan secara lebih efektif.

Bagi Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, percepatan pemulihan bukan semata-mata persoalan membangun kembali apa yang rusak. Lebih jauh, momentum pascabencana menjadi kesempatan untuk menata kembali berbagai sektor agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas dan perekonomian secara normal.

Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi mengatakan pemerintah daerah sejak bencana terjadi terus melakukan berbagai langkah pemulihan. Upaya tersebut tidak hanya menyentuh pembangunan fisik, tetapi juga diarahkan pada sektor pertanian, perikanan, dan sektor lain yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

“Sejak pascabencana, kami terus bekerja hingga hari ini dan akan terus bekerja untuk pemulihan, baik di bidang pertanian, perikanan maupun sektor lainnya,” ujar Sibral.

Di tengah proses panjang tersebut, dukungan dari pemerintah pusat dinilai menjadi energi tambahan bagi daerah. Menurut Sibral, perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi Pidie Jaya memberikan keyakinan bahwa proses pemulihan dapat dilakukan secara lebih terarah dan tidak berhenti pada penanganan jangka pendek.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden yang sangat peduli terhadap wilayah kami. Kami juga berterima kasih kepada Tim Satgas PRR Sumatera yang selalu siap membantu dalam hal rehabilitasi dan rekonstruksi ini,” ucapnya.

Dengan dukungan lintas sektor yang semakin diperkuat, pekerjaan besar Pidie Jaya kini bukan hanya bagaimana memulihkan daerah dari dampak bencana, tetapi juga memastikan setiap pembangunan kembali mampu menghadirkan kawasan yang lebih tertata, tangguh, dan siap menghadapi tantangan di masa mendatang.

Sebab, bagi masyarakat yang telah melewati fase bencana, pemulihan bukan sekadar mengembalikan apa yang pernah hilang, melainkan membangun kembali harapan dengan fondasi yang lebih kuat.

(Herry)

Pemko Tegaskan Perubahan APBD 2026 Fokus Pemulihan, Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat

0
Rapat Paripurna DPRD Kota Padang Panjang). (Foto: Kominfo Padang Panjang)

Padang Panjang — Pemerintah Kota Padang Panjang memastikan Perubahan APBD 2026 tidak sekadar menjadi penyesuaian angka anggaran, tetapi diarahkan untuk mempercepat pemulihan pascabencana, menggerakkan perekonomian dan memperkuat pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat.

Penegasan itu disampaikan Wakil Wali Kota Allex Saputra saat membacakan jawaban Wali Kota Hendri Arnis atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD terhadap Ranperda Perubahan APBD 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD, Rabu (2/9/2026).

Menjawab pertanyaan DPRD mengenai penurunan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 13,87 persen, Allex mengatakan, penyesuaian tersebut dilakukan berdasarkan kondisi riil dan proyeksi penerimaan hingga akhir tahun.
Menurutnya, dinamika aktivitas ekonomi, capaian pajak dan retribusi, serta penyesuaian proyeksi Opsen PKB dan BBNKB menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi perubahan target PAD.

“Penyesuaian target PAD merupakan langkah korektif agar perencanaan pendapatan lebih realistis, terukur dan dapat dipertanggungjawabkan. APBD tidak boleh dibangun berdasarkan angka yang tinggi tetapi sulit direalisasikan,” tegasnya.

Meski target PAD disesuaikan, Pemko tetap melakukan berbagai langkah untuk memperkuat pendapatan daerah. Di antaranya melalui digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi, pemutakhiran data PBB, penagihan piutang, serta optimalisasi pemanfaatan aset daerah secara transparan.

Di sisi lain, pendapatan transfer mengalami kenaikan Rp79,018 miliar. Tambahan tersebut berasal dari Transfer ke Daerah (TKD) Pemerintah Pusat untuk penanggulangan enam bencana yang terjadi pada semester I 2026. Tambahan TKD itu akan diarahkan untuk mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, termasuk pembangunan jalan, jaringan, irigasi, gedung dan berbagai sarana prasarana lainnya.

Pemko juga memanfaatkan SiLPA 2025 sekitar Rp39 miliar sebagai sumber pembiayaan dalam Perubahan APBD 2026. Penggunaan tersebut ditujukan untuk menjaga kesinambungan program dan kegiatan pembangunan.

Di tengah berbagai tantangan ekonomi, Pemko tetap mempertahankan target pertumbuhan ekonomi Kota Padang Panjang 5,95 persen pada 2026.
Untuk mengejar target tersebut, belanja daerah diarahkan kepada sektor yang dinilai memiliki daya ungkit tinggi terhadap perekonomian, seperti perdagangan, UMKM, pendidikan, pariwisata, ekonomi kreatif, event dan infrastruktur.

Dukungan langsung bagi UMKM dialokasikan Rp1,326 miliar. Jika digabungkan dengan dukungan melalui urusan perdagangan, totalnya mencapai Rp5,195 miliar. “Orientasinya adalah mendorong UMKM naik kelas, semakin mandiri, produktif dan berdaya saing, sehingga mampu menciptakan lapangan kerja dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Allex.

Pemko, lanjutnya, juga menyadari kenaikan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan Gini Ratio membutuhkan respons melalui kebijakan yang konkret. Langkah yang disiapkan meliputi pelatihan kerja, penguatan UMKM, perluasan akses pasar dan pembiayaan, peningkatan produktivitas pertanian dan peternakan, serta perlindungan bagi pekerja rentan.

Dalam penyusunan Perubahan APBD, efisiensi belanja dilakukan dengan menyasar belanja administratif, perjalanan dinas, rapat dan kegiatan yang urgensinya relatif rendah, serta belanja barang dan jasa yang masih dapat dioptimalkan. Namun, Allex menegaskan efisiensi tidak dilakukan terhadap pelayanan dasar masyarakat.

“Pelayanan dasar bukan menjadi objek efisiensi. Pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, penanganan kemiskinan dan pelayanan publik tetap menjadi prioritas,” tegasnya.

Anggaran hasil efisiensi selanjutnya diarahkan kepada program yang memberikan manfaat lebih langsung kepada masyarakat, seperti peningkatan infrastruktur pelayanan, penanganan rumah tidak layak huni, rehabilitasi jaringan irigasi dan penguatan ekonomi masyarakat.

Untuk penanggulangan kemiskinan dan stunting, Pemko memperkuat intervensi berbasis DTSEN, verifikasi lapangan serta koordinasi lintas perangkat daerah melalui TKPKD. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan diberikan kepada kelompok yang tepat dan memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan.

Selain menangani dampak bencana, Pemko juga memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana melalui penyusunan Kajian Risiko Bencana, Rencana Penanggulangan Bencana, Rencana Penanggulangan Kedaruratan Bencana dan Rencana Kontingensi.

Allex menegaskan keberhasilan Perubahan APBD nantinya tidak hanya diukur dari tingkat serapan anggaran, tetapi terutama dari manfaat pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat. “Kita ingin Perubahan APBD ini menjadi instrumen untuk mempercepat pemulihan pascabencana, menggerakkan ekonomi, memperkuat pelayanan publik dan memastikan manfaat pembangunan dirasakan secara lebih merata,” harapnya.

Pemko berharap pembahasan bersama DPRD berlangsung konstruktif dan menghasilkan kebijakan anggaran yang tepat sasaran, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan daerah untuk mencapai target RPJMD 2025–2029.

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Imbral, didampingi Wakil Ketua Mardiansyah dan Nurafni Fitri dan dihadiri anggota DPRD lainnya, unsur Forkopimda, staf ahli, asisten, kepala OPD, pimpinan BUMN dan BUMD, Bawaslu, camat, lurah serta undangan lainnya. (rifki/Kamal)

Tiga Lomba dalam Sehari, Kontingen PKK Padang Panjang Tampil Percaya Diri di Jambore Sumbar

0
Kegiatan Wirakarya Jambore Kader PKK Berprestasi ke-XXII Tingkat Provinsi Sumatera Barat. ( Foto: Kominfo Padang Panjang)

Bukittinggi— Kontingen Tim Penggerak PKK Kota Padang Panjang tampil penuh percaya diri dalam tiga perlombaan pada Wirakarya Jambore Kader PKK Berprestasi ke-XXII Tingkat Provinsi Sumatera Barat, Rabu (2/9/2026).

Tiga cabang yang diikuti secara maraton tersebut yakni Lomba Bermain Peran (Drama), Lomba Cakap Gelari Pelangi, serta Lomba Kampanye Pengelolaan Sampah Rumah Tangga.

Penampilan pertama dibuka melalui Lomba Bermain Peran. Para kader Padang Panjang tampil kompak dengan penguasaan karakter dan dialog yang kuat. Drama tersebut mengangkat pesan edukatif terkait program Pokja IV, khususnya lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Pesan yang disampaikan melalui alur cerita tersebut mendapat respons positif dari penonton di Panggung Utama Istana Bung Hatta.

Penampilan kader Padang Panjang turut mendapat dukungan langsung Wakil Wali Kota Allex Saputra, Ketua TP-PKK Ny. Maria Feronika Hendri, Staf Ahli PKK Ny Sri Wahyuni Allex, Kepala Dinas Sosial PPKBPPPA Winarno, Kepala Bappeda Putra Dewangga, jajaran pengurus TP-PKK serta para kader.

Dari panggung drama, perjuangan kontingen Padang Panjang berlanjut pada Lomba Cakap Gelari Pelangi atau Gerakan Keluarga Indonesia dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pengelolaan Ekonomi.

Perwakilan Pokja II Padang Panjang menyampaikan materi mengenai penguatan ekonomi keluarga melalui Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) serta peningkatan literasi. Materi dikemas secara komunikatif dengan pendekatan yang solutif terhadap pemberdayaan keluarga.

Sementara pada Lomba Kampanye Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, Pokja III Padang Panjang mengangkat isu pemilahan sampah dari sumbernya, khususnya di lingkungan rumah tangga.

Ny. Maria mengaku bangga sekaligus terharu melihat penampilan para kader. “Alhamdulillah, penampilan kader kita di tiga perlombaan hari ini luar biasa bagus. Saya sangat mengapresiasi kerja keras, kekompakan, dan rasa percaya diri yang mereka pancarkan di atas panggung. Apapun hasil akhirnya nanti, yang paling utama adalah mereka telah memberikan performa terbaik untuk nama baik Kota Padang Panjang,” ucapnya.

Menurutnya, keikutsertaan dalam jambore bukan semata-mata mengejar hasil perlombaan, tetapi juga menjadi ruang bagi kader untuk menunjukkan kemampuan, membangun kekompakan dan membawa nama baik Padang Panjang di tingkat provinsi. (cigus/Kamal)

Dilantik Jadi Kepala DLH Sumbar, Kuartini Deti Putri Tetap Jalankan Amanah sebagai Pj Sekdako Padang Panjang

0
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Padang Panjang Kuartini Deti Putri, mendapat amanah baru sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatera Barat. ( Foto: Kominfo Padang Panjang)

Padang — Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Padang Panjang Kuartini Deti Putri, mendapat amanah baru sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatera Barat. Meski menduduki jabatan baru di tingkat provinsi, Kuartini tetap menjalankan tugasnya sebagai Pj Sekdako Padang Panjang.

Deti dilantik Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah di Istana Gubernuran Sumatera Barat, Rabu (2/9/2026). Pelantikan tersebut turut disaksikan Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis.

Wako Hendri menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas kepercayaan yang diberikan kepada Deti untuk memimpin DLH Sumatera Barat.

“Selamat kepada Ibu Kuartini Deti Putri atas amanah dan kepercayaan yang diberikan untuk mengemban tugas sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat. Ini merupakan amanah besar sekaligus bentuk kepercayaan atas pengalaman dan kemampuan yang dimiliki,” ujarnya.

Menurut Hendri, selama menjalankan tugas sebagai Pj Sekdako, Deti telah memberikan kontribusi dalam membantu kelancaran roda pemerintahan serta mengkoordinasikan berbagai program pembangunan daerah.

“Atas nama Pemerintah Kota Padang Panjang, kami mengucapkan terima kasih atas pengabdian, dedikasi dan kerja sama yang telah diberikan. Tentunya, kami juga berharap Ibu Deti tetap dapat menjalankan amanah sebagai Pj Sekdako dan bersama-sama melanjutkan tugas-tugas pemerintahan di Padang Panjang,” katanya.

Hendri berharap amanah baru tersebut dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya. Ia juga berharap Deti tetap mampu memberikan kontribusi bagi Padang Panjang di tengah tugas barunya sebagai Kepala DLH Provinsi Sumatera Barat.

“Semoga amanah baru ini dapat dijalankan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami berharap Ibu Deti dapat terus memberikan kontribusi terbaik, baik dalam menjalankan tugas sebagai Kepala DLH maupun sebagai Pj Sekdako,” harapnya.

Selain Deti, Gubernur Mahyeldi juga melantik sejumlah pejabat lainnya dalam kesempatan tersebut. Yozawardi Usama Putera sebagai Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov, Adib Alfikri (Asisten Administrasi Umum Setdaprov), Ekonomi dan Pembangunan, Medi Iswandi (Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia), Mahdianur (Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa), Tasliatul Fuaddi (Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga). (angga)

Bupati-Wabup Tinjau Hot Water Boom Pauh Duo, Siapkan Pembenahan Fasilitas Wisata

0
Bupati Solok Selatan H. Khairunas bersama Wakil Bupati H. Yulian Efi turun langsung meninjau kawasan wisata Hot Water Boom. ( Foto: Kominfo Solsel)

Solok Selatan – Bupati Solok Selatan H. Khairunas bersama Wakil Bupati H. Yulian Efi turun langsung meninjau kawasan wisata Hot Water Boom di Kecamatan Pauh Duo, Selasa (1/9/2026).

Kunjungan ini menjadi bagian dari monitoring dan evaluasi Pemerintah Kabupaten Solok Selatan terhadap kesiapan sarana dan prasarana destinasi wisata, sekaligus melihat langsung berbagai kebutuhan pembenahan di kawasan tersebut.

Didampingi Sekretaris Daerah, para asisten serta Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora), Bupati dan Wakil Bupati melihat kondisi sejumlah fasilitas serta berdiskusi mengenai langkah yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas kawasan wisata.

Bupati Khairunas mengatakan pembenahan destinasi wisata harus dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Fasilitas yang tersedia harus mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat maupun wisatawan.

“Yang paling penting bagaimana fasilitas yang ada bisa memberikan kenyamanan kepada pengunjung. Kekurangan yang masih ditemukan kita evaluasi dan tindak lanjuti sesuai kebutuhan,” ujar Khairunas.

Menurutnya, Hot Water Boom Pauh Duo memiliki potensi yang dapat terus dikembangkan. Tidak hanya sebagai tempat rekreasi, keberadaan destinasi wisata juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya.

Wakil Bupati Yulian Efi menambahkan, pengembangan objek wisata membutuhkan perhatian bersama, mulai dari kualitas fasilitas, kebersihan, keamanan hingga pengelolaan kawasan.

“Potensi wisata kita cukup besar. Karena itu, fasilitas dan pengelolaannya harus terus kita tingkatkan agar masyarakat nyaman dan wisatawan tertarik untuk datang,” katanya.

Pemerintah daerah akan terus melakukan monitoring terhadap destinasi wisata yang ada di Solok Selatan agar pengembangannya berjalan terarah dan memberikan manfaat yang lebih luas.

(Deno)

Hari Kedua Jambore Kader PKK Berprestasi Tingkat Provinsi Sumbar, Wako Yota Balad Berikan Motivasi

0

Kota Pariaman — Memasuki hari kedua pelaksanaan Wirakarya Jambore Kader PKK Berprestasi ke-XXII Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026, Wali Kota Pariaman, Yota Balad bersama Ketua TP PKK Kota Pariaman Ny. Yosneli Balad dan Staf Ahli PKK Kota Pariaman Ny. Dina Mulyadi memberikan motivasi dan dukungan langsung kepada kontingen Kota Pariaman di Kota Bukittinggi, Rabu (2/9/2026).

Kehadiran beliau bersama rombongan TP PKK Kota Pariaman tersebut berlangsung disela-sela pembukaan dan rangkaian kegiatan jambore yang dipusatkan di Balai Sidang Bung Hatta, Kota Bukittinggi. Kegiatan dibuka Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah dan dilanjutkan dengan berbagai perlombaan yang diikuti kontingen TP PKK kabupaten dan kota se-Sumatera Barat.

Dihadapan kontingen Kota Pariaman, Wali Kota Pariaman, Yota Balad berpesan agar seluruh kader untuk menyatukan visi, tampil percaya diri, dan menjaga kekompakan selama berkompetisi.

“Jambore PKK adalah momentum yang tepat untuk menunjukkan dedikasi, kreativitas, dan inovasi kader PKK Kota Pariaman. Tampilkan yang terbaik, jaga nama baik daerah, dan buktikan bahwa kader kita memiliki kualitas unggul,” ujarnya.

Ia juga berharap semangat dan kerja keras seluruh kontingen dapat membuahkan hasil terbaik sekaligus meraih prestasi gemilang dan membawa pulang piala serta penghargaan dari berbagai cabang lomba yang dipertandingkan di Kota Bukittinggi.

Senada dengan itu, Ketua TP PKK Kota Pariaman, Ny. Yosneli Balad menyampaikan apresiasi atas semangat dan kekompakan seluruh kader yang telah tampil maksimal dalam mengikuti rangkaian jambore.

Menurutnya, seluruh kader yang turun dalam jambore telah mempersiapkan diri dengan baik. Karena itu, ia berharap kerja keras dan kekompakan tersebut dapat membuahkan hasil terbaik.

“Kepada seluruh kader-kader TP PKK Kota Pariaman tampilkan yang terbaik, keluarkan seluruh potensi, keterampilan, dan kekompakan dalam setiap tangkai lomba yang diikuti. jaga selalu nilai-nilai kesopanan, etika, dan kebersamaan. Semoga kader-kader TP PKK Kota Pariaman bisa membawa pulang prestasi yang membanggakan pada Wirakarya Jambore Kader PKK Berprestasi ke-XXII Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026”, tutupnya. (rika/Afri)

Sholawat Burdah Bergema di Tengah Laut Jangkar, Ribuan Jamaah Satukan Doa dan Harapan untuk Situbondo

0
Sholawat Burdah Bergema di Tengah Laut Jangkar. Foto: Agus

Situbondo, investigasi.news – Laut Jangkar, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, berubah menjadi lautan manusia dan lantunan sholawat. Ribuan masyarakat berkumpul di tengah laut untuk mengikuti pembacaan Sholawat Burdah, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan religius tersebut menghadirkan pemandangan yang tidak biasa. Di atas perahu-perahu yang berada di tengah perairan Jangkar, ribuan jamaah bersama-sama melantunkan pujian kepada Nabi Muhammad SAW.

Lantunan Sholawat Burdah menggema di tengah laut, berpadu dengan hembusan angin dan deburan ombak yang mengiringi jalannya kegiatan.

Acara tersebut dihadiri langsung Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau yang akrab disapa Mas Rio, bersama Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah.

Turut hadir Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, KH. Mohammad Azaim Ibrahimy, serta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Situbondo.

Ribuan masyarakat dari berbagai wilayah tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Sejak awal, para jamaah telah memenuhi perahu-perahu yang bergerak menuju titik pelaksanaan pembacaan Sholawat Burdah.

Suasana khidmat langsung terasa ketika pembacaan sholawat dimulai. Jamaah mengikuti setiap lantunan dengan penuh penghayatan.

Kegiatan di tengah laut itu bukan sekadar menjadi acara keagamaan, melainkan juga memperlihatkan kuatnya ikatan antara kehidupan masyarakat pesisir dengan tradisi religius.

Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, KH. Mohammad Azaim Ibrahimy, mengatakan kegiatan pembacaan Sholawat Burdah di tengah laut Jangkar merupakan pelaksanaan yang kedua.

Ia mengaku bersyukur karena kegiatan tersebut kembali mendapat sambutan besar dari masyarakat.

Menurut KH. Azaim, tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa kegiatan keagamaan masih memiliki tempat yang kuat di tengah kehidupan masyarakat Situbondo.

“Kegiatan ini merupakan yang kedua kalinya. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan nantinya menjadi sebuah tradisi,” ujar KH. Mohammad Azaim Ibrahimy.

Ia berharap tradisi pembacaan Sholawat Burdah di tengah laut dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Bagi KH. Azaim, menjaga tradisi keagamaan bukan hanya soal mempertahankan sebuah kegiatan rutin, tetapi juga menjaga nilai spiritual, persaudaraan, dan kebersamaan masyarakat.

Ia menilai laut Jangkar memiliki makna tersendiri bagi pelaksanaan kegiatan tersebut. Laut yang selama ini menjadi sumber kehidupan bagi banyak masyarakat pesisir juga menjadi tempat untuk memanjatkan doa dan rasa syukur kepada Allah SWT.

Sementara itu, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengapresiasi pelaksanaan pembacaan Sholawat Burdah di tengah laut yang kembali digelar dengan melibatkan ribuan masyarakat.

Mas Rio menilai kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan sebuah daerah tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, pembangunan juga harus berjalan seiring dengan penguatan nilai spiritual, budaya, dan kebersamaan masyarakat.

“Kegiatan ini adalah kekuatan besar bagi Situbondo. Kita tidak hanya berkumpul untuk membaca sholawat, tetapi juga menyatukan doa, memperkuat kebersamaan, dan menjaga nilai-nilai religius yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kita,” ujar Mas Rio.

Bupati berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan berkembang menjadi salah satu tradisi khas Kabupaten Situbondo.

Menurut Mas Rio, kegiatan religius yang dipadukan dengan potensi bahari seperti di Jangkar memiliki nilai tersendiri dan dapat menjadi identitas positif bagi daerah.

Pemerintah Kabupaten Situbondo, kata dia, mendukung kegiatan-kegiatan masyarakat yang mampu memperkuat persatuan sekaligus menjaga nilai keagamaan.

Kehadiran ribuan masyarakat dalam kegiatan tersebut juga menjadi gambaran kuatnya semangat gotong royong dan kebersamaan yang masih terjaga di tengah masyarakat Situbondo.

Di tengah laut Jangkar, ribuan suara akhirnya menyatu dalam satu lantunan. Sholawat Burdah tidak hanya menggema di atas perairan, tetapi juga membawa pesan tentang doa, harapan, persatuan, dan keinginan untuk menjadikan Situbondo sebagai daerah yang tetap kuat memegang nilai religius.

Jika tradisi ini terus dijaga, pembacaan Sholawat Burdah di tengah laut Jangkar berpotensi menjadi salah satu agenda religius khas Situbondo yang tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga menjadi simbol kuatnya hubungan antara masyarakat, tradisi, dan laut yang menjadi bagian penting kehidupan warga pesisir. (Agus)

Wali Kota Zulmaeta: Jambore PKK Perkuat Sinergi dan Kontribusi Kader bagi Masyarakat

0
Zulmaeta saat menghadiri pembukaan Wirakarya Jambore Kader PKK XXII sekaligus Peringatan ke-54 Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026 . ( Foto: Kominfo Payakumbuh)

Bukittinggi — Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta mengapresiasi dedikasi kader Tim Penggerak (TP) PKK Kota Payakumbuh yang terus berkontribusi dalam pemberdayaan keluarga dan masyarakat melalui pelaksanaan 10 Program Pokok PKK.

Apresiasi tersebut disampaikan Zulmaeta saat menghadiri pembukaan Wirakarya Jambore Kader PKK XXII sekaligus Peringatan ke-54 Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026 di Istana Bung Hatta, Kota Bukittinggi, Rabu (2/9/2026).

“Kami mengapresiasi seluruh kader TP PKK Kota Payakumbuh yang terus menunjukkan semangat dan dedikasi dalam menjalankan 10 Program Pokok PKK. Pemerintah Kota Payakumbuh berharap peran dan kontribusi ini terus diperkuat sehingga semakin banyak manfaat yang dirasakan masyarakat dalam mewujudkan keluarga yang sejahtera dan berkualitas,” ujar Zulmaeta.

Jambore yang berlangsung 1–3 September 2026 tersebut diikuti kader PKK dari 18 kabupaten/kota se-Sumatera Barat. Kegiatan mengusung tema “Bersinergi, Berprestasi dan Menginspirasi Melalui 10 Program Pokok PKK, Mewujudkan Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045”.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah saat membuka kegiatan mengatakan PKK memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mendukung pembangunan daerah. Karena itu, 10 Program Pokok PKK diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan rutin, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata yang menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kesuksesan dan keberhasilan akan sulit kita hadirkan tanpa kolaborasi dan sinergitas seluruh pihak. Semua pihak mesti berperan,” ujar Mahyeldi.

Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Barat Harneli Mahyeldi menegaskan gerakan PKK perlu terus memperkuat pelaksanaan 10 Program Pokok PKK sebagai fondasi pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga.

“Gerakan PKK harus kembali meneguhkan jati dirinya dengan memperkuat dan mengoptimalkan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK sebagai fondasi utama pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga,” ungkap Harneli.

Dalam kesempatan tersebut, Zulmaeta juga menyaksikan dan memberikan dukungan terhadap penampilan devile kader TP PKK Kota Payakumbuh dalam rangkaian Jambore XXII.

Ketua TP PKK Kota Payakumbuh, Ny. Eni Zulmaeta, mengatakan Jambore XXII diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat semangat, kebersamaan, dan motivasi kader dalam menjalankan peran di tengah masyarakat.

“Semoga Jambore ini menjadi ajang untuk meningkatkan semangat, kebersamaan, dan motivasi para kader agar semakin aktif berkontribusi dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” tutur Eni.

Prestasi juga ditorehkan TP PKK Kota Payakumbuh melalui kader sekaligus Sekretaris TP PKK Kota Payakumbuh, Erma Yunita, yang menerima Piagam Penghargaan Adhi Bhakti Utama dari Ketua Umum TP PKK atas karya bakti dan pengabdiannya selama 25 tahun atau lebih secara terus-menerus sebagai kader atau pengurus TP PKK.

Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas pengabdian Erma Yunita sekaligus motivasi bagi jajaran TP PKK Kota Payakumbuh untuk terus berkarya dan menghadirkan manfaat bagi keluarga serta masyarakat.

Keikutsertaan TP PKK Kota Payakumbuh dalam Jambore XXII HKG PKK Tingkat Provinsi Sumatera Barat menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam mengoptimalkan 10 Program Pokok PKK menuju keluarga yang sehat, mandiri, sejahtera, dan berkualitas. (Oyon)

Wujudkan Sabang Aman Dan Nyaman, Kapolres Pimpin Langsung Patroli Kamtibmas

0
Kapolres Pimpin Langsung Patroli Kamtibmas

Sabang — Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terus diperkuat jajaran Polres Sabang. Salah satunya melalui patroli kamtibmas yang dipimpin langsung Kapolres Sabang AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, S.H., S.I.K., M.H., di sejumlah wilayah hukum Polres Sabang, Selasa (1/9/2026).

Patroli tersebut menjadi bagian dari langkah preventif kepolisian dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Guantibmas), sekaligus memastikan aktivitas masyarakat berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan kondusif.

Dengan menyasar sejumlah lokasi strategis, pusat keramaian, objek vital, kawasan wisata, hingga titik-titik yang dinilai memiliki potensi kerawanan, Kapolres Sabang bersama personel gabungan melakukan pemantauan langsung terhadap situasi di lapangan.

Tak sekadar melakukan pengawasan, AKBP Ahmad Faisal Pasaribu juga turun berdialog dengan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak warga untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi tindak kriminalitas.

Menurut Kapolres, kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat merupakan bagian penting dari upaya menciptakan rasa aman sekaligus membangun komunikasi yang lebih erat antara Polri dan masyarakat.

“Patroli rutin ini merupakan langkah preventif untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” ujar AKBP Ahmad Faisal Pasaribu.

Dalam kegiatan tersebut, personel juga melakukan pengecekan terhadap aktivitas masyarakat serta kondisi lingkungan di sejumlah titik yang menjadi sasaran patroli. Pemantauan dilakukan secara humanis namun tetap mengedepankan kewaspadaan terhadap setiap potensi gangguan keamanan.

Hingga patroli berakhir, situasi di sejumlah wilayah yang menjadi sasaran pengamanan terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya gangguan menonjol yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan masyarakat.

Kapolres Sabang menegaskan, patroli kamtibmas akan terus ditingkatkan sebagai bagian dari komitmen Polres Sabang dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kota Sabang.

Menurutnya, menciptakan keamanan bukan semata-mata menjadi tugas kepolisian, tetapi membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.

“Sinergi dan kepedulian masyarakat sangat penting. Dengan kebersamaan, kita dapat menjaga Sabang tetap aman, nyaman, dan kondusif,” tegasnya.

Langkah tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Polres Sabang untuk menghadirkan pelayanan kepolisian yang responsif, humanis, dan proaktif, sehingga masyarakat maupun wisatawan dapat menjalankan aktivitas dengan rasa aman di Kota Sabang.

(Herry)

Lantik Enam Pejabat Eselon 2, Gubernur Mahyeldi: Pejabat Harus Hadir Menjawab Persoalan Masyarakat

0
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi (kanan) lantik Enam Pejabat Eselon 2 yakni Medi Iswandi, Adib Alfikri, Yozarwardi Usama Putra, Mahdianur, Fasliatul Fuaddi dan Kuartini Deti Putri, Padang, Istana Gubernuran , Rabu (02/09/2026). Foto: Dok. Makopim/Adp

PADANG — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah melantik enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Pejabat Eselon 2) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar di Istana Gubernuran, Rabu (2/9/2026). Kepada pejabat yang baru dilantik, Gubernur menekankan pentingnya integritas, keteladanan, serta kemampuan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Adapun rincian nama dan jabatan masing-masing pejabat yang baru dilantik tersebut antara lain, Yozawardi Usama Putera dilantik sebagai Asisten Ekonomi dan Pembangunan, sebelumnya ia bertugas sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa; Adib Alfikri dilantik sebagai Asisten Administrasi Umum, sebelumnya ia menjabat sebagai Asisten Ekonomi dan Pembangunan; kemudian Medi Iswandi dilantik menjadi Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), sebelumnya iaenjabat sebagai Asisten Administrasi Umum.

Selanjutnya, Tasliatul Fuaddi dilantik sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, sebelumnya ia menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup; Mahdianur dilantik menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), sebelumnya ia menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga; serta Kuartini Deti Putri dilantik sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, sebelumnya ia menjabat sebagai Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Sumbar.

Gubernur Mahyeldi menegaskan, pelantikan tersebut merupakan bagian dari proses penataan dan penguatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkup Pemprov Sumbar. Pengisian dan rotasi JPT Pratama dilaksanakan melalui mekanisme manajemen talenta dengan mempertimbangkan kompetensi, pengalaman, kinerja, potensi, integritas, serta kebutuhan organisasi.

“Jabatan adalah amanah. Jadi mesti dilihat sebagai kesempatan untuk berbuat lebih banyak dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi daerah dan masyarakat,” ujar Mahyeldi.

Menurutnya, seorang pejabat pimpinan tinggi tidak cukup hanya mampu menyelesaikan pekerjaan administratif, tetapi juga harus mampu menjadi teladan bagi seluruh jajaran. Keteladanan tersebut, menurutnya, harus tercermin dalam integritas, kedisiplinan, kejujuran, etos kerja, serta komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Seorang pemimpin harus memberikan contoh sebelum memberikan perintah. Kalau kita ingin bawahan disiplin, kita harus terlebih dahulu menunjukkan kedisiplinan. Kalau kita ingin pelayanan kepada masyarakat semakin baik, maka pimpinan harus menjadi orang pertama yang memberikan pelayanan dengan baik,” tegasnya.

Mahyeldi juga mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar tidak hanya bekerja di belakang meja, tetapi memahami secara langsung persoalan yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, pemimpin harus mampu membaca persoalan lebih awal dan mengambil langkah penyelesaian sebelum persoalan tersebut berkembang menjadi lebih besar.

“Jangan menunggu persoalan membesar, jangan menunggu masyarakat mengeluh, dan jangan menunggu pimpinan meminta baru kita bergerak. Seorang pemimpin harus mampu melihat persoalan lebih awal dan mengambil langkah yang diperlukan,” katanya.

Secara khusus, Mahyeldi meminta pejabat yang baru dilantik segera menunjukkan kinerja terbaik sesuai tugas masing-masing. Asisten Ekonomi dan Pembangunan serta Asisten Administrasi Umum diharapkan memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah, Kepala BPSDM meningkatkan pembinaan dan kompetensi ASN, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga memperkuat pembinaan generasi muda sekaligus mengawal persiapan PORPROV dan pembangunan GOR, sedangkan Kepala DPMD memperkuat pembangunan berbasis nagari, termasuk melalui pengembangan Nagari Creative Hub (NCH).

Khusus kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Gubernur menekankan agar pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan berjalan beriringan. Ia meminta persoalan lingkungan, terutama pengelolaan sampah, segera ditangani melalui langkah-langkah yang konkret dan memberikan hasil yang dapat dirasakan masyarakat.

“Terutama untuk persoalan pengelolaan sampah, itu harus menjadi perhatian serius agar segera ada solusi konkretnya,” tegas Mahyeldi.

Terkait rotasi dan mutasi, Mahyeldi menegaskan bahwa hal tersebut merupakan bagian yang wajar dalam dinamika organisasi dan harus dipandang dalam kerangka kepentingan pemerintahan. Menurutnya, kepentingan organisasi dan pembangunan daerah harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi.

Menutup arahannya, Mahyeldi berpesan agar para pejabat yang baru dilantik segera memahami bidang tugasnya masing-masing, menyesuaikan diri, membangun komunikasi dengan jajaran, turun memahami persoalan di lapangan, mendengarkan masukan bawahan, serta bekerja dengan sungguh-sungguh, ikhlas, dan sesuai ketentuan. (adpsb/rmz/bud)